
...πππ...
"As... bagaimana ini? Mereka pasti akan masuk ke dalam jika--" Roselia ketar-ketir manakala suara ketukan pintu itu semakin keras saja.
"Yang Mulia Putri Mahkota, apa yang terjadi? Apa Anda baik-baik saja?" tanya seorang pengawal dengan intonasi panik dari luar kamar itu.
"Jachan-ku kenapa kau jadi tidak bisa berpikir? Gunakan otak cerdasmu itu," ucap Asteorope sambil tersenyum tenang. Asteorope tau gadis itu cerdas, tapi kenapa panik membuatnya tidak bisa berpikir.
Roselia terdiam menatap kekasihnya itu dengan mata sendu, sebenarnya ia merasa bersalah karena dia sudah melukai hati kekasihnya karena ciuman dengan Michael tadi siang walau tidak sengaja. Jika dia ada di posisi Asteorope, pasti dia juga sangat terluka melihat kekasih hati berciuman dengan perempuan lain. Sudah pasti kalau itu dirinya, dia akan menjambak jambak rambut wanita yang sudah menyentuh bibir kekasihnya. Tadi Asteorope terlihat marah dan sekarang dia terlihat tenang.
Apa As tidak marah lagi padaku? Kenapa dia terlihat tenang?
"Jachan kenapa kau malah melamun? Cepat atasi mereka dan beraktinglah!" ujar Asteorope pada kekasihnya. "Sebelum mereka curiga." Sambungnya lagi sambil tersenyum.
Gadis itu tidak bicara, dia beranjak dari ranjangnya lalu pergi ke arah pintu bersama dengan Doris. Tidak lupa ia mengacak-acak rambutnya dulu.
Begitu pintu kamar Roselia terbuka lebar, para pengawal melihat mereka berdua dengan cemas. "Ada apa? Kenapa kalian semua berisik sekali?" tanya Roselia sambil menguap, menutup mulutnya dengan satu tangan.
"Ma-maaf Yang Mulia, tadi kami mendengar suara Yang Mulia menjerit."
"Apa? Aku menjerit?" tanya gadis itu sambil menunjuk pada dirinya sendiri seolah tak tahu apa-apa.
"Tuan tuan seperti kalian salah paham, sedari tadi Yang Mulia Putri Mahkota sudah tidur tapi kalian menganggu tidurnya!" Doris ikut bicara untuk berakting dengan Roselia.
Haha Doris sepertinya sudah tertular olehku. Roselia terkekeh dalam hatinya.
Keempat pengawal berubah besar itu terlalu kebingungan. Mereka garuk-garuk kepala, jelas saja bingung. Mereka mendengar suara jeritan itu cukup keras dari kamar sang Putri mahkota.
"Yang Mulia maafkan kami, tapi kami benar-benar mendengar suara jeritan dari sini!"
"Oh, jadi kalian pikir aku bohong? Ah...baiklah kalau begitu, aku akan melaporkan pada Putra Mahkota bahwa kalian menganggu tidurku dan memfitnahku berbohong." Ancam Roselia dengan suara yang meninggi.
Mereka semua takut dengan ancaman dari seseorang yang statusnya lebih tinggi dari mereka. Ya, beginilah sistem kasta yang kental dari dunia novel Love For Stella ini. Sekarang novelnya bahkan bukan Love for Stella, mungkin jadi Love For Roselia karena alur telah banyak berubah.
Akhirnya ke empat pengawal itu meminta maaf pada Roselia dan memohon agar tidak dilaporkan pada putra mahkota. Setelah itu Roselia mengingatkan agar tidak boleh ada yang mengganggunya sampai besok.
"Haaahh...." desah gadis itu lalu menutup pintu kamarnya. Kemudian dia melihat Asteorope tidak sendirian lagi disana karena ada Peter.
Melihat Peter, mata Doris langsung berbinar-binar seperti melihat barang bening. Ya, akhir-akhir ini mereka sering terlihat bersama mungkin hal itu memupuk rasa diantara keduanya.
__ADS_1
"Tuan Peter, kau ada disini juga?" Sapa Doris sambil tersenyum.
"Ehm...iya." Peter memalingkan wajahnya dari wanita itu.
Sial! Jangan tatap aku begitu, jantungku jadi tidak karuan karenamu Doris. Peter memegang dadanya yang sesak.
"Ehem! Peter, Doris, aku ada kencan dengan kekasihku. Aku ingin kalian melakukan sesuatu disini."
"Apa maksudnya Yang Mulia Raja? Disini? Apa kami tidak ikut?" tanya Peter sambil mengerutkan keningnya terheran-heran.
Tanpa banyak basa-basi, Asteorope menggunakan sihir dari Cain untuk mengubah mengubah wajah Peter menjadi Roselia dan sontak saja hal itu menjadi bahan tertawaan Roselia dan Doris. Sementara Asteorope tetap tenang dan diam saja.
"Astaga! Apa-apaan ini Yang Mulia? Bagaimana bisa anda menghukum saya seperti ini? Tolonglah Yang Mulia, jangan begini? Beri saja tugas yang lain, contohnya mengancam orang, menculik orang, atau membunuh orang? Itu lebih mudah saya lakukan dari pada hal ini!" Rengek Pria itu tak terima diubah menjadi sosok Roselia. Sungguh memalukan, apalagi ia ditertawakan oleh Doris.
"PFut... ha-ha-ha..."Roselia dan Doris masih asyik tertawa melihat tampilan Peter saat ini yang mirip sekali dengan Roselia.
Raja Albarca itu menatap Peter dengan tatapan tajam, dia tak mau di bantah untuk yang satu ini. "Apa kau mau menantang perintah RAJA?"
"Tidak Yang Mulia." Jawabnya lesu.
"Kalau begitu tetap disini dengan Doris dan kau jangan khawatir sihir itu akan hilang dalam waktu 2 jam, aku dan Roselia akan kembali dalam waktu 2 jam." Tegasnya pada orang kepercayaannya itu.
"Oh! Astaga!" pekik Roselia terkejut.
"Kau tenang saja mereka hanya pingsan, 2 jam lagi mereka akan sadar." Ucap Asteorope sambil membantu kekasihnya turun dari jendela dengan hati-hati.
Roselia tidak bertanya kenapa kekasihnya bisa membuat mereka pingsan, ya itu karena ia tau dari novel bahwa Asteorope memiliki sihir terpendam dalam dirinya dan sepertinya sihir itu mulai aktif.
Mereka kembali berpandangan lalu berpagutan mesra, disertai pelukan hangat. Namun tanpa mereka sadari ada sosok penguntit di atas atap tersebut, dia seperti mau muntah melihat adegan mesra itu.
"Kenapa mereka sangat menjijikan? Bwee...apa enaknya berciuman dengan wanita? Bagaimana bisa mereka saling mencintai? Bagaimana bisa kedua pria dari dua kerajaan yang besar itu jatuh cinta kepada gadis bar-bar sepertinya? Aku harus tau alasannya!"
Javier mengikuti Roselia dan Asteorope yang akan berkencan itu secara diam-diam. Dia sangat penasaran apa yang membuat Michael dan Asteorope tergila-gila pada gadis bar-bar menyebalkan bernama Roselia itu.
Ya, sebagai kepala guild pembunuh bayaran profesional tentu Javier ahli dalam pengintaian tanpa ketahuan. Apalagi ia memiliki sihir hitam di dalam dirinya, membuat dirinya bisa berwujud menjadi hewan apapun yang ia inginkan.
Malam itu Roselia dan Asteorope benar-benar menikmati waktu mereka di pusat kota. Tak lupa mereka mengajak Anthony, Gerry, Rowan dan Erik juga untuk jalan-jalan. Namun sayang sekali Anthony tidak ikut karena dia sedang sakit.
Roselia langsung cemas pada anak yang dulu pernah mencopetnya itu. Dia mengajak Asteorope di sela-sela kencan mereka untuk menjenguk Anthony, tak lupa Javier ada di sekitar mereka dan dia berubah menjadi kucing hitam agar tidak diketahui keberadaannya.
__ADS_1
"Anthony, apa kau baik-baik saja? Aku sudah belikan kabar untukmu, semoga kau lekas sembuh." Kata Roselia yang tanpa jijik memegang kening anak laki-laki yang sedang terbaring di atas ranjang itu.
Asteorope dan ketiga pria disana menatap Roselia, mereka semakin kagum dengan kebaikan hatinya.
"Terimakasih guru...saya baik-baik saja, hanya demam biasa." Anthony tersenyum di wajah pucatnya.
Asteorope juga khawatir melihat kondisi Anthony yang sudah cukup dekat dengannya, apalagi Roselia juga sangat menyayanginya seperti adik sendiri. "Kau beristirahatlah, jika besok demamnya masih belum reda...bawa saja pada tabib, aku yang akan menanggung biayanya."
"Ya, Yang Mulia!"
"Haihh...kenapa kalian masih saja memanggilku dengan sebutan Yang Mulia?" Asteorope mendesah, lalu mengusap wajahnya dengan kasar. Orang-orang ini masih bersikap formal padanya, sebenarnya bagus karena di dalam dunia ini memang harus hormat pada status yang lebih tinggi Terutama Raja.
Kenapa si wanita bar-bar dan Raja Albarca sangat baik para orang-orang bau ini?. Batin Javier yang sekarang masih menjadi kucing.
Usai mengurus Anthony dengan telaten layaknya seorang ibu mengurus anaknya, Roselia dan Asteorope pergi meninggalkan tempat itu, mereka berpesan agar membagikan koin emas yang diberikan Asteorope dan Roselia pada anak-anak miskin di sana.
Javier yang melihat semua itu merasa berdebar, entah kenapa ia merasa Roselia bukanlah wanita yang menyeramkan. "Dia tidak buruk, dia baik tapi dia tetap menyebalkan!"
"As, aku minta maaf karena tadi siang aku tak sengaja berciuman dengannya." Roselia menatap kekasihnya dengan sendu dipenuhi rasa bersalah.
"Kau tidak sengaja dan kau sudah meminta maaf padaku berulang kali. Aku minta kau jangan membahas ini lagi, lebih baik kau katakan saja siapa ninja Hatari itu?" Alih-alih membahas soal ciuman, Asteorope malah tertarik dengan nama ninja Hatori yang ia yakini sebagai nama seorang pria.
"Hatori." Ralat Roselia sambil tersenyum.
"Ya itu, kenapa kau menyamakan aku dengan dirinya?" tanya Asteorope tak suka.
Sejenak Roselia tertegun, kemudian dia mengambil nafas dalam-dalam. Seolah ia akan mengatakan sesuatu yang berat. Mungkin memang ia harus jujur pada Asteorope, salah satu orang ia percayai di dunia fantasi ini.
"Sebenarnya aku bukan berasal dari dunia ini, As." Lirih Roselia seraya memandangi kekasihnya itu dengan tatapan sendu.
"Apa?"
"Ninja Hatori itu adalah nama di duniaku dan ini bukan duniaku."
Asteorope tercenung, ia berusaha mencerna apa yang dikatakan oleh Roselia. Apa maksudnya bukan berasal dari dunia ini?
...*****...
Hai Readers, maaf up nya Kemalaman banget!
__ADS_1
βΊοΈπ