
"Kau ibu yang tidak punya hati," ucap Asteorope dingin. Dia tau benar kekasihnya itu sangat merindukan sosok ibunya dan selalu memuji ibunya karena rela melakukan apapun untuknya.
"Beraninya KAU--"
Ketika Anika akan mengangkat tangannya untuk menampar Asteorope. Pipinya sudah ditampar lebih dulu oleh seseorang yang tiba-tiba muncul disana bersamaan dengan sebuah cahaya.
Plakk!
"Kau sungguh ibu yang jahat, ANIKA!"
Asteorope dan Anika kaget melihat sosok pria itu tiba-tiba berada disana. Namun Asteorope tersenyum lega saat eksistensinya berada disana.
Ya, pria itu adalah Cain. Si penyihir agung yang tak lain adalah ayah kandung Ariana dan juga suami dari Anika. Entah bagaimana caranya dia bisa sampai kesana.
__ADS_1
Plakkk!
Cain langsung menampar wajah Anika, Anika menyeringai setelah mendapatkan tamparan itu. "Cain..."
"Kau benar-benar ibu yang tidak punya hati. Disaat putri kandungmu kecelakaan karena dirimu, teganya kau malah bersikap seperti ini? Anika....bukankah kau dulu sangat menyayangi Ariana? Mengapa sekarang kau begini?!" hardik Cain emosi, ia tau semua kelakuan Anika dari cermin masa depan yang ada di Albarca. Cermin miliknya.
Asteorope juga ingin bertanya bagaimana bisa pria itu datang ke dunia ini. Padahal sebelumnya Dia pernah mengatakan bahwa dia tidak bisa pergi ke dunia ini. Tapi Asteorope menahan dulu semua pertanyaan yang ada di dalam benaknya. Ia memutuskan untuk pergi dari sana dan meninggalkan Cain Anika agar mereka bisa leluasa untuk berbicara berdua. Asteorope menghargai apa itu yang namanya privasi, saat ini Cain dan Anika membutuhkan privasi. Ia sebagai orang luar tidak berhak untuk mendengarkan percakapan mereka.
"Cain...kau, bukankah kau sudah menghilang? Kenapa kau bisa ada disini?" tanya Anika terheran-heran melihat sosok pria yang masih pada status suaminya itu berada di depannya, padahal sudah bertahun-tahun yang lalu mereka terpisah oleh dua dunia. Cain tidak bisa kembali ke dunia modern dan Anika tidak bisa kembali ke Albarca. Itu semua karena kekuatan Ariana yang begitu besar bila dia berada di Albarca dan menjadi incaran Aragon.
Cain tidak menyangka bahwa ibu yang selalu diceritakan dan dibanggakan oleh Ariana, ibu yang selalu menjaganya, ibu yang rela tidak makan demi dirinya. Ternyata tidak peduli pada Ariana sedikitpun.
"Aku... bertanya-tanya apa yang salah denganmu atau apa yang salah denganku dan Ariana. Aku memang tidak tahu alasannya kenapa kau meninggalkan Ariana, aku juga tak tahu ke mana sikap lembutmu itu. Oh ya, atau mungkin Ini semua adalah karena aku yang tidak bisa berada disisimu? Jadi kau melampiaskan semuanya pada buah Cinta kita? Apa begitu Anika?"
__ADS_1
"Tolong! JANGAN pernah menghakimiku lagi, kenapa kau dan Ariana menyalahkanku? Aku--hanya ingin hidup bahagia, memiliki keluarga yang lengkap, suami yang selalu ada di sisinya! Aku hanya ingin itu, jadi tolong jangan salahkan aku terus!"
"Kau sangat egois Anika! Kalau kau ingin bahagia, silahkan! Aku tidak pernah melarang untuk bahagia. Tapi bisakah kau tidak mengabaikan putri kita? Bisakah kau membawanya untuk bahagia? Apa kau tau betapa sakitnya hatiku, ketika Ariana terluka dan takut untuk pergi ke taman hiburan! Karena apa? KAU! Kau yang meninggalkannya di sana dan membuatnya takut!"
Anika gemetar mendengarkan kata demi kata yang terucap dari bibir Cain. Ya, dia akuin dia memang egois dan rasa kasih sayang pada Ariana sudah lenyap. "Kau tidak punya hati Anika, aku sangat kecewa dan aku menyesal pernah mencintaimu."
Cain tidak bisa berkata-kata lagi, ia melangkah pergi dari sana karena percuma bicara dengan wanita egois seperti Anika. Lalu Anika kembali memanggil Cain.
"Cain, apa kau akan membawanya?"
"Bukan urusanmu," jawab Cain ketus.
Anika menahan tangisnya mendengarkan ucapan Cain. Dia memang tidak peduli lagi pada Ariana.
__ADS_1
...****...
Chapternya kepotong guys maaf, insya Allah dilanjutkan besok 2 bab ya 😘😘😍