
...πππ...
Ariana mengacak-acak rambutnya dibalik topi yang dipakainya itu, melihat kelakuan orang lain ini membuatnya geleng-geleng kelapa.
"Maksud ku bukan naik...ah baiklah, aku yang salah...AKU." gerutu Ariana kesal sendiri. Ya, dia salah dengan kata masuk dan kata naik yang membuat kedua pria itu salah paham.
"Jadi--mana kudanya?" tanya Asteorope bingung.
"Ya benar, siapa yang akan mengemudikannya?" Javier ikut bertanya karena mereka tak menemukan kuda disana.
"Oh...my God...demi tuhan! Aishhh..." Ariana mencoba bersabar, menghadapi kekonyolan orang-orang itu. Pelan-pelan dia meminta kedua pria itu turun.
Asteorope dan Javier pun menurut pada Ariana. Dengan pelan-pelan, dia membimbing mereka berlima untuk masuk ke dalam mobilnya dengan susah payah mereka berhasil masuk.
"Wow...jadi ini adalah alat tranportasi di duniamu? Tapi--bukankah semua ini sangat aneh?" gumam Javier seraya menatap Ariana yang sudah duduk di kursi kemudi.
"Akan aku jelaskan nanti, sekarang mari kita pulang ke rumahku." ucap Ariana, lalu memutar kunci mobil dan menyalakan mesinnya.
Getaran di mobil karena mesin membuat kelima orang itu terkejut bukan main. "Getaran apa ini! Apa ada gempa?" tanya Peter panik.
"Astaga! Gempa? Kalau begitu kita harus keluar dari sini, ayo Jachan!" Asteorope panik dan memegang tangan Ariana.
"Bagaimana ini? Ada gempa!" seru Doris yang panik juga.
__ADS_1
"PFut.... haha." Ariana tak kuat akhirnya tertawa. "Cukup! Kalian membuatku sakit perut, aku mohon...diam saja dan kita akan pulang."
"Tapi tanahnya bergetar, bagaimana bisa kau bisa menyuruh kami tetap diam?" tanya Javier dengan wajah serius dan malah membuat Ariana semakin tertawa.
"Hahaha....getaran ini bukan gempa, tapi mesin mobilku. Ini hal yang sudah biasa, jangan kaget dan takut karena ini tidak apa-apa. Okay?" Ariana berusaha bicara setenang mungkin pada lima orang yang berasal dari dunia lain itu.
Ariana tidak menyangka bahwa kehadiran mereka bisa membuat gelak tawa dan menjadi seru. Padahal baru beberapa detik saja bertemu.
"Aku tidak takut!" kata Asteorope tegas dan berwibawa.
"Aku juga! Siapa yang takut?" Javier menyilangkan kedua tangannya di dada.
"Ya, ya baiklah...kalian tidak takut, tapi wajah kalian berdua yang paling panik diantara tuan Theo, tuan Peter dan Doris." lirik Ariana pada Javier dan Asteorope yang duduk bersebelahan karena sempit.
"TIDAK!" jawab Asteorope dan Javier kompak.
Terlihat Theo, Peter dan Doris terkejut merasakan sensasi baru naik mobil yang tidak pernah mereka naik sebelumnya. Hal ini juga terasa asing bagi Asteorope dan Javier, namun mereka berusaha tetap tenang. Kadang-kadang mereka saling melirik satu sama lain, lalu membuang muka.
Tidak banyak pembicaraan di dalam mobil karena Ariana juga fokus menyetir. Hanya saja terdengar suara bisik-bisik dari kedua ajudan Raja dan tuannya itu tentang dunia yang baru mereka pijaki ini.
Mereka pun sampai didepan sebuah rumah sederhana yang jauh dari keramaian. Rumah ini adalah rumah yang pernah ditinggali oleh Ariana dan Anika.
"Ayo masuk!" ujar Ariana begitu membuka pintu rumah itu.
__ADS_1
Theo, Javier, Doris dan Peter masuk lebih dulu ke dalam rumah dengan tidak sabar. Ingin melihat apa saja yang ada disana. Sementara Ariana dan Asteorope masih ada di luar rumah.
"Kenapa kau diam saja? Ayo masuk, As!" ajak Ariana pada pria yang hanya berdiri mematung sambil memandanginya dengan mata berkaca-kaca.
"As...masuklah, kita akan---hmph---"
Tiba-tiba saja Asteorope menghampirinya, memeluk dan langsung menyambar bibir cantik nan ranum miliknya. Ariana balas mencium Asteorope dengan mesra, dia sudah lama merindukan ini.
Tanpa sadar bulir air mata pun jatuh membasahi pipi mereka masing-masing. "Kau...adalah Jachan-ku bukan?" tanya Asteorope yang masih memeluk gadis itu.
"Iya, ini aku...As..." Ariana menatap Asteorope dengan rindu.
"Aku bahagia ternyata kau masih hidup. Aku bahagia masih bisa bertemu denganmu walau dengan wajah yang berbeda, tapi kau tetap cantik. Kau tetaplah Jachan-ku." tangan pria itu membelai rambut Ariana dengan lembut.
"Aku juga, aku bahagia karena Tuhan masih memberikanku kesempatan untuk bertemu denganmu. Aku merindukanmu, As!" seru Ariana sambil memeluk pria itu dengan erat.
Brak! Bruk! Prang!
Terdengar suara gaduh dari dalam rumah dan membuat suasana isak tangis rindu itu menjadi terhenti. Pasangan yang baru saja melepas rindu itu pun masuk bersama ke dalam rumah untuk melihat apa yang terjadi.
"Oh my God! What the hell!! Apa yang terjadi?!!" pekik Ariana terkejut dengan mata melebar melihat rumahnya saat ini.
...****...
__ADS_1
Kira-kira apa yang Ariana lihat ya? π€ tunggu bab berikutnyaππ
btw jangan lupa Iike nya juga ya, kok aku lihat yang like makin dikit π