
...πππ...
"Kau benar Putri Mahkota, mungkin aku bisa bahagia."
"Ya baguslah, jadi kau hiduplah bahagia mulai sekarang dan jangan membunuh lagi!" Roselia tersenyum senang mendengar jawaban Javier.
Ya, aku hanya bisa mendukungmu dengan kata-kata tidak bisa lebih.
"Kau yang harus mengajarkanku untuk bahagia. Tolong ajari aku bagaimana untuk bahagia," ucap Javier sambil menatap gadis itu dengan tatapan aneh yang tak dapat di tebak oleh Roselia.
"A-apa?" Roselia tercengang mendengar ucapan Javier kamu mintanya untuk mengajarkan bagaimana caranya menjadi bahagia.
"Putri Mahkota, kau ingin aku bahagia kan? Tolong ajarkan saya arti kebahagiaan itu." Javier menatap
"Oh...kau salah kalau kau meminta diajari olehku tuan Javier, aku bukan orang yang tepat dan bisa mengajarimu karena aku juga belum bahagia." tutur gadis itu seraya tersenyum tipis. Ya, dia memang belum bahagia karena belum bisa bersatu dengan pria yang ia cintai dan hal yang paling membuatnya bingung adalah tentang kembali ke dunianya.
"Kalau kau belum bahagia, lalu kenapa kau berkata seperti itu padaku? Mengatakan bahwa aku bisa bahagia? Darimana kau tau bila kau sendiri belum bahagia, Yang Mulia Putri Mahkota?" Javier menatap gadis yang duduk tepat disampingnya itu dengan retoris, jarak mereka begitu dekat jika tidak ada anak perempuan itu disana.
"Entahlah," gadis itu mengangkat kedua bahunya, ia juga bingung bagaimana menjelaskan bahagia pada Javier.
"Kalau begitu, apa kau mau cari kebahagiaan itu bersamaku?" tanya Javier dengan tatapan mata serius.
"Dari tadi kau bicara berputar-putar, apa yang sebenarnya ingin kau katakan padaku?" Kening Roselia berkerut, ia tak paham dengan sikap Javier padanya. Bahkan anehnya ia sama sekali tidak waspada dengan pria yang akan membunuhnya semalam.
Anehnya, ia merasa nyambung berbicara dengan psikopat gay ini.
__ADS_1
"Kalau kau tidak bisa menjelaskan tentang bahagia, bagaimana jika kau serahkan bibirmu?"
Dari semalam Javier memang sudah penasaran dengan rasa bibir itu, yang membuatnya ingin mencoba. Selain dengan Darius, dia tidak pernah mencium siapapun juga dan kali ini dia ingin mencium wanita.
"Hah? APA?" Roselia tercengang.
Apa dia sudah gila?
"Maksudku, izinkan aku mencium bibirmu sekali saja!" pinta Javier sambil menunjuk satu jarinya, seraya memohon pada gadis itu.
"Kau pasti sudah tidak WARAS!" Roselia tak habis pikir bahkan menggelengkan kepalanya beberapa kali dengan permintaan tidak wajar dari Javier.
Hahaha...sudah kuduga tak ada gunanya berbicara dengan orang gila.
Terlihat seringai di wajah Javier, entah ide apa yang dia miliki di kepalanya, yang pasti itu licik. "Baiklah kalau kau tidak mau, tapi aku ingin mengatakan sesuatu dan ini adalah rahasia."
"Aku harus berbisik Yang Mulia, takutnya anak ini mendengar." bisik Javier dengan senyuman maut dibibirnya yang bisa membuat terpana.
Sial! Dia benar-benar iblis dalam wujud malaikat,dia tampan sekali...hey Roselia ayolah sadar diri kau punya As, dia itu normal dan kau mencintainya.
"Katakan saja cepat, aku mendengarmu dari sini." ucapnya tak sabar dengan rahasia yang disimpan oleh Javier.
"Lebih dekat lagi Yang Mulia, geser sedikit." pinta Javier sambil tersenyum.
Roselia mendesah lalu mendekatkan tubuhnya kepada Javier, kemudian sepasangan tangan kekar itu menarik tubuhnya. "Hey KAU--HMPH--"
__ADS_1
Kurang AJAR!
Tidak sempat melawan, kini Javier telah menyatukan bibirnya pada bibir ranum nan cantik milik Roselia. Awalnya hanya menyatukan, namun Javier malah menikmatinya dan memagutnya. Anehnya dia sama sekali tidak jijik dan malah merasa nyaman.
Lembut.
Lembab.
Manis.
Itulah yang dirasakan Javier ketika mencium bibir wanita untuk pertama kalinya. Hatinya berdebar, jantungnya seperti terkena aliran listrik. Dia terus menyesap dan memperdalam ciumannya, jangan lupakan kedua tangannya yang menahan tubuh Roselia agar tidak bisa bergerak.
Jadi begini rasanya mencium bibir wanita, lembut, manis, tidak kasar dan--
"ACK!!" teriak Javier lalu melepaskan pagutan bibirnya dari Roselia, terlihat sudut bibirnya yang terluka dan Roselia yang menatapnya dengan murka.
"Kurang ajar kau!" sungut Roselia marah.
Plakk!!
Tamparan keras mendarat di pipi Javier dari tangan lentik Roselia yang penuh amarah.
"Apa kau kucing?!" teriak Javier sambil memegang bibirnya yang berdarah akibat ulah gadis itu.
...*****...
__ADS_1
Hai Readers, maaf ya up hari ini malam dan dikit βΊοΈπ€§ Insya Allah besok mau crazy up, jangan lupa besok hari Senin, siapkan vote gift dan komen kalian ya βΊοΈ sehat selalu semua, love you Readers tersayang β€οΈ