I'Ll Became A Villain'S Daughter

I'Ll Became A Villain'S Daughter
Bab 47. Kita kekasih


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Asteorope membaringkan Roselia di atas ranjang berukuran king itu. Tiba-tiba terlihat ada kabut kemarahan di mata pria itu saat melihat ranjangnya. "Kau kenapa?"


Kenapa dia begitu lagi?


"Apa semalam kau tidur di sini bersama dengan pria itu?!"


Suara Asteorope memang tidak keras, malah cenderung pelan. Tapi suaranya penuh penekanan dan membuat Roselia seperti tercekik dengan pertanyaannya.


"Jachan, jawab aku!"


"A-aku memang tidur di ranjangnya tapi aku tidak tidur dengannya."


Wah... aku menjadi gelagapan seperti ini, aku seperti wanita yang kepergok selingkuh.


Sorot mata Asteorope begitu tajam pada Roselia dan membuat gadis itu menjadi tertekan. Dia seolah tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Roselia.


"Jangan bilang kau tidak percaya padaku!"


"Aku tidak berkata begitu."


"Tapi matamu mengatakan seperti itu, bahwa kau tidak mempercayaiku. Sungguh! Aku tidak tidur dengannya walau kami berada dalam satu kamar, aku dan dia tidak mungkin berada dalam hubungan seperti itu. Semua hanya KONTRAK," tutur Roselia menjelaskan sekali lagi pada Asteorope agar pria itu percaya.


Lah? Kenapa aku menjelaskan semua ini padanya? Memangnya kami memiliki hubungan apa sampai aku bersusah payah menjelaskan agar dia tidak salah paham.


"Aku memang percaya padamu, tapi aku tidak percaya padanya." gumam Asteorope pelan dengan wajah sedih. "Ah sudahlah! Kalau kau bilang kau tidak tidur dengannya, aku percaya karena kau yang bilang begitu!"


"Baguslah, tapi kenapa aku harus menjelaskan semua ini padamu? Bukankah kita tidak punya hubungan apa-apa?" Roselia bersandar di headboard ranjang itu, dengan kedua tangan menyilang didada.


Mendengar ucapan Roselia ,membuat kedua alis Asteorope terangkat dan atensinya semakin tajam pada wanita itu. "Apa maksudmu tidak punya hubungan apa-apa? Kita ini sepasang kekasih!"


Kedua mata Roselia melebar kalau dia mendengar pria itu mengklaim bahwa dia dan Asteorope adalah sepasang kekasih. Roselia kemudian tertawa kecil, dia mengatakan bahwa tidak ada pernyataan cinta padanya dan itu artinya mereka bukanlah sepasang kekasih.


"Bukankah aku sudah menyatakan cintaku!"


"Kapan kau menyatakan cinta padaku? Seingatku belum tuh!" Gadis itu menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum. Dia tidak yakin bahwa Asteorope pernah menyatakan cinta padanya.


"Haahh...apa kau tidak ingat saat itu?"


"Saat itu?" Roselia mengerutkan keningnya, dia mencoba mengingat-ingat apa yang dikatakan oleh pria itu tentang saat itu.


"Jadi kau tidak ingat?!" suara Asteorope meninggi ketika melihat Roselia yang sama sekali tidak mengingat saat pertama kali dia menyatakan cinta padanya.


Gadis itu dengan polosnya hanya menggelengkan kepala seperti tidak tahu apa-apa. Lalu Asteorope pun menceritakan secara singkat bagaimana dia menyatakan cintanya pada saat itu.


#Flashback on


Saat Asteorope pertama kali mendengar berita tentang pertunangan Roselia, dalam keadaan terluka dia mendatangi kamar gadis itu pada suatu malam.


Tatapan Asteorope sedari tadi tertuju pada jari Roselia yang tersemat cincin permata disana. "As, kenapa kau sangat dingin? Kenapa kau ada disini? Ada apa kau menemui ku malam-malam begini? Hem..." Roselia mencecar Asteorope dengan banyak pertanyaan.


"Oh ya, aku akan ambilkan sesuatu untuk menghangatkanmu." ucap Roselia yang menyadari bahwa tubuh pria itu terasa dingin. Lalu dia pun menyadari ada luka robek di tangan Asteorope. "Astaga! Apa kau terluka? Kenapa bisa begini?"

__ADS_1


Roselia memegang tangan Asteorope, menuntunnya ke atas sofa di kamar itu. Asteorope masih diam seribu bahasa. Sementara Roselia pergi ke kamar mandi kamar itu untuk mengambil kotak obat untuk mengobati luka ditangan Asteorope.


Dia mengobati luka ditangan Asteorope dengan hati-hati. "Kenapa kau bisa terluka seperti ini As? Ya ampun, bahkan darahnya sampai mengering, pasti luka ini sudah lama dibiarkan." oceh gadis itu lalu membalut tangan Asteorope dengan perban.


Apa ini luka bekas perang? Tapi seingatku luka bekas perang itu ada di punggungnya bukan di tangannya.


"As, kenapa kau diam saja? Apa ini sakit? Ataukah--"


"Roselia kenapa...."


"Ya?"


"Kenapa kau ada disini? Kenapa kau tinggal di istana putri mahkota?" tanyanya dengan suara dingin dan mata yang berkaca-kaca.


"Eungh---itu---a-aku, sebenarnya aku--" Roselia terlihat kebingungan harus menjelaskan semua ini dari mana.


Darimana aku harus menjelaskan padanya tentang semua ini?


"Aku kesini untuk meminta penjelasanmu Roselia, kenapa kau bertunangan dengan putra mahkota?! Bukankah kau pernah mengatakan padaku bahwa kau tidak akan terlibat dengan cinta apalagi keluarga kerajaan. Lalu kenapa sekarang kau seperti ini?!" hardik Asteorope pada gadis itu.


Asteorope berbicara seperti orang yang sedang patah hati dan seperti orang yang dikhianati cintanya oleh Roselia. Ya, terhianati sebab dia merasakan perasaan tidak biasa pada Roselia dan dia bahkan telah menitipkan gelang giok yang berharga kepada gadis itu. Sebagai penanda, bahwa Roselia kelak akan menjadi permaisurinya. Duduk di samping singgasananya, menjadi pendampingnya seumur hidup dan dari anak-anaknya. Tapi semua fantasinya hancur ketika melihat ada cincin yang tersemat di jari manis gadis itu.


Sangat sakit!


Sesak dadanya!


"Maafkan aku As, aku tidak bisa menjelaskan apapun padamu untuk saat ini." luruh Roselia pelan.


"Tidak Roselia! Aku ingin penjelasan darimu sekarang juga!"


"Roselia, tahukah kau kenapa malam-malam begini aku datang ke kamarmu? Apa kau pernah ada perasaan padaku? Apa benar tidak ada cinta di hatimu untukku? Kenapa kau begitu tega menyakitiku begitu dalam..." Asteorope terisak sambil memegang tangan gadis itu.


Kening gadis itu berkerut dengan kedua alisnya yang menyatu, sungguh ia tidak paham dengan apa yang dikatakan Asteorope tentang cinta.


"As...apa kau bilang? Kenapa kau bertanya seperti ini? Cinta? Aku sama sekali tidak memiliki perasaan itu padamu, kita kan hanya berteman saja."


"Teman? Kau kita kita teman?" Asteorope tersenyum tipis, bulir air mata mulai jatuh membasahi pipinya.


"Iya, kita hanya teman..."


"Tidak! Kita bukan teman karena aku mencintaimu!"


#Flashback off


Setelah Asteorope menceritakan pernyataan cintanya pada malam itu, akhirnya Roselia mengangguk-anggukkan kepalanya dan dia pun ingat semuanya.


"Apa kau sudah paham? Apa kau masih tidak ingat juga?" protes Asteorope gusar.


"Aku ingat sekarang, maafkan aku... aku pikir kau bercanda saat itu." cetus Roselia sambil tersenyum.


"Astaga! Kalau aku bercanda, Mana mungkin aku menyerahkan gelang giok peninggalan mendiang ibuku kepadamu. Aku serius, aku ingin menjadikan dirimu satu-satunya permaisuri di dalam hidupku dan juga hatiku."


"Jangan mengumbar janji yang tidak bisa kau tepati," ucap Roselia sambil memalingkan wajahnya dari pria itu. Dia tidak mau terluka lagi karena cinta kepada seseorang, tujuannya berada di dalam dunia novel ini adalah untuk hidup kaya dan hidup bahagia, bukan untuk cinta ataupun membangun sebuah rumah tangga.

__ADS_1


Roselia menolak untuk percaya dengan kata-kata cinta, bukan berarti hatinya tidak bisa mencintai. Tapi itu dia lakukan karena dia tidak mau terluka seperti di masa lalu.


Pria itu memegang tangan Roselia dan menggenggamnya dengan erat. Ditatapnya wanita itu dengan tatapan penuh cinta dan kasih sayang. Satu tangannya yang lain, merengkuh dagu Roselia hingga akhirnya kedua netra mereka bertemu. "Jachan, tatap mataku baik-baik! Aku sungguh tidak mengumbar janji denganmu, aku sungguh-sungguh mencintaimu... tolong percayalah kepadaku."


Tidak ada reaksi dari Roselia selain mata sendunya yang berkaca-kaca. Haruskah dia mempercayai pria yang ada dihadapannya ini.


"Roselia, setelah pernjanjian perdamaian ini kau akan melihat buktinya!"


"As... jangan macam-macam, saat ini statusku adalah tunangan putra mahkota dari kerajaan Gamarcus. Kau tidak bisa berbuat seenaknya yang bisa membahayakan dirimu dan juga negerimu." jelas wanita itu memperingatkan Asteorope untuk berhati-hati. Karena tiap tindakan yang dia lakukan dengan posisinya yang seorang raja saat ini, dia bisa membahayakan negerinya. Roselia tidak mau karena dirinya pria itu terlibat dalam bahaya.


Apalagi kerajaannya yang sudah susah payah direbut dari saudara tirinya yang kejam, menjadi hancur karena dirinya.


"Aku tidak akan macam-macam tapi aku hanya akan satu macam saja,"


Seketika Roselia menjadi panik hanya dengan beberapa patah kata dari pria itu. "As! Kau jangan--"


Cup!


Pria itu membuatnya bungkam dengan ciuman di kening, ciuman yang menyiratkan kasih sayang yang begitu mendalam. "Tenang saja, aku tidak akan macam-macam. Kau cukup diam dan serahkan semuanya padaku dan kita akan bersama."


"Haaahh..." Roselia hanya mendesah pelan, dia tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.


"Jadi kita pasangan kekasih kan? Kau harus mengakuinya, bahwa kita memiliki hubungan yang tidak biasa lebih dari teman. Aku tidak akan bisa mengakui hubungan kita, kalau kau juga tidak mengakuinya karena pada dasarnya hubungan itu dilakukan oleh dua orang," ucap Asteorope bijak, dia meminta kepastian dari wanita itu akan hubungan mereka.


Roselia tersenyum kemudian menganggukkan, pertanda dia memang mengakui hubungan mereka sebagai pasangan kekasih. Lalu tersungging lah senyuman yang manis di bibir sensual pria itu, menyiratkan kebahagiaan. Dia pun mengambil tangan Roselia, lalu dikecuplah punggung tangan itu dengan perasaan yang berbunga-bunga. "Kita KEKASIH!"


"Iya As."


Kemudian pasangan yang telah menentukan status hubungan mereka pun berpelukan. Namun terlihat ada keresahan di wajah Roselia, dia telah menjadi pemeran utama dalam novel itu. Dia berharap cerita saat perjanjian perdamaian ini akan seperti cerita pada novel aslinya. Artinya berjalan dengan baik dan tidak ada halangan sama sekali.


*****


Kini semua orang dari kerajaan Gamarcus terutama putra mahkota dan juga sang raja, bersiap menyambut kedatangan tamu agung dari kerajaan Albarca yang akan melakukan perjanjian perdamaian kedua negeri setelah pergantian Raja baru yaitu Asteorope.


"Ayah, saya mendengar bahwa raja Albarca yang sekarang adalah raja yang baik tidak seperti kakaknya."


"Kau benar putraku, aku dengar raja yang sekarang sangatlah dihormati oleh rakyatnya. Bahkan mereka semua sangat memuja-muja raja yang sekarang, sedangkan raja yang dulu dia adalah seorang tirani yang kejam. Raja Albarca yang sekarang, selain usianya masih muda dia juga bisa membangun sebuah negara yang sudah hancur."


"Iya ayahanda, beliau memang sangat hebat."


"Kelak, ketika kau menggantikan posisiku sebagai raja.... kau juga pasti akan lebih hebat darinya. Percayalah itu putraku," ucap sang raja sambil tersenyum dengan penuh kebanggaan dan keyakinan. Bahwa suatu hari nanti ketika putranya mengambil tahta kerajaan itu, dia akan lebih hebat dari raja Albarca.


Michael juga sama percaya dirinya dengan sang ayah, dia yakin bahwa dirinya akan menjadi raja yang lebih baik dari Raja itu. Namun, semua kesombongan dan kebanggaannya itu menghilang. Manakala dia melihat sosok laki-laki bertubuh tegap, berhidung mancung dengan rambutnya yang berwarna hitam kelam tengah berjalan di depannya dengan penuh wibawa dan karisma.


Tunggu! Sepertinya wajah Raja ini tidak asing. Apakah aku pernah melihat dia sebelumnya?


Michael memperhatikan Asteorope dari atas sampai ke bawah, terutama memperhatikan wajahnya yang serasa tidak asing baginya.


"Selamat datang Raja Asteorope dari Albarca," sambut Raja Alfonso pada Asteorope dengan ramah dan uluran tangan sebagai bentuk rasa hormat dan persahabatan.


Asteorope tersenyum tipis, kemudian dia membalas urutan tangan dari Raja itu. "Salam kepada matahari kerajaan Gamarcus, saya Asteorope Galvan Albarca." balas Asteorope dengan ekor mata yang menatap Roselia yang berada di belakang Michael, gadis itu hanya menundukkan kepalanya dan pura-pura tidak mengenal Asteorope.


Michael juga menyambut Asteorope dengan hangat dan ramah. Kemudian Asteorope dan semua rombongannya, masuk ke dalam istana kerajaan Gamarcus. Banyak yang akan mereka bicarakan di dalam sana.

__ADS_1


...****...


__ADS_2