I'Ll Became A Villain'S Daughter

I'Ll Became A Villain'S Daughter
Bab 56. Pertengkaran pertama


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Roselia tertegun mendengar suara dan melihat wujud dirinya sendiri didepannya yang berbentuk bayangan. Sepertinya hanya dia sendiri yang bisa melihatnya.


Roselia? Apa dia Roselia yang asli?? batin Roselia terkejut melihat bayangan itu.


"Putri mahkota, apa kau baik-baik saja?" Tanya Michael melihat Roselia yang tiba-tiba melotot ke depannya.


Ariana...aku mohon, aku mohon kau jangan pergi begitu saja. Kau harus membalaskan dendam ku pada Stella.


Roselia tertegun, lalu dia menggelengkan kepalanya beberapa kali. Menolak permintaan dari gadis yang berwajah mirip dengannya itu. Ya, sepertinya wanita itu adalah Roselia yang asli.


Kau sudah menggunakan tubuhku, jadi kau harus membantuku!


Roselia kembali tertegun saat mendengar ucapan tegas dari bayangan wanita berambut pirang itu, matanya berkaca-kaca seraya memohon pada Roselia berjiwa Ariana untuk menolongnya.


Jika kau berhasil menuntaskan semua keinginanku, kau mungkin bisa kembali ke dunia asalmu.


Dunia asalku? Apa benar aku bisa kembali? Pikir Roselia dalam hatinya berharap.


Semua ini sungguh tidak masuk akal, Roselia tercengang dan masih mencerna apa yang dikatakan bayangan itu. Dia merasa mungkin ini hanya halusinasinya, tapi kalau halusinasi. Kenapa bayangan itu masih tetap ada bahkan ia mendengar suaranya?


Akhirnya Roselia memutuskan pergi begitu saja bahkan tanpa pamit, dia ingin mendinginkan kepalanya sejenak dari bayangan horor itu. Michael hendak menyusulnya, namun Raja menghentikannya. "Putra mahkota! Kau tidak boleh kemana-mana, kita harus menyelesaikan masalah ini!" titahnya tegas dan tidak bis diganggu gugat.

__ADS_1


Michael tidak bisa bergerak karena perintah sang raja. Padahal dia ingin sekali menyusul Roselia DAN menjelaskan semuanya bahwa apa yang ia lihat tidak seperti apa yang ia pikirkan.


Akhirnya Asteorope yang bergerak menyusul Roselia, diikuti oleh Peter yang selalu mengekor kemana-mana. Doris pun bergerak dan membuat Peter tidak bisa mengikuti Roselia dan Asteorope.


"Tuan Peter!"


"Apa? Kenapa? Apa kau mau menggangguku lagi?" tuduh Peter dengan mata yang melebar.


"Tidak! Aku...aku ingin meminta bantuan padamu, jadi aku memanggilmu. Sama sekali aku tidak bermaksud untuk menganggu."


"Bantuan APA?"


Doris langsung memundurkan tubuhnya, mendengar bentakan dari Peter.


"Kau ikut aku dulu baru aku tunjukkan!" Doris memegang tangan Peter.


"Tapi yang mulia Raja..." mata Peter menatap Asteorope yang sedang mengejar Roselia di lorong.


"Yang mulia Raja bukanlah anak kecil, dia sudah dewasa. Ayo IKUT AKU!"


Akhirnya Peter pasrah dibawa pergi oleh Doris. Diam-diam Doris tersenyum bangga karena sudah membuat pasangan kekasih bisa berduaan.


*****

__ADS_1


Setelah suasana dirasa sepi, Asteorope memegang tangan Roselia dan membawa wanita itu masuk ke dalam sebuah ruangan disana.


Terlihat mata Roselia yang memerah, tangisnya seperti akan pecah dan membuat Asteorope sakit hati. Apa alasan pria itu sakit hati?


Asteorope membuat kekasihnya tersudut di dinding. "As... lepaskan aku! Kumohon untuk saat ini aku ingin sendirian."


"Kenapa? Apa kau mau menangis dengan bebas karena pria lain?" Serka pria itu dengan tatapan tajamnya.


"As! Kenapa kau berpikir begitu? Kenapa kau berpikir bahwa aku akan menangis karena pria lain?"


"Ya, saat ini aku melihat kau sedang bersedih karena TUNANGANMU itu tidur dengan wanita lain, benar begitu kan? Itu artinya kau mencintainya?" Asteorope yang emosi tidak dapat menahan kata-katanya.


Emosi dan cemburu, itulah yang dirasakan oleh Asteorope saat ini. Dia beranggapan bahwa Roselia marah pada Michael karena memiliki rasa padanya. Padahal ia sedih karena bimbang dengan roh Roselia yang asli dan juga kembali ke dunia asalnya.


"Kenapa kau menuduhku begini? Aku...bukan bersedih karena dia, aku tidak mencintainya dan kau tau kan hatiku untuk siapa!" tunjuk Roselia pada dada bidang pria itu.


"Lalu kenapa? Kenapa kau menangis? Kenapa kau sedih karena dirinya?!" tanya Asteorope marah.


"Aku akan jelaskan tapi nanti, kumohon aku sedang butuh sendiri... please." Roselia mendorong tubuh Asteorope. Dia terlihat bingung saat ini, air matanya pun luruh begitu saja.


Ini adalah pertengkaran pertama mereka sebagai pasangan kekasih.


...****...

__ADS_1


Hai Readers, besok aku bakal crazy up...tapi jangan lupa vote, komen dan gift nya 😁 ulasannya juga ya, kalian suka lupa deh kasih ulasan ❤️❤️ thanks you all


__ADS_2