
...🍀🍀🍀...
Angin tiba-tiba saja berhembus kencang di sekitar sana, ya Roselia merasakan itu setiap dia berhadapan dengan pria yang bernama Javier itu.
Pria paling gila di dunia novel Love for Stella. Tidak waras, psiko dan penuh tipu muslihat. Senyumannya mungkin terlihat manis di luar, wajah tampannya juga sangat memikat, akan tetapi semua orang tidak tahu bagaimana dalamnya pria itu. Sikap buruk bahkan identitasnya sebagai ketua pembunuh bayaran, tidak diketahui orang-orang. Mereka taunya Javier adalah pria yang sempurna, secara gelar maupun perekonomian dalam dunia sosial.
Dia terkenal sebagai pedagang hebat antar negeri di kerajaan itu dan memiliki koneksi luas ke mana-mana. Ya, semua itu adalah warisan dari ayahnya juga Marquez Martinez. Kemampuan hebat dalam berdagang diwarisi dari ayahnya dan mengenai penyimpangan sosial alias gay dia warisi dari kakeknya.
Setelah menyapa kedua gadis berstatus tinggi itu, Javier tersenyum manis sampai menampakkan dua lesung di pipinya. Roselia mengerutkan keningnya melihat Javier. Wajah ramahnya seketika menghilang saat melihat Javier, dia tidak ragu menunjukkan rasa tidak sukanya pada pria itu.
Putri mahkota Roselia MARIANA EDENBELL, karena kau sudah tau rahasiaku. Tunggu saja, akan aku buat hidupmu bagai di neraka.
"Yang mulia putri mahkota, tuan itu siapa? Dia sangat tampan!" bisik Doris pada nonanya itu. Tampaknya Doris juga sudah tersihir dan terpesona oleh ketampanan Javier.
"Dia sangat tampan," gumam Stella sambil tersenyum, lalu menggeser anak rambutnya ke belakang telinga seolah sedang tebar pesona.
Daripada pria bak dewa yunani ini datang? Kenapa aku tidak tahu ada pria setampan ini di Gamarcus? Apa dia bangsawan? Kalau dia seorang bangsawan, lumayan lah jika aku mendekatinya. Pasti dia akan terpesona dengan kecantikanku. Kata Stella dalam hatinya begitu percaya diri.
Roselia masih menatap Javier dengan atensi yang tajam. Ia keheranan karena Stella dan Doris juga kepincut oleh wajah Javier. Memang senyumannya manis dan memabukkan, tapi itulah cara Javier untuk melumpuhkan lawannya. Entah berapa banyak orang yang terpikat oleh racun yang indah seperti Javier itu, lalu mati mengenaskan ditangannya. Bahkan hanya membaca dalam novelnya tentang sikap pria itu, sosok Javier dalam dunia nyata mungkin lebih menyeramkan, pikir Roselia dalam hatinya.
Sial! Apa pria psikopat gay ini begitu memesona? Sampai-sampai Doris dan Stella juga terpikat olehnya. Ini gila....padahal masih tampan As-ku kemana-mana.
"Maafkan saya tuan putri pertama dan juga nona nona yang cantik, apakah kalian bisa meninggalkan saya bersama putri mahkota sebentar saja?" bujuk Javier masih dengan senyuman manis yang sama.
Deg!
Mata Roselia membulat, jantungnya seakan berhenti di sana saat itu juga. Ketika Javier mengatakan dengan mulut manisnya, bahwa intinya dia ingin berbicara dengannya berdua saja.
Apa yang mau kau lakukan psikopat gay?
"Oh...tentu saja, kami juga sedang ada urusan. Silahkan tuan berbicara dengan putri mahkota," ucap Viona sambil tersenyum, seraya mengisyaratkan kepada Stella dan Doris untuk segera pergi dari sana.
"Terimakasih tuan putri pertama yang cantik, dan nona nona yang memukau." kata Javier sambil mengedipkan sebelah matanya dengan genit. Dan membuat ketiga wanita itu terperangah.
Sementara Roselia mendengus kesal dan dia merasa jijik dengan rayuan Javier pada dua pelayannya dan juga Viona. "Menjijikan!"
"Yang mulia Putri mahkota, Marquez Martinez, kami mohon undur diri!" ucap Stella dan Doris bersamaan.
Kemudian Viona, Stella dan Doris pun pergi dari sana meninggalkan Javier dan Roselia di lorong itu. Belum jauh pergi, Viona yang asyik mengobrol bersama Doris, tak sengaja menabrak seseorang didepannya.
"Astaga! Aku menabrak tembok!" pekik Viona terkejut dengan sesuatu yang keras di depannya itu. Sesuatu yang dia tabrak hingga membuat tubuhnya terpental. Namun beberapa saat kemudian dia merasakan ada tangan yang melingkar di tubuhnya.
"Maaf yang mulia, tapi saya manusia bukan tembok." ucap pria itu yang kini terlihat sedang memeluk Viona dan menahan tubuh Viona agar tidak jatuh.
Viona terlihat bingung, lalu dia berdebar saat mendongakkan wajahnya dan melihat wajah tampan pria yang memeluknya itu. Entah kenapa dia merasa tubuhnya seperti disengat oleh listrik.
Javier memang tampan, tapi pria ini begitu lembut dan juga tak kalah tampan. Bahkan pria ini memancarkan aura cahaya.
Wow...siapa pria tampan ini? Aku yang selalu terkurung di dalam istana dingin, tidak pernah tahu ada seseorang yang tampan seperti ini?
__ADS_1
"Tuan muda Derrick," panggil Doris pada Derrick.
Doris mengenal pria ini?. Kata Viona dalam hatinya.
Setelah itu Derrick mengurai pelukannya, tatapan matanya tertuju pada Stella. Viona dan Doris melihat itu.
"Doris...siapa pria itu?"
"Dia adalah kakak sepupu putri mahkota, tuan muda Derrick." bisik Doris seraya menjawab pertanyaan Viona.
"Kakak sepupu putri mahkota? Tapi mengapa dia malah terlihat mirip dengan Stella, rambut mereka sama-sama berwarna perak!" kata Viona sambil memperhatikan Stella dan Derrick yang memiliki banyak kemiripan terutama rambut mereka. Dalam sekali lihat Viona beranggapan bahwa Stella dan Derrick bersaudara.
"Anda benar yang mulia, saat pertama kali melihat Stella...saya juga berpikir begitu." bisik Doris membenarkan.
Derrick berjalan mendekati Stella dengan mata berkaca-kaca. "Ada apa tuan?"
"Apa ini benar-benar milikmu?" tanya Derrick sambil memperlihatkan sebuah kalung berbandul cincin di tangannya pada Stella.
"Iya, itu milik saya tuan...tapi kenapa kalung saya bisa berada pada anda?" Stella mengambil kalung cincin itu dari tangan Derrick.
Jadi kau benar-benar adikku... Stella adalah adikku.
Tiba-tiba saja Derrick meneteskan air matanya, lalu dia memeluk Stella dan tak peduli mereka berada dimana. "A-apa apaan ini tuan Derrick?" Stella kebingungan karena Derrick tiba-tiba memeluknya.
"Stella...ini aku kakakmu, aku adalah kakakmu!" kata Derrick terisak sambil memeluk Stella semakin erat.
Viona dan Doris tercengang mendengar pengakuan Derrick, bahwa dia adalah kakak Stella.
Tuan Derrick adalah kakak Stella?
*****
Di depan ruang istirahat putri mahkota, kini Javier tampak sedang duduk bersama Roselia disana. Roselia tak lupa menjamu Javier dengan sopan dan formalitas. Beberapa pelayan di sana telah menyediakan cemilan dan juga dua gelas air di cangkir. Satunya kopi dan satunya lagi air minum biasa.
Mereka tidak hanya berdua karena ada dua pengawal juga yang berdiri tak jauh dari sana. Padahal biasanya Roselia tidak mau dikawal ketika bicara dengan seseorang, tapi kali ini dia minta dikawal karena dia takut Javier akan melakukan hal gila. Dan ketika Javier melakukan itu, akan ada seseorang yang melihatnya atau menolongnya.
"Kenapa kita tidak bicara di ruangan anda yang mulia putri mahkota?" tawar Javier sambil mengambil kopi panas yang ada di atas cangkir berwarna putih itu.
"Hanya orang-orang tertentu saja yang diizinkan masuk ke dalam kamar saya," jawab Roselia dengan santainya.
Mau apa dia ini? Kenapa dia terus menggangguku? Apa dia benar-benar tidak berniat melepaskanku karena aku sudah tau rahasianya?
"Oh begitu ya...apa itu termasuk dengan pria berambut hitam dan memiliki mata berwarna abu-abu itu." celetuk Javier sambil tersenyum menyeringai.
Ohok...ohok...
Roselia langsung batuk-batuk saat mendengar Javier yang tau tentang Asteorope. Pria berambut hitam dan bermata abu-abu itu adalah Asteorope, kekasihnya dan Javier tau.
"Yang mulia, minumnya pelan-pelan. Jangan sampai anda tersedak!" Kata Javier memperingatkan Roselia, sedangkan tangannya masih memegang cangkir yang berisi kopi yang belum dia minum itu.
__ADS_1
Sialan! Bagaimana bisa dia tau tentang As? Itu tandanya dia benar-benar telah memata-mataiku dan aku adalah targetnya.
Gadis itu kembali menetralkan wajahnya yang sempat panik, ucapan Javier benar-benar membuat ketenangannya menghilang. Sepertinya dia telah menemukan lawan yang sepadan untuknya.
"Putra mahkota Michael, yang mulia Raja Albarca, hebat sekali bisa mendapatkan kedua pria itu." celetuk Javier tanpa filter, tanpa menyamarkan nama dua orang pria yang ia ketahui dekat dengan Roselia.
"Jangan asal bicara!" seru Roselia dengan atensi yang begitu tajam kepada pria yang duduk di sampingnya itu.
"Kenapa anda marah? Apa tebakan saya benar?" tanya Javier santai.
"Heh! Apa hubungannya denganmu kalau itu benar dan tidak? Memangnya kau siapa? Beraninya kau bicara tidak sopan pada putri mahkota kerajaan ini!"
"Benarkah anda adalah putri mahkota kerajaan ini? Saya ragu." Javier kembali tersenyum menyeringai, dia semakin puas melihat Roselia yang panik.
"Apa maksudmu?"
Apa lagi yang dia tau?. kening Roselia berkerut, matanya menatap Javier dengan tajam. Memang Javier tidak bisa dianggap main-main, namanya juga orang gila.
"Anda kan hanya tunangan kontrak putra mahkota." jawab Javier.
Deg!
Roselia langsung menoleh ke arah Javier dengan mata melotot. Bagaimana bisa Javier tau tentang hal pribadi seperti itu? Namun di berusaha menenangkan dirinya.
Pria ini benar-benar licik. Tenanglah Roselia, tenanglah...kau harus bisa cerdas menghadapi orang ini. Roselia hampir kewalahan dengan sikap Javier yang blak-blakkan dan menusuknya.
Kena kau! Panik kan? Kau tidak akan bisa sok pintar didepanku.
"Jangan mengatakan lelucon ini pada sembarangan orang, haha....karena mungkin mereka akan menganggapnya serius, tuan Martinez." Kata Roselia sambil tertawa memecah keheningan dan suasana mencekam disana.
"Tapi...saya pikir ini bukan lelucon yang mulia." kata Javier lalu dia menjentikkan jarinya. Tiba-tiba saja Roselia terkejut karena dia berada di tempat lain bukan di dekat ruang istirahatnya.
Tipuan sihir! Javier menggunakan kekuatan sihirnya.
Roselia panik ketika dirinya berada di tempat itu bersama Javier, sementara Javier tertawa-tawa melihat Roselia panik. Tawa yang menurut gadis itu adalah tawa jahat.
"Kau...cepat keluarkan aku dari sini! Kalau tidak kau akan mendapatkan masalah!" ancam Roselia dengan tatapan murka padanya. Dia sudah tidak bisa bersabar menghadapi Javier dan semua kekurangajaran pria itu.
"Tenang saja yang mulia! Saya hanya butuh waktu 2 menit untuk menunjukkan sesuatu pada anda. Bahwa apa yang saya katakan bukan lelucon!"
"A-apa maksudmu?"
Kemudian sebuah cahaya hitam muncul dari tangan Javier dan menunjukkan sesuatu yang membuat Roselia terkejut.
"APA yang kau mau?!"
Javier mendekati secepat kilat pada Roselia yang berdiri dengan wajah penuh keringat itu. Lalu tangannya mencengkram dagu gadis itu dan matanya menatap tajam pada Roselia.
...*****...
__ADS_1