I'Ll Became A Villain'S Daughter

I'Ll Became A Villain'S Daughter
Bab 79. Ibumu Anikka


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Pintu kamar Roselia terbuka, terlihat Doris dan Roselia berjalan keluar dari kamar itu. Roselia menatap Cain yang terlihat gelisah. Sebenarnya Roselia memiliki banyak pertanyaan pada pria paruh baya itu dan juga hutang ucapan terimakasih karena pria itu sudah membantunya keluar dari masalah besar.


Kenapa di dekat pria ini perasaanku menjadi tidak karuan? Lalu mengapa pria ini terlihat resah didekatku?


Cain tidak sanggup menatap Roselia, perasaannya berkecamuk. Ia dapat melihat jiwa yang ada didalam tubuh Roselia dan jiwa itu memang jiwa Ariana, putrinya dan Anika.


"Tuan...ada banyak hal yang ingin aku katakan pada tuan. Namun lebih baik kita berkenalan terlebih dahulu, perkenalan namaku Roselia." ucap Roselia seraya mengulurkan tangannya pada Cain dengan ramah.


Tapi Cain masih menundukkan kepalanya, dia bahkan sama sekali tidak menolah pada Roselia dan membuat gadis itu bingung. Apakah ia membuat kesalahan pada pria itu?


Asteorope menyadari kecanggungan dan kebingungan Cain, akhirnya dia yang mulai mengarahkan keduanya agar bisa bicara dengan nyaman. "Jachan, sebenarnya ada yang ingin Tuan Cain bicarakan denganmu berdua saja." kata Asteorope seraya tersenyum dan menepuk pundak Cain.


Kuatkan hatimu Cain...kau harus mengatakan kebenarannya pada putrimu. Kau harus kuat!

__ADS_1


Cain sendiri sedang berperang dengan hatinya, dia mencoba menguatkan diri dan menahan air matanya yang akan tumpah didepan Roselia. Ya, dia harus bicara dulu dengan gadis itu sebelum air matanya tumpah.


Kali ini dia mendongakkan kepalanya dan menatap Roselia. "Ya, saya ingin berbicara dengan Yang Mulia Putri Mahkota. Bisakah kita bicara berdua saja Yang Mulia?" tanya Cain sambil tersenyum ramah pada Roselia. Suaranya terdengar serak dan sedih. Roselia pun dapat merasakan itu.


Roselia menatap kekasihnya guna mendapatkan jawaban, apakah ia bisa percaya dengan Cain? Dan Asteorope menganggukkan kepalanya, memberikan izin dan kepercayaan pada Cain.


Sepertinya As juga percaya padanya.


"Baiklah, mari kita bicara di ruang istirahatku. Tapi...kenapa harus berdua?" tanya Roselia bingung.


Gadis itu awalnya tidak paham tapi dia manggut-manggut saja, ia percaya bahwa pria paruh baya didepannya ini tak akan macam-macam.


Kimi Roselia dan Cain berada di dalam ruang istirahat, tempat dimana Roselia alias putri mahkota yang sebentar lagi akan lengser itu, menerima tamu-tamunya.


Setelah di jamu dengan teh hangat dan juga cemilan manis oleh Doris. Barulah Cain memulai pembicaraan. "Maafkan saya karena saya tiba-tiba menanyakan seperti ini, tapi apakah anda adalah Ariana?"

__ADS_1


Deg!


Mendengar pertanyaan itu, sontak saja Roselia menatap ke arah Cain dengan dalam. Mengapa pria itu bisa tau identitas aslinya?


Roselia tidak langsung menjawab karena masih curiga pada Cain. Mana mungkin ia memberitahukan tentangnya pada orang asing yang baru ditemuinya pertama kali?


Apa As yang memberitahunya? Rasanya tidak mungkin!


"Nama ibumu adalah Anika Windel, kan?"


Kali ini Roselia tidak bisa menahan rasa kagetnya lagi.Matanya terbelalak menatap pria di hadapannya yang tiba-tiba saja menyinggung soal ibunya. "Darimana anda bisa tau, bahwa saya Ariana dan nama ibu saya. Siapa anda sebenarnya, tuan?"


"Ariana....jika aku bilang aku adalah ayahmu, apa kau akan percaya?" tanya Cain dengan sunggingan senyum tipis dibibirnya, kedua matanya berkaca-kaca.


Lontaran pertanyaan dari Cain membuat Roselia syok. Hatinya bertanya-tanya siapa pria didepannya ini.

__ADS_1


...****...


__ADS_2