
Okay...setelah hasil voting untuk meneruskan cerita ini ke season 2, author terusin lagi ceritanya deh ❤️ tapi jangan lupa komennya guys, kasih gift juga boleh...plus bintang 5 ❤️😘
Di bab ini author akan jelaskan sedikit alur ceritanya...☺️
...****...
...Sinopsis...
...I'll Became a Villains daughter...
Ariana Moane masuk ke dalam jiwa Roselia Mariana Edenbell, seorang putri penjahat di dalam novel. Dia mengubah alur cerita novel aslinya, bertemu dengan orang-orang tersayang didalam dunia novel itu, namun juga bertemu dengan orang-orang jahat disana. Sayangnya dia harus kembali mengalami kematian mengenaskan setelah diculik Javier, salah satu pemeran pendukung dalam novel itu yang terkenal kejam dan psiko, kemudian dia dibunuh oleh sosok tidak dikenal dengan cara di racun.
Ariana kembali ke tubuhnya sendiri di dunia modern dan berusaha tidak peduli pada apa yang terjadi di dunia novel. Walau dia merasa rindu, pada sosok sosok yang dia cintai disana.Namun apa daya? Dia tak tau cara kembali ke dunia novel itu. Apakah sebenarnya yang membuat Ariana kembali ke dunianya? Apakah ada masalah yang belum tuntas?
Di dunia modern, Ariana kesepian tanpa orang yang ia percaya kecuali Liam, managernya. Begitu banyak pengkhianatan yang dialami Ariana saat ia terbangun dari koma, pacarnya Frans telah berpacaran dengan wanita lain yang tak lain adalah musuhnya sendiri.
Ariana kembali berkibar menjadi seorang aktris setelah skandal tentang dirinya bersih atas bantuan Liam. Ketika karirnya berada di puncak lagi, sosok yang dia rindukan kembali hadir di dunia yang seharusnya ia tak berada disana.
Asteorope berada di dunia itu untuk menjemput dirinya.Namun ia tak sendiri karena ada Peter, Javier, Doris dan juga Theo disana. Kedatangan mereka ke dunia modern sontak membuat gelak tawa karena mereka tidak terbiasa dengan dunia modern. Mereka berlima tinggal bersama Ariana dan hidup di dunia modern, tanpa tahu bagaimana caranya kembali. Mereka pun terjebak di dunia modern dan mengalami berbagai kejadian lucu disana.
Lalu bagaimana caranya mereka kembali ke dunia yang bukan dunia mereka? Akankah mereka bisa kembali ataukah akan selamanya berada di dunia modern?
...*****...
...Prolog...
Ariana duduk sendirian diatas balkon kamarnya, ia hanya memakai tank top dan celana hot pants. Baru saja dia selesai membaca kelanjutan novel dari Love for Stella, ternyata ada season 2 nya. Setelah si penulis Hiatus tiga bulan lamanya. Endingnya di season 1 pun berubah menjadi sad ending untuk Stella yang berakhir di penjara dan tidak menjadi Saintess.
Ya, Ariana sadar bahwa dirinya yang telah mengubah alur cerita. Lalu di season 2 bagaimana ceritanya? Entahlah karena baru hanya ada sinopsisnya saja, yang secara garis besar menekankan kisah cinta Roselia dan Asteorope.
"Haaahh...kenapa aku kepikiran dengan dunia novel itu? Padahal semuanya hanya mimpi...aku masuk ke dunia itu dan menjadi Roselia, itu semua hanya mimpi. Dan aku bertemu dengan ayahku disana, pasti hanya mimpi...mimpi..." Ariana menghela nafas panjang, dia melihat layar besar yang kini menampilkan wajahnya yang cantik rupawan. Ya, karirnya telah kembali bersinar terang sebagai seorang artis papan atas. "Come on Ariana, kau bisa menjalani hidupmu lagi...bukankah ini duniamu? Mengapa kau malah merindukan dunia lain?"
Ariana tersenyum kecut mengingat semua yang terjadi di dunia novel yang ia anggap mimpi, lalu dia meneguk segelas air berwarna oranye perlahan-lahan. Matanya memandang langit malam negeri Paman Sam yang berbintang itu. Namun tiba-tiba saja semua bintang itu menghilang dan terlihat gumpalan cahaya meluncur ke bawah.
"Hah? Cahaya apa itu?" Ariana tercengang.
Sementara itu di tengah kota yang masih ramai dengan kendaraan berlalu lalang, seakan kota itu tak pernah tidur.
__ADS_1
Cahaya terang dari langit, membawa kelima orang dengan pakaian aneh seperti pakaian jaman Eropa dulu dan keluar dari saluran pembuangan.
"Ah...minggir dariku pria gila, kau menimpa tubuhku!" Asteorope mendorong kasar tubuh Javier yang menindih tubuhnya. Dia berdecih dan menatap pria itu penuh kebencian.
"Bisa tidak, untuk tenang sedikit?!" hardik Javier marah.
"Suamiku, tempat apa ini? Kenapa banyak cahaya aneh disini? Dan benda-benda yang menjulang tinggi sampai ke langit." Doris terkejut melihat gedung pencakar langit yang baru saja ia lihat. "Woah...apa ini dunia tempat nona Roselia yang asli berada?
Theo, Peter, Javier dan Asteorope bersiap-siap dengan pedang mereka. Seolah ada bahaya yang mengancam. Kini posisi mereka berada di tengah jalan, beberapa mobil lewat disana dan membunyikan klakson.
"Hey! Kenapa kalian berdiri ditengah jalan? Mau cari mati ya!" teriak salah satu pengemudi yang merasa jalannya terhalangi oleh ke lima orang itu.
"Yang Mulia, orang-orang itu berada di dalam benda aneh yang bisa mengeluarkan bunyi!" kata Peter panik.
"Pasti benda itu berbahaya, cepat kau selamatkan pria yang ada didalamnya!" titah Asteorope pada bawahannya itu.
Sementara kemacetan semakin panjang akibat ulah kelima orang itu. Mereka disangka orang gila yang baru keluar dari rumah sakit jiwa.
Peter mendekati salah satu mobil sambil membawa pedang. Pengemudi mobil itu terkejut bukan main. "Tenanglah pak tua, aku akan menyelamatkanmu!"
"Hey kau! Kenapa kau bawa-bawa pedang begitu? Apa itu sungguhan?" tanya si pria tua dengan wajah panik dan menelan salivanya. Siapa yang tidak akan kaget dengan perangai Peter saat ini, apalagi benda yang dibawanya adalah pedang sungguhan.
Pedang itu diarahkan Peter pada pintu mobil dan membuat si pengemudinya terkejut bukan main. "Hey kau sudah GILA YA!"
"Kenapa sudah sekali? Benda ini benar-benar kuat!" seru Peter bingung karena pedang itu tak bisa menghancurkan pintu mobil.
Lalu Peter menendang pintu mobil itu sampai hancur lebur.
Bruk!
"Haha berhasil juga!" kata Peter merasa bangga. "Ayo pria tua, keluarlah! Kau sudah aman!"
Pria tua itu melongo karena terkejut melihat mobilnya hancur. "Orang-orang gila ini!" hardik si pria tua marah.
Semua orang terlihat marah pada Asteorope, Peter, Javier, Theo dan Doris. Akhirnya petugas kepolisian datang menangkap mereka yang telah menganggu jalanan itu.
"Ini mereka pak! Mereka orang GILA!"
__ADS_1
"Apa? Beraninya kau mengatakan kalau aku orang gila? Apa kau tidak tahu siapa aku, aku adalah Marquez Martinez!" kata Javier emosi.
"Kalian telah menganggu keamanan, kami akan membawa kalian ke penjara!" seru seorang polisi sambil memegang tangan Asteorope.
Berbeda dengan Javier yang emosian, Asteorope cenderung tenang dan kalem. Dia pasrah saja saat ditangkap polisi. Mereka berlima pun dibawa ke penjara.
Para pria berada dalam sel yang sama, kecuali Doris yang memiliki sel tersendiri.
"Yang Mulia!" rengek Peter pada Rajanya yang hanya diam di sudut penjara itu. "Ini benar-benar penghinaan Yang mulia."
"Diamlah kalian semua! Kita harus menyesuaikan dengan hukum disini, bukan?" ucap Asteorope kalem.
"Kenapa kita harus diam saja? Apa kau bodoh raja Albarca?" sarkas Javier ketus.
Tak lama kemudian, seorang polisi datang mendekati sel penjara tempat ke empat pria itu berada. "Apa kalian punya wali? Berikan alamat atau nomor telepon wali kalian! Orang-orang yang mobilnya kalian rusak, menuntut uang!" kata si pak polisi dengan wajah garangnya.
Percayalah, saat ini Asteorope juga ingin marah dengan sikap si pak polisi uang dinilainya tidak sopan pada seorang raja. Namun Asteorope menahannya dengan satu tujuan besar.
"Wali? Apa itu? Mobil? Apa itu?" tanya Javier dengan polosnya. Sama dengan Theo dan Peter, mereka tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh si polisi.
"Katakan siapa wali itu tuan? Apa wali itu?" tanya Asteorope pada polisi.
Pak polisi menepuk jidatnya. "Haaihhh...pantas saja mereka mengira kalian adalah orang gila."
"APA kau bilang?!" Javier lagi-lagi mendengus kesal.
"Tuan tenanglah," Theo menahan Javier untuk tidak marah.
"Wali...adalah orang yang kalian kenal dan bertanggungjawab atas diri kalian. Cepat katakan siapa wali kalian? Nanti aku akan memanggilnya kemari."
"Kau benar-benar akan memanggilnya kemari? Apa kau bisa?" tanya Asteorope tak yakin.
"Ya, cepat katakan siapa wali kalian!" seru si polisi tak sabar.
Asteorope tersenyum lalu mengatakan pada si polisi tentang walinya. "Ariana Moane."
Pria berseragam polisi itu tercengang mendengar nama yang disebutkan oleh Asteorope. "Hahahaha..." pria itu tertawa keras.
__ADS_1
...****...
Lanjut?☺️☺️ yok komennya dulu!😘😘