I'Ll Became A Villain'S Daughter

I'Ll Became A Villain'S Daughter
Bab 40. Michael luluh


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


"Akhh!! Apa yang kau lakukan yang mulia putra mahkota? Mengapa kau mendorongku seperti ini?" Pekik Roselia terkejut sebab Michael mendorongnya dengan kasar ke ranjang.


Kemarahan Michael semakin menjadi-jadi manakala dia melihat bibir Roselia yang merah dan bengkak seperti digigit sesuatu. Dia pun mendekati Roselia, tangannya memegang dagu gadis cantik berambut pirang itu.


Sementara para pengawal istana sedang mencari keberadaan Asteorope yang dianggap sebagai penyusup disana.


"A-apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!" Roselia berusaha menyingkirkan tangan Michael yang memegang dagunya, namun pria itu malah mencengkeramnya semakin berat. Ditambah tangan lain Michael menahan kedua tangannya dengan kuat.


Sial! Tubuhmu ini masih saja begitu lemah Roselia.


Roselia alias Ariana merutuki tubuhnya yang lemah dan ringan, tidak seperti tubuhnya dulu yang kuat dan bisa bela diri dengan mudah. Mungkin dia bisa melawan trio Jackie Chan dengan mudah tapi Michael jelaslah bukan tandingannya, dia memiliki ilmu bela diri dan mana yang kuat dengan garis keturunan kerajaan Gamarcus. Kini pria itu mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menahan tubuh Roselia.


Beraninya wanita ini, bermain-main dengan pria lain di depanku! Beraninya dia menyakiti hatiku seperti ini!


"Bisakah kita bicara baik-baik tanpa perlu melakukan kekerasan?" Tanya Roselia dengan intonasi yang meninggi. Dia tidak peduli dengan statusnya dan status pria itu, kalau sudah marah maka ia akan marah dan tidak peduli siapa orang yang dia marahi.


Atensi Michael masih terfokus pada iras wanita itu dengan mata penuh amarah dan tangannya masih mencengkram kuat wajah Roselia.


"Yang mulia putra mahkota!" Serka Roselia kesal.


Akhirnya Michael melepaskan cengkramannya dari wajah Roselia dan membuat memar di pipi mulus gadis itu. "Aku hanya akan mendengarkan dan menerima penjelasan yang masuk akal. Kalau alasanmu tidak masuk akal, aku akan membunuhmu!" ancam Michael dengan nada suara yang meninggi.


Dari awal pertama kali kita bertemu, kau selalu mengatakan padaku bahwa kau akan membunuhku... tapi kau tidak membunuhku sampai saat ini juga. Huh!


"Baiklah, pertama-tama mari kita duduk di kursi dulu. Akan aku jelaskan semuanya." kata Roselia mengajak Michael untuk duduk dulu di sofa supaya suasana menjadi lebih tenang dan tidak panas.


Walaupun masih kesal, Michael yang premetal itu dapat mengontrol emosinya dan tidak berbuat macam-macam kepada Roselia, setidaknya untuk saat ini. Namun entah untuk selanjutnya dia akan bagaimana pada Roselia setelah mendengar penjelasannya.


"Jelaskan!"


"Ehm...darimana aku harus memulainya ya? Intinya aku tidak tahu siapa pria itu dan kenapa dia memelukku." ucap Roselia menjelaskan secara singkat, tidak mau bicara panjang lebar.


Brak!


Prang!


Michael langsung memukul meja sampai meja kaca itu pecah. "Kyaakk! Apa yang kau lakukan?!" Gadis itu sangat terkejut melihat meja di kamarnya hancur lebur karena ulah Michael.


Jantungnya berdetak kencang saat melihat Michael emosi seperti itu. Meski dia sudah membaca di dalam novel tentang sikap Michael yang temperamental, tapi begitu merasakannya sendiri semuanya tampak berbeda dan menegangkan karena lebih nyata.


"Jangan menganggapku seperti orang BODOH! Jangan juga mencoba untuk berbohong kepadaku, karena hukuman berbohong dalam kamusku adalah kematian!" bentak Michael dengan suara meninggi dan penuh penekanan terutama pada kata kematian.


Dia tidak mungkin bermain-main dengan kata-kata kematian, dia sangat tidak suka dengan orang yang berbohong dan juga menganggapnya seperti orang bodoh.

__ADS_1


Astaga! Kenapa tiba-tiba aku menjadi bodoh seperti ini? Padahal aku tinggal berakting saja seperti biasa ,tapi kenapa aku mendadak blank sendiri?


Jika itu Roselia alias Ariana, dia pasti sudah bisa menghadapi pria ini dengan berakting. Tapi mendadak melihat sikap temperamental Michael, skenario dan cerita yang sudah dia rancang di kepalanya sebagai alasan. Blank dan hilang begitu saja. Salah jawab sedikit saja, nyawanya akan menghilang ditangan pria itu.


"Baik, kalau kau tidak bisa menjelaskannya maka aku akan bertanya dan tugasmu hanya menjawab!"


Deg!


Roselia tercekat dan menatap kepada pria itu. Sungguh, tubuhnya saat ini terasa gemetar dan jantungnya seakan berhenti saat itu juga. Intonasi dan atensi tajam dari Michael membuat dirinya sedikit ketakutan, tapi sebisa mungkin dia mencoba untuk tidak menampakkan ketakutannya.


Michael menghembuskan nafasnya, lalu dia menatap tajam Roselia ."Pria yang memelukmu tadi, apa dia yang bernama Frans? Kekasihmu yang tidak bisa kau lupakan itu?!"


Mendengar pertanyaan dari Michael yang membahas tentang Frans, membuat Roselia terkejut dan matanya terbelalak. Frans? Pria itu adalah pria yang berada di zaman modern bersamanya dan bukan berasal dari dunia ini. Kenapa tiba-tiba saja Michael membahas Frans? Darimana dia tau? Apakah ini artinya Michael juga tahu bahwa Roselia adalah Ariana yang berasal dari dunia modern?


Seketika Roselia pun menjadi panik walaupun hanya menduga-duga, sebab dunia novel ini dipenuhi dengan fantasi dan sihir. Jadi bukan tidak mungkin jika pria itu bisa mengetahui identitasnya dari penyihir, dari peramal, pendeta agung atau siapapun namanya.


"Frans? Siapa Frans? Aku benar-benar tidak mengenalnya!" sanggah Roselia. Tentu saja Roselia yang asli tidak mengenal Frans karena hanya Ariana yang mengenalnya di dunia modern dan tidak ada Frans di dunia novel ini.


Jawaban dari Roselia membuat Michael tersenyum ketus lalu tertawa sinis. "Hahaha...jadi kau mau terus berbohong padaku? Kau akan lihat bagaimana akhir dari pria bernama Frans itu!"


"Aku tidak berbohong, aku benar-benar tidak mengenal pria bernama Frans itu. Kau pikir pria yang barusan itu bernama Frans?"


"Aku mendengarmu menyebut namanya saat kau mabuk, kau bilang kau--"


"Frans aku membencimu, karenamu aku harus berada disini! Aku benci kau! Kau bilang begitu."


Hah? Aku bilang begitu?


Roselia terdiam dan akhirnya dia menjelaskan pada Michael tentang siapa pria itu. Roselia pun mengatakan bahwa Asteorope bernama Frans dan pria itu memang kekasihnya. Roselia berpisah dengan kekasihnya karena dia bertunangan dengan Michael. Kekasihnya juga orang biasa. Roselia menambahkan bumbu-bumbu kebohongan bahwa tadi adalah pertemuan terakhirnya bersama sang kekasih agar Michael berhenti mengejar Asteorope.


Michael terlihat emosi saat mendengarnya.


"Cukup! Aku tidak mau mendengar kisah percintaanmu lagi! Ingatlah, bahwa di dalam kontrak pertunangan kita... kau tidak boleh berhubungan dengan pria manapun juga, kau juga tidak boleh terlibat skandal! Kau harus bersih dari skandal selama menjadi putri mahkota."


"Ya aku tau, maka dari itu tadi aku memutuskan hubungan dengannya. Tapi, kenapa kau marah? Aku juga tidak melarangmu untuk bersama dengan wanita lain, kau bebas melakukan apapun yang kau inginkan. Kita hanya pasangan di depan semua orang dan juga Baginda Raja dan Baginda Ratu, tidak LEBIH."


Ya, kenapa kau marah? Aku memiliki kekasih atau tidak Itu sebenarnya bukan urusanmu, karena hal itu adalah ranah pribadi seseorang yang tidak bisa dicampuri oleh orang lain.


"AKU tidak suka kau dekat dengan pria lain!"


Setelah mengucapkan itu Michael bergegas pergi dari sana. Namun Roselia memegang tangannya dan menghentikan langkah Michael.


A-apa ini? Apa dia mau memelukku?. Pikir Michael dalam hatinya.


"Yang mulia, tinggallah dulu disini!"

__ADS_1


"Apa maksudmu? Apa kau ingin membujukku?"


"Ehm...ya itu..." tatapan mata Roselia tertuju pada kaki Michael.


Pria itu pun membalikkan badannya, hingga netra keduanya bertemu. "Kau mau minta maaf padaku?"


"Bukan, tapi kakimu... terluka, terkena pecahan kaca!" seru Roselia sambil merilis melihat kaki Michael yang berdarah-darah. Michael terlihat kecewa saat mendengar jawaban Roselia.


"Aku akan panggil tabib," ucap Roselia.


"Tidak apa-apa, ini tidak sakit. Luka ini bukan apa-apa saat aku mendapatkan luka di medan perang."


"Dasar keras kepala! Baiklah, aku Yang akan mengobatimu." Kata Roselia lalu menghela nafas.


Gadis itu pun mengobati luka di kaki Michael dengan kedua tangannya sendiri. Dan dia berusaha membujuk Michael untuk tidak mencari lagi sosok Frans itu, sebab dia sudah putus hubungan dengannya. Michael setuju dengan permintaan Roselia, asalkan gadis itu tidak melanggar kontraknya lagi dan bertemu dengan pria lain. Roselia menyanggupinya, ia senang karena Michael tidak sekeras kepala dulu dan berhasil dibujuk.


Setelah itu mereka pun berbaikan dan Michael langsung menyerahkan novel-novel yang dibawanya untuk Roselia.


Roselia tidak menyangka bahwa Michael akan memikirkannya sampai seperti ini, tapi dia sama sekali tidak memiliki perasaan apapun kepada Michael.


Pierre juga dapat melihat sinar cinta dimata Michael untuk Roselia, dia merasakan bahwa putra mahkotanya itu telah luluh oleh tunangan kontraknya dan dia turut senang dengan perubahan Michael.


Bahkan didepan semua orang terutama pejabat yah mendukungnya, Michael membela status Roselia yang putri dari seorang penjahat.


*****


Asteorope berhasil lolos dengan mudah dari pengawal pengawal istana kerajaan Gamarcus. Itu pun karena Michael memerintahkan kepada para pengawalnya untuk tidak mengejar Asteorope lagi.


"Yang mulia! Apa anda baik-baik saja?" Tanya Peter begitu menyadari kehadiran Rajanya tak jauh dari istana Gamarcus.


Raja Albarca itu tidak menjawab, dia malah termenung sendiri sambil memandangi istana kerajaan Gamarcus, atensinya tertuju pada sebuah kamar di istana Dahlia. Peter melihat rajanya merenung, dia semakin tidak menyukai Roselia yang selalu membuat fokus Asteorope terpecah.


Mungkin, sebaiknya aku pergi dulu dari sini... Aku berjanji aku akan kembali lagi Rose, Aku akan kembali merebut dirimu dan membawamu ke kerajaanku. Saat hari perdamaian itu, aku tidak akan meminta apa-apa dari kerajaan Gamarcus, aku hanya akan meminta putra mahkota Michael melepaskan dirimu dan dengan begitu aku akan bisa membawamu pergi bersamaku.


"Yang mulia, apa Anda sudah berbicara dengan nona... maksud saya Putri mahkota?" tanya Peter yang pura-pura peduli pada Roselia.


Cuih! Sebenarnya aku malas sekali bertanya tentang wanita itu,tapi aku menanyakan ini karena aku penasaran dengan pertemuan yang mulia dengannya.


"Sudah, mari kita kembali ke Albarca." ucap Asteorope dengan wajah yang lesu dan menghela nafas beratnya.


Asteorope memilih menyudahi pembicaraannya itu, lalu dia dan Peter pergi ke Albarca.


Mengenai Peter dan Pierre, mereka sama-sama ajudan dari dua pemimpin besar sebuah negeri. Tapi sifat mereka sungguh berbeda, apalagi terhadap Roselia.


...*****...

__ADS_1


__ADS_2