I'Ll Became A Villain'S Daughter

I'Ll Became A Villain'S Daughter
Bab 70. Siapa pemilik kalung itu?


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Desa Londo.


Malam itu Roselia baru saja selesai menidurkan anak-anak sambil menunggu Michael menyelesaikan pekerjaannya. "Hoam...ini melelahkan tapi juga menyenangkan." gumam Roselia sambil menguap, rasa kantuk mulai menyerangnya.


"Yang Mulia pasti lelah dan mengantuk, saya sudah siapkan makanan untuk Yang Mulia sambil menunggu Yang Mulia Putra Mahkota." Doris datang membawa makanan diatas nampan dan juga segelas susu vokal untuk Roselia.


"Wah kau datang disaat yang tepat yang Doris." ucap Roselia senang melihat makanan yang dibawa Doris disana. Kemudian mereka berdua duduk di atas kursi kayu.


Beberapa detik kemudian, Roselia sudah memakan itu dan menghabiskan hampir setengahnya.


"Oh ya, apa kau sudah makan Doris?" tanya Roselia pada dayang setianya itu. Dia selalu perhatian pada Doris, meski status diantara mereka jauh berbeda. Tapi Roselia sudah menganggap Doris seperti adiknya sendiri.


"Maafkan saya Yang Mulia, saya sudah makan duluan bersama para prajurit...maaf karena mendahului Yang Mulia." jelas Doris seraya menundukkan kepalanya didepan wanita itu.


"Kau tidak perlu meminta maaf begitu, kalau kau mau makan ya makan saja tidak usah menungguku. Doris...kau sudah seperti adikku sendiri, walaupun status sosial kita berbeda tapi di mata tuhan posisi kita adalah sama." jelas Roselia pada dayangnya itu, entah berapa kali dia menjelaskan kepada Doris tentang hal ini. Namun gadis itu masih saja bersikap membatasi dirinya pada Roselia.


"Doris?"


"Ya Yang Mulia, saya paham!" sahut Doris sambil mengganggukan kepalanya lalu tersenyum.

__ADS_1


Di dalam dunia novel ini, hanya Doris dan As yang benar-benar tulus padaku.


Ketika Roselia akan menghabiskan suapan terakhirnya, tiba-tiba saja tangannya malah menyuapi Javier yang ada dibelakangnya. Sontak saja Roselia dan Doris terbelalak melihat Javier ada disana dan mengunyah makanan dari tangan Roselia.


"Nyam...nyam rasanya lumayan, hanya saja kurang pedas!" komentar Javier setelah menghabiskan makanan itu.


"Dasar pencuri! Orang gila, maniak! Kucing garong pencuri makanan," maki Roselia tanpa rasa takut sedikitpun akan terdengar oleh orang lain.


Padahal aku sudah menyisakan bagian kulit daging yang kenyal itu untuk menjadi kenikmatan pada saat terakhir! Tapi dia malah menghabiskannya!


Melihat Roselia marah-marah, membuat Javier semakin menggodanya. "Yang Mulia, jangan marah-marah begitu...nanti anda yang terlihat seperti kucing garong bukan saya." ucap Javier seraya tersenyum menikmati wajah kesal Roselia.


Ternyata tidak semua wanita menyebalkan itu jahat, buktinya si kucing nakal menyenangkan juga diajak mengobrol.


Yang Mulia Raja, cepatlah datang sepertinya anda mempunyai saingan lagi.


"Sudahlah, kita jangan berdebat dulu! Ayo cepat bersiap, kita harus kembali ke kerajaan Gamarcus." ucap Javier pada Roselia.


"Aku akan menunggu Putra Mahkota."


"Tidak perlu menunggu beliau, karena beliau sudah memerintahkan saya untuk membawa Yang Mulia kembali ke istana Gamarcus dalam keadaan selamat!" ujar Javier sambil tersenyum.

__ADS_1


Roselia menghela nafas panjang, ya jika itu perintah Michael maka ia tidak bisa menolaknya lagi.


"Tunggu disini, aku akan melihat keadaan anak-anak dulu."


"Aku ikut."


"Ya terserah kau saja." jawab Roselia jutek dan cuek pada Javier, sebenarnya ia masih marah karena ciuman itu.


Mereka berdua pun mengecek anak-anak yang tidur ditenda pengungsian.


*****


Cain tercengang melihat kalung yang dipakai oleh Asteorope, kalung yang membuat ia teringat dengan masa lalu bersama anak dan istrinya.


"Yang Mulia, bi-bisakah anda mengatakan kepada saya siapa pemilik kalung ini? Atau dimana Anda menemukannya?" tanya Cain sambil menatap kalung itu dengan dalam dan lekat.


"Kalung ini milik ibu kekasih saya. Ada apa tuan Cain? Apa Anda mengenal kalung ini?" Asteorope terheran-heran karena Cain terlihat kaget melihat kalung itu.


"Bolehkah saya memastikannya lebih dulu dan melihat kalungnya yang mulia?" tanya Cain memohon pada pria itu.


Asteorope melepaskan kalung itu dan memberikannya pada Cain karena dia sangat mempercayai pria itu. Cain membuka kalung berbentuk love itu lalu dia melihat isinya.

__ADS_1


Bulir air mata langsung jatuh membasahi pipi Cain. "Ariana...Anika..." pria paruh baya itu terisak melihat foto didalamnya. Asteorope menatap Cain dengan bingung, sebenarnya apa yang terjadi?


...*****...


__ADS_2