
...🍀🍀🍀...
Beberapa saat sebelum Michael memergoki Roselia berpelukan dengan Asteorope di dalam kamarnya....
"As! Kau dari mana saja? Dan apa yang kau kejar?"
"Rose..." lirih Asteorope sambil memegang tangan Roselia dan meratap wanita itu dengan tatapan cemas.
"Kenapa kau gemetar seperti ini As? Apa terjadi sesuatu padamu?" Tanya Roselia dengan tatapan cemas yang tak pernah terlepas dari pria itu. Roselia bisa merasakan kedua tangan pria itu yang gemetar saat memegang tangannya.
Ada apa dengannya? Apa dia gemetar seperti ini karena ada luka dalam?
Asteorope tersenyum bahagia, dia bahagia karena Roselia memperhatikannya. Menatapnya dengan cemas, dia ingin setiap hari mendapatkan perlakuan seperti ini dari wanita yang ia cintai.
"Rose dengarkan aku! Kau harus berhati-hati, ada seseorang yang ingin mencelakaimu dengan bayangan sihir hitam dan orang itu orang sembarangan. Tadi aku berhasil mengejarnya tapi orang itu menghilang begitu saja! Aku yakin orang itu memiliki niat buruk kepadamu,"
"Apakah si gay bendera pelangi itu yang melakukannya? Kenapa dia begitu padahal aku benar-benar---"
Roselia menggantung ucapannya di sana hingga membuat pria itu penasaran.
"Jadi, kau sudah tahu siapa orang yang ingin mencelakaimu? Siapa dia? Katakan padaku? Namanya siapa tadi? Gay bendera pelangi?" tanya Asteorope dengan wajah serius, sepertinya jika Roselia langsung memberitahu siapa nama orang itu. Maka orang itu akan lenyap olehnya.
"PFut..." gadis itu menahan tawanya.
Dia pikir gay adalah nama orang?
"Kenapa kau malah tertawa? Apa ada yang lucu disini? Aku serius--"
Roselia meletakkan jari telunjuknya di bibir Asteorope. "Ssstt....tidak apa-apa, sudahlah jangan membahas ini lagi!"
"Tidak! Kita harus membahas ini, kau harus katakan padaku siapa orang yang ingin mencelakaimu? Katakan Rose!" seru Asteorope berapi-api.
__ADS_1
Jujur dari dalam hati, Roselia juga sangat bahagia dengan perhatian Asteorope kepadanya. Entah perasaan ini cinta atau bukan yang jelas Roselia merasa bahagia karenanya.
"As...sudahlah kita jangan membahasnya, lebih baik kita saling melepas rindu saja. Sudah lama kita tidak bertemu dan mengunjungi Anthony dan trio Jackie Chan bersama!" Roselia berusaha mengalihkan pembicaraan ke arah lain.
"Siapa orang yang--"
Merasa kesal karena Asteorope yang keras kepala, akhirnya Roselia memberikan sentuhan fisik untuk mengalihkan perhatian pria itu. Dia membenamkan tubuhnya pada dada bidang Asteorope, kemudian kedua tangannya melingkar di tubuh pria itu.
Asteorope terperangah merasakan pelukan inisiatif dari Roselia dan benar saja gadis itu berhasil mengalihkan perhatiannya untuk tidak bertanya lebih lanjut tentang siapa pria yang telah mengganggunya. "Aku merindukanmu, As."
"Rose..."
Tidak tahan dengan godaan yang ada, Asteorope membalas pelukan gadis itu dengan erat. Selama beberapa hari di medan perang dan mengurus kerajaannya, Asteorope merasa lelah. Namun saat dia teringat dengan gadis itu, rasa lelahnya hilang dan walaupun dia merasa lelah. Tapi dia merasa semangat untuk membangun kerajaannya demi Roselia juga.
Roselia adalah penyemangat yang saat ini, setelah ibunya tiada mungkin gadis itu lah yang kiri menempati seluruh ruang di hatinya.
"Aku juga sangat merindukanmu, selama beberapa hari di sana aku seperti tercekik tanpa ada dirimu. Sekarang aku telah menemukan nafasku, ketika aku melihatmu lagi dan bisa memelukmu seperti ini."
Ketika tengah asyik berpelukan mesra melepas rindu satu sama lain, tiba-tiba saja terdengar suara benda jatuh.
Bruk!
"ROSELIA MARIANA EDENBELL!" teriak pria itu yang membuat Roselia dan Asteorope mengurai pelukan mereka dan menoleh ke arah sang putra mahkota.
Roselia sangat terkejut dengan kehadiran Michael di kamarnya malam-malam seperti ini. Tapi Asteorope terlihat begitu santai seperti dia sudah bersiap menghadapinya.
Kedua pria dari dua kerajaan besar itu saling berhadapan dan kedua netra mereka beradu dengan begitu tajam. Roselia kebingungan dan panik, bisa jadi masalah besar bila Asteorope dan Michael bermusuhan karena ini.
Hubungan dua kerajaan juga belum pada tahap status damai.
Astaga! Ya Tuhan bagaimana ini?"
__ADS_1
"Beraninya kau berteriak pada ROSELIA-ku!" seru Asteorope yang tak terima karena Michael berteriak pada Roselia.
Akhirnya Roselia mendorong tubuh Asteorope dan meminta untuk segera pergi dari sana. "Pergilah! Pergi! Nanti kita bicara lagi!"
Astaga, lihatlah mata si temperamental itu. Dia pasti sangat murka!
"Siapa kau? Beraninya kau berpelukan dengan tunanganku!" Michael mendekat ke arah Roselia dan Asteorope.
Asteorope pun menurut pada gadis itu dan pergi dari sana dengan cepat, dia tidak mau Roselia terkena masalah karena dirinya.
"Pengawal! KEJAR PRIA ITU! Aku ingin lehernya!" teriak Michael pada beberapa penjaga yang ada di depan kamar Roselia. Dia tampak murka, matanya seperti menyemburkan api, dipenuhi dengan kabut kemarahan.
Setelah memerintahkan pengawal untuk mengejar Asteorope. Michael kembali masuk ke kamar Roselia dan menghampiri gadis itu.
"Kau...beraninya kau memiliki hubungan gelap dibelakangku!"
Ya Tuhan, semoga As tidak tertangkap!
Bukannya memikirkan dirinya sendiri yang saat ini sedang terdesak untuk menghadapi kemarahan Michael. Tapi gadis itu malah memikirkan keselamatan Asteorope.
"Aku sedang bicara padamu, PUTRI MAHKOTA!" bentak Michael sambil memegang dagu Roselia dengan begitu
erat.
"Yang mulia..." lirih Roselia panik, dia menelan ludah dengan kasar.
Ya Tuhan! Selamatkan aku!
Michael mendorong Roselia ke ranjangnya dengan kasar, dia sangat marah padanya. Bahkan ketika melihat bibir gadis itu, kemarahannya semakin meluap-luap.
Bibir Roselia bengkak, merah, seperti digigit sesuatu. Belum lagi wajahnya yang memerah. Oh! Pikiran Michael jadi kemana karenanya.
__ADS_1
...****...