
...🍀🍀🍀...
#Masih flashback dikit
Begitulah bagaimana Anika dan Cain berkenalan, dua orang dari dunia yang berbeda. Cain yang berasal dari dunia novel, dunia kuno, dunia fantasi dan Anika berasal dari dunia modern.
Cain yang saat itu tidak tau caranya untuk kembali ke dunianya sendiri, akhirnya tinggal bersama Anika dan membantu gadis itu setiap ia berada dalam kesulitan terutama dari ayahnya yang jahat. Kebersamaan mereka lewati dengan indah dan penuh kebahagiaan, hingga cinta pun hadir diantara mereka.
Ketika mereka memutuskan untuk menjalin hubungan lebih jauh perlahan tubuh Cain mulai menghilang dan hal itu membuat Anika bersedih.Ia tak rela untuk kehilangan pria yang ia cintai.
"Cain...aku mohon jangan pergi! Aku tidak mau kehilanganmu!" Anika memeluk Cain sambil menangis, melihat kedua tangan Cain yang hanya tinggal bayangan. Dia seperti akan menghilang dari dunia ini.
"Anika...aku juga tidak mau pergi, aku ingin kita tetap bersama. Akan tetapi sepertinya waktuku sudah hampir habis berada disini,"
Anika mengurai pelukannya lalu dia menatap kekasihnya dengan sendu. "Kalau kau pergi...aku mohon bawalah juga aku, Cain. Bawa aku ke duniamu!" gadis itu semakin terisak, melihat kekasihnya semakin menghilang saja seperti bayangan.
"Jika aku tau caranya...aku pasti akan membawamu pergi bersamaku Anika. Tapi aku tak tahu, maafkan aku...suatu hari aku akan pergi, jadi aku mohon ketika aku pergi nanti. Aku ingin kau bahagia tanpa diriku," Cain tidak tega melihat Anika menangis, dia berusaha mengusap air mata Anika dengan tangannya yang hampir menghilang itu.
Mereka kembali berpelukan sambil menikmati waktu terakhir mereka bersama.
Malam itu, Anika dan Cain menikah mendadak di gereja mungkin sebagai bentuk perpisahan mereka. Cain memberikan malam indah untuk Anika, malam panas bersama di temani cahaya sinar bulan.
Keesokan harinya, Anika terbangun di atas ranjang sendirian tanpa ada suaminya. "Cain... akhirnya kau pergi juga...hiks...kenapa kau meninggalkanku Cain? Kenapa...hiks..."
__ADS_1
Anika menangis tersedu-sedu meratapi nasibnya ditinggal sang suami dimalam pertama mereka. Dia meremass selimut yang menutupi tubuhnya dengan erat. Sungguh dia merasa sangat terluka karena kehilangan Cain tanpa pamit dan pergi begitu saja. "Cain... sebenarnya dimana duniamu? Bawa aku kesana Cain!" gumam Anika penuh kesedihan.
2 tahun berlalu sejak Cain pergi meninggalkan Anika....
Dia dan Ariana putrinya hidup serba kekurangan dan kesusahan, Anika bahkan bekerja banting tulang seorang diri untuk mengurus Ariana kecil. Hingga pada suatu hari ditengah hujan, Anika dan Ariana kecil melihat cahaya terang di depan mereka. Bersamaan dengan cahaya itu, muncullah seorang pria tampan bertubuh tinggi, matanya yang berwarna biru menatap Anika dan Ariana dengan sendu. Apalagi saat melihat Anika menggendong Ariana, mata birunya uang sama dengan miliknya.
"Cain...apa ini adalah kau?" tanya Anika tak percaya bahwa pria didepannya itu adalah Cain, suaminya.
"Anika...anak ini adalah anak kita?" tanya Cain sambil melihat ke arah Ariana yang baru berusia 1 tahun setengah. Anika mengangguk sambil menangis. "Astaga...maafkan aku Anika, selama ini kau hidup sendirian mengurus anak kita tanpa diriku. Sekarang aku akan selalu bersamamu..."
Mata Anika berbinar-binar mendengar ucapan suaminya. "Benarkah itu Cain?"
Cain menganggukkan kepalanya, lalu dia menggendong Ariana kecil. Dia memegang tangan Anika dengan erat. "Kita akan pergi ke dunia kita," ucapnya sambil tersenyum.
Cain membawa anak dan istrinya ke dunianya, dunia yang jauh berbeda dengan dunia modern. Disinilah Anika tahu asal-usul suaminya dan tempat tinggal suaminya. Ia pun tau bahwa Cain adalah orang yang terhormat dan telah menjadi penyihir agung.
Disaat itulah Cain membawa Ariana dan Anika pergi ke negri lain agar guru penyihir tidak membawa Anika dan Ariana pergi dari dunia itu. Namun pada suatu hari, Ariana kecil menyerang penduduk dengan kekuatan sihirnya yang tidak terkendali, membuat dunia dipenuhi kobaran api dan membuat guru Cain (Aragon) yang ternyata adalah penyihir hitam menyadari keberadaannya. Dia dan para pengikutnya mendatanginya juga Ariana.
"Cain! Bukankah aku sudah mengingatkanmu untuk membunuh anak ini atau mengembalikannya ke dunianya! Dia sangat berbahaya disini!" ujar Aragon tegas.
"Tidak! Aku tidak mau guru, aku tidak bisa...Ariana adalah anakku, Anika adalah istriku, mereka berdua tidak akan berpisah dariku lagi." Cain berusaha melindungi anak dan istrinya yang sedang berada dalam bahaya.
Akhirnya terjadi pertarungan sengit disana antara Cain dan para penyihir bawahannya sendiri.Tentu sebagai yang terkuat Cain tidak akan kalah, akan tetapi dia ditipu oleh Aragon. Saat Cain lengah dan sibuk menghadapi para bawahannya. Saat itulah Aragon menyihir Ariana dan Anika hingga dua wanita itu menghilang dalam sekejap mata.
__ADS_1
Cain menangis terisak-isak melihat kedua orang yang ia cintai menghilang dan Aragon mengatakan bahwa mereka berdua mati. Sejak saat itu Cain tidak bisa kembali ke dunia modern dan dia berjanji tidak mau menggunakan sihirnya lagi. "Maafkan aku Anika, Ariana... sayangku...maafkan Ayahmu ini nak."
Dan sejak saat itu Cain tidak mendengar kabar dari anak dan istrinya lagi. Bahkan ilmunya saja sudah tidak bisa menerawang keadaan dua wanita tercintanya itu.
#End flashback
Tanpa sadar Asteorope menangis mendengar cerita kisah dua dunia dari Cain, Anika dan Ariana. "Jadi Putri tuan Cain adalah Ariana dan Ariana adalah Roselia? Astaga... ternyata..."
Jadi intinya Roselia Ariana berasal dari dua dunia yang berbeda.
"Yang Mulia, tolong pertemukan saya dengan putri Roselia ,saya mohon." pintanya pada sang Raja.
"Aku pasti akan mempertemukanmu dengannya, tapi tolong bantu aku untuk membantunya juga!"
"Katakan apa yang perlu saya bantu?" tanya Cain sambil menyeka air matanya.
*****
Malam itu di dalam perjalanan ke istana Gamarcus, Roselia ketiduran didalam kereta bersama dengan Javier. Sementara Doris berada di kereta lain karena Javier berhasil mengusirnya.
"Dia semakin cantik kalau tenang seperti itu, tapi__sedang marah pun dia sangat imut." gumam Javier sambil menikmati pemandangan gadis cantik yang tengah tidur pulas di dalam dekapan tubuhnya. Biasanya dia akan langsung melempar wanita yang mendekat padanya, tapi pengecualian untuk Roselia.
Dulu dia membenci gadis ini dan ingin membunuhnya, tapi sekarang dia malah ingin dekat dengannya. Sungguh, tuhan memang maha membolak-balikkan hati manusia. Benci pun bisa berubah jadi cinta.
__ADS_1
"Bagaimana caranya merebut dirimu dari Raja Albarca? Bagaimana caranya merebut hatimu? Ah...tapi sebelum itu lebih baik aku memikirkan cara untuk membuatmu lepas dulu dari putra mahkota," Javier terlihat berpikir.
...****...