
...🍀🍀🍀...
Asteorope berlari dengan berapi-api, dia tidak terima kekasihnya di lecehkan seperti itu. Tanda merah, memar di pergelangan tangan, bibir yang bengkak pada diri Roselia sungguh membuat pria itu emosi.
Roselia berlari mengejar Asteorope sekuat tenaganya dengan gaun yang sangat membatasinya bergerak bebas. Dia menyingkap roknya dan berlari mengejar Asteorope yang belum jauh darinya, beruntung disana tidak ada pengawal istana ataupun yang lewat karena sebelumnya Michael mengatakan bahwa dia telah menyuruh semua pengawal pergi dari sana.
Michael, sepertinya kau memang sengaja merencanakan semua ini. Dasar bajingan busuk!
"As! As tunggu aku!" teriak Roselia memanggil kekasihnya yang terus berjalan dengan langkah besar menuju ke istana putra mahkota, dia mengabaikan Roselia yang memanggilnya. "Astaga! Bagaimana ini? As benar-benar emosi...aku harus menghentikannya atau perang dua kerajaan yang baru saja membangun persahabatan akan terjadi! Come Roselia...come on, ayo pikirkan!"
Tiba-tiba saja Roselia jatuh terduduk di lantai. "Ahh...sakit...aduh..."
Tuh kan dia pasti berhenti dan akan datang padaku.
Roselia tersenyum menang melihat Asteorope terdiam dan membalikkan badannya. Dia juga berbalik menghampirinya dengan cemas.
"Apa kau terluka Jachan?" tanya Asteorope seraya memegang tangan mungil Roselia.
"Kakiku sakit sekali, aku terjatuh barusan karena kau meninggalkanku!" keluh Roselia menyalahkan semuanya pada Asteorope.
__ADS_1
Tanpa ba-bi-bu, Asteorope langsung menggendong tubuh Roselia dan membawanya masuk ke dalam kamar.
Mereka pun bicara disana, Roselia mengingatkan pada Asteorope untuk tidak bersikap gegabah karena setiap tindakan yang dilakukan akan berpengaruh kepada negaranya juga. Roselia tidak mau terjadi sesuatu pada pria itu dan juga rakyat negeri Albarca.
"Baiklah, aku memang gegabah.. Maafkan aku karena aku tersulut emosi. Padahal kau di sini membutuhkanku, tapi aku malah pergi meninggalkanmu dan menuruti emosiku. Maafkan aku Jachan,"
"Sudahlah, kau jangan minta maaf lagi. Aku mengerti kau kecewa dan jijik padaku kan? Karena tubuhku sudah dilihat orang pria lain?"
"Astaga! Tidak pernah terlintas seperti itu di pikiranku, tidak ada perasaan seperti itu Jachan. Aku tidak merasa jijik padamu...tidak sama sekali."
"Kau marah karena kau kecewa padaku, bukan? Aku juga kecewa pada diriku sendiri!" ucap Roselia yang sedang bersusah payah menahan air matanya.
"Tidak, aku tidak jijik sama sekali...lihatlah, aku akan menghapus jejaknya ditubuhmu."
Setelah menenangkan gadis itu, Asteorope memeluknya dengan erat. Wajahnya terlihat marah, dia bersumpah akan membalas perbuatan Michael pada Roselia.
****
Sidang pengadilan pun di mulai di aula istana kerajaan Gamarcus untuk Roselia, Michael dan Stella. Membuktikan siapa yang berbohong dan tidak.
__ADS_1
Raja dan beberapa orang yang hadir disana menjadi saksi dan menjadi hakim atas pengadilan tertutup itu. "Putri Mahkota, apa kau sudah mendapatkan bukti bahwa Putra Mahkota tidak menodai nona Volton?" tanya Raja tanpa basa-basi pada Roselia yang kini sudah memakai gaun turn neck untuk menutupi lehernya yang kemerahan.
Roselia dan Michael sempat bertatapan, pria itu terlihat merasa bersalah pada Roselia.
Kau laki-laki pengecut Michael.
"Sudah, Yang Mulia Raja...bahkan saya memiliki saksinya bahwa PUTRA MAHKOTA tidak bersalah." ucap Roselia tegas seraya menatap ke arah Raja penuh percaya diri
"Hem? Saksi?"
"Ya, saksi...saya sudah membawanya dan dia juga hadir disini." ucap Roselia tegas yang membuat Stella terlihat ketar-ketir.
Kemudian seorang pria berjalan mendekati tengah-tengah aula, dia tersenyum lebar penuh percaya diri. Dari pakaiannya bisa terlihat dia adalah orang berpangkat tinggi.
...****...
Dilanjutkan besok lagi ya, author ngantuk hehe..
btw ada yang mau mampir gak ya ke cerita ini...❤️😉 kisah cinta malaikat dan iblis.
__ADS_1