
...🍀🍀🍀...
Patah hati Ariana melihat pemandangan itu, tanpa sadar air matanya luruh membasahi pipi. Luna juga terlihat sangat menikmati ciuman tersebut, bahkan ia memeluk Asteorope dengan erat. Mata Luna sempat melirik ke arah Ariana dengan sinis.
Ariana jadi berpikir yang bukan-bukan bahwa Asteorope balas dendam padanya dengan mencium Luna. "Kau jahat...jahat..." gumam Ariana pelan.
Prak!!
Ariana pergi begitu saja setelah tak sengaja menjatuhkan kotak makan yang dibawanya. Boro-boro mau makan, sekarang dia hanya ingin menangis saja. Sesuatu terbakar di dalam hatinya.
Asteorope mendengar suara benda yang jatuh di belakangnya, ia pun mendorong Luna dengan kasar. "Kau...beraninya kau memelukku dan mau menciumku, hah!" hardik pria itu marah dengan Luna yang tiba-tiba saja memeluk dan ingin mencium bibirnya. Pelukan memang berhasil tapi tidak dengan pelukan.
Yes, Ariana sudah melihatnya. Bagus! Kau lihat ini Ariana, priamu yang satu ini juga akan aku rebut. Luna tertawa dalam hati, ia berhasil membuat wanita yang dia benci menangis karena dirinya.
Untuk ketiga kalinya dalam hidup ini, Luna merasa dirinya. Pertama, Luna berhasil membuat skandal antara Ariana dan juga sutradara. Skandal itu berhasil meruntuhkan Ariana sebagai seorang Dewi Hollywood di masa lalu. Kedua, dia telah berhasil merebut kekasih Ariana yaitu Frans dan ketiga, dia juga berhasil membuat wanita itu menangis.
Luna memang senang membuat Ariana menderita karena ia iri pada gadis itu.
"Kalau kau bukan wanita, aku pasti akan menghajarmu!" Asteorope melotot menatap Luna dengan emosi. Kemudian tanpa mempedulikan Luna, ia pergi ke luar dari tenda itu dan melihat ada kotak makanan dan makanan tercecer disana.
Niatku mencari Ariana yang katanya ada ditenda ini, tapi dia malah tidak ada. Dan adanya wanita ular ini.
Asteorope mencari Ariana ke sekitar lokasi syuting. Ia ingin bicara pada Ariana tentang ciumannya dan Thomas. Namun disela-sela pencariannya, dia melihat orang-orang mulai pulang dari tempat itu.
"Mereka mau kemana?" Asteorope bertanya-tanya, apakah syuting sudah selesai. Ia pun bertanya pada Emerick yang kebetulan lewat didepannya. "Tuan, apakah syutingnya sudah selesai?" tanya Asteorope.
"Iya, hari Rabu baru dilanjutkan lagi."
__ADS_1
"Oh begitu ya." ucap Asteorope mendesah. "Lalu apa anda melihat Ariana?" lanjutnya bertanya.
"Oh...Ariana, dia pulang duluan. Katanya dia tidak enak badan." jelas Emerick yang membuat wajah Asteorope langsung pucat begitu begitu mendengarnya.
"Tidak enak badan?"
Setelah perbincangannya dan Emerick. Sutradara film itu langsung pergi karena buru-buru.
Tak lama kemudian datang bersama Liam, menghampiri Asteorope. Javier terlihat kesal pada Asteorope.
"Javier, dimana Ar--"
BUGH!
Belum sempat Asteorope menyelesaikan kata-katanya. Javier sudah menghajar wajah Asteorope dengan bogem mentahnya.
Asteorope berdiri di depan Javier dan menatap matanya dengan atensi yang begitu tajam. "Apa yang kau lakukan padanya?!"
"Apa?"
"Apa yang kau lakukan padanya hingga dia menangis seperti itu?!" teriak Javier emosi.
"Siapa yang menangis? Apa maksudmu berbicara seperti ini?" Asteorope sungguh tidak paham apa yang dikatakan oleh Javier.
"Ariana...dia pergi begitu saja dalam keadaan menangis. Setelah dia mencarimu... sebenarnya apa yang kau katakan padanya hingga dia seperti itu?" tanya Javier marah.
"Dia mencariku?"
__ADS_1
"Ya, dia mencarimu dan mengatakan bahwa dia akan meminta maaf padamu! Tapi--dia kembali dalam keadaan menangis lalu pamit pergi begitu saja meninggalkan lokasi syuting." tutur Javier marah, ia melihat Ariana menangis sesenggukan untuk pertama kalinya. Dan gadis itu langsung pergi tanpa pamit.
"ASTAGA...apa Ariana melihatku dan--"
"Melihat apa?" Javier dan Liam melihat ke arah Asteorope dengan bingung.
*****
Di rumah Ariana, terlihat Doris sedang mencoba memasak dengan kompor. Dibantu oleh suaminya, Peter. Itu pun sekali diajarkan oleh Ariana tadi pagi.
"Kau sangat pintar memasak, sayang." puji Peter saat mencium bau masakan yang baru saja di masak sang istri.
"Kita kan masak berdua, jadi masakan kita yang enak...bukan aku saja. Oh ya, lebih baik kau ajak tuan Theo untuk makan bersama." ucap Doris pada suaminya.
"Baiklah!"
Ketika Peter pergi dari dapur untuk menghampiri Theo di halaman belakang rumah, ia melihat Ariana yang baru saja pulang. "Nona, Anda sudah pulang." sapanya ramah.
"Iya, jangan lupa makan ya...semuanya." jawab Ariana lalu melenggang pergi dan masuk ke kamarnya.
Brak!
Peter heran melihat wajah Ariana yang merah dan matanya yang sembab. Sebenarnya ada apa dengan gadis itu?
...****...
Hai Readers, tenang ya... konflik tidak akan lama kok, hanya salah paham saja 😘😘lope you yang masih stay sampai disini
__ADS_1