I'Ll Became A Villain'S Daughter

I'Ll Became A Villain'S Daughter
Bab 84. Penolakan Roselia


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Asteorope dan Cain sudah tersiksa oleh rindu, 3 hari mereka sia-sia dalam pencarian Roselia yang bagai hilang ditelan bumi. Mereka jadi bertanya-tanya, orang sekuat apa yang bisa menyembunyikan Roselia, yang jelas bukan Michael atau Derrick, lalu siapa?


Akhirnya Asteorope pun menuduh pada Aragon, pria yang dulunya guru dari Cain. Aragon menjadi sesat karena menganut sihir hitam dan sudah jelas Roselia di bentengi sihir hitam karena Cain tak bisa melacak dengan sihir putihnya.


"Aragon? Saya rasa itu tidak mungkin, Yang Mulia." Cain menggeleng-gelengkan kepalanya, dia yakin bukan Aragon pelakunya.


"Mengapa tidak mungkin? Bukankah kau pernah mengatakan padaku bahwa dia mengincar nyawa putrimu karena dia memiliki sihir yang bertentangan dengan dunia ini."


"Itu memang benar, tapi saya rasa bukan dia pelakunya...tidak, saya yakin bukan dia. Karena Ariana kesini menggunakan tubuh nona Roselia yang mana tubuh itu tak mempunyai kekuatan sihir! Jadi bukan dia, Yang Mulia." tutur Cain yakin.


Asteorope mendesah pelan, dia duduk di sebuah kursi panjang dan memikirkan keadaan gadisnya. Padahal dia sudah merencanakan beragam hal indah dengan wanita itu ketika berada di negeri Albarca, dia akan menjadikan wanita itu sebagai permaisuri di istananya dan Ratu bagi rakyatnya. Tapi sekarang Asteorope hanya bisa gigit jari, keadaan Roselia saja dia tak tahu bagaimana.


"Permata yang terhubung dengan gelang giok milik Roselia baik-baik saja, dia masih hidup...tapi tetap saja aku merasa tidak tenang karena tidak melihatnya secara langsung." gumam Asteorope pelan, sambil melihat permata miliknya yang terhubung dengan gelang giok.


Pria itu berkaca-kaca, dia teringat dengan wanitanya. Cemas, takut, rindu, itu semua jelas. Dia bahkan meninggalkan tugasnya sebagai raja dan mengalihkan semua itu sementara waktu pada Peter, demi mencari Roselia yang tak tahu dimana.


Sesekali dia


"Yang Mulia." Cain mendekat pada Asteorope.


"Jika kita tidak bisa menemukan Roselia dalam waktu setengah hari lagi. Tolong jangan cegah saya untuk menemui Aragon, saya tidak ingin kehilangan putri saya untuk yang kedua kalinya." Cain menggelengkan kepalanya, dia sedih bila harus berpisah lagi dengan Ariana yang bahkan baru bertemu.

__ADS_1


Asteorope tidak mampu berkomentar apa-apa lagi, bagaimana pun juga keputusan dan tujuan Cain hampir sama dengan Asteorope. Kedua pria itu ingin Roselia dalam keadaan baik-baik saja dan selamat.


*****


Javier sudah berdiri tepat di belakang Roselia, dia terlihat gusar melihat Roselia asyik bermain dengan kedua bawahannya disana. Roselia cuek saja dengan kehadirannya dan sibuk membenahi kartu-kartu yang berserakan di lantai.


Huh! Menganggu kesenangan orang saja!


"Hey! Apa lebih penting kartu-kartu sialan itu daripada aku?" Javier berkacak pinggang disana.


Gadis ini benar-benar! Setiap aku kemari pasti aku diabaikan...bahkan dia lebih peduli pada para penjaga daripada diriku.


Tangan Javier mengeluarkan api, lalu membakar semua kartu yang ada di lantai sampai jadi abu. "Woy! Kenapa kau bakar kartunya? Kau sudah gila ya?" Roselia menoleh ke arah Javier dengan kesal dan si Javier malah tersenyum.


"Akhirnya kau melihatku juga, hah?" Javier tersenyum menyeringai, dia senang karena Roselia melihat ke arahnya dan bicara padanya walaupun hanya ucapan makian.


Matanya melotot tajam ke arah Javier, Roselia kesal karena pria itu selalu mengganggunya. "Kau ini sedang ditahan di sini bodoh! Kenapa kau malah bermain-main hah? Kau pikir penjara ini adalah taman bermainmu, apa?"


"Bodoh amat!" Roselia kembali merebahkan dirinya di atas ranjang empuk itu, tanpa mempedulikan kehadiran Javier.


Kenapa gadis ini tidak kunjung menerima tawaranku juga? Kenapa?


"Hey barbar! Apa sebenarnya kekuranganku sehingga kau tidak mau menikah denganku? Bukankah aku tampan, aku kaya, aku kuat dan cerdas. Mengapa kau menyukai pria dari Albarca itu?" Berulang kali Javier meminta Roselia untuk menikah dengannya. Tapi Roselia selalu menolak, padahal segalanya keinginan Roselia selalu dia penuhi selama berada didalam penjara sangkar emas itu.

__ADS_1


Bisa dilihat tubuh Roselia yang mulai gemukan selama berada disana. Semua makanan yang ia inginkan pasti di berikan oleh Javier, sekalipun makanan itu sulit.


"Mudah saja, alasannya hanya satu...karena hatiku sudah jatuh kepadanya." jawab Roselia simple.


Si gila ini, dia selalu saja memintaku menikahinya.


"Kau kan bisa belajar mencintaiku, kau bisa melupakannya dan menikah denganku."


"Kau kira hati manusia sesimpel itu? Hah...sudahlah, percuma saja bicara dengan orang dengan gangguan jiwa sepertimu! Pergilah! Aku mau tidur!"


"Kyaaakk!!!" teriak Roselia.


Javier mencekik leher Roselia dengan marah. "Kesabaranku sudah habis nona barbar, kau akan menikah denganku atau kau akan terkurung selamanya disini! Aku mau jawabannya besok," ucap Javier dengan mata melotot dan tangan yang mencengkram leher Roselia.


"Ukhhh!! Lepas...da...sar...gila!"


Pria itu mencekik sampai mengangkat tubuh Roselia lalu ia membanting Roselia hingga kepalanya terbentur headboard ranjang.


Brugh!


Gadis itu jatuh pingsan dengan kepala yang berdarah. Wajah Javier berubah seketika saat melihat Roselia jatuh pingsan.


"Sial!"

__ADS_1


...***...


__ADS_2