
...🍀🍀🍀...
Ketika Javier sedang menikmati wajah cantik itu tertidur di dalam dekapannya sambil curi-curi kesempatan memeluknya, tiba-tiba sebuah guncangan membuat tubuh Javier dan Roselia oleng ke depan. Javier dengan sigap menangkap tubuh Roselia yang hampir jatuh itu, kedua tangannya melingkar di tubuh Roselia.
"Eungh! Menganggu saja!" gerutu gadis itu.
"Hey, apa Yang Mulia sudah bangun?" tanya Javier yang mendengar suara Roselia. Javier pun melihat kepala Roselia terkulai, lalu dia melihat wajah gadis itu dan matanya masih terpejam. "Astaga.... ternyata dia masih tidur." Javier terkekeh melihat Roselia masih pulas tertidur, padahal tadi ada guncangan keras dan sekarang keretanya berhenti.
Tok,tok,tok!
Seseorang mengetuk pintu jendela kereta tersebut. "Yang Mulia, Marquez Martinez,apa kalian baik-baik saja? Maaf...barusan ada jalan berlubang yang membuat kami harus memperbaiki roda keretanya terlebih dahulu." ucap salah seorang pengawal melapor.
Javier menggendong Roselia pelan-pelan ke atas jok dengan alas busa yang empuk itu. Lalu dia membuka jasnya dan memakaikan jasnya pada tubuh Roselia bagian atas yang sedikit terbuka agar gadis itu tak kedinginan.
Kemudian dia membuka pintu kereta tersebut. "Ada masalah apa?" tanya Javier sambil turun dari kereta dan menutup pintu keretanya.
"Marquez Martinez, tadi ada lubang besar dan membuat roda kereta rusak. Dan sepertinya kami harus memperbaikinya lebih dulu." jelas pengawal itu pada Javier. Bahwa situasi belum memungkinkan mereka untuk melanjutkan perjalanan ke istana kerajaan.
Javier terdiam, dia menghela nafas dan menghembuskannya dengan kasar. "Bagian roda mana yang rusak?" sambungnya bertanya.
"Di belakang sebelah kiri dan di depan sebelah kanan, Tuan." jawab si pengawal.
Tanpa banyak bicara, Javier pergi ke belakang kereta itu. Dia melihat dua orang teknisi sedang memperbaiki rodanya. Ketika Javier hendak menyingsingkan lengan bajunya, seorang pengawal melarang Javier untuk membantu memperbaiki roda karena ini bukan tugasnya.
"Tuan Marquez, anda tidak perlu melakukan semua ini. Kami bisa memperbaikinya," ucap salah seorang pengawal yang merasa Javier tidak pantas membantu karena statusnya yang tinggi.
"Tidak apa-apa, aku bukan membantu kalian, tapi aku hanya membantu agar Yang Mulia Putri Mahkota bisa segera beristirahat dengan nyaman di istananya." kata Javier tegas, ya dia memang tidak pernah berniat membangun para pengawal itu. Jika bukan karena Roselia yang terlihat lelah dan tidak nyaman tidur di kereta, dia tidak mau melakukan semua ini.
__ADS_1
Dengan menggunakan sedikit kejutan sihirnya yang disembunyikan, Javier berhasil memperbaiki roda itu. Para pengawal sangat berterimakasih pada Javier yang telah membantu mereka memperbaiki roda tersebut.
Setelahnya Javier kembali ke dalam kereta dan mereka melangkah perjalanan kembali ke istana Gamarcus. Gadis itu masih tertidur pulas di atas jok panjang itu, Javier mengangkat kepalanya dan menyandarkan kepala Roselia di pangkuannya sebagai bantalan.
"Dasar putri tidur, ckckck...saat aku akan membunuhmu waktu itu, kau bahkan tidak menyadarinya. Dasar tukang tidur!" gumam Javier sambil tersenyum lembut untuk pertama kalinya dia tersenyum pada seorang wanita yaitu makhluk yang dia benci di dunia ini.
Namun siapa sangka, kini dirinya malah telah jatuh hati pada gadis yang sudah memiliki pemilik hati dan memiliki tunangan. Sungguh posisi Roselia begitu rumit, dia sudah memiliki seorang tunangan dan juga kekasih, dua hal itu adalah dua orang berbeda. Javier jadi berpikir apa yang membuat Roselia bertunangan dengan Michael tapi berpacaran dengan Asteorope?
Ah sudahlah! Itu tidak penting, yang penting Javier bisa mendapatkan Roselia seutuhnya dan memiliki gadis itu sendirian. Pertama dia akan membuat Roselia dan Michael berpisah lebih dulu. Urusan As mungkin dia urus belakangan.
"Kau sudah membuatku jatuh hati dan kau harus bertanggungjawab, Putri Roselia...karena aku ingin memilikimu," ucap Javier lalu mengecup bibir Roselia dengan lembut dan gadis itu masih belum sadar, dia sangat lelah dengan hari ini. "Lihatlah, bahkan bibirmu saja telah membuatku candu. Kau adalah wanita pertama yang bisa membuatku nyaman."
*****
Sinar mentari masuk melalui celah-celah jendela kamar bernuansa merah muda itu, membuat seorang gadis terbangun dari tidurnya. Dia mengerjapkan matanya, melihat ke sekelilingnya.
"Hah? Ini kamarku? Mengapa aku berada di sini? Seingatku aku masih berada di dalam kereta." gumam Roselia bingung, ingatan terakhirnya adalah saat dirinya berada di dalam kereta, lalu bagaimana dia bisa kembali ke kamar? Apakah dia lupa?
"As, apakah kau akan datang hari ini? Kau akan datang bukan?" tanya Roselia sambil menggigit kuku jarinya dengan gelisah. "Aduh... tidak ada ponsel, membuat aku kesulitan untuk berkomunikasi denganmu As. Seandainya di dunia ini ada ponsel seperti di duniaku, pasti semuanya akan mudah. Aku tidak akan resah menunggu kabar darimu, bahkan kau tidak mengirim sepucuk surat pun kepadaku? Ish... dasar pria jahat, apa kau tidak merindukan aku?" mengingat Asteorope, membuat Roselia kesal. Janjinya pria itu akan mengirim surat, tapi tidak ada satupun surat untuknya.
Setelah membersihkan dirinya di kamar mandi, Roselia keluar dari kamar mandi itu dengan menggunakan kimono handuk yang hanya menutupi tubuhnya sampai bagian paha.
"Yang Mulia... mengapa anda ada di sini?" tanya Roselia yang terheran-heran melihat Michael berada di kamarnya, sepagi ini. Roselia terlihat kesal dengan keberadaan Michael yang tanpa izin masuk ke dalam kamarnya.
Sungguh, dia adalah pria yang tidak sopan... Iya aku memang tunangannya, tapi tidak seharusnya dia masuk ke dalam kamarku tanpa izin dan aku juga belum memakai pakaian lengkap. Aku akan bukan istrinya!
"Putri mahkota, aku ingin bicara sesuatu denganmu." ucap Michael seraya melirik gadis itu dengan tatapan sendu seolah menyiratkan sesuatu yang dalam.
__ADS_1
"Maaf Yang Mulia, jika anda ingin berbicara kepada saya... mohon tunggu saya untuk berpakaian lengkap terlebih dahulu, tidak baik menemui saya di dalam kamar seperti ini." kata gadis itu dengan begitu tajam dan menusuk, bahkan sampai ke ulu hati Michael.
Pria itu bangkit dari atas ranjang Roselia, kemudian dia menyunggingkan senyuman tipis di bibirnya. "Baiklah, mari kita bicara setelah kau berpakaian dengan lengkap. Aku akan menunggumu di ruang istirahat, maafkan aku karena aku telah masuk ke dalam kamarku tanpa izin. Tapi haruskah kau memperlakukan aku sampai seperti ini? Aku adalah tunanganmu dan akan segera menjadi suamimu, kenapa kau begitu tega? Padahal aku sudah mengatakan bahwa aku mencintaimu."
"Maaf Yang Mulia, sekali lagi saya mohon maaf kepada anda... bukannya saya tega, tapi saya tidak pernah mencintai anda. Selama ini hubungan kita hanyalah hitam di atas putih, tidak lebih dari itu."
Mendengar kata-kata yang begitu menusuk hatinya, membuat kedua mata pria itu mengembun. Wajahnya kemudian memerah dan tiba-tiba saja dia menyerang gadis itu.
Memeluknya dengan begitu posesif, seakan tidak mau melepaskannya. "Yang Mulia, Apa yang anda lakukan? Lepaskan saya!" teriak Roselia kepada pria yang memeluknya begitu erat.
"Kau.... benarkah kau tidak mencintaiku sama sekali? Benarkah di hatimu tidak ada aku?"
"Saya sudah bilang kalau saya tidak--hmph--"
Michael membungkam bibir gadis itu dengan bibirnya. Kedua tangannya berhasil melumpuhkan tubuh Roselia. "Hmph! Hmph!!"
Buk! Buk!
Roselia memukul-mukul dada bidang pria itu, dia berupaya memberikan perlawanan agar terlepas dari jeratnya. "Dia sudah gila! Apa dia ingin memaksaku?"
Ciuman pun terlepas, terlihat Michael yang menatap wanita itu dengan kabut gairah yang selama ini terpendam di dalam dirinya. "Baik, kalau aku tidak bisa memiliki hatimu... setidaknya biarkan aku memiliki tubuhmu!"
"A-apa kau bilang? Jangan macam-macam pada saya!" bentak Roselia pada Michael yang malah membuat pria itu semakin berapi-api ingin memilikinya.
"Mungkin setelah aku memiliki tubuhmu untuk pertama kalinya, kau akan mencintaiku." ucap pria itu kemudian mendorong Roselia dengan kasar ke atas ranjang.
"Akhh!!" pekik Roselia terkejut.
__ADS_1
Kini Roselia mulai terlihat panik, apalagi saat Michael mulai menanggalkan pakaiannya. Apakah Michael akan memaksanya melakukan sesuatu hal yang seharusnya dilakukan oleh pasangan kekasih atau pasangan suami-istri?
...*****...