I'Ll Became A Villain'S Daughter

I'Ll Became A Villain'S Daughter
Bab 69. Javier si kucing Garong


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Melihat Roselia marah-marah bahkan melukai bibirnya, Javier malah menjilat darah itu dan tersenyum menyeringai. Dia tidak panik sama sekali setelah merasakan manisnya bibir wanita untuk pertama kali. "Rasanya asin...hem." ucap Javier setelah menjilat darah di sudut bibirnya. "Ya baiklah, aku anggap saja ini adalah bukti...kucing kecil nakal."


Darius bau, sedangkan wanita ini sangat manis dan wangi. Javier masih sempat-sempatnya membandingkan saat dirinya berciuman dengan Darius dan Roselia.


"Bukti apa? Kucing nakal? Dasar gila KAU, brengsek!" sungut wanita itu masih marah, bahkan dia mengusap bibirnya yang basah oleh sapuan lidah Javier barusan. Dia seperti jijik dengan apa yang dilakukan Javier tapi pria itu seolah tak peduli dengan kemarahan Roselia, dia malah tersenyum puas.


"Bukankah kau yang kucing, kucing garong!" serka wanita itu mendengus marah.


Ah sial! Kenapa dia malah tersenyum seperti itu? Bibirku ini...kenapa aku tidak bisa menjaga bibirku untuk As saja? Michael, Javier si gila ini...ah sial! Kenapa bibirku harus disentuh mereka?


"Wah lihat itu...kau bahkan bisa mengumpat. Kau memang berbeda dari wanita lain," Javier memegang dagu Roselia, dia menatap gadis itu dengan retoris.


Dengan cepat gadis itu menepis tangan Javier, tak mau dilecehkan lagi olehnya. "Wow...wow kau galak sekali Putri Mahkota, tapi aku suka." Javier terkekeh seraya tersenyum dan menggoda Roselia yang sedang marah.


"Jangan gila KAU! Cepat keluarkan aku dan anak ini dari sini, aku tau kau bisa...jangan banyak modus denganku!" ujar gadis itu marah.


Javier menangkup wajah Roselia dengan kedua tangannya. "Putri Mahkota, ingatlah bahwa mulai sekarang...Javier Salvarion Martinez akan mengejarmu,"


"Hah?"


Apa yang dipikirkan si gila ini? Tunggu saja sampai As kembali, aku akan meminta As menyingkirkan dirinya.


Tak lama kemudian, terdengar suara gaduh dari luar sana memanggil manggil nama Roselia dengan sebutan putri mahkota. Termasuk Michael yang terdengar sangat mencemaskan Roselia.


Saat Roselia dan anak itu berhasil diselamatkan, Michael terheran-heran melihat ada Javier bersama Roselia juga disana. "Kau tidak apa-apa Putri Mahkota? Apa kau terluka?" tanya Michael pada Roselia.


"Saya tidak apa-apa hanya saja punggung--" Roselia meraba-raba punggungnya yang tadi berdarah dan dia terkejut karena sama sekali tidak ada luka di sana.


Bukankah tadi punggungku terluka? Kenapa bisa hilang dan tidak terasa sakit lagi? Apakah Javier?


"Punggung? Apa punggungmu terluka?" tanya Michael cemas.


"Tidak, saya tidak apa-apa yang mulia." jawab Roselia merasa tidak enak diperhatikan oleh Michael.


Kemudian tatapan Michael beralih kepada Javier. "Marquez Martinez, mengapa anda bisa bersama dengan Putri mahkota? Kenapa kau bisa ada ada disini?" tanya Michael curiga disertai dengan rasa cemburu dan atensi tajam pada pria itu.


"Saya kebetulan datang kesini bersama dengan para prajurit yang mengantar pasokan makanan dan tak sengaja saya mendengar suara jeritan seorang wanita. Ternyata itu adalah Putri Mahkota." ucapnya seraya melirik ke arah Roselia dan anak perempuan yang digendongnya, berdiri tepat di samping Michael.


Menjerit? Siapa yang menjerit? Aku tidak!. Roselia membatin.

__ADS_1


"Oh begitu ya...kalau begitu, aku mengucapkan terimakasih karena kau sudah menyelamatkan Putri Mahkota."


"Tidak usah berterima kasih kepada saya Yang Mulia, saya senang bisa membantu Putri Mahkota." Javier tersenyum ramah pada Roselia dan membuat Michael tidak senang. Sementara itu Roselia langsung memalingkan wajahnya dari Javier yang terus memandanginya.


Cih dasar pria gila! Kenapa kau melihatku terus? Pergi sana, minggir...jangan melihatku lagi. Sana kejar si Stella saja! Aku tidak mau kau jatuh cinta kepadaku.


Pahit, pahit, pahit!


Begitulah perasaan Roselia saat melihat Javier saat ini, dia merasa jijik pada pria yang sudah menciumnya sedangkan dia memiliki kelainan seksualll dan sudah beberapa kali berhubungan badan dengan sesama jenisnya, ya si Darius itu ajudannya sendiri. Membayangkannya saja membuat Roselia tidak sanggup untuk bicara.


Apa yang terjadi di dalam sana? Kenapa rasanya tuan Javier memiliki ketertarikan pada wanitaku?


"Tuan Marquez, kami butuh bantuan Anda...katanya tadi Anda yang menghitung persediaannya." Pierre menyela tiba-tiba, dia adalah ajudan paling pengertian. Dia paham benar bahwa yang mulianya sedang dalam mode cemburu dan tingkat siaga pada Javier. Padahal seharusnya dia lebih waspada pada Asteorope, yang sudah jelas-jelas kekasih Roselia tapi dia tidak tahu.


Kau tidak boleh mendekati putri mahkota, tuan Javier.


"Baiklah, aku akan pergi kesana. Kau sangat cekatan juga ya tuan Pierre, tak heran Yang Mulia Putra Mahkota begitu mempercayaimu." Javier tersenyum tipis, ya dia memang selalu begitu dan menyembunyikan semua perasaannya dibalik senyuman topengnya.


Ketika Javier berjalan melewati Roselia dan Michael, pria itu sempat mengedipkan sebelah matanya pada Roselia. "Idih!" Roselia langsung bergidik ngeri melihatnya.


Pergi sana kau kucing garong!


Michael tersenyum berusaha untuk mempertahankan ketenangannya. "Kau tenang saja tuan Javier yang terhormat, aku tau siapa kawan dan siapa musuh. Apa yang sudah ada dalam genggamanku tidak akan pernah aku lepaskan!" balas Michael dengan tatapan mata tajam pada pria itu.


Setelah itu Javier pergi bersama Pierre dan juga prajurit lainnya untuk membagikan bantuan bahan makanan pada korban bencana alam. Sementara itu Roselia, Doris dan Michael mengembalikan anak perempuan itu pada ibunya.


"Terimakasih banyak Yang Mulia Putri Mahkota, Anda sudah menyelamatkan nyawa putri saya! Saya pikir putri saya sudah tiada, hiks...huhu..."


"Tidak usah berterimakasih padaku, berterimakasihlah pada Tuhan yang maha kuasa, dia lah yang telah menunjukkan padaku jalan untuk menyelamatkan anakmu. Aku hanya perantara saja...dan mulai sekarang tolong jaga anakmu dengan baik ya," ucap Roselia pada wanita itu seraya tersenyum.


Disinilah rasa kagum Michael pada Roselia mulai bertambah sebab melihat kecantikan hati Roselia. Tidak seperti Stella yang selalu dibuat-buat kebaikannya. Dia semakin tidak mau melepaskan Roselia.


"Erika, ayo berterimakasih pada yang Mulia Putri Mahkota!" titah sang ibu pada putrinya itu.


"Jadi namanya Erika? Nama yang cantik..." gumam Roselia sambil mencubit pipi chubby Erika.


"Telima kaswih...hihi." Erika terkekeh sambil tersenyum pada Roselia dan membuat sang Putri mahkota menjadi gemas.


Bagaimana ya bila nanti aku punya anak dengan As? Tapi...kalau aku kembali ke duniaku, bagaimana?. Roselia kembali bingung dengan keinginannya untuk pergi ke dunianya. Dia mulai berpikir untuk tidak pergi saja dan tinggal disini.


"Iya sayang, sama-sama." balas Roselia sambil tersenyum.

__ADS_1


Tak terasa waktu pun berganti menjadi sore, Roselia rencananya akan kembali ke istana. Namun Michael sepertinya tidak bisa mengantarnya karena dia masih harus memantau desa yang baru saja terkena bencana itu.


Roselia pun diminta untuk menunggu sebentar sampai Michael menyelesaikan pekerjaannya. Selagi menunggu gadis itu bermain dengan Erika dan anak kecil yang lain.


Dia berusaha menghibur mental anak-anak yang baru saja kehilangan rumahnya dan mungkin juga kehilangan anggota keluarganya.


Jangan lupakan bahwa Roselia alias Ariana adalah artis papan atas yang tentu memang ahlinya menghibur orang. Ia juga pernah beberapakali tampil dalam acara ulang tahun anak sebelum dia menjadi artis papan atas dunia. Dia bernyanyi sambil bertepuk tangan menghibur anak-anak itu dan membuat beberapa mata menatap kagum kepadanya, termasuk Javier.


"Twinkle twinkle little star...how are..."


"Haha...ya betul teruskan nyanyian kalian," sahut Roselia pada anak-anak yang sedang belajar lagu darinya. Terdengar gelak tawa dari Roselia dan anak-anak itu.


Semakin lama Javier semakin kagum padanya dan timbul rasa ingin dekat dengan Roselia meski belum sampai pada tahap ingin memiliki. Ciuman tadi saja sudah memabukkan dirinya, namun bukan karena nafsu saja, akan tetapi karena cinta.


"Anda tidak boleh jatuh hati pada Putri mahkota,beliau adalah milik yang mulia Putra Mahkota." ucap Pierre sarkas pada Javier.


"Beliau bukan milik siapa-siapa, mereka baru bertunangan dan belum menikah." sahut Javier.


"Tuan Marquez, apa Anda sadar dengan apa yang anda ucapkan?" tanya Pierre tidak senang dengan ucapan Javier yang sudah jelas memiliki maksud tidak baik.


"Aku sadar," kata Javier cuek dan masa bodoh mau di bicarakan seperti apapun juga dia tidak peduli.


Dia adalah orang yang harus selalu mendapatkan apa yang ia inginkan. Mau itu barang ataupun sesuatu, mungkin juga seseorang tanpa terkecuali. Tidak peduli benda itu milik siapa, tinggal dia rebut saja.


Lagipula saingan yang sebenarnya bukanlah Michael tapi Asteorope.


****


Albarca....


Di rumah Cain.


Asteorope berjalan masuk ke dalam rumah yang pintunya terbuka itu, dia melihat Cain sedang duduk merenung seperti biasanya seperti kehilangan gairah untuk hidup. "Tuan Cain..."


Cain langsung menundukkan kepalanya dengan penuh rasa hormat menyambut sang Raja penguasa Albarca itu. "Salam kepada Yang Mulia Raja."


"Tuan Cain, aku butuh bantuanmu dan ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan." ucap Asteorope tanpa basa-basi.


Kedua mata Cain melebar dan dia langsung terperanjat saat melihat kalung yang dipakai oleh Asteorope.


...*****...

__ADS_1


__ADS_2