
#Masih flashback dikit
"Maju selangkah lagi, KAU MATI! Aku bersumpah demi TUHAN!" suara Asteorope penuh kemarahan begitu melihat Javier berada disana. Pria yang ia anggap sebagai penyebab kematian kekasihnya.
Javier memegang pedang itu dengan tangannya hingga pergelangan tangannya berdarah. Berharap bahwa rasa sakit yang dirasakan oleh Roselia setara dengannya. Tapi rasa sakit kematian sangatlah berbeda bukan?
"KAU MAU MATI HAH?!" teriak Asteorope dengan suara yang menggelegar memenuhi aula istana kerajaannya.
Roselia di perlakukan seperti ratu, dia bahkan mendapatkan penghormatan dari semua rakyat. Ya, itu karena Roselia telah mendapatkan gelar permaisuri dari Asteorope. Namun sayangnya gadis itu telah meninggal dunia.
Tangan Javier berdarah-darah, tampaknya ia terluka dalam karena pedang milik Asteorope. Tapi dia tak peduli dan terus berjalan menuju peti mati disana.
Asteorope murka lalu menusuk lengan Javier dengan dalam. Pria itu seakan tak merasakan sakit, walau tangannya berlumuran darah segar mengucur sampai ke lantai. Semua orang disana menatap ke arah Asteorope dan Javier dengan tatapan heran.
Siapa Javier dan kenapa dia menentang Raja mereka?
"Aku benar-benar akan membunuhmu!" teriak Asteorope tidak main-main dengan ucapannya. Dia mengambil panah yang dipegang salah satu pengawalnya dan memanah Javier tepat di punggung.
Jleb!
Panah itu menancap di punggung Javier dan membuat pria itu jalan sedikit terhuyung. Semua orang melihat Javier dengan keheranan, bagaimana bisa Namun ia tetap melanjutkan perjalanan menuju ke arah peti mati Roselia. Dia berhasil sampai disana dan hendak memeluk tubuh gadis itu, namun seseorang menghentikannya.
"JAUHI PUTRIKU!" tegasnya dengan suara meninggi.
Kali ini seorang ayah yang baru saja kehilangan putrinya-lah yang bicara. Walaupun tidak terlihat berlinang air mata, tapi Percayalah bahwa hatinya saat ini terluka dan rasa sakit itu tidak berdarah. Tidak nampak diluar, karena Cain menahan rasa sakitnya di dalam hati. Baru beberapa hari yang lalu dia bertemu dengan Putri kandungnya di dunia ini, namun sekarang putrinya sudah tiada dan menjadi jenazah.
"Ma-maafkan aku....aku..."
"Tidak ada maaf bagimu!" seru Cain menusuk ke dalam hati Javier.
Javier berlutut didepan Cain sambil menangis, hal dia lakukan kepada siapapun. Seorang Javier tanpa disangka-sangka berlutut di depan seseorang. "Maafkan saya tuan...maafkan saya, Tapi tolong izinkan saya untuk melihat dan memeluknya." pinta Javier seraya memohon dan mengatupkan kedua tangannya di depan si penyihir agung.
"Dasar tidak tahu diri, tidak tahu malu! Kau pikir karena siapa Roselia seperti ini?" Asteorope mencengkram leher Javier dengan penuh rasa emosi.
Di acara pemakaman itu malah terjadi keributan dan perkelahian antara Asteorope dan Javier. Mereka terluka parah sampai berdarah-darah, tidak ada yang berani menghentikan dua orang kuat itu berkelahi.
"KAU! Aku benci padamu, aku akan membunuhmu!" seru Asteorope yang mengeluarkan kekuatannya.
"Ya bunuhlah aku...agar aku bisa menemaninya di alam baka. Percayalah aku juga tidak mau hidup lagi!" Javier mendesah pasrah, bila saat ini Asteorope akan membunuhnya.
Dia merasa bersalah karena telah menyebabkan Roselia tiada. Baginya hidup sudah tak penting lagi.
__ADS_1
Asteorope jatuh terduduk, kedua pria itu menangis dengan tubuh bersimbah darah. Kedua pria itu sama-sama berduka karena kehilangan Roselia.
3 hari setelah Roselia di makamkan, Cain tiba-tiba menghadap pada Asteorope. Dia mendapatkan mimpi bahwa jiwa Ariana kembali ke tubuhnya lagi di dunia lain. Asteorope awalnya tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Cain, namun setelah pria paruh baya Itu menjelaskan dengan gamblang. Tentang dunia lain tempat Ariana berada, barulah Asteorope mengerti bahwa kemungkinan besar Ariana masih hidup di dunia itu.
"Lalu... kita tunggu apa lagi. Ayo kita pergi ke dunia itu dan menjemput Ariana!" kata Asteorope pada Cain.
"Tidak semudah itu Yang Mulia, saya--tidak bisa membawa anda ke dunia itu karena saya tidak bisa kembali lagi kesana."
"Apa? Lalu bagaimana kita bisa ke dunia itu dan memastikan bahwa Ariana masih hidup?" tanya Asteorope yang sangat ingin pergi ke dunia itu.
"Tuan Marquez Javier Martinez."
"Kenapa anda menyebut namanya Tuan Cain?" mendengar nama Javier disebut seketika darahnya mendidih. Sudah untung pria itu masih dibiarkan hidup olehnya, tapi Javier menderita dan tidak semangat hidup, baginya rasa bersalah mungkin sudah cukup menjadi hukuman untuk Javier.
Sampai saat ini tidak ada yang tahu siapa yang sudah membunuh Roselia, orang itu pastilah orang yang sangat kuat dan memiliki ilmu hitam. Tidak ada satupun petunjuk tentang orang itu.
"Dia memiliki kekuatan hitam dan dia bisa menjadi portal dari dunia ini ke dunia itu." jelas Cain, walaupun sebenarnya dia tidak suka menyebut nama Javier.
Tidak ada pilihan lain selain membawa Javier ikut ke dunia itu karena dia adalah kunci portal yang menghubungkan dunia itu dengan dunia Ariana. Meski belum yakin bahwa Ariana masih hidup disana, tapi Asteorope ingin mencoba mencarinya. Javier dengan senang hati membantu mencari Ariana di dunia itu. Akhirnya Cain membantu Asteorope, Cain, Peter, Theo dan Doris untuk membuka portal itu. Sedangkan Cain tidak bisa ikut kesana karena dia akan mati bila pergi ke dunia itu.
Sebelum pergi, Cain meminta Javier bersumpah padanya. "Tuan Javier, saya minta anda bersumpah!" tegasnya.
"Tuan ingin saya bersumpah apa?" tanya Javier pada Cain yang menatapnya begitu tajam.
"Aku..." sulit rasanya bagi Javier mengucapkan sumpah itu.
"Kalau kau tidak bisa, kau bisa menjadi putraku dan tak lain adalah kakak putriku." kata Cain dengan atensi tajam yang tidak terlepas dari Javier.
Aku tau Javier adalah orang yang kuat, dia bisa melindunginya putriku. Tapi--perasaan tak bisa dipaksakan. Cinta putriku hanya untuk Baginda Raja. Namun memiliki orang kuat disisi Ariana, juga baik.
"Aku..."
"Bersumpahlah padaku, kau akan menjadi bagian dari hidup putriku tapi hanya menjadi kakak!"
Javier terdiam mendengar kata-kata Cain. Rasanya sesak mendapatkan ultimatum seperti itu dari Cain. Asteorope juga mendengar percakapan mereka berdua. Javier bersumpah di depan Cain, dia akan dekat dan menjadi kakak yang baik untuk Ariana agar selalu berada didekatnya.
#Flashback end
Asteorope dan Javier masih bersitegang didepan kamar mandi. "Jangan lupa, kau boleh didekat Ariana hanya sebagai kakaknya. Tidak lebih dari itu dan kau sudah bersumpah!"
"Aku...aku....."
__ADS_1
Javier terdiam dengan wajah gelisah dia mengingat kembali janjinya kepada Cain. Dan hatinya kembali terasa sakit dadanya terasa sesak.
Perdebatan itu pun akhirnya berakhir manakala Javier masuk ke dalam kamar mandi untuk menuntaskan urusannya di sana. Dia mengguyur tubuhnya di bawah rintik-rintik air shower. Menenggelamkan pikirannya yang panas, sebenarnya dia tidak mau bersumpah. Namun sumpah ini dia lakukan demi bisa bertemu dengan Ariana.
Menjadi kakak?
Javier rasa itu tidak bisa dia lakukan, selama masih ada cinta di dalam hatinya untuk gadis bernama Ariana itu. "Arggggh!!!" teriak Javier gusar dengan sumpah itu.
*****
Semua orang sudah mandi dan berkumpul di ruang makan, sarapan pagi yang sederhana sudah tersedia di atas meja. Hanya ada roti panggang dengan selai coklat, stroberi, blueberry dan juga nanas.
Mereka memilih soal sesuai dengan selera mereka masing-masing. Doris menghabiskan lebih dari dua roti tersebut karena dia sedang hamil. Ariana juga melihat gerak-gerik Doris yang sering mual-mual.
"Oh ya...setelah ini aku akan pergi keluar rumah, kalian jangan kemana-mana ya. Tunggu aku pulang." ucap Ariana pada mereka berlima yang masih duduk di meja makan, sementara ia beranjak dari tempat duduknya.
"Kau mau kemana dengan pakaian terbuka seperti itu?" tanya Asteorope dengan tatapan mengintimidasi, dia tak suka Ariana memakai rok pendek dan juga baju tanpa lengan. Asteorope dan yang lainnya tak terbiasa melihat pakaian Ariana.
"Memangnya kenapa? Aku memang selalu memakai pakaian seperti ini, lagipula ini tidak seksi. Aku memakai ini karena hari ini aku syuting dan--"
"Ganti bajumu!" tegur Asteorope dengan kedua tangan yang menyilang di dada.
"Tidak! Aku tidak bisa, mungkin kalian belum tahu tapi baju ini sudah biasa di pakai di--"
Ariana belum sempat menyelesaikan kata-katanya karena suara klakson mobil membuatnya terdiam. Suara itu berasal dari luar rumah.
Ariana dan kelima orang itu beranjak keluar dari rumah itu untuk melihat siapa yang datang. Ariana terbelalak melihat banyak bunga didepan rumahnya dan tulisan maaf dalam spanduk. "Maaf Ariana sayang."
Kemudian muncullah sosok pria yang baru saja turun dari dalam mobil, dia berjalan mendekati Ariana dan membawa sebuket besar bunga mawar.
"Sayang...maafkan aku!" tiba-tiba saja Frans memeluk Ariana didepan kelima orang itu.
"Frans?" Ariana terkejut.
Kenapa si bajingan ini ada disini?
Sementara dua pria dibelakang Ariana terlihat dingin dan terbakar cemburu. Mereka bertanya-tanya siapa pria yang bernama Frans ini, tiba-tiba datang dan memeluk Ariana. "Theo, mana belatiku!" ujar Javier para Theo.
"Peter, mana pedangku?!" seru Asteorope pada Peter.
...****...
__ADS_1
Wow wow wow... apakah akan terjadi keributan? Tunggu next bab 😂😂