I'Ll Became A Villain'S Daughter

I'Ll Became A Villain'S Daughter
Bab 62. Meminta bantuan pada kekasih


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Javier yang menyamar menjadi kucing, mendengar pembicaraan antara Roselia dan Asteorope. Ia terkejut saat Roselia mengatakan bahwa dirinya berasal dari dunia lain bukan dunia ini.


Apa? Si bar-bar bukan berasal dari dunia ini? Apa maksudnya?


"Kau bicara apa? Dunia lain apa?" Asteorope memandang kekasihnya dengan bingung.


"Aku bukan Roselia,"


Lagi-lagi ucapan Roselia yang ambigu membuat Asteorope dan Javier tercengang. Asteorope memegang kedua tangan gadis itu, atensinya menatap Roselia dengan bingung penuh pertanyaan. "Apa maksudmu? Kau bicara ngawur lagi!"


"As, aku tidak bercanda...ini bukan duniaku dan aku bukan Roselia." Tegasnya pada Asteorope, berusaha meyakinkan pria itu bahwa dia tidaklah bercanda.


"Haaahh...sepertinya kau masih sakit? Lebih baik kita pulang sekarang!" Asteorope menggandeng tangan Roselia dan hendak membawanya pergi dari sana, namun Roselia menahan tangan Asteorope. "Ada apa? Kita harus segera--"


Cup!


Kecupan manis mendarat di bibir Asteorope dari bibir cantik Roselia dan membuat pria itu tidak melanjutkan kata-katanya. Asteorope pun jadi terdiam karena tersipu malu.


Javier yang melihat adegan itu langsung cenat cenut tak karuan. "Astaga! Menjijikan sekali... bagaimana bisa mereka saling--iuh...tapi ngomong-ngomong, bagaimana rasanya berciuman dengan wanita ya? Apakah seenak saat aku berciuman dengan Darius?" gumam Javier sambil menggaruk-garuk kepalanya dibalik wujud kucing hitam itu.


"Lia..."


Setelah Roselia yakin bahwa Asteorope sudah sedikit tenang. Ia pun dan Asteorope duduk di salah satu kursi panjang berwarna putih di dekat pemukiman kumuh itu. Lalu Roselia pun mulai mengatakan semua tentang dirinya.


"As, inilah kejujuran yang ingin ku katakan padamu dari awal. Kau mengatakan bahwa aku selalu mengatakan kata-kata yang aneh dan juga bersikap tidak wajar, diluar dugaanmu, ya kan?" tanya Roselia pada kekasihnya, dengan tatapan yang tak pernah lepas darinya.


Pria itu tercenung dan terlihat berpikir. "Iya kau memang berlaku bar-bar dan aneh dan kau juga melakukan hal-hal yang tidak terduga." Asteorope mengakui bahwa tingkah Roselia itu memang barbar dan tidak seperti nona bangsawan lainnya.


Beberapa kali Asteorope melihat Roselia melakukan hal-hal yang menakjubkan baginya. Contohnya membuat make up sendiri, menjahit pakaian, bahkan ia bisa ilmu bela diri dan selalu mengatakan hal-hal aneh yang tidak bisa ia mengerti.


"Iya itu karena aku bukan wanita bangsawan seperti Roselia, aku bukan dia dan suatu saat nanti aku akan kembali ke duniaku!" Katanya jujur tanpa bercanda sama sekali.


"Aku benar-benar tidak mengerti apa maksudmu ini Roselia? Kau bukan Roselia dan kau juga bukan berasal dari dunia ini, lalu kau siapa?" Asteorope mengerutkan keningnya, dia bingung dengan ucapan Roselia.


"Aku tau kau pasti sulit mencerna apa yang aku katakan tapi aku yakin kau meyakini juga kalau ada dunia lain selain dunia ini. Dan aku berasal dari dunia itu dan katakanlah aku berasal dari masa depan!" Mata Roselia mulai berkaca-kaca saat mengatakannya. Dia sudah membayangkan hal yang tidak-tidak jika nanti dia berpisah dari Asteorope dan kembali ke dunianya.


"Jachan, aku semakin tidak mengerti dengan apa yang kau katakan! Kenapa kau berbelit-belit?" Asteorope menatap tajam pada Roselia. Tersirat jelas ketakutan di wajahnya karena


"As...aku... sebenarnya aku harus kembali ke duniaku itu, dunia yang berbeda dengan dunia ini dan mungkin aku tidak akan bertemu denganmu lagi."

__ADS_1


"Kau...aku benar-benar tak paham," pria itu memijit pelipisnya karena bingung dengan apa yang akan di katakan oleh Roselia.


Sudah kuduga dia tidak akan mudah untuk percaya.


"Aku hanya mengatakan ini padamu As, bukankah kita sudah sepakat untuk saling jujur dan inilah kejujuranku! Jadi suatu saat nanti aku akan pergi darimu--"


Grep!


Sebuah pelukan erat melingkar di tubuh Roselia. "Kau bicara apa, hah? Siapa yang akan pergi dari siapa? Tidak akan ada yang pergi! Maupun kau ataupun aku...meski harus pergi, maka kita harus tetap bersama. Kau cukup tau itu, jadi jangan katakan apapun lagi tentang perpisahan!" Ucap Asteorope seraya memohon dengan sangat pada kekasihnya. Dia memeluk Roselia dengan


Aku tidak tau yang sebenarnya kau katakan Roselia? Kau berasal dari dunia lain dan suatu hari nanti kau akan pergi? Aku tidak paham....masalah dunia lain itu aku harus bertanya pada Cain begitu kembali ke Albarca. Dia mungkin tau tentang dunia lain itu.


Gadis itu tersenyum kecut lalu membalas memeluk erat tubuh tinggi dan kekar kekasihnya. "As..."


Aku juga tidak tahu apakah aku akan kembali kesana dan apa tujuanku datang kemari hanya untuk melakukan keinginan terakhir Roselia ataukah ada hal lain? Aku bingung, tapi disisi lain aku juga ingin kembali ke duniaku, aku rindu rumahku, ponsel, membaca novel dan aku rindu mereka semua. Kalau aku kembali, apa aku bisa membawa As juga?


Asteorope mengurai pelukan mereka terlebih dahulu, kemudian mengalihkan pembicaraan ke arah lain. "Oh ya, bagaimana dengan Putra Mahkota? Aku dengar kau menantang sang Raja?"


"Ehm... sebenarnya aku perlu bantuanmu."


"Apa? Katakanlah sayang."


Senyuman manis langsung terukir di bibir pria itu saat mendengar permintaan tolong dari Roselia untuk pertama kalinya. Apalagi jika dia membantu Roselia, maka gadis itu bisa terbebas dari pertunangan kontraknya.


"Dengan senang hati, serahkan padaku..." Asteorope mengecup punggung tangan Roselia dengan penuh kasih.


"Terimakasih As...tapi aku ingin bertanya satu hal padamu."


"Apa?"


"Apa kau mencium tangan semua wanita?"


"Ah...apa maksudmu? Kau menuduhku?" Sontak Asteorope memandang Roselia dengan tajam.


"Bukan begitu, aku tidak menuduh hanya bertanya saja!" serkanya menjelaskan sebelum Asteorope salah paham padanya.


"Tidak ada, hanya kau dan mendiang ibuku saja yang pernah kucium, lalu bibirmu itulah yang pertama untukku."


"Oh...jadi begitu," Roselia tersenyum malu-malu.


"Lalu kau? Bagaimana? Apa aku adalah ciuman pertamamu juga?"

__ADS_1


Gadis itu tidak menjawab secara langsung, dia malah terlihat berpikir untuk menjawabnya. "Jangan bilang kalau aku bukanlah ciuman pertamamu?" terlontarlah pertanyaan itu dari bibir Asteorope melihat gadisnya yang diam saja.


"Sebenarnya aku--"


Aku pernah berciuman dengan Frans, tapi itu kan dengan tubuh Ariana bukan tubuh ini. Kalau tubuh ini pertama kali berciuman dengan As saja.


"Jachan!" panggilnya membuat gadis itu tersadar dari lamunannya.


"Ah iya, kau yang pertama As!" jawabnya cepat dan tegas.


"Hem benarkah?" tanya Pria itu dengan atensi yang curiga kepada Roselia.


"Iya." Roselia mengangguk-anggukkan kepalanya dengan yakin, bahwa memang pria itu yang telah mengambil ciuman pertamanya.


"Hem... baiklah aku percaya," sahut Asteorope pada kekasihnya. Setelah itu Asteorope mengatakan bahwa dia akan mendapatkan bukti itu dalam waktu 2 hari, ya dia akan meminta bantuan Cain. Sebenarnya dia enggan membantu karena hal ini berkaitan dengan saingan cintanya. Tapi karena kekasihnya yang meminta, maka dia akan mengabulkan permintaan Roselia apapun itu. Apalagi ini adalah permintaan pertamanya selama mereka menjalin hubungan resmi sebagai sepasang kekasih.


Roselia sangat senang karena Asteorope akan membantunya untuk mendapatkan bukti itu.


*****


Mansion Martinez.


Javier kembali merubah dirinya menjadi manusia, dia pun pergi menemui Darius di mansionnya. Tanpa banyak bicara Javier langsung memeluk dan mencium Darius dengan begitu liar dan bergairah.


"Tuan...Tuan Muda..." Darius mendesah manakala tangan Javier mulai mengusap-usap dadanya dengan lembut.


Kemudian Javier kembali mencium bibir Darius, namun ia merasakan ada yang aneh dan langsung mengurai ciumannya dengan cepat tidak seperti biasa.


Kenapa rasanya berbeda ketika aku melihat si bar-bar berciuman dengan Raja Albarca itu?


"Tuan Muda, kenapa Anda berhenti?" Tanya Darius seraya mengalungkan kedua tangannya di leher Javier.


"Javier..." suara Roselia yang merdu terngiang di telinganya.


Tiba-tiba saja Javier mendorong Darius, dia mengusap wajahnya dengan kasar. Baru saja dia membayangkan Darius adalah Roselia. "Astaga...kenapa aku memikirkan wanita itu? Aku pasti sudah gila!"


...****...


Hai Readers, jangan lupa mampir kesini ya sambil nunggu up novelku 😍


__ADS_1


__ADS_2