
...🍁🍁🍁...
Kening gadis itu berkerut dengan kedua alisnya yang menyatu, sungguh ia tidak paham dengan apa yang dikatakan Asteorope tentang cinta.
"As...apa kau bilang? Kenapa kau bertanya seperti ini? Cinta? Aku sama sekali tidak memiliki perasaan itu padamu, kita kan hanya berteman saja."
"Teman? Kau kita kita teman?" Asteorope tersenyum tipis, bulir air mata mulai jatuh membasahi pipinya.
"Iya, kita hanya teman..."
"Tidak! Kita bukan teman karena aku mencintaimu!"
Akhirnya dia mengutarakan cinta meski tidak dalam keadaan yang romantis. Kedua mata biru itu melebar, mendapatkan pernyataan Cinta dari Asteorope membuatnya tercengang. Ia menelan ludahnya dengan kasar, ia tak menyangka akan mendapatkan pernyataan cinta dari dua orang pria Bucin Stella.
As... mencintaiku?
"As, apa yang kau katakan?"
"Apa yang aku katakan masih kurang jelas? Baiklah, mungkin kau memang perlu BUKTI, maka rasakan sendiri!"
__ADS_1
Tangan Asteorope memegang kedua tangan Roselia dan mencengkramnya dengan erat. Dia pun mendekatkan wajahnya pada wajah cantik Roselia, tatapan matanya tertuju pada bibir berwarna merah delima itu.
"As...kau mau ap---hmph--"
Belum sempat Roselia menyelesaikan ucapannya, bibir Asteorope sudah lebih dulu membungkam bibirnya. Awalnya dua benda kenyal itu hanya bersentuhan saja, tapi kemudian Asteorope menggigit bibir Roselia agar terbuka menerimanya.
Ah sial! Aku ingin mendorongnya, tapi tubuhku...
Pertahanan Roselia mulai melemah, manakala tubuhnya lemas dengan ciuman dadu Asteorope. Akhirnya bibir gadis itu terbuka dan memberikan jalan untuk Asteorope menjelajah di dalamnya.
Ciuman itu begitu dalam dan intens, hingga membuat keduanya terbuai begitu dalam. Padahal niat hati mendorong tubuh Asteorope menjauh, tapi tubuh Roselia berkata lain. Dia menerima setiap sesapan bibir yang manis itu.
Ah...aku ini kenapa?
"Hmphh---hmphh--"
Kasihan melihat Roselia yang meronta-ronta, akhirnya Asteorope mengurai pelukan dan ciumannya lebih dulu, walau sebenarnya ia kecewa harus melepasnya.
"Haaahh.... Haahhh.." Gadis itu berusaha mengatur nafasnya yang terengah-engah seperti habis lari maraton. Ditambah lagi dengan jantungnya yang berdegup begitu kencang, entah kenapa. "Aku...tidak bisa bernafas karenamu,"
__ADS_1
"Dan aku juga sesak mendengar berita pertunanganmu dengan bajingan itu..." lirih Asteorope dengan satu tangan memegang dagu Roselia, hingga kedua netra mereka saling beradu.
"As...kau tidak seharusnya marah seperti ini, hubungan kita hanya teman."
"Teman? Kau yakin? Setelah barusan, kita hanya teman? Jangan bodoh Roselia! Kau tau apa isi hatiku dan apa alasanku memberikan gelang itu padamu!" tegasnya dengan kedua alis yang semakin terangkat. Memang Asteorope orangnya tak suka berbasa-basi, dia tidak jaim dan sukanya to the poin. Apalagi masalah hati.
Didesak oleh berita pertunangan itu, membuat Asteorope mengatakan cintanya pada Roselia.
Ya, aku tau As....aku tau kau suka padaku. Tapi aku tidak bisa terlibat dalam cinta untuk saat ini.
"Ya, katakanlah kau memang mencintaiku! Tapi aku tidak," ujar Roselia sambil menepis tangan Asteorope yang memegang dagunya.
Rahang pria itu mengeras, tangannya terkepal kuat, matanya menatap tajam pada Roselia seolah akan meledak. Sungguh hatinya terluka karena penolakan langsung itu.
"Kau bicara tanpa berpikir!" seru Asteorope retoris.
"As, kau tau kan aku sudah mengatakan padamu kalau aku tidak mau terlibat dengan cinta? Ya, jadi ini jawabanku padamu! Aku tidak bisa menerimanya."
"Roselia!" Teriak Asteorope membentak.
__ADS_1
"Aku...tidak bisa As, tujuanku hidup di dunia ini bukan demi cinta lagi." lirih Roselia dengan tatapan mata sendu.
...*****...