
...🍁🍁🍁...
Suasana di ruang istana Putra Mahkota mendadak menjadi panas. Setelah Roselia menyatakan keinginan pertamanya kalau ia memenangkan tantangan raja. Intinya dia ingin bercerai mengakhiri kontrak pertunangan yang belum usai itu.
Masalah perlindungan, dia punya kekasih seorang Raja yaitu Asteorope yang pasti bisa menjamin keselamatannya selama berada di dunia novel ini. Masalah harta? Dia juga bisa meminta Asteorope mengaturnya kalau ia minta pada kekasihnya. Jadi untuk apa dia berada disisi Michael bila bersama Asteorope dia juga bisa mendapatkannya dengan meminta bantuan. Bukan maksud memanfaatkan Asteorope tapi dia hanya ingin pria yang ia cintai tau semua tentangnya dan bisa dia andalkan. Bukankah itu gunanya sebuah hubungan? Dijalani dua orang dan bersama-sama.
"Kenapa kau ingin berpisah denganku Roselia?" tanya Michael dengan suara yang gemetar.
"Bukankah kita memang sudah sepakat akan segera berpisah. Jangan bilang padaku kalau Yang Mulia tidak mau?" tanya Roselia dengan mata memicing sedikit menelisik pada pria itu.
Apa benar dugaannya selama ini bahwa Michael memang mencintainya? Jadi ungkapan cintanya waktu itu benar-benar serius bukan hanya bercanda.
"Bukankah sudah ku katakan kalau aku jatuh cinta padamu, kontrak atau apapun itu semuanya tidak penting lagi."
"Maafkan saya Yang Mulia, saya tidak bisa menerima cinta Anda karena hati saya sudah ada yang memiliki dan orang itu bukan Anda." kata Roselia menolak dengan tegas tanpa peduli perasaan Michael.
"Kau benar-benar kejam! Jadi ini alasannya kau menerima tantangan Raja? Kau ingin berpisah dariku?" Dengus Michael dengan mata memerah dan tangan terkepal.
"Iya."
"Apa karena pria yang bernama Frans itu?" tanyanya lagi memberanikan diri.
"Bukan, Frans hanya masa lalu saya dan sekarang saya punya masa depan dan mungkin dia adalah masa depan saya." tutur gadis itu jujur tentang Frans yang memang sudah tidak mengisi ruang hatinya lagi. Semua ruang hatinya telah tergantikan oleh sosok Asteorope, pria di dalam novel dan karakter favoritnya.
Namun entah bagaimana hubungannya dengan Asteorope bila dia kembali ke dunianya nanti. Apapun yang terjadi nanti, Roselia memutuskan untuk menjalani lebih dulu semuanya dan biarkan mengalir saja.
"Kenapa bukan aku? Kenapa pria itu bukan aku?" Michael memegang dadanya yang mulai terasa sesak.
"Saya juga tidak tahu Yang Mulia."
"Lalu apa arti sikapmu selama ini padaku? Apa semua kebersamaan kita kau anggap kontrak saja? Lalu kenapa kau tidak mau aku menikah dengan wanita itu?"
Alih-alih menjawab, Roselia hanya mendesah. Dia tidak mungkin memberikan jawaban bahwa dia melakukan semua ini demi Roselia yang asli.
"Kenapa kau diam saja? Katakan kenapa!" bentak Michael tak sabar ingin mendengar jawaban dari Roselia.
"Maaf--hanya itu yang bisa saya katakan Yang Mulia dan tolong penuhi permintaan saya nanti."
Terlihat semburat kecewa di wajah sang Putra Mahkota. "Hah! Kalau aku tidak mau bagaimana?"
__ADS_1
Wanita ini benar-benar kejam, dia sudah tau perasaanku tapi dia membuatku terluka.
"Saya tidak akan membantu anda membersihkan reputasi Anda dan semua tuduhan tentang Yang Mulia."
"Kalau begitu tidak usah membantuku, biarkan saja aku menjadikan wanita itu selirku!"
Mata Roselia melebar mendengar ucapan Michael. "Yang Mulia anda tidak boleh melakukan ini, wanita lain boleh tapi tidak dengan Stella, jangan!"
Kenapa tidak boleh dengannya? Sedangkan kau sendiri tidak mau denganku? Roselia sebenarnya apa tujuanmu melakukan semua ini?
"Sebenarnya aku hanya menginginkan dirimu saja, tapi ternyata itu sulit. Ya sudah aku menikah saja dengannya, kau tidak usah membantuku agar pertunangan kita tidak putus!"
"Yang Mulia!"
"Pergilah! Aku sedang ingin sendirian!"
Tanpa bicara apa-apa dan hanya menundukkan kepalanya, Roselia pun pergi dari sana meninggalkan Michael sendirian. Pria itu terlihat bingung dan sedih dengan keputusan Roselia, sungguh ia tidak bisa melepaskan cinta pertamanya begitu saja.
"Pierre! Apa kau ada di sana?" tanya Michael dengan intonasi yang meninggi ke arah luar pintu ruang istirahat.
Tak lama kemudian pintu itu terbuka lebar, terlihat Pierre sedang berjalan menghampiri Michael. "Ya, Yang Mulia saya disini."
"Aku ingin kau mencari orang untuk mengikuti Putri Mahkota tanpa ketahuan olehnya dan juga perintahkan kepada para pengawal untuk menjaga istana Dahlia, tidak boleh ada satupun orang maupun tikus yang keluar dari SANA! Atas perintahku, Putri Mahkota tidak bisa meninggalkan istananya!" Michael tampak murka saat memerintahkan Pierre untuk menjaga istana Dahlia.
*****
Istana Dahlia, kamar Roselia.
Roselia dan Doris terlihat duduk di sofa kamar itu. Mereka berdua terlihat gelisah dan kesal karena tidak bisa keluar dari istana yang sekarang di jaga ketat oleh para kesatria tingkat tinggi milik PUTRA MAHKOTA. Bahkan keluar kamar saja mereka tidak bisa.
"Sialan kau Michael! Kau tidak membiarkan aku pergi dari sini! Aku kan ada janji dengan As." Gerutu gadis itu sambil mengusap-usap kasar rambutnya yang panjang dengan gusar. "Bahkan jendela kamarku saja di jaga ketat! Astaga, bagaimana bisa aku keluar dari sini?"
"Iya Yang Mulia, saya juga ada janji dengan Tuan Peter!" sahut Doris dengan bibir yang mengerucut.
"PFut...haha...Doris apa sekarang kau berkencan dengan pria berdarah dingin dan seperti patung itu?" Ejek Roselia mendengar kedekatan pelayannya bersama Peter, bawahan Asteorope yang selalu memandangnya dengan tajam.
"Apakah tidak terbalik Yang Mulia? Bukankah sang Raja yang memiliki darah dingin? Tuan Peter sebenarnya baik!" bela Doris tentang Peter.
Eh kenapa aku jadi membela si es batu itu? Memangnya dia siapaku?
__ADS_1
"Tapi As ku itu imut dan tidak sedingin dirinya, dia sweet walau kadang ia menyebalkan." Bela Roselia pada kekasihnya.
"Iya terserah Yang Mulia saja,saya iya iya saja!" Doris terkekeh menjawab pembelaan atau pujian dari Roselia tentang kekasihnya.
"Tapi Doris bagaimana caranya keluar dari sini?" tanya Roselia kebingungan, dia mengira bahwa As mungkin sudah menunggunya.
"Saya juga bingung Yang Mulia." Doris memijit mijit kepalanya dengan bingung.
BRUK!!
"Kyaaakk!!" sontak kedua gadis itu berteriak saat ada sesuatu yang jatuh dari atap menindih tubuh Roselia.
Netra Roselia bertemu dengan netra orang itu. "Ini aku...Lia." bisik pria itu lalu membuka topeng di matanya.
"As..." kedua mata Roselia melebar melihat kekasihnya yang ternyata jatuh dari atap dan penampilannya mirip ninja Hatori. "Kau mirip dengan ninja Hatori, As." celetuk Roselia tanpa sadar keluar dari mulutnya.
"Ninja Hatori? Siapa pria itu?" tanya Asteorope yang masih menindih tubuh kekasihnya.
"Yang Mulia Raja!" teriak Doris cukup keras hingga membuat para pengawal mengetuk pintu kamar itu.
Tok, tok, tok!
"Yang Mulia Putri Mahkota! Apa anda baik-baik saja?"
Roselia dan Doris terlihat panik sementara Asteorope terlihat tenang tidak seperti kedua gadis itu.
...*****...
Spoiler bab selanjutnya...
"Kenapa mereka sangat menjijikan? Bagaimana bisa mereka saling mencintai? Bagaimana bisa kedua pria dari dua kerajaan yang besar itu jatuh cinta kepada gadis bar-bar sepertinya? Aku harus tau alasannya!"
Javier mengikuti Roselia dan Asteorope yang akan berkencan itu secara diam-diam. Dia sangat penasaran apa yang membuat Michael dan Asteorope tergila-gila pada gadis bar-bar menyebalkan bernama Roselia itu.
Spoiler dua...
"Sebenarnya aku bukan berasal dari dunia ini, As." Lirih Roselia seraya memandangi kekasihnya itu dengan tatapan sendu.
...*****...
__ADS_1
Hai Readers, sambil nunggu up ku mampir sini dulu yuk Karya WENY HIDA🌹🌹