
...🍁🍁🍁...
"Tuan Muda, ada apa?" Tanya Darius keheranan melihat Javier kebingungan dan tiba saja mengakhiri permainan mereka. Biasanya Javier selalu melakukan permainan yang brutal, ciuman saja bisa bermenit-menit. Lalu mengapa sekarang tiba-tiba saja Javier mendorongnya dan menghentikan permainan mereka?
Javier terlihat panik sambil memegang dadanya, keningnya berkerut, perasaannya sangat tidak karuan. Suara Roselia dan bayangan Roselia yang tengah berciuman dengan Asteorope selalu terngiang di kepalanya.
"Gila...ini benar-benar gila! Mengapa diriku sampai begini? Apa dia memiliki sihir hitam yang bisa membuatku gila?" Javier menggerutu, ia masih memegang dadanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Bayangan Roselia bahkan selalu muncul didepannya, bahkan saat dia mencium Darius. Terbesit rasa penasaran bagaimana rasanya berciuman dan menyentuh wanita itu. Ini benar-benar gila untuknya.
"Tuan...ada apa?" Darius beranjak mendekati Javier, lalu dia memegang pundak pria tampan dan gagah itu.
Javier menepis tangan Darius dengan kasar. "Pergi! Pergi dari sini!" Titahnya pada Darius untuk pergi dari ruangan itu.
Raut wajah kecewa tampak terlihat dalam diri Darius saat ini. Padahal dia telah menyerahkan dirinya secara sukarela untuk Javier walau sebelumnya Darius menolak keras hubungan terlarang ini. Demi uang, rasa kagum pada Javier, akhirnya Darius menerima cintanya.
"Tuan Muda, apa saya melakukan kesalahan? Tuan..."
"KELUAR!" Teriak Javier sambil menunjukkan jari ke arah pintu.
Darius menundukkan kepalanya lalu dia pun pergi meninggalkan ruangan itu. Sepeninggal Darius, Javier memegang kepalanya dengan gusar. Dia mondar-mandir kesana kemari, hatinya resah dan jantungnya masih berlomba.
"Sial! Sial! Sial! Kau benar-benar menyebalkan wanita bar-bar! Kenapa kau merasuki pikiranku? Kenapa aku ingin men--ciummu?" Gerutu Javier sambil mengusap-usap rambutnya dengan kasar.
"Baiklah Javier, tenangkan dirimu! Kau pasti bisa melupakan wanita menyebalkan itu, kau hanya perlu ingat bahwa wanita itu adalah wanita berbahaya dan harus kau BUNUH karena dia sudah tau rahasiamu!" Gerutu Javier lagi, ia berusaha menekan rasa di dalam dirinya.
Guna mendinginkan kepalanya, Javier masuk ke dalam kamar mandi di dalam kamarnya yang bernuansa warna suram itu. Javier pun merebahkan tubuhnya di dalam bathtub air dingin malam-malam. Supaya kepalanya yang panas menjadi dingin.
__ADS_1
"Haaahh....wanita itu benar-benar racun dunia!" Cetus pria itu sambil membersihkan tubuhnya sendiri.
Biasanya para bangsawan akan ditemani pelayan untuk melayani kebutuhan tuannya. Akan tetapi Javier terbiasa melakukan semuanya sendiri karena dia sangat tidak suka dengan sentuhan wanita. Kecuali sentuhan Darius, kekasihnya. Tapi kali ini dia sedang ingin sendiri.
Pria itu akhirnya bisa tenang, dia pun memejamkan matanya sambil menikmati air dingin yang merendam tubuhnya itu. Sampai tiba-tiba sebuah suara membuatnya tercekat.
"Javier..."
"KAU! Apa kau sudah gila? Sedang apa kau disini? Sedang apa kau di ruanganku? Wanita JAHANAM!"
Javier tercengang dan panik, melihat Roselia yang berada di dalam bathtubnya. Hingga menimbulkan suara keciprak air di dalam bathtub tersebut.
"Javier, kau merindukanku?" Sosok Roselia mendekat ke arah Javier, bajunya yang basah membuat
"Astaga! Setan! Pergilah dari sini sialan!" Javier melempar sabun batang yang ada di sekitar bathtub itu ke arah Roselia dan gadis itu pun menghilang. "Gila! Benar-benar gila! Kenapa aku terus membayangkan dia? Aishhh..." Dengus Javier lalu menghentikan aktivitas mandinya.
"Sial! Aku tidak bisa begini terus? Aku harus membunuhnya malam ini juga!" Javier beranjak dari tempat tidurnya, lalu dia memakai setelan hitam hitam dan wajah yang ditutupi oleh masker berwarna hitam. Terlihat sinar hitam didalam dirinya.
Matanya memerah, lalu dia menghilang bersama sinar hitam itu. Tak lama kemudian, dia sampai didalam kamar Roselia. Gadis itu sedang tertidur pulas, rambutnya dibiarkan tergerai di atas ranjang. Dia tidur tanpa mengenakan selimut dan hanya mengenakan gaun tidur tipis namun panjang menutupi seluruh tubuhnya. Hanya saja bagian lengannya sampai sikut.
"Ini kesempatanku untuk membunuhnya, semoga bayangan wanita berambut hitam itu tidak muncul lagi dan menganggukku!" Javier menatap Roselia dengan atensi yang begitu tajam. Kemudian dia mengeluarkan sesuatu dari tangannya, sebuah belati berwarna hitam.
Wush~~
Bersamaan dengan sinar hitam di belati miliknya, terasa angin kencang berhembus dari dalam tubuhnya yang dipenuhi aura membunuh.
Tadinya Roselia yang tenang dan pulas, sedikit menggeliat karena angin yang berhembus itu. Jendela juga terbuka lebar, yang membuat Roselia semakin dingin.
__ADS_1
"Ugh...dingin, dingin sekali..."
Prang!
Javier menjatuhkan belatinya ke lantai, dia mengurungkan niatnya untuk membunuh Roselia. Tiba-tiba matanya terlihat sendu menatap Roselia yang kedinginan.
Tangannya terulur menyentuh pipi Roselia, perlahan sinar hitam ditubuhnya menghilang. "Pipimu sangat lembut, apakah kau tidak jahat seperti wanita itu? Kau tampak tidak berdaya dan tidak jahat," gumam Javier sambil membelai pipi Roselia. Kemudian dia memakaikan selimut pada tubuh gadis itu yang menggigil kedinginan.
Tiba-tiba saja Javier teringat dengan wanita yang dulu sangat dia sayang dan wanita yang membuatnya membenci sosok wanita di dalam hidupnya dan memilih belok. Siapakah dia?
Javier tersenyum tipis, melihat Roselia kembali tidur pulas. "Sial! Sepertinya aku tidak bisa membunuhmu," cetus pria itu mendesah, entah kenapa dia tidak bisa membunuh gadis yang sudah membuat dia gila dan tidak bisa membuat dirinya berhenti memikirkannya.
Melihat raut wajah Roselia yang tenang membuat Javier tidak berdaya seolah tersihir sesuatu yang kuat. Mungkin itu yang namanya pesona, tapi Javier tidak mengetahuinya. Bahkan Darius yang menjadi teman ranjangnya saja, tidak bisa membuat Javier mabuk kepayang. Lalu gadis ini? Dia bahkan bisa membuat Javier memikirkannya hanya dalam beberapa kali pertemuan saja?
Pertemuan pertama mereka adalah di pesta dansa.
"Tetaplah tidur pulas seperti ini, kalau kau terbangun...aku tidak tahu apakah aku bisa tahan untuk membunuhmu atau tidak! Kau dengar itu kan? Tetaplah tidur!" bisik pria itu tepat ke telinga gadis yang tengah tidur dengan pulasnya.
Javier pun pergi dari ruangan itu dengan mode menghilang menggunakan sihir hitamnya. Dia kembali ke mansionnya dan dia lupa meninggal belati sihirnya di dalam sana.
Tak lama setelah Javier pergi, Roselia langsung beranjak duduk di ranjangnya. Tubuhnya mendadak berkeringat dingin, nafasnya terengah-engah seperti di kejar setan.
"Haahh... haahh... akhirnya aku bisa bernafas lega." Roselia memegang dadanya, dia terlihat ketakutan. "Si gay psikopat itu? Apa dia mau membunuhku?!"
...*****...
...*****...
__ADS_1