
...πππ...
Annie yang sudah terluka parah itu, segera dibawa oleh para pelayan lain di sana untuk dibawa ke ruang perawatan istana. Annie menatap Stella dengan tatapan sakit hati, mengapa Stella tidak membantunya dan malah memalingkan diri dari Annie.
"Aku akan mengobati tanganmu, Putri Mahkota." Michael menatap telapak tangan Roselia yang terluka karena alat cambuk.
"Tidak perlu, saya bisa mengobati tangan saya sendiri."
"Putri Mahkota...kumohon." Michael menatap Roselia dengan memelas.
"Tidak apa-apa, ini hanya luka kecil." Roselia bicara tanpa menatap ke arah Michael dan itu sangat menyakiti hatinya.
Roselia dan Doris pun pamit undur diri dari sana dengan alasan untuk mengobati luka ditangan Roselia. Gadis itu juga sudah merasa cukup dengan menyiksa Annie dan memenjarakannya, semua hukuman tidak harus dengan kematian.
Didalam perjalanan menuju ke istana Dahlia, Roselia dan Doris berpapasan dengan Javier dan Darius sorot mata gadis itu langsung tajam begitu menyadari kehadiran dua pria itu.
Melihat Javier, Roselia kesal teringat kejadian menyebalkan yang pernah dilakukan Javier padanya. Mencekiknya, mengancamnya, lalu semalam kejadian yang masih hangat. Pria itu ingin membunuhnya.
"Selamat pagi Yang Mulia Putri Mahkota," sapa Javier dengan sopan pada wanita itu.
"Aku pikir ini sudah siang," jawab gadis itu ketus seraya menatap ke langit yang sudah terik itu.
Mau apa dia menyapaku? Ah ya aku harus mengembalikan belatinya. Belati yang dia gunakan untuk membunuh banyak orang.
"Oh maaf kalau begitu, saya salah." Javier menyungging senyuman iblisnya yang sempat membuat Roselia terpesona. Ya, jika pria itu bukan gay psikopat yang gila ,mungkin Roselia sudah jatuh hati karena ketampanannya.
"Oh ya...ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu Tuan Javier."
Javier tersenyum senang ketika Roselia mengajaknya bicara lebih dulu, dia jadi penasaran gadis itu mau bicara apa padanya.
"Baiklah Yang Mulia, kebetulan ada yang ingin saya coba." jawab Javier seraya tersenyum.
"Hah? Kau mau mencoba apa?" tanya Roselia dengan alis terangkat dan kening berkerut bingung.
"Tidak! Saya tidak mencoba apapun,"
Ya aku ingin mencoba memelukmu.
"Oh begitu ya? Mari kita bicara sore ini, Tuan Javier." katanya sinis dengan pandangan mata begitu tajam.
"Tidak sekarang saja Yang Mulia?" tanya Javier heran, mengapa Roselia mengajak dirinya untuk bicara nanti bukan sekarang.
"Apa Anda tidak melihat tangan saya terluka? Dan saya harus beristirahat!" Roselia menunjukkan tangannya yang terluka.
"Baiklah," jawab Javier sambil tersenyum manis.
Si gila ini! Baru semalam dia ingin membunuhku. Kenapa sekarang dia senyum-senyum begini? Apa dia sedang mempermainkan aku?
Ketika Roselia akan pergi, tiba-tiba saja Javier memegang telapak tangan Roselia yang terluka. "Kau! Jangan kurang ajar padaku!"
Wush~~
Sinar hitam di tangan Javier menyembuhkan luka ditelapak tangan Roselia. Darius dan Darius terkejut melihatnya, mereka baru pertama kali melihat Javier menggunakan sihir.
__ADS_1
Tapi Roselia tidak terkejut karena dia sudah tau didalam cerita novelnya bahwa Javier memiliki kekuatan sihir hitam yang juga bisa menyembuhkan.
Tuan Javier! Kenapa kau begitu peduli pada Putri Mahkota?. Darius merasakan cemburu ketika melihat Javier tampak berbeda pada Roselia, biasanya dia tidak pernah peduli dengan wanita manapun tapi kini dia peduli pada Roselia.
"Kau..." Roselia tercengang bukan main dengan perilaku sembrono Javier yang bisa membahayakan nyawanya. Tangan Roselia juga langsung kembali mulus tanpa bekas luka dan rasanya tidak sakit lagi.
Mengapa dia menggunakan sihirnya untuk menolongku? Ditempat terbuka seperti ini? Apa dia tidak takut ketahuan bahwa dia adalah penyihir hitam? Aku ingat bagaimana dia dihukum oleh para pendeta di dalam novelnya saat semua orang tau kalau dia punya sihir hitam.
"Tolong rahasiakan ini Yang Mulia dan juga pelayan Yang Mulia Putri Mahkota," ucap Javier setengah berbisik pada dua wanita itu disertai dengan senyuman yang mengembang.
"Sore nanti saya akan kembali lagi Yang Mulia, mari kita bertemu nanti."
Roselia tidak bicara sepatah katapun, bahkan saat Javier memberi hormat padanya dia tidak sadar dan malah berdiri mematung di sana.
"Yang Mulia...jangan bilang pada saya kalau Yang Mulia juga telah menaklukkan hati si playboy kerajaan Gamarcus!" teriak Doris, lalu dia menutup mulutnya sendiri dengan satu tangan karena sangat terkejut.
"Hah! What the hell dengan novel ini? Kenapa semua pemeran utama mendekat PADAKU?!" Roselia meremass rambutnya dengan gusar. Dia tak habis pikir karena Javier juga menunjukkan sikap yang harusnya di tujukan pada Stella tapi kini malah di tujukan kepadanya.
****
Sore itu Javier kembali ke istana sendirian tanpa ada Darius yang menemaninya, entah kenapa dia tidak mau ditemani oleh Darius untuk kali ini. Bahkan Darius yang ingin ikut saja, dia menolaknya mentah-mentah. Padahal sebelumnya dia selalu ingin Darius pergi bersamanya.
Darius kecewa dan mulai merasakan perubahan pada diri Javier karena Roselia kah? Atau mungkin yang lain? Kini pria itu baru bisa menebak nebak, tak tahu alasan jelasnya kenapa.
Javier kembali ke istana dengan alasan mengantar dokumen tentang perdagangan kepada sang Raja, ya itu sebenarnya hanya alasan dan dokumen itu bisa diserahkan nanti. Tapi dia membuat alibi untuk bertemu dengan Roselia.
Namun saat dia sampai di istana Dahlia, beberapa pengawal mengatakan bahwa Roselia pergi bersama Michael ke tempat bencana longsor di sebuah desa di negeri tersebut.
"Maaf, apa benar nama desanya adalah desa Londo?"
"Londo?"
Aku harus membuat alasan apa lagi agar aku bisa pergi kesana?
Ketika Javier sedang mencari alasan untuk pergi ke desa yang bernama Londo itu, ia melihat beberapa pasukan kstaria yang dipimpin oleh teman baiknya sedang membawa beberapa bahan makanan.
"Kalian mau kemana?" tanya Javier kepada para kstaria black knight itu.
"Tuan Marquez...salam."
Mereka semua menundukkan kepala seraya memberi hormat pada Javier yang statusnya lebih tinggi dari mereka dan Javier juga begitu di hormati oleh semua orang di kerajaan itu, bahkan termasuk anggota keluarga kerajaan karena keluarga Martinez termasuk keluarga pemasok perdagangan dan raja perdagangan tertinggi di seluruh benua.
"Kami akan pergi ke desa Londo untuk mengantarkan semua bahan makanan ini, Tuan." jelas salah seorang prajurit sambil tersenyum.
"Oh begitu ya. Apa aku boleh ikut? Tentu saja tidak hanya ikut, tapi aku juga akan membantu." Tiba-tiba terlihat senyuman berbalut dengan ide di kepala Javier.
βͺβͺ
Desa Londo, desa yang selalu dilanda bencana alam semacam longsor dan banjir. Padahal pihak kerajaan Gamarcus sudah membuat proyek bendungan untuk mengurangi banjir dan bencana alam lainnya yang selalu terjadi di desa tersebut.
Namun, curah hujan yang tinggi masih saja membuat desa itu terkena bencana setiap tahunnya dan tentu saja Roselia juga tau tentang hal ini dari novel yang dia baca.
"Yang Mulia Putri Mahkota, Terima kasih banyak atas bantuan anda... entah apa yang akan terjadi kepada kami bila tidak ada yang mulia Putri mahkota." seorang wanita paruh baya dan seorang anak laki-laki berlutut di depan Roselia, setelah gadis itu membantu mereka untuk mendirikan tenda.
__ADS_1
Roselia merasa sungkan dengan orang-orang yang berlutut di depannya, dia langsung membantu mereka semua untuk kembali berdiri. "Tolong jangan sungkan padaku, sudah tugasku untuk mengayomi rakyat negeri ini... selain itu aku juga ikhlas membantu kalian semua."
Dari kejauhan, Michael melihat kelakuan Roselia dan tersenyum kagum. Dia jadi semakin tidak mau kehilangan Roselia, jika gadis itu kalah dari tantangan dia akan mengundurkan diri dari Putri Mahkota dan dia akan meminta perceraian jika dia berhasil menang dari tantangan itu. Semua serba salah dan intinya Michael akan berpisah dari Roselia, sungguh dia tidak mau itu terjadi.
"Yang Mulia, Anda harus mempertahankan hal yang paling berharga dalam hidup anda. Yang Mulia Putri Mahkota, beliau akan menjadi permaisuri yang baik untuk negeri ini. Saya mendukung semua keputusan yang mulia Putra Mahkota," tutur Pierre pada atasannya itu.
"Benar Pierre, sesungguhnya aku tidak rela bila suatu hari nanti aku harus berpisah dengannya. Pierre, aku sudah menyatakan cinta tapi dia mengatakan kalau dia tidak mencintaiku." perih rasanya ketika Michael mengatakannya, dadanya sesak.
"Yang Mulia, Anda harus tetap mencoba! Mungkin saja Putri mahkota belum bisa melihat betapa besar cinta anda untuknya." Pierre terus menyemangati atasannya untuk mengejar cinta Roselia.
Ketika Pierre dan Michael sibuk membantu rakyat mereka yang dilanda bencana. Roselia dan Doris juga sibuk membantu rakyat lainnya.
Saat Roselia sampai di sebuah rumah yang tertimbun tanah longsor, hatinya sedih melihat rumah itu hancur. Dia jadi teringat dengan rumah panti asuhannya yang telah rata dan dijadikan komplek perumahan.
"Apa semua orang yang ada didalam rumah ini selamat?" tanya Roselia pada salah satu prajurit yang berada di sekitar sana.
"Semuanya selamat Yang Mulia, kecuali bayi perempuan berusia sekitar 3 tahun."
"Astaga..."
Roselia dan Doris masih diam disana ketika tidak ada seorang pun prajurit yang ada disana. "Yang Mulia, kita harus kembali."
"Ya, kita harus membantu yang lain." sahut Roselia lalu melangkah pergi dari sana, namun saat ia baru berjalan dua langkah ke depan. Tiba-tiba saja terdengar suara tangisan seorang anak kecil.
"Huhuhhu...hiks...hiks..."
"Doris! Kau dengar itu?"
"Ya, Yang Mulia... saya mendengar suara tangisan anak kecil." kata Doris yakin sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Cepat panggilkan bantuan! Aku akan mencari sumber suara itu," titah Roselia dengan panik, dia kembali berjalan mendekati rumah yang telah tertimbun oleh tanah longsor tersebut.
"Tapi Yang Mulia, anda akan sendirian disini."
"Aku tidak akan berbuat apa-apa, cepat kau panggil prajurit kemari!" seru Roselia.
Doris menemukan kepalanya lalu dia berlari dengan terburu-buru untuk memanggil prajurit. Sementara Roselia semakin mendengar tangisan anak kecil itu ketika dia berada dekat di rumah yang tertimbun longsor. Keadaan tanah itu begitu basah dan becek.
"Nak? Apa kau disana? Apa kau mendengar suaraku?" tanya Roselia dengan suara yang sedikit berteriak.
"Ibu...ibu...hikss..." suara anak kecil itu semakin keras, tepat dibawah Roselia.
"Astaga! Anak ini tertimbun dibawah sana, aku harus membantunya!" ujar Roselia lalu dia mencari-cari sesuatu yang bisa dia gunakan untuk menggali tanah itu. Kemudian dia menemukan cangkul, segeralah dia menggali tanah itu dan dia menemukan anak perempuan disana sedang menangis sambil memeluk boneka.
"Tenang Nak, aku akan menyelamatkanmu!" Roselia menyingsingkan lengan bajunya dan roknya, lalu dia berjalan berjalan ke bawah sana.
Roselia berhasil ke dalam sana dan menggapai anak itu bahkan memeluknya, namun saat mereka akan naik ke atas, tanah longsor malah menimbun dirinya dan anak itu disana.
"Akkhh! TIDAK!" pekik Roselia terkejut,saat tanah itu menimbun dirinya.
"Yang Mulia Putri Mahkota!" teriak seseorang panik melihat Roselia dan anak itu terkubur tanah di rumah yang sudah hancur tersebut.
...*****...
__ADS_1
Part Javier aku potong di bab ini jadi bab selanjutnya ya, akan aku up kalau banyak komen hehe βΊοΈβΊοΈ maaf aku telat up, baru pulang πβΊοΈ dan lagi susah sinyal disini