I'Ll Became A Villain'S Daughter

I'Ll Became A Villain'S Daughter
Bab 134. Wedding day A love A


__ADS_3

...πŸ€πŸ€πŸ€...


"Nona! Waktunya sudah tiba!" kata seseorang di luar pintu yang membuat Ariana dan Javier mengurai pelukan mereka.


"Tunggu sebentar Daisy!" seru Ariana pada Daisy yang berada didepan pintu kamar itu. Tatapannya lalu beralih pada Javier yang masih menangis.


"Hey kakak! Sudahlah, hentikan tangisanmu itu..." ucap Ariana sambil mengusap air mata Javier sebagai bentuk penghiburan Ariana pada pria itu.


Ariana peka bagaimana perasaan Javier saat ini, dia bisa melihat matanya bahwa Javier sangat terluka karena dirinya akan menikah dengan pria lain. Tapi apa daya? Hati dan cinta tidak bisa dipaksakan. Ariana hanya mencintai Asteorope dan tidak mungkin akan mendua darinya. Tak pernah sekalipun Ariana berpikir seperti itu.


Baginya cinta hanya sekali, hidup sekali dan mati juga sekali. Semua itu telah untuk si Raja Albarca yang bernama Asteorope.


"Aku tidak menangis!"


"Lalu air ini apa?"


"Sudahlah, kau jangan terus membuatku malu! Aku tidak menangis dan aku--"


Ariana kembali memeluk Javier, bukan pelukan cinta tapi pelukan saudara. Ia menepuk-nepuk punggung Javier yang kekar itu. Ia merasakan bulir hangat dari Javier yang membasahi gaunnya.


"Aku akan bahagia, aku janji padamu! Maka dari itu, kau juga harus bahagia dan menemukan kebahagiaanmu sendiri."


"Baiklah, akan aku coba untuk menemukannya walau itu sulit. Kau harus bahagia Ariana, harus. Jika tidak, aku akan merebutmu darinya kembali," ujar Javier dengan lirih. Ia melepaskan pelukan Ariana dan air matanya mulai berhenti.


Brak!


Pintu ruangan itu terbuka lebar dan menampilkan sosok pria tampan yang memakai setelan jas putih disana.


"Kau tidak akan punya kesempatan itu, karena aku akan selalu membuat Ariana bahagia." cetus Asteorope sambil menghampiri Ariana dan Javier.


"As..."


"Ya baguslah, jangan buat orang lain mendapatkan kesempatan itu. Ingatlah bahwa kau harus menjaga apa yang kau punya, kau harus menghargainya dan mencintainya seumur hidupmu. Paham?" Javier berkata tegas pada Asteorope, kata-katanya lebih tepat seperti ancaman.


"Aku berjanji, aku tidak akan pernah membuatnya mengeluh tentangku! Aku tidak akan membuatnya menangis,aku akan selalu membahagiakannya." Asteorope bersungguh-sungguh dengan janjinya. Janji untuk menghabiskan waktu tua bersama Ariana, janji untuk selalu membahagiakannya.


"Akan aku pegang janjimu! Namun jika kau melanggar semua itu, aku akan menculik Ariana lagi!" ancam Javier seraya tersenyum, entahlah ini ancaman atau candaannya saja.


"Haha...itu tidak akan bisa terjadi Javier!" Asteorope tertawa.


"Aku pegang janjimu," Javier pun memeluk Asteorope dengan erat dan membuat pria itu terkejut bukan main.


"Hey! Apa-apaan kau memelukku?!" hardik Asteorope tak terima.


"Kalau kau menolak, kau tidak akan jadi adik iparku!" Javier tersenyum, ia tetap berusaha tegar meski sakit hati yang dia rasakan.


"Jadi kau bersikap sebagai seorang kakak sekarang, huh?" Asteorope melepas pelukan Javier yang membuat punggungnya terasa sangat sakit, saking eratnya pelukan itu.


"Secara hukum sekarang aku adalah kakak dari calon istrimu," kata Javier percaya diri.


Keduanya saling melempar senyum, walaupun mereka sempat bertikai. Namun sekarang mereka terlihat akur. Tidak ada lagi permusuhan, ya perusahaan itu akan kembali terjadi bila Javier tetap egois dengan keinginannya. Tapi Javier telah rela, ia telah menjadi pria yang berbesar hati.


"Aku serius, kalian harus bahagia!"


"Iya, kami akan bahagia." ucap Ariana dan Asteorope kompak.


Kemudian mereka pun pergi keluar dari ruangan tersebut, Cain sudah bersiap-siap juga. Banyak tamu yang hadir disana, pernikahan Ariana dan Asteorope disaksikan secara terbuka didepan rakyat negeri itu dan diadakan di depan gereja terbesar di negeri itu.


Hati Ariana berdegup kencang saat melihat ratusan orang, mungkin ribuan orang yang akan menyaksikan pernikahannya. Ariana sudah biasa dengan banyak penggemar dan banyak orang, tapi ini berbeda sebab hari ini adalah pernikahannya.


Diantara para tamu itu ada Michael dan Stella juga, mereka melihat calon mempelai wanita tengah berjalan bersama si penyihir agung.


Michael melihat Ariana dengan wajah tegangnya, gadis itu terlihat bahagia dan menantikan pernikahan ini. Kemudian Michael tersentak kaget begitu melihat Ariana lebih dekat.


"Rose..." gumamnya pelan.


"Yang Mulia, saya berada disini! Jaga mata anda baik-baik jika anda tidak bisa menjaga hati baik-baik," ujar Stella tidak senang dengan suaminya yang melihat Ariana.


Aku ada disini, tapi kau malah melihat wanita lain. Jangan bilang kalau kau punya perasaan dengannya? Jika itu benar, maka aku akan membunuhnya! Batin Stella marah.


Roselia...dia mirip dengannya. Matanya juga berwarna biru. Michael tertegun melihat Ariana tengah berjalan menuju ke depan, dimana sang mempelai pria dan pendeta menunggunya.


Ariana dan Asteorope tersenyum satu sama lain, ingatan demi ingatan tentang pertemuan mereka dan kisah cinta mereka. Mengiringi langkah Ariana ke depan sana.


Aku tidak menyangka hari ini akan terjadi.


Aku tidak percaya kita akan bersatu. Batin Asteorope bahagia.


#Flashback


Perkenalan Asteorope dan Roselia untuk pertama kalinya!

__ADS_1


Tunggu.... sepertinya aku tidak asing dengan nama itu.


Roselia tidak fokus, ketika Asteorope menyebutkan namanya. Dia bahkan terdiam saat bibir pria itu mencium punggung tangannya.


"Siapa namamu tadi?" Roselia mengulang pertanyaannya.


"Asteorope, kau bisa memanggilku As." jawab pria itu seraya tersenyum ramah.


Mata Roselia seketika melebar begitu mendengar pria itu mengatakan siapa namanya.


Asteorope Galvan Albarca, apakah dia adalah orang itu? Salah satu pemeran pendukung yang juga mencintai Stella! Pangeran kedua yang tidak dianggap berasal dari Albarca. Tapi jika itu benar dia, kenapa dia malah bertemu denganku dan bukan dengan Stella? Harusnya dia bertemu dengan Stella di tempat ini.


"Hey nona! Apa kau baik-baik saja?" Tanya Asteorope, ia heran melihat gadis itu tiba-tiba saja terdiam dengan wajah bingungnya.


"Minggir! Kau menghalangi jalanku!" Roselia menyingkirkan tubuh Asteorope dengan cara mendorongnya ke sisi kiri. Dia bersikap jutek pada pria itu.


Lebih baik aku tidak berurusan dengan pemeran pendukung yang bisa membuatku mati di masa depan. Itu pun jika dia benar-benar Asteorope dalam novel.


Melihat sikap jutek gadis itu padanya, membuat Asteorope semakin tertarik dengan Roselia. Tak peduli dengan status Roselia sebagai putri penjahat. Dia merasa Roselia senasib dengannya, pangeran tak dianggap dan juga putri penjahat yang dikucilkan.


"Hey...hey nona, tunggu dulu! Kita masih belum berkenalan dengan benar!" Asteorope masih mengikuti Roselia, kali ini Dia berjalan bersampingan dengan Roselia.


"Apa penting bagi kita untuk berkenalan?" tanya Roselia ketus sambil melanjutkan langkahnya.


Ada apa dengan pemeran pendukung ini? Kenapa dia tidak bertingkah sesuai dengan karakter aslinya?


"Tentu saja, karena aku ingin berteman denganmu." jawabnya masih dengan senyuman yang sama.


"Maaf ya tuan, tapi aku tak mau berkenalan denganmu." kata Roselia ketus.


Wanita ini semakin menarik kalau dia bersikap semakin ketus begini. Dia cantik kalau marah, dia juga tangguh dan mandiri.


Asteorope semakin menunjukkan ketertarikannya pada sosok Roselia. Sosok wanita tangguh, tegas, mandiri dan kuat walau semua orang di negri itu membencinya karena kesalahan mendiang ayahnya.


"Apa alasannya kau tidak mau berteman denganku?"


"Tidak mau saja." Gadis itu bicara tanpa melihat ke arah Asteorope, bahkan raut wajahnya begitu datar.


"Tuan, maaf...nona saya sudah mengatakan bahwa dia tidak mau tuan mengganggunya." kata Doris pada Asteorope, namun pria itu tetap saja bicara pada Roselia. Mengajukan pertanyaan pertanyaan yang tidak penting untuk Roselia.


Bahkan Asteorope mengikuti Roselia dan Doris berbelanja, lalu mereka berakhir di restoran. Asteorope ikut makan bersama kedua wanita itu.


"Nona Roselia, kau tinggal dimana? Apa boleh aku berkunjung ke rumahmu? Lalu apakah aku--"


"Tenanglah nona, aku kesini hanya untuk makan...jangan marah-marah, nanti kau cepat tua." Tanpa tau malu, Asteorope memakan makanannya di meja tempat Roselia dan pelayannya duduk.


"Hey kamu--hmph---"


Asteorope langsung membungkam mulut Roselia dengan daging goreng yang ada di atas piring milik gadis itu. "Makanlah! Atau makanannya akan segera dingin!"


Gadis itu mengunyah daging yang disuapkan ke mulutnya. "Katanya daging disini enak, bagaimana?"


"Ehm...enak." jawab Roselia jujur.


"Sudah kuduga kalau Peter tidak salah memilih tempat makan, hahaha."


Apa-apaan dia? Kenapa dia terus menganggu nona? Doris mendelik sinis ke arah Asteorope yang terus menganggu nonanya.


"Peter Van Houten," gumam Roselia dengan suara pelan.


Jika benar orang itu, berarti benar pria yang ada di hadapanku ini adalah Pangeran kedua dari kerajaan Albarca.


Asteorope langsung menatap ke arah Roselia dengan bingung. "Kau bilang apa?"


"Tidak apa-apa," jawab Roselia sambil memakan makanannya dengan santai.


"Oh ya, apa kau sudah punya kekasih?"


"Hey tuan! Anda tidak boleh bertanya tidak sopan begitu pada nona saya," hardik Doris pada Asteorope.


Roselia cuek saja, dia berpura-pura tidak tahu tentang identitas Asteorope yang sebenernya adalah seorang pangeran. "Bagaimana bisa seorang putri penjahat yang dibenci oleh semua orang mempunyai kekasih?" wanita itu malah balik bertanya dengan cueknya.


Ya, semua orang memang sudah tau identitas Roselia. Tidak ada yang tidak tahu dirinya di negeri itu, karena ayahnya yang dikenal sebagai seorang penjahat. Maka dia pun jadi ikut dibenci oleh semua orang disekitarnya. Bahkan dia tidak punya teman.


Jika ia Roselia yang asli didalam novel, ia tidak akan pernah pergi keluar rumah karena takut dengan semua orang. Tapi Roselia yang ini bukanlah Roselia lemah dan penakut dengan tatapan seorang orang. Namun dia adalah Ariana, jelas mereka berbeda.


"Maaf jika pertanyaanku menyinggungmu." Pria itu terlihat merasa bersalah setelah menanyakan hal-hal yang bersifat pribadi kepada gadis itu.


Astaga, apa yang sudah ku katakan kepadanya? Seharusnya aku tidak bertanya seperti itu, kelihatannya dia tersinggung dengan ucapanku. Melihat semua orang menatapnya dengan tatapan yang begitu tajam, walaupun wajahnya terlihat tegar saat ini... tapi hatinya terluka. Persis seperti diriku.


Tiba-tiba saja Roselia beranjak dari tempat duduknya, dia mengajak Doris untuk pergi dari sana dan segera membayar makanannya saja. Doris pun paham dan mengikuti perintah nonanya.

__ADS_1


"Tunggu! Kau belum menghabiskan semua makananmu! Mana bisa kau pergi begitu saja?"


"Maaf, tapi aku sudah kenyang dengan melihat wajah menyebalkanmu itu. Doris, ayo pergi!"


Huh, lebih baik aku menghindar darinya. Wajah polosnya itu hanya kedok, sebenarnya dia adalah pangeran gila.


"Hey! Jangan marah!" Asteorope melihat Roselia dan Doris buru-buru pergi dari sana, mereka menuju ke loket pembayaran. Namun ternyata makanannya sudah dibayar.


"Siapa yang bayar?" tanya Roselia.


"Tuan yang duduk bersama kalian berdua," ucap kasir itu pada Roselia seraya menunjuk ke arah Asteorope yang sudah berdiri di belakang mereka berdua.


"Kau..." Roselia menatap tajam pada pria yang membuatnya kesal itu.


Asteorope hanya tersenyum lembut, dia tidak peduli dengan reaksi penolakan dari Roselia yang keras padanya.


"Sebenarnya apa maumu?!" Bentak Roselia pada Asteorope begitu sampai didepan restoran.


Sana ganggu saja Stella jangan aku.


"Aku kan sudah bilang, aku ingin berteman denganmu." Pria itu mendekatkan wajahnya pada Roselia. Hingga hanya tinggal beberapa centimeter lagi, wajah mereka bersentuhan.


"Aku kan sudah bilang aku tidak mau."


Ketika Asteorope membantu Doris membawakan barang belanjaan, Asteorope terus mengoceh dan Roselia terus abai.


Setelah itu, berawal dari rasa penasaran dan menjadi cinta....


#End flashback.


Ariana telah sampai didepan sana bersama Cain. Rakyat dan semua tamu undangan yang hadir di dalam acara sakral tersebut, sangat mengagumi pernikahan Asteorope yang tidak memandang kasta dan pesta ini adalah pesta rakyat.


Tidak peduli biaya berapapun yang dikeluarkan, Asteorope mengadakan pesta rakyat tersebut. Mereka sangat bangga kepada Raja dan calon ratu mereka yang baik hati, tidak membebankan kepada Rakjat kecil. Itu karena Asteorope sudah berjanji akan mensejahterakan rakyatnya. Walaupun ada orang miskin, tapi Asteorope tidak akan membiarkan ada Rakyatnya yang mengemis.


Lapangan pekerjaan akan dia buka untuk orang-orang yang mau berusaha! Istilahnya damai dan sejahtera.


Dan disisi lain terlihat 4 orang pria yang juga menyaksikan pernikahan itu. Mereka adalah Gerry, Rowan, Anthony dan Erik.


"Wah... Baginda raja akan segera menikah." ucap Antony seraya melihat Ariana dan Asteorope disana.


"Cepat sekali dia melupakan guru Jackie Chan!" celetuk Gerry merasa dikhianati, ia tak menerima karena Asteorope akan menikah lagi dengan Ariana dan semudah itu ia melupakan Roselia.


"Ah...aku juga sangat kecewa, apalagi mempelainya mirip dengan nona kita. Apa Baginda raja menikahinya karena wanita itu mirip dengan nona Jachan?" Erik bertanya-tanya.


Pernikahan pun dimulai, diawali dengan khutbah sang pendeta. Kemudian janji suci akan dibacakan sebagai mengikat hubungan Ariana dan Asteorope.


"Maka tibalah saatnya untuk meresmikan perkawinan saudara. Saya persilahkan saudara masing-masing menjawab pertanyaan saya. Baginda Raja Asteorope Galvan Albarca, maukah saudara menikah dengan Ariana Moane Alvra yang hadir di sini dan mencintainya dengan setia seumur hidup baik dalam suka maupun dalam duka?"


"Saya bersedia." jawab Asteorope penuh keyakinan dan mantap.


"Ariana Moane Alvra, maukah saudara menikah dengan Baginda Raja Asteorope Galvan Albarca yang hadir di sini dan mencintainya dengan setia seumur hidup baik dalam suka maupun dalam duka?"


"Saya bersedia." jawab Ariana seraya tersenyum bahagia.


Kemudian mereka pun mengucap sumpah pernikahan.


"Ariana Moane Alvra, saya memilih engkau menjadi istri saya. Saya berjanji setia kepadamu dalam untung dan malang, di waktu sehat dan sakit dan saya mau mencintai dan menghormati engkau seumur hidup.” ucap Asteorope sambil mengangkat tangannya seolah bersumpah.


"Asteorope Galvan Albarca, saya memilih engkau menjadi suami saya. Saya berjanji setia kepadamu dalam untung dan malang, di waktu sehat dan sakit dan saya mau mencintai dan menghormati engkau seumur hidup.”


"Dengan ini kalian resmi menjadi pasangan suami-istri!" ucap si pendeta seraya tersenyum.


Kini Asteorope dan Ariana telah resmi menjadi pasangan suami istri, Asteorope memberikan kecupan singkat di kening dan bibir Ariana. Semua orang pun bertepuk tangan dengan riuh, seakan ikut bahagia dengan pernikahan mereka.


Ariana juga dinobatkan menjadi ratu dan di pakaikan mahkota ratu oleh sang Raja dan penasihat Raja yaitu Sander.


Prok! Prok! Prok!


"Selamat Yang Mulia Raja, Yang Mulia Ratu!"


"Panjang umur! Hidup Albarca! Hidup Baginda Ratu dan Baginda Raja."


Sorak sorai terdengar ramai dari para rakyat Albarca. Semua mengagumi ratu baru mereka yang baik mengambil hati rakyat dalam waktu satu Minggu. Cantik, cerdas, menarik, baik hati dan pemberani. Itulah Ariana Moane Albarca. Langit yang cerah pun seakan mendukung pernikahan ini dan menjadi saksi pernikahan mereka.


Dari kejauhan Cain menangis melihat kebahagiaan Ariana. Namun tak lama kemudian ia kembali batuk-batuk dan mengeluarkan darah. "Uhuk...uhuk..." Cain segera menutup mulutnya itu dengan sapu tangan.


Semoga tidak ada yang menganggu kebahagiaan kalian, semoga kalian selalu bersama selamanya tanpa ada hambatan.


...****...


Hai Readers makasih dukungan kalian dan yang masih baca sampai sejauh ini ❀️❀️ 😘❀️☺️ lope lope untuk kalian semua...

__ADS_1


Spoiler bab berikutnya...


"Kau Roselia? APA ITU BENAR?!" sentak seorang pria ditengah perjamuan pernikahan Raja dan Ratu Albarca itu. Atensi semua orang jadi tertuju padanya.


__ADS_2