I'Ll Became A Villain'S Daughter

I'Ll Became A Villain'S Daughter
Bab 132. Stella berusaha mengambil hati


__ADS_3

...๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€...


Mikhael tertegun ketika dia melihat nama yang ada di undangan itu. Baru 4 bulan Roselia dinyatakan meninggal dunia, Asteorope sudah memiliki kekasih dan akan segera menikah dengan wanita yang tidak diketahui asal usulnya. Mikhael yang penasaran, menyelidiki asal-usul Ariana dari Pierre dan orang kepercayaannya itu menjelaskan bahwa asal usul Ariana tidaklah jelas.


Dia bukan seorang putri ataupun anak bangsawan, dia juga bukan rakyat dari negeri manapun. Mikhael terheran-heran saat mendengarnya. Bukankah Asteorope sangat mencintai Roselia hingga ia pernah mengatakan bahwa dia tidak akan pernah menikah dengan siapapun dan tidak akan pernah menikah untuk selama-lamanya. Tapi apa ini? Tiba-tiba saja undangan pernikahan? Mikhael Tak habis pikir bagaimana bisa Asteorope semudah itu berpaling dari Roselia.


Berita tentang pernikahan Raja Albarca telah tersebar ke seluruh negeri. Setiap kerajaan di benua itu mendapatkan undangan dari Asteorope. Menurut kabar yang beredar pesta itu akan diselenggarakan secara besar-besaran, bersamaan dengan pesta rakyat yang akan diadakan pada hari itu juga.


Namun identitas Ariana belum ada yang tau jelasnya. Hanya orang-orang terdekat saja yang mengetahui identitasnya sebagai putri Cain, si penyihir agung.


Kabar tentang pernikahan Ariana dan Asteorope, juga terdengar ke telinga Stella. Annie yang menyampaikan berita itu kepadanya. Seperti biasa, hari itu Stella baru saja selesai mengobati beberapa orang di balai pengobatan yang tak jauh dari istana Gamarcus.


Sebagai seorang Ratu dan Saintess, Stella memang sangat dihormati oleh orang-orang di sekitarnya. Tapi sebagai seorang istri dia sama sekali tidak mendapatkan hormat maupun harga diri dari suaminya.


"Apa? Raja Albarca akan segera menikah?" tanya Stella kepada Annie. Mereka berdua dalam perjalanan menuju kembali ke istana.


"Ya Yang Mulia, kabarnya pernikahan besar-besaran itu akan dilakukan dua hari lagi."


Stella menyunggingkan senyuman tipis di bibirnya, tapi matanya terlihat sedih. "Hah! Lihatlah, bahkan Raja Albarca saja sudah menemukan pengganti wanita sialan itu, tapi kenapa Yang Mulia raja masih belum bisa memberikan hatinya untukku? Padahal aku sudah lebih dari segalanya. Aku adalah wanita yang selalu berada di sisinya ketika dia terpuruk, tapi dia selalu saja memikirkan wanita itu!"


Sebenarnya Annie sudah sering mendengar Stella mengelus dan ia juga tidak suka karena Stella terus-terusan saja mengeluh tanpa berusaha untuk meluluhkan hati Mikhael. Bagaimana bisa Mikhael jatuh cinta padanya bila ia sendiri tak bisa menjaga sikap emosionalnya itu?


Mungkin semua orang tahu Stella sebagai malaikat, tapi sebenarnya dia tidak seperti itu. Annie tau benar bagaimana jahatnya Stella. Annie pernah dijadikan kambing hitam oleh Stella saat itu. Namun ia tetap bertahan disisi Stella dan menjadi orang kepercayaannya karena dia membutuhkan seseorang untuk menopang hidupnya, Stella adalah orang yang tepat untuk itu apalagi posisinya adalah seorang Ratu.


"Annie, menurutmu apa yang harus aku lakukan? Segala cara telah kulakukan untuk mendapatkan hatinya, bahkan kecantikanku saja tidak cukup untuk menggoyahkannya!" Stella kembali panik, bahkan terkadang Dia meminum obat anti depresi yang diberikan oleh salah satu tabib istana.


Ia stress dengan suaminya yang terus mengabaikan dirinya. Stella akui, ia memang jahat. Namun dia sangat mencintai Michael dengan tulus.


"Yang Mulia, saya sudah pernah menyarankan kepada anda untuk mencoba mengambil hati Baginda Raja dan menekan emosi anda."


"Hah? Emosi? Jadi maksudmu aku ini pemarah?" Stella tersenyum sinis.


"Yang Mulia, maafkan saya karena saya hanya memberikan saran saja. Maaf bila kata-kata saya menyinggung anda." Annie memohon maaf seraya menundukan kepalanya.


"Jadi menurutmu aku harus sedikit mengurangi emosiku? Lalu bagaimana caranya aku bisa merebut hati yang mulia? Kau ada cara?" tanya Stella yang suaranya kini mulai melembut.


Annie tersenyum, kemudian dia mengatakan cara-cara dan saran untuk Stella mengambil hati Michael. Annie mengatakan pada Stella untuk menyiapkan apa yang disukai oleh Baginda Raja, melakukan apa yang di sukainya juga. Terutama memberikan perhatian-perhatian kecil dan intinya dia harus menekan emosi agar Michael simpati padanya dan mulai jatuh cinta padanya.


Baiklah, Stella akan mencoba saran dari Annie untuk meluluhkan hati Mikhael.


****


๐ŸAlbarca, taman belakang istana utama๐Ÿ


Javier dan Ariana tengah duduk berhadapan di kursi yang ada disana sambil menikmati secangkir teh yang ada di atas meja. Javier mengusap keringat di wajahnya karena dia baru saja selesai berlatih pedang dengan Theo.


"Javier, aku ingin bertanya sesuatu padamu."


"Apa? Katakan saja."


"Eungh--apa kau miliki seseorang yang kau suka?" tanya Ariana pada Javier seraya menatapnya dengan serius. "Jawab yang jujur!"


"Ada."


Ariana terdekat dan matanya langsung berbinar-binar ketika mendengar jawaban dari Javier.


"Oh! Benarkah? Siapa itu? Apa salah satu dari dayang istana ini, ataukah ada yang lain?" tanya Ariana antusias.

__ADS_1


"Ya, itu kau."


"Apa? Javier, aku sudah menganggapmu seperti kakakku sendiri dan aku juga akan segera menikah!" cetus Ariana dengan kening berkerut.


"Tenang saja, aku juga tidak memiliki perasaan untuk merebutmu darinya. Bukankah tadi kau yang bilang sendiri bahwa aku harus jujur. Jadi aku jujur saja." kata pria itu dengan santainya.


"Huh! Kau ini," Ariana menggeleng-gelengkan kepalanya kemudian ia mengambil cangkir dan menyeruput teh yang ada di sana.


"Kenapa kau tidak mencoba mencari wanita lain saja? Banyak wanita cantik di istana ini,"


"Tapi tidak ada yang secantik dirimu.'' puji Javier pada Ariana sambil tersenyum. Pujian itu tulus dari dalam lubuk hatinya karena memang Javier hanya melihat Ariana sebagai wanita yang tercantik. Wanita lain hanya rempeyek saja untuknya.


"Javier..." lirih Ariana seraya menatap sendu ke arah Javier.


"Perasaan ini belum bisa aku hilangkan sepenuhnya. Tapi, kau seharusnya senang bukan? Karena aku sudah menerima tawaran ayahmu untuk menjadi anak angkatnya, artinya aku adalah kakakmu!"


Ya, beberapa hari yang lalu Javier mendapatkan tawaran dari Cain untuk mengangkatnya sebagai seorang anak dan juga Kakak dari Ariana. Awalnya Javier tidak setuju dan menolaknya, akan tetapi mungkin luka hatinya akan terobati dengan mempunyai sebuah keluarga apalagi seorang ayah. Selama ini Javier tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah dan ibu sepenuhnya.


Bahkan ibunya adalah seorang penyihir hitam dan psikopat yang jahat, ia selalu menyiksa Javier. Sampai sampai Javier membunuhnya dan menjadikan jenazah ibunya sebagai patung. Dan yang lebih parah lagi mental Javier terganggu, akhirnya dia tumbuh menjadi pribadi yang obsesif dan menjadi psikopat. Tapi pada akhirnya pertemuan ia dengan Roselia mengubah segalanya, itu karena kekuatan cinta.


Dan ya, siapa yang tahu bahwa Cinta dari keluarga akan membuat Javier sembuh dari luka hatinya. Javier akan mencoba berlapang dada untuk melepaskan nariana dan menerima gadis itu sebagai adik angkatnya.


"Ya, kau tahu kan kalau sekarang kau adalah kakakku dan aku senang kau menjadi kakakku. Javier aku harap, Kok bisa bertemu dengan wanita yang kau cintai dan menjalin hubungan dengannya." Ariana berdoa dengan tulus untuk kebahagiaan Javier, agar pria itu bisa menemukan penggantinya secepatnya.


"Terima kasih atas doamu, adik. Tapi sepertinya menemukan wanita seperti dirimu di dalam kehidupan ini sangat sulit. Semoga saja, aku bisa bertemu dengan wanita yang sama sepertimu lagi." Begitulah harapan Javier, ia berharap agar dirinya bisa bertemu kembali dengan sosok wanita seperti Ariana. Wanita kuat, penuh pesona, tidak takut apapun, cerewet dan hanya satu-satunya.


"Haha... tentu saja kau akan sulit bertemu dengan wanita sepertiku karena aku limited edition dan hatiku hanya untuk As seorang." Ariana terkekeh mendengar penjelasan dari Javier.


"Benar, karena kau adalah spesies yang langka. Seperti ular setengah kucing misal?"


"Apa?"


"Sepertinya keputusanku sudah tepat untuk mengangkat Javier sebagai anak, Ariana jadi memiliki seorang kakak."


"Benar tuan," jawab Theo yang kebetulan sedang berada di belakang Cain.


"Dengan begitu aku bisa meninggalkan dunia ini dengan tenang nantinya." gumam Cain pelan yang masih terdengar oleh Theo, namun Theo tidak bertanya dan memilih mencerna kata-kata Cain sendiri.


Kenapa tuan Cain berbicara seolah-olah dia akan pergi dari dunia ini? Ah tidak mungkin! Theo, apa yang kau pikirkan? Kekuatan tuan Cain memang menghilang, tapi...


"Uhuk...uhuk..." Cain batuk-batuk, lalu dia menutup perutnya dengan tangan dan terlihat ada darah di sana. Cain buru-buru pergi meninggalkan tempat itu, dia tidak mau ada orang yang tahu bahwa dia sedang sakit.


Kekuatannya perlahan-lahan semakin melemah, Cain mulai berpikir bahwa usianya tidak lama lagi. Aragon mungkin berbuat licik dengan tidak mengambil setengah usianya saja ,tapi juga mengambil sesuatu yang lain dari tubuh Cain, membuat kondisi tubuhnya semakin memburuk.


****


Istana Raja, Gamarcus.


Stella tengah berjalan menuju ke kamar suaminya, ia selesai berdandan cantik, ia menggunakan pakaian tipis untuk menjalankan aksinya merebut hati Michael. Tak lupa ia membawakan cemilan dan teh hangat untuk menemani malam mereka.


Ia akan pastikan bahwa malam ini, Michael akan luluh padanya. Namun Annie kembali mematahkan argumennya itu, bahwa perasaan seseorang tidak mudah dibalikkan semudah membalikan telapak tangan. Semuanya perlu proses dan juga waktu, maka perasaan Michael juga tidak akan berubah dalam waktu semalam hanya karena perhatian Stella.


"Yang Mulia Ratu," sapa beberapa pengawal yang berjaga di depan kamar Michael.


"Apakah Baginda raja ada di dalam?" tanya Stella seraya tersenyum dan menunjukkan keramahannya di depan semua orang.


"Yang Mulia, baginda sedang berada di istana mawar." jawab seorang pengawal yang membuat Stella geram sampai dia mengepalkan tangannya.

__ADS_1


Lagi-lagi Michael pergi ke istana mawar, istana megah yang dia buat untuk Roselia. Istana yang dulu ditinggali oleh Putri mahkota kerajaan itu.


"Yang mulia, saya mohon tenangkan diri Anda... lebih baik sekarang kita pergi ke istana mawar." Annie berbisik pada Stella mengingatkannya untuk tetap selalu menjaga ketenangannya.


Dia harus ingat poin penting bahwa image Stella adalah wanita yang lemah lembut dan penyabar.


"Baiklah, kalau begitu aku akan pergi ke istana mawar saja." Stella memasang senyuman palsu walaupun di dalam hatinya dia sangat sakit.


Para pengawal itu membungkukkan badan mereka dan melihat Stella dan Annie mulai menjauh. Ketika yakin bahwa kedua wanita itu telah menjauh. Para pengawal kembali menggosipkan Stella yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari Michael dan mereka juga membicarakan Raja mereka yang masih mencintai mantan Putri mahkota.


"Kasihan sekali ya Ratu kita, dia cantik dan dia juga baik hati. Tapi nasibnya dalam percintaan begitu malang."


"Benar, yang mulia Raja masih saja memikirkan mantan Putri mahkota yang telah tiada. Pasti di dalam hati yang mulia Ratu dia merasa sangat sedih."


"Kalau saja aku menjadi Raja, dicintai oleh wanita sempurna seperti Baginda Ratu... Aku tidak akan menyia-nyiakannya. Aku akan membahagiakan gadis yang sangat tergila-gila padaku." jelas seorang pengawal berkhayal.


"Hey, jangan bicara begitu!"


"Haha..."


Begitulah bagaimana para pengawal dan dayang istana membicarakan tentang nasib Stella yang malang. Meski dia seorang Ratu, tapi dia tak bahagia.


Akhirnya Stella sampai di istana mawar, istana yang sebenarnya sangat ia benci. Istana yang ia enggan masuk ke dalam sana karena semuanya disana tentang Roselia.


"Yang Mulia Ratu, maafkan saya...tapi Yang mulia berpesan bahwa beliau tidak mau diganggu." ucap seorang pengawal pada Stella begitu gadis itu berada di depan pintu kamar Roselia.


"Aku akan tetap masuk, aku adalah istrinya dan jika kau dimarahi. Aku yang akan bertanggungjawab." ucap Stella keras kepala. Ia sudah benar-benar tidak tahan dan kesal dengan Michael karena pria itu benar-benar mengabaikannya.


"Ta-tapi..."


"Apa kau akan melanggar perintah Ratu?" Annie bicara pada pengawal itu dan akhirnya membuat si pengawal terdiam.


Stella masuk ke dalam kamar itu sambil membuang nampan berisi cemilan dan juga secangkir teh. Sementara itu Annie berada di depan kamar tersebut bersama beberapa pengawal yang berjaga di sana.


"Ada apa kau datang kemari?" tanya Michael tak senang dengan kehadiran Stella disana. "Dasar para pengawal tak becus!" decih Michael kesal dengan pengawal yang tidak berhasil mencegah selalu masuk ke dalam sana.


"Yang Mulia jangan salahkan mereka, saya yang bersalah karena saya yang menerobos masuk ke dalam sini." kata Stella sambil menyimpan nampan itu ke atas meja.


"Lalu kau mau apa?"


"Yang Mulia, saya kemari ingin mengobrol bersama yang mulia. Tentang undangan ke Albarca, pernikahan raja Asteorope."


"Kenapa dengannya?"


"Tidak apa-apa, hanya saja dia adalah pria yang hebat sebab dia bisa melupakan masa lalu dan tidak berlarut-larut dalam kesedihan."


"Ratu, kau menyindirku?" tanya Michael sinis, ia langsung paham bahwa istrinya sedang menyindirnya saat ini.


"Tidak Yang mulia." Stella menyangkal, lalu ia membujuk Michael agar mau minum teh dan makan cemilan dengannya.


Mikhael bukannya orang yang tak punya hati, walaupun ia tak suka pada Stella. Tapi dia berusaha menghargainya, Michael memakan cemilan dan minum teh yang telah Stella siapkan untuknya.


Tiba-tiba saja, pandangan Michael menjadi kabur. Ia melihat Stella seperti Roselia. "Rose..."


"Iya ini aku sayang," sahut Stella sambil membelai pipi Michael.


Tubuh Michael memanas, ia yang sedang berada dalam pengaruh sesuatu. Akhirnya melewatkan malam penas bersama Stella untuk pertama kalinya.

__ADS_1


...*****...


__ADS_2