I'Ll Became A Villain'S Daughter

I'Ll Became A Villain'S Daughter
Bab 65. Hukuman


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Lihatlah dua wanita menyebalkan ini, beraninya mereka mengejek diriku. Rupanya mereka tak takut mati. Aku tau kalau orang jahat itu selalu lama matinya.


"Annie, apa yang kau lakukan? Cepat tundukkan kepalamu didepan Putri Mahkota!" titah Stella pada Annie yang tidak menghormati Roselia.


"Ah...baik nona, maaf karena saya lupa. Saya pikir wanita yang berada didepan saya ini adalah Roselia si babu, hehe." Annie terkekeh mengejek Roselia yang dulu pernah menjadi pembantu dan selalu di siksa di mansion Sullivan.


Hah! Rupanya kau masih menganggap diriku adalah Roselia yang dulu.


"Kemari KAU pelayan rendahan!" tatapan Roselia tajam, tangannya mengisyaratkan Annie untuk mendekat padanya.


"Saya, Yang Mulia?" tunjuk Annie pada dirinya sendiri, sambil menunjukkan senyum yang mengejek.


"Ya, KAU. Apa kau buta? Kau tidak lihat aku menunjuk ke arahmu?" tanya Roselia begitu retoris dan tajam pada Annie.


Annie mendekat ke depan Roselia, lalu tamparan keras mendarat dari tangan Putri Mahkota kerajaan itu kepada Annie.


Plakkk


"Yang Mulia, mengapa Anda--"


Plakkk


Dua kali tamparan didapatkan oleh Annie dari tangan Roselia. "Sialan! Tanganku perih dan sakit, terbuat dari apa wajah si Annie ini? Mungkin karena dia gemuk, maka dari itu kulitnya tebal. Ya, masuk akal juga haha."


Annie menatap murka pada Roselia sambil memegang kedua pipinya yang perih karena terkena tamparan Roselia.


Plakkk!


Untuk ketiga kalinya Roselia menampar pipi Annie dan kali ini wanita gemuk itu tersungkur ke lantai.


"Tatapan macam apa itu HAH? Apa kau mencoba melawan orang yang statusnya lebih tinggi darimu? Kau benar-benar manusia yang tidak tahu diri!" teriak Roselia emosi.


Annie menundukkan kepalanya, dia tidak berani menegakkan kepalanya lagi. Hanya menahan rasa marah yang bergemuruh didalam hatinya dengan satu tangan memegang pipinya yang kini sudah memar.


Sementara Stella diam saja melihat Annie diperlakukan seperti itu, sampai ia melihat seseorang di belakang Roselia tengah berjalan di lorong.


Tiba-tiba saja Stella berlutut di depan Roselia dan gadis itu sudah tau bahwa ini adalah tipu muslihatnya lagi. Roselia pikir hal seperti ini hanya di dalam drama saja, tapi melihat di aslinya Roselia merasa jijik.


"Yang Mulia, saya tau anda membenci saya tapi anda tidak boleh memperlakukan pelayan saya seperti ini!"


Oh drama apalagi ini? Siapa yang ada dibelakangku? Apa si Michael? Raja atau Ratu?


Roselia tidak BODOH, dia cukup peka dengan sikap playing victim ala Stella yang mengingatkannya pada sahabat lamanya di dunia nyata.

__ADS_1


"Oh...kalau begitu kau didik pelayanmu ini agar dia bisa bersikap sopan padaku," ucap Roselia tegas tanpa peduli siapa yang ada dibelakangnya. Yang dia rasakan dan dia inginkan, dia tak mau ditindas.


Tiba-tiba saja Annie mendongakkan kepalanya, lalu dia menatap Roselia dengan tajam."Didik? Bukankah seharusnya kau yang harus di didik Roselia? Kau tidak sadar kalau kau bisa naik ke posisi ini karena keluarga kerajaan yang bodoh memilihmu sebagai anggota keluarga MEREKA."


Hah! Apa yang baru saja kukatakan? Kenapa aku mengatakan itu?. Annie langsung menutup mulutnya sendiri, dia juga kaget kenapa dia bisa mengatakan apa yang ada didalam hatinya.


Stella langsung melotot ke arah Annie, niatnya menjatuhkan Roselia malah membuat mendorong mereka ke dalam jurang karena Michael dan Ratu mendengar ucapan Annie.


"Berani sekali kau menghina keluarga kerajaan dengan sebutan BODOH?" suara Michael terdengar menggelegar, pria itu sudah berdiri di tengah-tengah antara Roselia dan Stella.


"Yang Mulia...sa-saya..." Annie membeku, dia tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi pada dirinya sendiri.


Tanpa mereka sadari Javier berada di sekitar sana, jarinya yang mengeluarkan sinar hitam menunjuk-nunjuk pada Annie dan Stella dari kejauhan. "Wanita-wanita busuk, kenapa kalian selalu menganggu si bar-bar?" gerutu Javier sambil tersenyum menyeringai.


"Beraninya kau! Nona Volton, apa dia adalah pelayanmu?" tanya sang Ratu yang emosi menatap Stella.


"I-itu saya--" Stella tergagap, dia seperti kepergok melakukan sesuatu yang fatal.


Sialan kau Annie! Bukannya membantuku untuk menindas si Roselia, tapi dia malah memperparah keadaan!


Kelakuan Annie dan Stella membuat Michael semakin bersimpati dan berempati kepada tunangannya itu, sebab dari informasi yang dia ketahui tentang Roselia. Gadis itu memang selalu ditindas dan mungkin salah satu pelayan gendut ini adalah orang yang menindasnya juga karena dia adalah seorang putri dari penjahat negeri itu.


"Hey! Siapa namamu?" Michael bertanya dengan sinis pada Annie.


"ANNIE!"


Michael tercengang marah begitu mendengar nama Annie disebut. Lalu dia berbisik pada Pierre yang berdiri di belakangnya. "Apa benar pelayan yang selalu menyiksa Putri Mahkota di mansion terkutuk itu adalah Annie? Atau aku salah?"


"Saya yakin namanya Annie, Yang Mulia." sahut Pierre yakin tanpa ragu. Informasi yang dia dapatkan tidaklah salah, dari ciri-cirinya gemuk dan memiliki tahi lalat di bawah hidung, sudah jelas dia Annie. Jangan lupakan bahwa Pierre memiliki ingatan bagus dan juga cepat tanggap dalam hal menangkap informasi, apalagi informasi penting.


"Yang Mulia Ratu, Yang Mulia Putra Mahkota, saya harus bagaimana menghukum mereka yang sudah berani menghina keluarga kerajaan?" tanya Roselia pada Ratu dan Michael yang terlihat begitu marah dengan perkataan Annie.


"Sesuai hukum istana, dia harus dipenggal." lirik Ratu pada Annie dengan tajam.


Tidak mau ikut-ikutan, Stella langsung bangkit dari duduknya. Dia membersihkan gaunnya yang kotor karena debu di lantai itu. "Annie, sudah kukatakan padamu untuk bersikap sopan dan tau batasanmu!"


Roselia dan Doris sungguh tertawa dalam hati melihat betapa munafiknya Stella yang tidak mau terbawa-bawa oleh kesalahan Annie.


"Yang-Yang Mulia Putri Mahkota, saya mohon maafkan kesalahan saya!" Annie bersimpuh di bawah kaki Roselia, dia bahkan meremass kuat gaun yang dipakai oleh gadis itu.


"Aku bisa menerima kalau kau hanya menghinaku saja, tapi aku tidak bisa menerima kau menghina keluarga kerajaan. Aku tidak bisa memberikan maaf padamu," Roselia menggelengkan kepalanya dan berkata dengan tegas.


Roselia pun meminta pada Ratu dan Michael untuk menghukum Annie dengan caranya. Daripada dipenggal, Roselia lebih memilih hukuman cambuk. Michael dan Ratu mengabulkan permintaan Roselia dan dia sendiri yang mencambuk Annie.


Tubuh si pelayan menyebalkan itu gemetar hebat, begitu para pengawal membawanya ke halaman istana. Dimana semua orang melihatnya, melihat bagaimana dia dihukum oleh Roselia karena kekurangajarannya dalam bicara dan bersikap. Disaat Annie akan menjalani hukumannya, Stella malah menghindar dan tidak berkedip sedikitpun.

__ADS_1


Nona kenapa anda tidak membantu saya?


Annie dibawa ke tengah-tengah, tangan dan kakinya diikat, dia dibaringkan diatas papan dengan kondisi tengkurap. Sedangkan Roselia bersiap-siap memukul Annie dan dia membawa cambuk ditangannya.


"Mulai, Putri Mahkota!" ujar Michael pada Roselia.


Silahkan kau tumpahkan semua kemarahanmu.


Dengan rasa marah membuncah, Roselia mencambuk punggung Annie tanpa ampun. Jeritan jeritan lolos dari bibir Annie, sekarang baju bagian belakang Annie sudah berdarah-darah. Bahkan butiran bening jatuh dari matanya, mengalir deras.


Ctaas!!


Ctaas!!


"AKHHH!! AKHHH!!"


Kau sudah menyakiti Roselia yang baik lebih dari ini. Ini belum seberapa dibandingkan penderitaannya dari kecil.


Ctaas!!


Ctaas!!


Sudah 10 kali Roselia mencambuk Annie, wanita itu sudah lemah dan tak berdaya. Semua orang yang melihatnya menjadi ngeri. Sampai akhirnya dia lelah dan tangannya sendiri yang terluka.


"Putri Mahkota, sudah hentikan!" seru Michael seraya menghampiri Roselia dan langsung memegang tangan gadis itu.


Javier juga hendak menghampiri Roselia, namun ia sadar diri disana ada Michael.


Roselia masih menatap Annie dengan marah, lalu dia menepis tangan Michael yang memegangnya. Tiba-tiba saja bayangan Roselia kembali muncul di sampingnya.


Terimakasih Ariana.


...****...


Spoiler berikutnya...


"Setiap orang memiliki luka Tuan Javier... aku tau ada sebabnya mengapa dirimu berbuat demikian. Tapi jangan sampai luka menjadikanmu sebagai orang jahat dan menyalahkan dunia ini. Bukan dunia yang salah tapi kau tidak mau berubah, jika kau mau berubah pasti kau akan menemukan kebahagiaanmu."


"Kau benar Putri Mahkota, mungkin aku bisa bahagia."


"Ya baguslah, jadi kau hiduplah bahagia mulai sekarang dan jangan membunuh lagi!" Roselia tersenyum senang mendengar jawaban Javier.


"Kau yang harus mengajarkanku untuk bahagia."


...****...

__ADS_1


__ADS_2