
...🍀🍀🍀...
Istana Raja Gamarcus.
Terlihat Michael sedang merenung sendirian di dalam kamar yang dulu di tempati oleh Roselia dalam keheningan malam. Seperti biasanya dia memilih tidur sendiri dan selalu menghindari malam pertama bersama Stella.
Stella memang telah menjadi istrinya, tapi hati Mikhael hanya untuk Roselia. Wanita yang telah tiada di Albarca. Sepeninggal Roselia, Mikhael berubah menjadi raja yang tidak punya hati. Apapun yang terjadi, dia selalu main hukum dan tanpa ampun. Dia juga mengabaikan Stella sebagai istrinya dan hanya memanfaatkannya saja sebagai ibu negara.
Ketika Mikhael tengah duduk di atas ranjang, ia melihat bayangan Roselia disana dan ia teringat salah satu momen saat bersama Roselia di kamar dan ranjang itu.
#FLASHBACK
Roselia sungguh kebingungan karena Michael yang selalu marah-marah padanya, sekarang tiba-tiba saja dia bersikap lembut padanya ketika dia sedang sakit.
"Apa anda sakit yang mulia?" Kening Roselia berkerut, dia memicing menatap pria itu.
"Apa maksudnya? Kau kan yang sakit, kenapa jadi tanya padaku?" Michael bertanya balik padanya.
"Anda tiba-tiba bersikap baik padaku, pasti anda sedang sakit! Atau...kau bersikap baik padaku karena aku sedang sakit dan kau kasihan padaku?" tebak Roselia pada sikap Michael saat ini.
"Apa kau pikir aku bersikap seperti ini karena aku kasihan padamu?"
"Aku pikir begitu, lagipula... Apa yang membuat pria keras kepala seperti dirimu peduli padaku?"
"Hah! Ya baiklah terserah padamu saja." Michael menghela nafas panjang lalu dia mengusap pelan rambut pirang Roselia. Gadis itu menampik tangan Michael, matanya terlihat tidak senang dengan sentuhan Michael.
Terlihat juga raut kekecewaan di wajah Michael saat Roselia menampik tangannya. "Sepertinya yang mulia lupa, bahwa kita hanya melakukan kontak fisik saat diperlukan. Dan saat ini kontak fisik tidak diperlukan, aku akan memaafkan kau yang sudah memelukku." ucap Roselia dingin.
Hati Michael terluka dengan sikap dingin gadis itu dan juga perkataannya. Padahal dulu dia sering berdebat dengan Roselia dan tidak masalah dengan semua sikap yang ditunjukkan oleh gadis itu dia tak peduli. Tapi kenapa sekarang rasanya sakit?
Setelah itu tabib datang dan memeriksa kondisi Roselia. Dia mengatakan bahwa Roselia perlu banyak istirahat dan meminum vitamin penambah darah, juga menghindari stress. Mendengar semua penjelasan tabib, Michael pun memerintahkan Pierre untuk membawa banyak vitamin penambah darah dan dia juga melarang Roselia untuk melakukan aktivitas berlebihan.
Bahkan ia juga melarang pada gadis itu untuk ikut menyambut raja Albarca dan beristirahat saja di dalam kamarnya. Sementara Roselia tertidur di ranjang Michael, pria yang memiliki status tinggi di kerajaan Gamarcus itu malah tidur di sofa kamar tersebut.
"Sebaiknya aku kembali saja ke kamarku," ucap Roselia seraya beranjak dari tempat duduknya.
Mana mungkin aku membiarkan calon penguasa negeri ini tidur di sofa. Yang ada aku dihukum mati nantinya.
Michael langsung beranjak dari sofanya lalu dia mendekati Roselia, matanya menatap tajam gadis itu. "Mau pergi kemana kau dengan kondisi seperti ini? Jangan membantah dan tidurlah dengan tenang!"
"Tapi kau bagaimana yang mulia? Masa kau harus tidur di sofa?" tanya Roselia dengan kening berkerut. Setahunya di dalam novel, Michael bukanlah orang yang mementingkan perasaan orang lain dan dia lebih cenderung egois. Dia hanya memikirkan perasaan Stella, wanita yang ia cintai dan ia junjung tinggi. Jadi, mana mungkin dia akan begitu peduli padanya yang bukan siapa-siapa.
"Jadi--kau mau aku tidur bersamamu diranjang ini?" tanya Michael seraya menunjuk pada ranjang yang sedang diduduki oleh gadis itu.
"Tidak! Jelas saja tidak mau!" Gadis itu menggelengkan kepala dan memberikan reaksi bantahan.
"Kalau begitu ya sudah ,tidur saja dengan tenang dan aku akan tidur disana! Paham?" kata Michael dengan suara meninggi, kemudian pria itu berjalan kembali ke arah sofa dan meninggalkan Roselia yang tampak bingung di sana.
Astaga... apa dia benar-benar Michael tempramental ya aku kenal? Mana mungkin dia mau menyerahkan ranjangnya untuk aku tiduri. Michael... tidak mungkin kau jatuh cinta kepadaku bukan?
Kini dugaan Roselia tentang sikap Michael kepadanya mulai mengarah pada kata cinta. Mungkinkah pria itu telah jatuh cinta padanya dan bukan jatuh cinta kepada Stella si pemeran utama?
"Kenapa kau diam SAJA? TIDUR!" bentak Michael yang membuat Roselia tersadar dari lamunannya.
"Cih! Dasar temperamental!" gerutu Roselia lalu menarik selimutnya dengan kesal. Setelah melihat gadis itu tertidur, Michael tersenyum dan pergi tidur juga.
Michael pun tertidur sambil melihat Roselia yang pulas. Ia telah jatuh cinta padanya bahkan sebelum itu. Sejak panggilan monyet iblis, pertemuan pertama yang sangat berkesan di dalam hatinya dan ingatannya.
#END FLASHBACK
"Rose....kamar ini tidak pernah berubah sama sekali dan hanya aku saja yang masuk kesini. Kenapa kau belum kembali juga? Aku menunggumu, sayang." Mikhael terisak melihat lukisan Roselia yang terpajang di dinding.
__ADS_1
Mikhael masih berharap bahwa Roselia kembali padanya dan hidup menjadi permaisuri di dalam hatinya.
"Yang Mulia, saya disini...saya tidak pergi kemana-mana. Saya bersama Yang Mulia." tiba-tiba saja Roselia berada disampingnya, Mikhael melihat gadis itu lalu tersenyum padanya.
"Rose..."
"Jangan bersedih, mari kita tidur bersama...ayo!" ajak Roselia seraya tersenyum pada Mikhael.
Hati Mikhael terenyuh melihat gadis itu. Kemudian dia merebahkan tubuhnya diatas ranjang.
"Tidurlah...aku akan disini."
"Jangan pernah pergi Rose, jangan..."
Pria itu pun tertidur dalam keadaan yang menyedihkan. Kesepian dan sendirian. Roselia yang ia lihat hanyalah ilusinya saja.
****
Sementara itu Stella marah-marah di kamarnya, istana Ratu yang menyedihkan untuknya. Didepan para pelayan, Stella bersikap baik sedangkan di belakang pelayan kecuali Annie, dia menunjukkan sifat aslinya.
"SIALAN! wanita jalangg itu sudah mati, tapi tetap saja dia menghantui hidupku! Maumu apa Roselia??!" Stella berteriak histeris, ia melempar semua barang-barang di atas meja riasnya.
"Apa gunanya semua kemewahan ini? Apa gunanya posisi Ratu? Bila Mikhael sama sekali tidak mencintaiku?! Apa gunanya? Apa artinya kalau aku tidak mendapatkan cintanya? Tujuanku menjadi ratu adalah karena aku ingin cintanya!" seru Stella sakit hati, sambil terisak sedih.
"Yang Mulia, saya mohon tenanglah...nanti pengawal di depan akan mendengarnya, ini tidak baik untuk reputasi Yang Mulia!" Annie mencoba menasehati Stella dan menjaga imagenya sebagai seorang Ratu.
"Pergilah dari sini Annie! Aku ingin sendiri, pergilah!" titah Stella pada Annie, dayang setianya. Saat ini ia butuh sendirian. Suaminya yang masih mencintai orang mati, ternyata telah melukai hatinya cukup dalam.
"Saya akan berada di depan pintu, Yang Mulia Ratu, jika anda membutuhkan saya...anda bisa memanggil saya." ucap Annie seraya menatap Stella dengan miris.
Ratu sangat cantik, dia juga baik, tapi kenapa Yang Mulia Raja sama sekali tidak bisa melihatnya.
"Ya."
Tapi nyatanya Stella seperti orang gila didalam sana, dia tertawa dan menangis seperti orang kehilangan akal.
Dia menusuk-nusukan jarum ke gambar Roselia dan merobek-robeknya. "Kau sudah mati, tapi kenapa kau masih ada di dalam pikirannya hah? Kenapa kau masih menghantui suamiku? KENAPA kau tidak pergi selamanya ******?!" Stella menangis terisak-isak mengingat posisi Ratunya, tapi dia tidak bisa menjadi seorang istri untuk Mikhael.
****
Taman hiburan~Dunia modern.
Ariana dan Anika berdiri disana dan masih saling memandang dengan tatapan dalam. Ada rindu, bercampur marah bersamaan. Niat hati Ariana ingin memeluk Anika, besok yang dia rindukan selama ini.Tapi raut wajah Anika terlihat tidak begitu senang ketika melihatnya dan dia bisa merasakan itu.
Alih-alih memeluk Anika, Ariana terlebih dahulu menanyakan kabarnya.
"Apa kabar ibu?" tanya Ariana dengan tangan yang mengepal kuat.
"Aku bukan ibumu." jawab Anika dingin. "Kau salah orang," ucap Anika lagi yang membuat Ariana patah hati karenanya.
Lihatlah matanya yang mulai berkaca-kaca saat ini. Tapi Ariana tetap menahan air mata itu agar tidak jatuh. "Saya yakin saya tidak salah orang. Anda adalah ibu saya." kata Ariana tegas.
Ibu, kenapa ibu meninggalkanku? Pasti ibu punya alasannya? Aku yakin Bu. Ariana membatin, ia yakin bahwa ibunya memiliki alasan kuat kenapa ia meninggalkan Ariana.
"Saya bukan ibumu, saya ibu Sheila." kata Anika tanpa ekspresi, tapi sebenarnya hatinya merasa bersalah.
"Mari kita bicara NYONYA." kata Ariana tegas dan menekankan nama nyonya.
Kenapa kau melakukan ini padaku, Bu?
"Saya tidak mau," jawab Anika cuek.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu kita bicara disini saja!" Ariana memegang tangan Anika, dia tidak akan melepaskan ibunya setelah bertahun-tahun mereka tidak bertemu.
"Saya bahkan tidak kenal kau, kenapa saya harus bicara denganmu?" tanya Anika sinis.
"Ibu...aku tidak akan banyak mengajukan pertanyaan kepada ibu. Tapi ibu harus menjawab dengan jujur, kenapa ibu meninggalkanku bertahun-tahun yang lalu? Kenapa ibu meninggalkanku dengan begitu kejam?!"
Sudah kuduga, Ariana akan bertanya seperti ini.
Anika tercengang dan mendongak ke arah Ariana. Matanya menatap sendu pada gadis itu. Melihat Ariana yang berkaca-kaca dan akan menangis, hati Anika mulai terenyuh.
Tidak Anika! Kau harus kuat, kau tidak boleh menangis setelah dosa-dosa yang kau lakukan kepada anakmu.
"Ibu, jawab aku? Kenapa ibu meninggalkan aku di taman hiburan dan membuatku harus tinggal di panti asuhan?!"
"Itu semua karena aku menyesal pernah melahirkanmu ke dunia ini."
Jawaban Anika sontak saja membuat Ariana syok. Air matanya luruh seketika, wajahnya memerah dan jangan tanyakan lagi bagaimana perasaannya saat ini. Hancur adalah definisi dari semuanya.
"Apa ku serius? Lalu kenapa dulu kau memberikanku kasih sayang? Lalu kenapa dulu kau sampai rela tidak makan demi diriku? Apa kau serius telah menyesal melahirkanku ke dunia ini?" Ariana memegang dadanya yang terasa sesak. Beruntungnya banyak orang-orang yang berlalu-lalang di sana, tengah sibuk dengan urusan mereka masing-masing dan tidak memperhatikan Ariana dan Anika.
"Kau tau Ariana, ayahmu berasal dari dunia lain, bukan dari dunia ini. Mencintainya adalah sebuah kesalahan yang besar, melahirkanmu juga termasuk penyesalanku. Selama aku mengenal kalian berdua, aku merasakan sakit dan cinta secara bersamaan. Tapi aku lebih banyak terluka, jadi ku putuskan untuk meninggalkanmu! Karena kau adalah beban ,kau adalah sumber kesialan dan penderitaan dalam hidupku!" hardik Anika dengan tegas tanpa mempedulikan perasaan Ariana.
"Bohong! Kau pasti berbohong!" Ariana menolak mempercayai alasan ibunya meninggalkannya di taman hiburan ketika waktu kecil. Sakit hatinya, ditinggalkan seperti itu begitu saja dan menjadi anak yatim piatu dan tinggal di panti asuhan. Lalu ibu yang meninggalkannya bagaimana? Dia hidup bahagia dengan suami barunya dan juga memiliki seorang anak.
"Cobalah lihat kenyataannya Ariana, aku sudah bahagia dengan kehidupanku yang sekarang. Aku punya suami yang kaya raya, aku punya anak yang cantik, aku tidak butuh anak beban seperti dirimu!"
"Bagaimana bisa ibu melakukan ini padaku Bu? Aku... selama ini berjuang mati-matian menjadi artis terkenal, agar ibu bisa datang padaku. Tidak seharipun, aku tidak memikirkan ibu. Bahkan....ibu tau? Aku masih menyimpan ini sampai sekarang."
Ariana melepaskan kalung berbentuk love yang dikenakannya, kalung yang diberikan oleh Anika padanya. "Kalung ini, ibu yang memberikannya padaku! Ibu pernah bilang kalau ibu menyerahkan kalung ini padaku, karena ibu sangat menyayangiku. Aku tau kasih sayang ibu padaku, ibu pasti punya alasan kenapa ibu meninggalkanku dulu. Aku yakin Bu! Aku akan mendengarkan penjelasan ibu, apapun itu...aku akan terima. Tapi aku mohon, jangan pernah meninggalkanku lagi Bu!"
Biarlah Ariana dikatakan tidak tahu diri, atau tidak tahu malu. Yang penting dia senang bisa bertemu ibunya dan ia bisa mengatakan apa yang ingin ia katakan.
"Tidak Ariana, aku memang meninggalkanmu karena aku ingin bahagia. Bahkan aku tidak senang bertemu denganmu lagi, aku sudah punya kehidupan sendiri. Bahkan suamiku tidak tahu bahwa aku pernah menikah apalagi mempunyai anak, jadi tolong jangan pernah ganggu hidupku lagi!" tegas Anika lalu pergi meninggalkan Ariana begitu saja.
Ariana menangis dan mengejar Anika yang berjalan pergi meninggalkannya. Ia jadi teringat saat kecil, dimana Anika meninggalkannya dalam keramaian. "I...ibu...ibu....!! IBU, jangan tinggalkan aku ibu!" teriak Ariana seraya memanggil manggil Anika.
Tidak, ibu tidak boleh pergi.
Gadis itu mengejar Anika yang berjalan menuju ke jalan raya, Anika juga menangis tapi ia berusaha menahannya. "Maafkan ibu nak, ibu bukan ibu yang baik untukmu nak. Lupakan ibu nak! Ibu adalah ibu yang jahat karena meninggalkanmu demi kebahagiaan ibu sendiri," gumam Anika sedih.
"IBU! IBU!" teriak Ariana masih memanggil Anika.
Anika berlari ketika suara Ariana semakin mendekat padanya. Tanpa sadar Anika berjalan menuju ke jalan raya dan menyebrang karena tidak fokus.
"Ibu...Ibu awas Bu!"
Anika melihat cahaya terang yang menyorot ke wajahnya, terlihat sebuah mobil sedan berwarna hitam dengan kecepatan tinggi melaju ke arahnya.
Wanita itu menutup matanya dan ia tak sempat menghindar. Namun tiba-tiba saja tubuhnya terdorong ke samping dan jatuh ke aspal.
CKITTT!!
BRUK!!
"Astaga ada kecelakaan! Kasihan sekali wanita itu tubuhnya sampai melayang."
"Astaga..."
Beberapa pengunjung pasar malam melihat kejadian kecelakaan itu dan mulai berkerumun di tengah jalan. Belum lagi berceceran darah di aspal dan mobil si penabrak. Tak jauh dari Anika berada, seorang wanita memakai gaun hitam ala vampir terkapar di jalan.
"ARIANA!"
__ADS_1
Javier, Asteorope berlari ke tengah jalan dengan wajah panik. Theo juga ikut bersamanya.
...****...