I'Ll Became A Villain'S Daughter

I'Ll Became A Villain'S Daughter
Bab 122. Stella Ratu


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Rahang Mikhael mengeras, matanya membulat dan melotot ke arah Stella saat gadis itu mengucapkan kata-kata tentang Roselia.


Roselia sudah mati.


Sejak kematian Roselia, Mikhael telah berubah banyak. Ia bukan lagi seorang pria yang memiliki belas kasihan, dia berubah menjadi seorang raja Tiran yang tidak berperasaan. Kematian Roselia membuat hati Mikhael sangat terluka. Apalagi pernikahan paksanya dengan Stella karena tuntutan dari kuil yang mengatakan jika kerajaan Gamarcus akan makmur jika rajanya menikah Stella, yang notabene adalah katanya adalah seorang saintess.


"Apa kau bilang? Kau bilang siapa yang mati, hah?" suara Mikhael terdengar pelan, namun begitu menusuk dan dingin. Suara dingin pria itu bahkan mampu membuat Stella terdiam dalam gelisah.


Mikhael turun dari singgasananya, dia berjalan mendekat kepada Stella. Matanya menyorot tajam pada gadis itu, wajahnya dingin dan datar seperti tidak punya perasaan apapun selain marah.


"Kau bilang apa, hah?" sentak Mikhael pada istrinya sekaligus ratu dari kerajaan Gamarcus itu.


"Dia...Roselia si jallang itu sudah mati!" kata Stella memberanikan dirinya, walau tangannya gemetar saat mengucapkan tentang Roselia. Suaminya selalu marah bila Stella menyinggung soal Roselia. Seolah membuka kembali luka lamanya


"Kau bilang apa rentangnya? Ulangi LAGI!" sentak Mikhael, lalu mencekik leher Stella tanpa takut. Kemarahannya telah berada di ubun-ubun. Dia selalu tempramen bila menyinggung soal Roselia.

__ADS_1


"Le-lepaskan aku Yang Mulia--ughhh...apa kau sudah gila?" Stella hampir kehabisan nafas karena Mikhael yang mencekiknya.


Apa dia berniat membunuhku?


"Yang Mulia Raja."


Suara itu membuat Mikhael mengehentikan aksinya, Stella pun jatuh terduduk di atas lantai. Derrick dan Pierre lah yang datang kesana, mereka bermaksud untuk mengobrol masalah negara dengan Mikhael. Namun mereka melihat hal yang tidak terduga.


Derrick menahan marah, meski ia melihat adiknya di perlakukan dengan kasar. Ia masih ingat posisi dan sadar diri, bahwa ia hanya bawahan Raja.


Stella terlihat berurai air mata, selama ini ia mencintai Mikhael. Bahkan ia telah berhasil menduduki kursi Ratu, tapi semua itu tidak bisa membuatnya menempati tempat di hati Mikhael.


"Maafkan aku Derrick, dia mengatakan sesuatu yang buruk jadi aku marah padanya." kata Mikhael dengan cueknya.


Pierre hanya bisa diam dan menelan salivanya dalam-dalam. Dia tau sekarang Mikhael menjadi lebih temperamen setiap kali membahas Roselia. Kehilangan gadis itu telah membuat Mikhael menjadi kejam.


Yang Mulia, saya tau anda bersedih...tapi tak seharusnya anda bersikap seperti ini pada Ratu. batin Pierre.

__ADS_1


"Jangan minta maaf pada saya, minta maaf pada istri Anda dan ibu dari negara ini. Anda bersalah padanya Yang Mulia, bukan pada saya." kata Derrick tegas.


"Ratu, maafkan aku." ucap Mikhael seraya menoleh pada Stella tanpa perasaan apapun.


Stella hanya terdiam dan menatap Mikhael dengan mata berkaca-kaca, tapi sayangnya pria itu seperti batu untuknya.


Kenapa kau bersikap seperti ini Michael? Kau bersikap seolah-olah aku adalah orang yang membunuh Roselia jalanggmu itu?


"Kembalilah ke istanamu, Ratu." titah Mikhael dengan dinginnya pada Stella. "Dan kalian berdua, ayo ke ruangan kerjaku!" seru Mikhael pada Derrick dan Pierre.


"Ya, Yang Mulia!" sahut Pierre dan Derrick patuh.


Mereka berdua mengikuti Mikhael pergi dari sana, sementara Stella terlihat geram mendapatkan perlakuan kasar dari pria yang ia cintai.


"Bahkan setelah menggenggam negeri ini, setelah menempati tempat disisimu, di hatimu masih saja ada dia. Wanita itu sungguh seperti kutukan." kata Stella sambil menangis, dibelakangnya ada seorang dayang menyatakan dengan iba.


...***...

__ADS_1


__ADS_2