I'Ll Became A Villain'S Daughter

I'Ll Became A Villain'S Daughter
Bab 109. Taman hiburan (1)


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 15 menit, Ariana sampai didepan taman hiburan jalan Avenue. Anehnya taman hiburan itu terlihat sepi, padahal belum malam dan masih sore. Dan kalaupun malam, biasanya taman hiburan itu masih ramai, tapi anehnya mengapa sepi? Apalagi ini hari weekend.


Jam menunjukkan pukul 17.30, mungkin sebentar lagi matahari akan segera terbenam dan berganti malam. Didepan taman hiburan itu kini Ariana berdiri kebingungan.


Sebenarnya Ariana sedikit sedih saat berada di taman hiburan itu, karena di taman hiburan itulah dia ditinggalkan oleh ibunya.


"Kenapa aku kesini? Kenapa tuan Peter menyuruhku kemari? Katanya As terluka bukan? Lalu kenapa tidak ke rumah sakit? Ah...apa mereka tidak tahu tentang rumah sakit?" gumam Ariana bingung.


Dia mulai menyadari ada yang aneh disana dan karena tadi sedang dalam keadaan panik. Ariana tidak mengindahkan keanehan itu. Ariana pun masuk ke dalam taman hiburan, tapi sebelum itu dia harus membayar tiket dulu bukan?


Ya, Ariana pergi ke bagian tiket dan terlihat seorang pria berjanggut dengan topi fedora di kepalanya yang bertugas menjaga loket pembayaran. Disampingnya juga ada seorang wanita berpakaian nenek sihir dan dandanan yang hitam-hitam diwajahnya.


"1 tiket ya pak." ujar Ariana pada si pria bertopi fedora.


"Baik nona."


Ariana tercekat mendengar suara pria itu, kenapa suara pria itu rasanya tak asing ya? Ariana menatap wajah pria itu lekat lekat dibalik wajahnya yang ditutupi masker.


"Nona, hari ini weekend! Tiketnya gratis, anda tak perlu membayar." ucap pria itu sambil menyerahkan tiketnya pada Aurora. Suara pria itu agak diubah dibuat-buat.


"Hah? Weekend tiket gratis?" Ariana mengerutkan keningnya, dia merasa bingung dan yakin ada yang aneh disini.


Seorang wanita yang berdandan seperti penyihir itu meminta Ariana untuk pergi ke dalam taman hiburan.


"Iya nona, silahkan masuk nona! Yang Mu--"


Ah! aku hampir keceplosan.Batin Doris.


Ariana pun tersenyum dan mengikuti permainan Doris dan Peter. Ia sudah tau bahwa ada apa-apa disini. Wajah paniknya tadi pun berubah menjadi lebih tenang. Kepalanya berpikir, apa yang di rencanakan oleh Asteorope, Javier dkk?


Gadis itu masuk ke dalam taman hiburan yang sepi dan seperti diperuntukkan untuknya. Kepalanya mendongak menatap kincir ria yang menjadi kenangan antara dia dan ibunya dulu disana.


"Come on Ariana, itu sudah berlalu....jadi kau tidak usah memikirkannya lagi." gumamnya pelan dan sedih.


Ariana berjalan ke dekat komedi putar, disanalah muncul beberapa anak kecil membawa satu tangkai bunga mawar ditangannya.


10 orang anak perempuan itu berpakaian sama dan menyerahkan satu persatu tangkai bunga mawar pink yang mereka bawa untuk Ariana.


"Eh...apa ini?" Ariana bingung dan pada akhirnya 10 bunga mawar berwarna merah muda itu telah ada ditangannya.


"Silahkan jalan nona, ke dekat wahana kincir ria," kata seorang anak perempuan yang sangat imut itu. Dia menunjukkan pada Ariana, bahwa dia harus berjalan kesana.


Ariana mengusap kepala anak itu lalu tersenyum lembut. Ia berjalan mendekat ke arah wahana kincir ria sambil memegang 10 bunga itu.


Setelah Ariana sampai didepan wahana itu, seseorang dengan memakai topeng si kucing dengan kantong ajaib, tiba-tiba saja ada didepannya sambil membawa sebuket bunga mawar pink berukuran besar ditangannya.


Ariana mengenali perawakan dari perawakan pria bertopeng itu, matanya berair saat melihat tulisan Maafkan aku, i love you, pada spanduk di kincir ria itu. Gadis itu malah membalikkan badannya dan hendak melangkah pergi dari sana. Namun sepasang tangan dari pria bertopeng memeluk tubuhnya dari belakang.

__ADS_1


"Maafkan aku Ariana, maaf...mari kita bicara. Aku akan jelaskan semuanya!" bisik pria itu tepat ditelinga Ariana. "Dan aku akan memberitahukanmu sesuatu yang sangat penting." tambahnya lagi.


"Apa?"


"Kau memakai sendal dan sepatu bersamaan." bisik Asteorope yang membuat Ariana mendorong tubuh Asteorope sampai terjengkang.


Ariana panik melihat bagian kakinya, ya dia memakai sandal di bagian kanan dan sepatu pentople di bagian kiri. "APA?"


"Sepertinya kau sangat mencemaskanku, sampai-sampai kau tidak peduli dengan penampilanmu sendiri." ucap Asteorope tanpa membuka topeng Doraemonnya.


"Apa kau menertawakanku? Apa ini lucu?" Ariana kesal, mengira bahwa kekasihnya itu tengah mengejeknya.


"Hey! Jangan marah! Kita kesini untuk berbaikan dan menyelesaikan masalah,bukan untuk bertengkar." Asteorope menahan tangan Ariana, gadis itu sudah menangis.


"Ariana, apa kau melihat aku seperti ini karena kau melihatku dengan rubah sialan itu?"


Ariana menatap kekasihnya dengan mata berkaca-kaca, mendengar pertanyaan pria itu membuatnya kembali terngiang dengan kejadian tadi siang. Dimana ia melihat Asteorope dan Luna berpelukan dan berciuman.


Asteorope membuka topeng Doraemonnya, lalu ia memegang kedua tangan Ariana dan menggenggamnya, meski beberapa kali gadis itu mencoba menepisnya. Namun pria itu tetap berhasil menggenggam tangannya.


"Ariana, sebenarnya apa yang kau pikirkan tentangku dan juga wanita itu? Katakan padaku! Bukankah kita sudah sepakat bila ada masalah kita harus menyelesaikannya bersama? Kau sudah lupa dengan janji kita?"


"Aku...aku tidak suka dengan sikapmu! Aku tau aku salah karena aku tidak mengindahkan semua ucapanmu tentang Thomas yang akan menciumku dan itu benar-benar terjadi. Oke, aku minta maaf karena sudah membuatmu terluka dan cemburu, tapi tidak seharusnya kau membalasnya dan sengaja berpelukan dan berciuman dengan wanita itu!"


"Hah? Siapa yang bilang kalau aku berciuman dan berpelukan dengan dia?" Asteorope terperangah mendengar penjelasan dari Ariana, hal yang membuatnya marah.


"Tidak ada yang bilang! Aku yang melihat dengan kepala mataku sendiri, kau ditenda itu dengannya...kau....hiks.." Ariana tidak sanggup meneruskan kata-katanya lagi karena dia terlalu cemburu dan sakit hati.


"Aku tidak tahu...aku kesal...aku mau pulang saja, aku tidak mau me--hmpph--"


Cup!


Pria itu membungkam bibir Ariana dengan ciuman singkat di bibir. Tangan Asteorope menekan tengkuk wanita itu. "As lepaskan aku!"


"Kita bicara dulu! Aku sudah menyiapkan sesuatu untukmu, kalau kau pergi begitu saja... bagaimana dengan taman hiburan ini?"


"A-apa yang kau lakukan dengan taman hiburan ini? Apa kau---"


"Aku menyewanya...!"


"Benarkah?" Ariana tak percaya begitu saja. Mana mungkin Asteorope me


Sontak saja Ariana terkejut mendengar ucapan Asteorope. Dia tidak sempat bertanya lebih banyak karena pria itu membawanya pergi ke salah satu tempat makan disana.


Sebelum bicara, Asteorope memanjakan Ariana dengan mengisi perut terlebih dahulu. Ia tau bawa kekasihnya belum makan dari tadi siang karena dia buru-buru pergi dari tempat syuting dan sesampainya di rumah dia langsung mengurung diri di dalam kamar.


Asteorope sendiri yang menyediakan makanan untuk Ariana dan di tempat itu seolah hanya ada mereka berdua saja.


"Mana yang lain?" tanya Ariana di sela-sela makannya. Saat ini dia tidak menangis seperti tadi.

__ADS_1


"Doris dan Peter sedang bermain komedi putar, Theo dan Javier mereka sedang menguji adrenalin dengan naik wahana kora-kora." pria itu menjelaskan.


Ariana menoleh ke arah komedi putar dan benar saja, dia melihat pasangan suami istri tengah bermesraan di wahana komedi putar tersebut. Doris dan Peter terlihat sangat bahagia apalagi mereka akan segera menjadi ibu dan ayah. Ariana jadi berpikir, kapan dia akan seperti Doris dan Peter?


Kemudian gadis itu melirik ke wahana kora-kora, Theo dan Javier tengah menikmati wahana itu. Javier seperti biasanya, dia hanya berekspresi datar. Sementara Theo, dia menjerit-jerit heboh seperti wanita. "Woah....!!ini benar-benar menyenangkan...yuhuuu...."


"Diam kau kampungan!!" Javier menjitak kepala Theo dengan kesal hingga pria itu bungkam.


Asteorope mulai kesal karena Ariana tidak menatap dirinya. "Ayo kita bereskan kesalahpahaman ini Ariana.'


"Salah paham apa? Kau yang berciuman dan pelukan dengan Luna dan kau sengaja?" tuduh Ariana.


"Ariana, aku tidak tahu kenapa kau berpikiran seperti itu? Sepertinya kau telah salah paham, maka dari itu aku akan menjelaskannya padamu!"


Asteorope berusaha untuk mengalah, ia meminta maaf lebih dulu pada Ariana. Lalu dia menjelaskan pelan-pelan bagaimana kronologinya ia bisa berada didalam tenda bersama dengan Luna.


"Jadi--kau tidak berciuman dan berpelukan dengannya?"Ariana tercengang mendengar penjelasan dari kekasihnya tentang apa yang terjadi.


"Tidak sama sekali! Aku bahkan mendorongnya, aku kaget kenapa bisa ada wanita yang agresif seperti itu."


"Syukurlah, aku pikir kau....hiks...hiks..."


Lagi-lagi gadis itu menangis dan membuat sang kekasih cemas. Asteorope ajak dari tempat duduknya kemudian dia duduk berlutut di hadapan Ariana.


"Sayang, kenapa kau malah menangis? Maafkan aku, bila aku salah bicara."


Ariana menatap kekasihnya barang sejenak, kemudian dia memeluk Asteorope. "Tidak! Aku yang seharusnya minta maaf padamu, aku telah membuatmu kecewa dan cemburu, aku berciuman dengan Thomas."


"Tapi kau tak sengaja kan?" Asteorope mengurai pelukannya dan menatap Ariana.


"Iyah, tidak! Aku tak sengaja, mana mungkin aku begitu."


"Ya sudah kalau tak sengaja." Asteorope berusaha untuk berbesar hati memaafkan Ariana.


"Kau memaafkanku?"


"Tentu, tapi ada syaratnya!"


"Syarat? Apa itu?"


Asteorope mendekat kemudian berbisik pada "Habiskan sepanjang malam ini denganku."


Semburat merah langsung terlihat di wajah Ariana, gadis itu tersipu malu mendengar bisikan dari kekasihnya.


"Se-sepanjang malam?"


...****...


Hayo apa yang mau dilakukan Asteorope sepanjang malam bersama dengan Ariana?

__ADS_1


😍😍🥺


__ADS_2