
...πππ...
Terlihat semburat merah di wajah cantik Ariana, begitu ia mendengar kalimat sepanjang malam.
"Sayang, apa yang kau pikirkan?" Asteorope cemas lihat kekasihnya tampak melamun seperti memikirkan sesuatu.
"Ah...ti-tidak apa-apa...hanya saja sepanjang malam... maksudmu apa?" tanya Ariana ragu-ragu.
"Ariana, apa kau berpikir yang bukan bukan?" tanyanya seraya menatap manik mata berwarna biru sebiru langit itu dengan penuh tanda tanya.
Tertebak! Begitu Asteorope menatap dalam ke dalam mata kekasihnya dia melihat pikiran kotor alias piktor disana. "Kau...apa jangan-jangan kau berpikir bahwa akan tidur denganmu?" tebaknya.
HUP!
Ariana langsung menutup mulut pria itu dengan satu tangannya, matanya terbelalak.
"Kau! Cukup! Aku akan menendangmu kalau kau terus bicara kotor!"
Pria itu melepaskan tangan Ariana dari mulutnya, kemudian dia menatap kekasihnya dengan berbinar-binar. "Bukankah kau yang berpikiran kotor?"
"As..." Ariana menyangkalnya. Kini kedua tangannya berkacak pinggang.
"Baiklah baiklah.... kita ke sini untuk berbicara dan menyelesaikan masalah, bukan untuk berdebat. Mari, akan aku tunjukkan apa yang aku maksud dengan kata sepanjang malam." ujar pria itu seraya tersenyum manis.
Senyuman menunjukkan dua lesung pipi itu selalu saja membuat hati Ariana berdebar. Karakter favorite dalam novel benar-benar seperti pangeran yang mengisi hatinya. Pesona Asteorope memang benar-benar tidak bisa diremehkan dan berhasil meluluhlantakan hatinya.
"Baiklah."
"Kita akan habiskan semalaman ini di taman hiburan. Aku--akan menjadi kantong Doraemon yang bisa mengabulkan semua permintaanmu!"
"Hahaha... dari mana kau tahu tentang Doraemon? Di duniamu kan tidak ada Doraemon." cetus Ariana terkekeh.
"Aku nonton di aplikasi merah yang tulisannya You--you..."
"YouTube?"
"Iya... tadi aku melihat beberapa referensi kencan romantis dan aku tertarik dengan tokoh yang bernama Doraemon itu. Mengingatkanku pada tuan Cain, dulu sewaktu aku masih kecil...dia selalu..." Asteorope menggantung ucapannya di sana manakala dia melihat manik mana berwarna biru langit itu terlihat sendu.
Ah! Lagi lagi aku mengacaukan suasana.
"Jachan, ayo kita pergi!" ajak pria itu dan berusaha mengalihkan suasana karena dia tahu dengan benar pikiran Ariana saat ini sedang ke mana.
Pasti ia merindukan sang ayah yang saat ini ada di dunia lain dan dia berharap bisa bertemu dengannya lagi.
__ADS_1
Asteorope mengajak Ariana pergi mengelilingi semua wahana di taman hiburan itu, dia pernah mendengar cerita Ariana bahwa gadis itu tidak suka taman hiburan karena ada kenangan buruk bersama ibunya di sana. Ya, taman hiburan adalah tempat di mana Anika meninggalkan Ariana dan tak tahu di mana kabarnya, apakah dia masih hidup atau tidak, Ariana sama sekali tidak tahu. Dan yang ia rasakan, dia adalah anak yang ditinggalkan oleh orang tuanya.
Selagi pasangan kekasih itu bersenang-senang di taman hiburan yang serasa milik berdua, Doris dan Peter juga melakukan hal yang sama dengan pasangan kekasih itu yaitu berkencan ala dunia modern.
Mereka mengikuti gaya kencan seperti apa yang ada di video YouTube, jangan lupakan bahwa nge-date mereka ala drama Korea.
"As, ayo kita ke rumah hantu!" ajak Ariana seraya menggandeng tangan kekasihnya. Di kepala Ariana kini telah terpasang bondu yang menyala-nyala, sama seperti di kepala Asteorope.
"Iya ayo... tapi kenapa kita harus memakai bondu ini?"
"Ini namanya benda couple, bagus kan? Aku belum pernah punya benda couple denganmu!" seru Ariana senang.
"Ouh... baiklah jika itu membuatmu senang, apapun akan kulakukan!" pria itu tidak dapat membantah ataupun menolak permintaan Ariana. Sudah cukup hari ini dia membuat gadis itu menangis karena salah paham, sungguh dia tidak tahu wanita yang dia cintai kembali menangis karena dirinya.
"Terimakasih As, kau memang sangat pengertian. Kalau begitu, ayo kita masuk rumah hantu!" seru Ariana semangat.
Masuk ke dalam rumah hantu selalu membuat adrenalin Ariana terpicu. Dia senang dengan hal-hal yang berbau horor, malah terkadang dia tidak suka dengan hal-hal yang berbau romantis. Bahkan pernah satu kali dia menolak ajakan bermain film romantis dan lebih memilih bermain film horor.
Rasanya, bermain film horor lebih menegangkan. Hanya saja kali ini dia mengambil film yang disutradarai oleh Emerick, itu karena dia ingin mengangkat popularitas sutradara itu agar lebih mencuat ke atas. Emerick adalah sutradara yang berbakat namun tidak banyak orang yang mengenalnya, maka dari itu Ariana memilih film perdananya untuk mengangkat popularitas sutradara itu.
Dia juga tidak menyangka akan bermain film dengan Thomas si raja film, padahal biasanya pria yang disebut sebagai raja film itu selalu pilih-pilih dalam bermain film. Ah entahlah kali ini kenapa dia bisa memilih film ecek-ecek, ya ibaratkan lah begitu.
Di dalam wahana rumah hantu itu, Ariana dan Asteorope sama-sama tidak terlihat takut dengan sosok-sosok hantu yang berada di sana. Mereka berdua bukanlah orang yang penakut.
Usai keluar dari wahana rumah hantu, kedua pasangan itu berjalan menuju ke arah kinciria sambil bergandengan tangan.
"Ariana, apa kau sama sekali tidak takut melihat hantu-hantu yang berada di sini?"
"Takut? Pada manusia yang memakai pakaian hantu? Hahaha...takut itu hanya pada sang pencipta saja, jangan takut pada manusia ataupun makhluk lainnya."
Asteorope setuju dengan pemahaman gadis itu tentang rasa takut. Ya, memang benar kita tidak seharusnya takut kepada manusia ataupun makhluk tuhan lainnya, tapi takutlah kepada Tuhan sang maha pencipta yang merajai dunia ini. "Kau benar. Dan mungkin karena inilah yang membuatku tidak bisa berpaling darimu, bahkan setelah kau tiada di sana...aku masih ingin bertemu denganmu walaupun hanya dalam mimpi. Namun, ternyata Tuhan masih mengizinkan kita untuk bertemu, meskipun di dunia yang berbeda."
Asteorope menatap wanita yang ia cintai dengan tatapan dalam. Melihat tatapan kekasihnya yang begitu dalam padanya, melihat perjuangan pria itu untuk bertemu dengannya kembali. Tentu saja membuat Ariana sangat terharu.
Bodoh! Bagaimana bisa aku meragukan cintanya kepadaku? Sedangkan terbukti bahwa cintanya lebih besar dari cintaku padanya. Dia bahkan rela melintasi dunia lain hanya untuk bertemu denganku, aku harusnya percaya padanya. Dia berada di dunia ini untukku, karena dia sangat mencintaiku.
Ariana mengalungkan kedua tangannya di leher pria itu, kemudian dia memagut bibir Asteorope dengan lembut. Asteorope membalasnya dengan lembut juga. Tangannya memeluk dan merapatkan tubuh mereka berdua.
"Ada apa Ariana?"
"As... maafkan aku karena aku telah meragukan perasaanmu." wajah Ariana menampakkan rasa bersalah pada Asteorope. Apalagi saat Asteorope melihat dirinya berciuman dengan pria lain, pasti hatinya sangat sakit.
Asteorope meletakkan satu jari di bibir Ariana. "Ssstt... kita berduaan seperti ini bukan untuk mendengar permintaan maaf ataupun meminta maaf. kumohon, Jangan begini lagi... lupakan semuanya dan kita akur-akur saja ya?"
__ADS_1
"Baiklah,"
Kembali, untuk kedua kalinya raja dari Albarca itu akan memasangkan gelang giok ke tangan Ariana. "Apa... tidak apa-apa kalau kau memakai gelang giok ini saat syuting?"
"Eungh--itu."
Ya, benar juga. Gelang giok itu pasti ada kalanya dilepas bila dia berada dalam lokasi syuting. Jujur saja Asteorope tak suka dengan pekerjaan Ariana.
"Baiklah, aku akan ganti dengan yang ini dulu." Asteorope tiba-tiba saja membungkukkan badannya didepan Ariana dan dia menunjukkan kotak berwarna merah dengan bentuk hati.
Tak lama kemudian, bertaburan banyak kelopak bunga mawar dari atas sana ke tubuh Ariana dan Asteorope.
Kemudian terdengar juga sebuah musik romantis entah dari mana asalnya.
πΆπΆπΆ
So as long as I live I love you...
Will haven and hold you
You look so beautiful in white
And from now 'til my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white
Tonight...
πΆπΆπΆ
Air mata Ariana luruh begitu saja ketika dia mendengar potongan lagu itu.
Javier, Doris, Peter dan Theo juga muncul di sana untuk menyaksikan momen penting.
"Ariana...maukah kau menjadi istriku? Maukah kau menjadi pendamping hidupku, mengisi hidupku, menjadi ibu dari anak-anakku...maukah kau menerima diriku yang memiliki banyak kekurangan ini? Will you marry me, Ariana Moane?" ungkap pria itu dari dalam lubuk hatinya. Ia membuka kotak merah itu yang berisi sebuah cincin dengan berlian berwarna merah muda.
Cincin yang telah disiapkan oleh sang Raja Albarca itu dari jauh-jauh hari. Sejak dia berada di kerajaannya.
Ariana masih menangis dan dia tak percaya dengan lamaran dari kekasihnya. Semua orang disana sangat menentukan jawaban dari Ariana
"Aku...aku tidak bisa As." ucap Ariana.
__ADS_1
...****...