I'Ll Became A Villain'S Daughter

I'Ll Became A Villain'S Daughter
Bab 59. Jeniffer


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Setelah Raja dan Roselia mencapai kesepakatan. Semua orang keluar dari ruangan itu. Roselia terlihat bingung karena tadi dia asal ceplos saja tanpa memikirkan caranya untuk melepaskan Michael dari Stella.


Ah Roselia bodoh! Kenapa kau dahulukan mulutmu itu? Seharusnya kau pikir dulu matang-matang sebelum bertindak.


"Yang Mulia Putri Mahkota, saya benar-benar minta maaf... maksud saya bukan ingin mengambil posisi anda. Namun saya hanya ingin pertanggungjawaban." ucap Stella dengan wajah memelas dan suara mendayu-dayu seperti biasanya. Apalagi ada masih ada Derrick, Michael dan Ratu disana memerhatikan kedua wanita itu dari jauh.


"Oh begitu ya?" Gadis berambut pirang itu hanya ber oh saja, tidak menanggapi dengan serius.


"Putri Mahkota, mohon maafkan hamba!" seru Stella sambil memegang tangan Roselia dengan erat. Bahkan mencubitnya, sampai Roselia mau tak mau mendorong gadis itu.


Brugh!


Stella terjatuh ke lantai, dia menangis lalu memegang punggungnya. Melihat Stella yang terjatuh, Derrick segera berlari menghampiri Stella lebih dulu. Disusul oleh Ratu dan Michael dengan jalan yang pelan.


"Ahhh! Sakit!" rintih Stella dengan suara lemahnya.


"Stella? Apa kau baik-baik saja?" Derrick membantu adiknya untuk berdiri. "Putri Mahkota, saya paham anda marah pada adik saya...tapi anda tidak boleh melakukan ini."


"Kak, sudahlah__aku baik-baik saja kak, aku yang salah karena aku terjatuh sendiri." ucap Stella memelas.


Huh, rasakan kau Roselia! Kau akan mendapatkan kemarahan dari kak Derrick.


Sementara itu Roselia hanya menatap Stella seperti menatap badut. Dalam hati dia tertawa dengan akting murahan Stella yang bahkan tidak bisa dibandingkan dengannya. Ataupun dengan artis papan atas di dunianya.


Bahkan orang buta saja bisa tau kalau dia berakting, dasar Derrick bodoh. Batin Roselia mengejek Derrick yang percaya degan Stella.


"Putri Mahkota, kenapa kau sangat kasar?" tegur sang Ratu yang juga tertipu dengan akting Stella.


Astaga! Satu lagi orang bodoh dan buta yang percaya dengan akting murahannya, benar-benar tak habis pikir.

__ADS_1


"Yang Mulia Ratu, sungguh saya baik-baik saja.Jangan marah pada Putri Mahkota!" kata Stella lemah lembut.


Melihat Stella yang lemah lembut, Ratu menjadi iba padanya dan terlihat sinis pada Roselia yang dianggapnya sombong. "Jangan terlalu sombong Putri Mahkota, siapa tau setelah ini kau tidak akan menjadi Putri Mahkota lagi. Kita tidak tau siapa yang akan ada diatas kita."


"Ucapan Yang Mulia Ratu sangat benar, saya setuju ucapan anda. Kita tidak tau siapa yang akan ada di atas kita jadi kita tidak boleh sombong. Itu kan maksud yang mulia?" Roselia tersenyum menyeringai dengan berani pada Ratu.


Ratu mengerutkan kening dan tidak paham mengapa menantunya ini bersikap demikian seperti memojokkan dirinya. "Ucapan itu berlaku untuk Yang Mulia sendiri, anda juga tidak boleh sombong Yang Mulia. Apalagi terhadap seorang cecunguk sekalipun.... seseorang yang berada di bawah anda karena mungkin pada suatu hari, orang itu akan berada di atas anda." seloroh Roselia dengan tatapan yang seolah tau semuanya.


"Apa maksudnya semua itu Putri Mahkota?!" tanya sang Ratu dengan intonasi yang meninggi.


Roselia mendekat ke arah sang Ratu, dia tersenyum tipis lalu berbisik. "Jeniffer adalah orang yang harus anda waspadai. Jangan sombong kepadanya, Yang Mulia Ratu...siapa tau gadis itu akan---" gadis itu menggantung ucapan disana, dia iba melihat raut wajah Ratu saat ini.


Ratu langsung melotot ke arah Roselia, wajah sang Ratu tiba-tiba memucat ketika Roselia membahas tentang Jeniffer. Ya, nama Jeniffer membuat Ratu tegang dan kelabakan. Lantaran Roselia tau dalam cerita aslinya bahwa Jeniffer alias dayang pribadi Ratu sangat dekat dengan Raja, alias datang plus-plus.


Setelah melihat reaksi Ratu, sepertinya cerita aslinya di novel tentang Jeniffer itu benar. Bahwa raja memiliki hubungan dengan Jeniffer dan tak lama lagi Jeniffer akan mengandung benih sang Raja lalu dia akan menjadi selir. Sebagai wanita aku kasihan padamu.


"Saya permisi dulu Yang Mulia." Kata Roselia sambil membungkukkan badan didepan ratu. Sementara sang Ratu terlihat pucat dan gelisah setelah ucapan Roselia yang mengganggunya.


Michael mengikuti Roselia untuk mengajak gadis itu bicara tentang tantangan ini.


*****


Sementara itu sang Raja pergi ke dalam kamarnya, dia terlihat kesal dengan Roselia. Namun disisi lain dia memuji keberanian gadis itu dan berdecak kagum kepadanya.


"Putri Mahkota, seandainya dia bukan pasangan dari Michael...aku pasti sudah mengajaknya ke atas ranjang ini." gumam Alfonso seraya memandangi ranjang berukuran king itu. Membayangkan gadis cantik bernama Roselia bermain di ranjang bersamanya.


Tiba-tiba sepasang tangan lentik dan berkulit putih memeluk tubuh Sang Raja. "Yang Mulia, anda ingin mengajak siapa ke atas ranjang ini? Bukankah hanya saya saja yang diizinkan untuk berada di atas ranjang ini?" ucap wanita muda berambut coklat itu dengan manjanya.


Sang Raja membalikkan tubuh wanita itu lalu mengangkatnya ke pangkuannya. "Maaf sayang, aku hanya asal bicara saja. Tidak ada yang bisa mengalahkan goyanganmu di atas ranjang ini."


"Apakah itu termasuk Baginda Ratu?"

__ADS_1


"Tentu saja sayangku Jeniffer, Ratu itu tidak menyenangkan dan dia hanya patung di atas ranjang. Sedangkan kau adalah dewiku!" Raja memagut bibir ranum wanita bernama Jeniffer itu, tangannya bergerak aktif kesana kemari mencari titik kenikmatan dari tubuh Jeniffer yang seksi.


Raja melakukan pergulatan ranjang bersama Jeniffer pada siang yang panas itu menjadi semakin panas. Dia telah menjalin hubungan dengan dayang setia istrinya cukup lama dan sampai sekarang Ratu belum tau semua itu.


*****


Di dalam ruang istirahat Putra mahkota, kini Michael dan Roselia berdua di dalam sana. Roselia juga membawa surat kontrak antara dirinya dan Michael. Surat kontrak pertunangan. Michael tidak paham apa maksud gadis itu membawa-bawa surat kontrak.


"Putri Mahkota, jika kau ingin penjelasan maka aku akan menjelaskannya."


"Tidak perlu Yang Mulia, saya hanya ingin berbicara sesuatu kepada anda."


"Ya? Apa?"


"Saya pasti bisa menemukan bukti itu dan juga menang dari tantangan Raja, jika saya menang...saya ingin sesuatu dari Yang Mulia."


"Apa itu?" Michael menatap Roselia dengan begitu menelisik, seperti ada sesuatu di dalam diri wanita itu dan ada motif tersembunyi dari tindakannya hari ini.


"Tolong Yang Mulia untuk mengabulkan tiga permintaan dari saya. Permintaan pertama saya akan memintanya sekarang."


"Katakan!"


"Pertama jika saya menang dari tantangan Baginda Raja, saya ingin anda membatalkan kontrak pertunangan kita."


Deg!


Seketika hati Michael tercubit saat mendengar keinginan Roselia untuk berpisah darinya. Tiba-tiba dadanya terasa sesak, pria itu langsung terperanjat dan matanya melebar menatap Roselia.


...*****...


Hai Readers, ada Rekomendasi novel dari kak WARNYI, bagus banget ceritanya ☺️

__ADS_1



__ADS_2