
...🍁🍁🍁...
Sinar mentari masuk melalui celah jendela kamar bernuansa biru itu, membangunkan sosok wanita berparas cantik dengan rambut pirangnya.
Cahaya matahari itu semakin membuatnya yang enggan bangun ,terpaksa membuka matanya. Doris menyingsingkan tirai jendela itu dan meminta nonanya untuk bangun.
"Nona...ini sudah siang nona, anda harus bersiap untuk pertunangan anda hari ini."
"Eungh....Doris ini masih pagi, pertunanganku kan nanti malam. Masih banyak waktu, ugh..." Roselia mengerang, dia masih menutup matanya. Tubuhnya tengkurap di atas ranjang, dia sangat malas bangun. Apalagi semalam dia begadang karena memikirkan Asteorope.
Sungguh dia tidak bisa berhenti mengkhawatirkannya. Meski ia tau kalau di dalam novel, Asteorope adalah pria paling kuat diantara Michael, Derrick dan Javier, ketiga pria yang dekat dengan Stella. Sebab alur novel saja sudah berubah tidak sesuai aslinya, walau ada beberapa yang sama. Tapi yang jelas, Stella ternyata antagonis dan itulah fakta mencengangkan. Padahal didalam novel dia adalah karakter protagonis yang dicintai oleh 4 lelaki, Michael, Asteorope, Javier dan kakaknya Derrick.
"Nona...anda harus bangun," ucap Doris lalu menarik selimut yang dikenakan oleh Roselia. "Bukankah anda harus berada di istana siang ini untuk bersiap?"
"Aahh...Doris, aku belum mau..." rengek gadis itu malas.
"Selamat pagi nona, nyonya Amber memerintahkan saya untuk membangunkan nona." kata Stella yang tiba-tiba sudah berada diambang pintu kamar itu dengan bibir yang tersirat senyum mengembang di wajahnya.
Senyuman palsu di wajah cantik yang palsu bak malaikat itu sebenarnya membuat Roselia dan Doris yang melihatnya menjadi muak, sangat muak.
__ADS_1
Beberapa kali wanita ular ini ingin mencelakai ku.Tapi aku tidak akan tertipu dengan trik mu yang terakhir kali, cukup sekali aku dibodohi.
"Kau sangat tidak sopan ya! Pergi ke kamar nona Roselia tanpa mengetuk pintu lebih dulu!" tegur Doris pada Stella, ia benar-benar tidak suka dengan sikap Stella yang kadang kurang ajar.
Bahkan dia pernah memergoki Roselia memakai baju dan perhiasan milik Roselia secara diam-diam. Belum lagi menyebarkan berita tentang Roselia yang tidak-tidak pada pelayan, Stella telah menjadi nilai minus dimata Doris.
"Maafkan saya nona, saya lupa." Stella menundukkan kepalanya di depan Roselia dan Doris.
Wanita ini benar-benar pandai berakting sok polos. Roselia berdecih dalam hatinya.
"Kau harus tau dimana posisimu berada Stella, maaf karena aku berkata seperti ini...tapi dunia ini bukan tempat dimana kau bisa bersikap seperti apa yang kau mau."
Kata-kata Roselia begitu pedas untuk Stella, gadis itu mengepalkan tangannya menahan emosi. Ingin rasanya dia menjambak rambut pirang Roselia dan mencakar wajahnya, tapi dia sadar bahwa statusnya jauh dibawah nonanya itu.
"Ma-maafkan saya nona..." ucap Stella dengan suara gugup.
Sialan kau Roselia! Tunggu sampai aku menjadi putri mahkota, kau yang akan tunduk didepanku, kau orang pertama yang akan aku siksa!
"Jangan ulangi hal ini lagi! Sekarang cepat kau siapkan air hangat untukku mandi dan. ingatlah untuk tidak mencampurkan apapun ke dalam sana!" kata Roselia memperingati dengan senyum yang menyeringai.
__ADS_1
"Haha...mana berani saya melakukan itu pada anda nona. Tolong jangan salah paham lagi pada saya nona, masalah minuman itu saya benar-benar tidak tahu." Stella memelas, tapi Roselia tidak tertipu.
Gadis itu merasa akting Stella masih jauh di bawahnya yang dulu adalah seorang artis papan atas dan multitalenta.
"Kali ini aku akan melepaskanmu, tapi tidak lain kali. Cepat pergi ke kamar mandi dan siapkan air mandinya."
Stella menganggukkan kepalanya, dia menahan geramnya dengan senyuman palsu dibibirnya.
Dasar pembawa sial! Lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu di pesta itu. Kau akan merasakan akibatnya.
Stella masuk ke kamar mandi, Roselia dan Doris melihatnya dengan tidak senang. "Nona , anda harus berhati-hati dengannya!"
"Aku tau, di dalam hatinya di dalam kepalanya dia pasti sudah merencanakan sesuatu padaku! Kali ini aku yang akan membalasnya balik," gumam Roselia sambil tersenyum menyeringai.
Saat beranjak dari tempat tidurnya, tiba-tiba saja Roselia merasakan sesuatu yang panas di pergelangan tangannya. "Auw..."
"Nona! Kenapa nona?" Doris menatap Roselia dengan cemas.
Roselia menatap gelang giok yang awalnya berwarna hijau itu kini menjadi warna merah.
__ADS_1
"As!"
...****...