I'Ll Became A Villain'S Daughter

I'Ll Became A Villain'S Daughter
Bab 58. Keputusan Raja


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Sungguh hati Asteorope berkecamuk melihat pemandangan yang mengejutkan matanya itu. Hingga air matanya luruh begitu saja tanpa aba-aba.


Wanita yang ia cintai, kekasihnya tengah berpagutan mesra dengan pria lain. Melihat Rajanya sedih, hati Peter ikut terhenyak. Dia merasa kasihan pada Asteorope yang menangis dan ini pertama kalinya ia melihat Rajanya menangis, sejak terakhir kali Asteorope menangis karena kematian ibunya. Kini ia menangis karena Roselia.


"Yang Mulia...."


"Kita pergi Peter," ucapnya sambil menyeka air mata yang membasahi pipinya. Terlihat senyum getir dibibirnya.


Peter terlihat sedih, kali ini sepertinya ia tak tega melihat Rajanya bersedih. "Tapi Yang Mulia Putri Mahkota__dia__"


"Kenapa Peter? Bukankah kau senang bila aku tidak dekat-dekat dengannya?" Tanya Asteorope seraya menatap Peter dengan tajam. Tampaknya Peter yang akan kena kemarahan dan sakit hati dari Rajanya itu.


"Tidak Yang Mulia, sungguh saya mengharapkan kebahagiaan yang mulia." ucap Peter tulus. Dia sakit hati juga melihat Asteorope bersedih.


"Haaahh... sudahlah, kita lebih baik kembali ke kerajaan kita sekarang." Asteorope mendesah kesal.


"Tidak Yang Mulia! Saya mohon jangan pergi! Apa Yang Mulia akan pergi dalam keadaan marah seperti ini?" tanya Peter seraya menahan Rajanya untuk tidak pergi seperti ini. "Saya yakin Yang Mulia Putri Mahkota tidak bermaksud begitu, anda lihat sendiri bahwa Putra Mahkota yang memaksanya."


Untuk pertama kalinya aku membela dia, oh Peter apa yang terjadi padamu?


"Lalu aku harus apa? Aku tidak tahan melihat semua ini..." ucapnya sambil memalingkan wajahnya dari pemandangan yang menyakiti hatinya itu.


Peter tercengang melihat Rajanya begitu rapuh dihadapan kekuatan sang cinta. Pada akhirnya dia memuji Roselia yang telah berhasil membuat iblis di Medan perang ini takluk dan menangis. Seorang pemimpin negara lemah di hadapannya.


Kau sangat hebat putri mahkota! Benar benar hebat.


Sementara itu Roselia mendorong Michael dan menamparnya. "Kurang AJAR! Lancang sekali kau menciumku! Apa kau sudah gila?"


Michael memegangi pipinya yang baru saja terkena tamparan keras dari Roselia. Kemudian dia menatap gadis itu dengan tatapan sendu. "Apa salah jika aku mencium tunanganku sendiri?"


"Pertanyaannya salah, apa salah jika kau mencium tunangan kontrakmu sendiri?" bisik Roselia pada Michael kesal. Matanya terlihat tak terima dengan ciuman paksa Michael padanya, bahkan dia langsung mengusap bibirnya yang basah itu.


"Roselia aku mencintaimu..."

__ADS_1


"Apa? Jangan mengada-ngada!" tandas wanita itu kesal. Lalu dia pergi meninggalkan Michael begitu saja disana, ia menunda kemarahannya lebih dulu pada Michael dan lebih memilih pergi ke ruang keluarga kerajaan untuk memenuhi undangan raja dan ia ingin mendengar apa keputusan Raja perihal Stella.


Ketika berjalan di lorong, Roselia langsung terdiam melihat Asteorope berjalan ke arahnya dengan tatapan terluka. Wajah Roselia langsung memucat, begitu melihat raut wajah pria itu dan matanya yang merah.


"As..."


"Aku marah, aku cemburu, tapi aku bisa menahannya demi dirimu. Namun...aku menginginkan penjelasan." bisik pria itu pada Roselia. "Malam ini temui aku di taman belakang istana dan pakai pakaian biasa, jangan yang mencolok." imbuhnya lagi tegas.


"Baik...maafkan aku As." Roselia merasa bersalah melihat raut wajah kekasihnya itu.


Asteorope pergi begitu saja melewati Roselia dan jangan lupakan Peter yang berjalan mengikutinya di belakang. Peter sempat melihat Roselia yang hampir menangis.


Maafkan aku As, aku tidak bermaksud menyakitimu. Jujur aku merasa dilema saat ini, aku bingung.


****


Setelah semua orang berkumpul di ruang privat anggota keluarga kerajaan. Raja pun memutuskan tentang skandal Putra mahkota bersama Stella.


Raja mengambil keputusan, bahwa Stella akan menjadi selir Michael. Tentu saja Michael menolak hal itu, dia sama sekali tidak memiliki perasaan terhadap Stella.


"Ayah! Aku tidak mau menikah dengannya, aku menolak!" seru Michael tegas, sangat tidak menerima keputusan ayahnya.


"Putra mahkota! Ini sudah keputusanku yang tidak bisa diganggu gugat, kau harus patuh dengan apa yang telah aku putuskan!"


"Ayahanda aku MOHON...jangan lakukan ini padaku! Aku tidak mau seperti ayah yang memiliki banyak wanita!" teriak Michael didepan semua orang yang ada disana, termasuk di depan Stella dan kakaknya.


Raja tersinggung dengan ucapan Michael, dia lalu beranjak dari tempat duduknya dan memukul Michael hingga terjengkang ke belakang. "Dasar anak kurang ajar! Kau berani menghina ayahmu ini di hadapan orang luar!" bentak Raja, lalu dia mengambil tongkat disana.


Kemarahannya sudah di ubun-ubun, tidak peduli ada siapa disana. Kalau sudah emosi, pasti Raja tidak akan terkendali. "Yang mulia!" Ratu berusaha menghentikan suaminya yang sudah melayangkan tongkatnya ke arah Michael.


Namun sang Raja terdiam ketika melihat Roselia berdiri menghadang sang Raja yang ingin menyerang Michael.


"Yang mulia Raja, tolong jangan jadikan nona Stella selir karena dia sama sekali tidak pantas mendapatkan posisi itu. Saya yakin dan saya percaya bahwa putra mahkota, tidak akan menyentuh nona Stella."


Roselia membelaku? Ini artinya dia mencintaiku. Michael tidak menyangka bahwa Roselia membelanya.

__ADS_1


Raja menatap Roselia dengan tajam. "Hem...kau tidak boleh bicara tanpa bukti dan dasar yang jelas, putri mahkota. Apa kau berani menantang keputusanku?"


"Maafkan saya yang mulia, tapi yang mulia tidak bisa membuat keputusan berdasarkan apa yang Baginda lihat saja."


"Apa maksudnya itu?" Atensi tajam tertuju dari sang raja pada Roselia.


"Yang mulia, saya menantang anda." Roselia tersenyum penuh percaya diri.


Semua orang yang ada didalam ruangan itu menatap Roselia dengan tajam dan bingung.


"Putri mahkota, kau ingin menantangku apa?"


"Saya akan buktikan bahwa bukan yang mulia putra mahkota yang memaksa nona Stella, tapi sebaliknya nona Stella yang menggodanya." tuturnya tanpa rasa takut sama sekali didepan raja.


Raja tersenyum kecut, menunjukkan tatapan tajam yang berharap akan mengintimidasi gadis itu namun tak berhasil. Roselia bukanlah gadis penakut.


Putri Alexander ini sangat berbeda dari rumornya, orang bilang dia lemah lembut tapi kenyataannya berbeda.


"Baik! Aku berikan kau waktu 3 hari untuk membuktikan bahwa putra mahkota tidak bersalah dan jika kau benar__aku akan mengabulkan permintaanmu." Tantang sang Raja pada gadis bertubuh mungil itu.


"Ya yang mulia, terima kasih telah memberikan saya kesempatan."


"Jangan senang dulu, ada tapinya__tapi jika kau tidak berhasil membuktikannya, maka nona Volton akan ku angkat jadi Putri mahkota dan kau yang MENYINGKIR." ancam sang Raja pada Roselia yang membuat Michael panik.


Sialan kau Roselia!. Stella hanya menahan kesalnya.


"Ayah kumohon--"


Raja mengangkat satu tangannya, dia meminta Michael untuk diam saja. Dia menatap Roselia dan mendekat ke arahnya.


"Saya terima semua keputusan yang mulia!"


Aku melakukan ini semua agar aku bisa kembali ke duniaku, bukan karena aku peduli padamu Michael. Ini semua demi Roselia. Setelah ini juga aku akan mengatakan pada As tentang jati diriku yang sebenarnya.


...*****...

__ADS_1


Siapa yang setuju Roselia kembali ke dunianya?


Maaf ya chapter nya bikin kesal, tapi nanti uwu uwu lagi kok 😘❤️😘😘


__ADS_2