I'Ll Became A Villain'S Daughter

I'Ll Became A Villain'S Daughter
Bab 45. Aku telah jatuh hati


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Tanpa wajah yang dibuat-buat, Michael memang sangat mencemaskan gadis itu. Sikapnya pun berubah menjadi lembut pada Roselia dan tentunya membuat gadis itu keheranan.


Sikap marah-marah dan tempramentalnya itu berubah dalam sekejap mata. Pikir Roselia, mungkin Michael seperti ini karena merasa bersalah padanya dan perhatian ini sekedar formalitas, juga totalitas akting saja didepan Pierre dan Doris supaya terbiasa.


Padahal mereka berdua sudah tau tentang pertunangan kontrak Roselia dan Michael.


"Apa kau lapar? Atau kau masih merasa sakit?" Tanya Michael sambil memegang kening Roselia dengan tangannya. "Demamnya masih ada tapi tidak sepanas tadi."


Gadis itu menatap Michael dengan heran dan kening berkerut. Mengapa pria itu tiba-tiba saja baik padanya? Apa dia kerasukan?


"Pierre! Panggilkan tabib itu lagi sekarang nya!"


"Baik yang mulia," Pierre tersenyum, lalu ia membungkukkan setengah badannya dan pergi dari sana untuk memanggil tabib yang tadi memeriksa Roselia.


"Dan kau Doris!" seru Michael seraya menoleh ke arah Doris yang berdiri tak jauh dari tepat Roselia berada.


"Ya yang mulia." sahut Doris cepat.


"Bawakan makanan untuk putri mahkota, makanan kesukaannya dan juga segelas susu."

__ADS_1


"Baik yang mulia," jawab Doris patuh.


Yang mulia putra mahkota sepertinya sudah jatuh cinta pada yang mulia putri, tapi bagaimana ini? Putri tidak mencintainya tapi mencintai tuan As.


Doris pun pergi meninggalkan ruangan itu dan segera melaksanakan perintah Michael. Hingga kini Michael hanya tinggal berdua di kamar itu bersama Roselia.


"Apa kau mau minum?" tawar Michael pada gadis itu, masih dengan wajah yang cemas.


"Kau tidak usah berpura-pura lagi, tidak ada siapapun disini. Bersikaplah seperti biasanya." ucap Roselia ketus.


"Apa kau menganggap aku berpura-pura?" Michael tidak senang dengan perkataan gadis itu.


Michael menahan geramnya, dia juga tak tahu kenapa dia bisa bersikap seperti ini pada Roselia yang hanya tunangan kontrak saja. Mungkin karena rasa kasihan pada gadis itu.


Gadis ini sudah berhasil membuatku cemas, membuat logikaku jadi tak berguna. Tapi...aku tak tau apa yang aku rasakan saat ini.


"Sudahlah jangan bahas ini lagi....mulai lusa kau hanya akan belajar menghadiri 2 kelas dalam satu hari." tutur Michael pada gadis itu.


"Baguslah! Ternyata kau masih ada hari juga," ucap Roselia senang karena kelas yang harusnya 5 kali sehari kini menjadi dua kelas saja. Jujur saja dia memang pusing dengan banyaknya kelas yang membuat dia stress.


Padahal saat trainee menjadi artis terkenal dulu, latihannya tidak separah ini. Latihan yang menguras fisik bukan otak dan menurutnya menguras otak lebih membuatnya lelah.

__ADS_1


"Hem tentu saja. Lalu kau jangan pingsan lagi, karena aku tidak mau mengangkat tubuhmu itu."


"Memangnya ada apa dengan tubuhku?" tanya Roselia heran. "Eh...apa kau yang menggendongku kemari?"


"Ehm...ya, aku terpaksa melakukannya karena tidak ada yang mau menggendongmu!"


"Oh begitu ya."


"Kau sangat berat, apa kau tau?" ledek Michael pada Roselia.


Padahal kau tidak berat sama sekali, malah kau seringan kapas.


"Kalau begitu kau jangan menggendongku lagi dan biarkan aku digendong orang lain. Lagipula aku tidak mau di gendong olehnya yang ujung-ujungnya selalu mengejekku!" kata Roselia ketus.


Michael tersenyum senang karena Roselia sudah bisa bercanda dengannya lagi. Itu artinya keadaan Roselia sudah menjadi lebih baik dan itu membuatnya lega. "Ya tuhan apa benar kata Pierre kalau aku telah jatuh hati pada wanita bar-bar ini?"


"Oh ya, besok akan ada Raja baru Albarca dan rombongannya datang kemari."


Roselia menatap Michael dengan bingung, jika itu adalah Albarca maka Asteorope yang datang.


...****...

__ADS_1


__ADS_2