
...🍁🍁🍁...
Disinilah Roselia dan Javier berada sekarang.
Sebuah ruangan tanpa ada satu pun benda disana, ruangan dengan nuansa warna hitam. Hanya cahaya dari tangan Javier sebagai penerangan disana.
Setelah memperlihatkan rahasia Roselia yang berkaitan dengan Michael dan Asteorope, Roselia menatap tajam ke arah Javier dan dia sadar bahwa pria itu menyeramkan dari apa yang dideskripsikan di dalam novel..
Astaga! Dia benar-benar psikopat.
Kemudian sebuah cahaya hitam muncul dari tangan Javier dan menunjukkan sesuatu yang membuat Roselia terkejut.
"APA yang kau mau?!"
Javier mendekati secepat kilat pada Roselia yang berdiri dengan wajah penuh keringat itu. Lalu tangannya mencengkram dagu gadis itu dan matanya menatap tajam pada Roselia.
"Lepaskan AKU! Dan katakan padaku apa maumu?!" bentak Roselia sambil berusaha melepaskan dirinya dari Javier. Akan tetapi sihir Javier tidak bisa dilawan olehnya yang hanya manusia biasa dan disaat-saat seperti ini, Roselia berharap bahwa ia punya sihir sama seperti Stella. Tapi sayangnya ia tak punya.
"Mauku? Hahaha...." Javier tertawa-tawa tidak jelas lalu mendorong Roselia sampai tubuhnya oleng.
Dasar gila! Aku bertanya dan kau malah tertawa seperti itu. Gila!
"Mauku yaitu penderitaanmu."
"Percuma saja aku bicara denganmu, kau tidak waras!"
"Apa kau bilang? Aku tidak waras?!" bentak Javier lalu menampar Roselia di wajahnya dengan keras sampai terdengar bunyi tamparan.
Plakk!
Roselia memegang pipinya yang baru saja di tampar oleh Javier. Gadis itu mendengus marah, dia tidak percaya bahwa dirinya ditampar seorang pria.
Roselia balas memukul wajah Javier dengan cukup keras hingga Javier tersungkur, tak hanya itu Roselia juga menendang kaki Javier. "Ugh...tenagamu boleh juga, tapi--aku lebih KUAT!"
Dia gila! Gila!
Roselia terkejut karena lehernya kini di cekik oleh pria itu dan tubuhnya diangkat ke atas. "Kkkeuuukhhh....le-lepas...lepas...dasar orang gila..."
__ADS_1
"Ya aku memang orang gila, kau bilang sendiri kan kalau aku tidak waras? Memang aku tidak WARAS!" teriak Javier pada Roselia dengan marah.
Tangan Javier semakin mencengkram Roselia dengan kuat, gadis itu kesulitan untuk bernafas. Bahkan untuk meronta-ronta saja tubuhnya sudah lemas tak berdaya.
Dia benar-benar ingin membunuhku...ya tuhan apa aku akan mati lagi? As...kumohon tolong aku....AS!
Tiba-tiba saja gelang yang dikenakan Roselia berubah menjadi merah dan mengeluarkan cahaya yang menyilaukan mata Javier.
"A-apa yang terjadi??" Pria itu melihat ada seseorang di belakang Roselia, bayangan yang menatap dirinya dengan marah. Seketika tubuh Javier menegang melihat bayangan wanita itu yang tampak menyeramkan.
"Jangan kau sentuh wanita ini!" ucap wanita cantik berambut hitam itu, sambil melotot pada Javier. Akhirnya Javier melepaskan tangannya dari leher kecil Roselia.
Brugh!
Javier semakin terkejut karena cahaya di gelang itu mampu membuatnya lemah dan akhirnya beberapa saat kemudian....
PRANG!
Sihir Javier pecah, mereka berdua kembali ke depan ruangan istirahat Roselia. Kini gadis itu terbaring di lantai, Javier juga sama dia jatuh terduduk dengan nafas yang tersengal-sengal. Javier memegang dadanya yang sesak karena aura dari bayangan yang melindungi Roselia.
Siapa wanita itu? Beraninya dia mengancamku dan kenapa kekuatannya begitu membuatku tak berdaya?
"Yang mulia! Yang mulia putri mahkota!"
"Biar aku yang membawa dia ,kalian panggilkan tabib!" titah Javier pura-pura panik saat melihat Roselia terbaring tidak sadarkan diri. Dia menggendong Roselia dan membawanya ke kamar yang tak jauh dari sana, dengan ditemani seorang pengawal juga.
****
Di tempat pertemuan perjanjian damai dan persahabatan, Asteorope, Michael dan Raja Alfonso telah sepakat untuk menjalin hubungan kekerabatan.
Baik dalam hal perekonomian, wisata, tambang ataupun dalam militer. Kedua kerajaan itu akan saling membantu satu sama lain. Tadinya Asteorope memiliki rencana jahat untuk menukar Roselia dengan perdamaian negeri, akan tetapi cara itu pasti akan terlihat salah di mata Roselia dan membuat kekasihnya marah karena gegabah. Jadi, Asteorope hanya bisa bergerak pelan-pelan dan menunggu sampai 2 Minggu lagi hingga pertunangan kontrak antara Roselia dan Michael berakhir.
"Semoga kedua kerajaan kita bisa tetap menjalin persahabatan sampai keturunan kita kelak, Raja Albarca!" Alfonso mengulurkan tangannya pada Asteorope.
Senyum tersungging di bibir Asteorope, kemudian dia membalas uluran tangan dari Raja Gamarcus. Setelah menandatangani surat perdamaian, Alfonso meminta putranya untuk mengantar Asteorope untuk beristirahat di dalam kamar yang akan ditempati oleh pria itu selama berada di istana Gamarcus.
"Biar saya yang memandu anda Baginda Raja Asteorope,"
__ADS_1
"Iya terima kasih putra mahkota." jawab Asteorope sambil berjalan bersampingan dengan Michael.
Selama dalam perjalanan menuju ke istana yang dikhususkan untuk tamu kerajaan tersebut, Michael terus saja menatap dan memperhatikan pria itu dari ujung kepala sampai ujung kaki. Dalam hatinya, Michael merasa tidak percaya diri melihat ketampanan dan wibawa yang dimiliki oleh Asteorope sebagai raja termuda yang sudah bisa mengatur kerajaan sendiri, apalagi kerajaan itu adalah kerajaan yang pernah hancur sebelumnya.
"Apa ada sesuatu di wajah saya?" tanya Asteorope begitu dia menyadari bahwa sedari tadi Michael memandanginya.
"Maafkan saya yang mulia, saya telah bersikap tidak sopan kepada anda. Saya hanya kagum kepada anda, karena di usia semudah ini ada sudah bisa memimpin kerajaan dengan baik."
"Hahaha... tidak seperti itu juga putra mahkota. Kerajaan dan rakyatku masih jauh dari kesejahteraan... kau tahu sendiri kan itu karena kakakku."
"Iya yang mulia, tapi saya percaya jika anda bisa membangun kembali kerajaan Albarca di dalam kedamaian dan kesejahteraan, juga kejayaannya. Karena memilik raja bijaksana dan sangat berkompeten seperti anda yang mulia." kata Michael memuji.
"Kau juga adalah calon raja yang baik putra mahkota. Kau pasti akan jauh lebih baik daripada Baginda Raja, haha.. maafkan aku. Aku bicara sembarangan." kata Asteorope sambil tersenyum. "Oh ya, tentang putri mahkota...dia adalah wanita yang cantik, tapi dari rumor yang aku dengar. Putri mahkota adalah putri dari mendiang Duke Alexander Lemos Edenbell?"
"Ah...itu sangat benar yang mulia," jawab Michael dengan senyum kecut di bibirnya. Entah kenapa Michael tidak senang tiba-tiba pria itu membahas tentang tunangannya.
Kenapa tiba-tiba raja Albarca membahas tentang wanita monyet itu? Apakah dia tertarik kepadanya?
"Oh ya dimana kamarku? Apakah masih jauh dari sini?" tanya Asteorope mengalihkan pembicaraan.
"Itu--"
Tiba-tiba saja Pierre datang berlari menghampiri dua pria itu dengan nafas terengah-engah.
"Maafkan saya yang mulia...maafkan saya!" kata Pierre memohon maaf pada kedua pria itu. Asteorope memandangnya dengan kening berkerut.
"Ada apa Pierre?" Tanya Michael tanpa rasa marah pada orang kepercayaannya itu, sebab ia tau pasti ada yang membuatnya begitu.
"Yang mulia...putri mahkota, terjadi sesuatu pada Putri mahkota!"
"Apa yang terjadi? Katakan yang jelas!!" teriak Michael tak sabar.
"Putri mahkota....jatuh pingsan."
Michael dan Asteorope langsung berlari panik begitu mendengar Roselia jatuh pingsan.
...****...
__ADS_1
Hai Readers sambil nunggu up novel ku mampir ke karya kak RINI SYA yang memukau ini ya...😉😉