
...🍀🍀🍀...
Kedua pria itu masih menari-nari dan bernyanyi, demi sebuah senyuman dan demi sebuah tawa.
Gadis itu tertawa melihat tingkah konyol Javier dan Asteorope, yang sok sok-an mau memasakkan makanan untuknya. Akhirnya Ariana ikut campur, Asteorope dan Javier juga tak diam saja dan ikut membantu Ariana.
"Jadi ini bagaimana? Di potong saja?" tanya Javier ketika melihat daging kalkun di atas pantry.
"Sebentar..." ucap Ariana lalu menoleh ke arah Javier dan ia begitu terkejut saat melihat pria itu memegang kapak. "Astaga! Apa yang akan kau lakukan dengan kapak itu?" kedua mata berwarna biru itu terbelalak..
"Bukankah kita akan memotong daging ini?"
"Kau ini memotong daging atau memutilasi manusia? Kenapa mengunakan kapak? Ckckck dasar bodoh," ejek Asteorope pada Javier, dengan senyum yang meremehkan.
Javier terlihat marah dan hendak melayangkan kapak itu pada Asteorope, kalau tidak ada Ariana yang menengahi mereka. Mungkin akan terjadi adegan mutilasi di sana.
"Cukup! Hentikan! Kenapa kalian malah bertengkar? Bukankah kalian di sini untuk membantu memasak?"
"Ini semua karena kau--" Asteorope menatap Javier sinis.
"Sudah jelas kau yang mulai-"
Kedua pria itu saling menunjuk-nunjuk ke wajah masing-masing, mereka saling menuduh dan tak mau disalahkan. "Astaga...ya sudah, hari ini untuk makan siang kita tidak perlu memasak. Kita pesan saja makanan lewat jasa pemesanan," ujar Ariana sambil memegang kepalanya yang berdenyut nyeri. Kedua pria itu tidak jauh-jauh dari hal berdebat maupun bertengkar.
Tiba-tiba saja Peter datang ke dapur dan menyerahkan ponsel Ariana yang semalam di charger. Ponsel Ariana berdering dan terdapat beberapa notifikasi pesan masuk, panggilan tak terjawab, juga aplikasi media sosial miliknya.
Namun dia jarang membuka notifikasi di media sosial karena sebagai artis papan atas alias Dewi Hollywood, dia harus selalu menjaga citranya dan apa-apa dia harus lapor terlebih dahulu kepada manajernya yaitu, Liam.
Tanpa mengindahkan notifikasi dari media sosial, Ariana langsung melihat notifikasi panggilan di ponselnya lebih dulu. Banyak panggilan tidak terjawab dari Liam.
"Ada apa Liam menelponku sebanyak 202 kali?" gumam gadis itu saat melihat notifikasi panggilan dan pesan di ponselnya.
"Jachan, ada apa?"
"As, aku akan menelpon Liam."
"Ya, baiklah.... mungkin itu penting." Asteorope sama sekali tidak cemburu pada pria jadi-jadian itu. Setiap membicarakan Liam, dia akan selalu mengejek Javier.
"Apa kau lihat-lihat?"
"Apa--kau tidak mau bicara dengan kekasihmu?" tanya Asteorope mengejek Javier lagi.
"Sialan kau! Apa kau mau ku cincang, hah?" tukas Javier seraya mengancam pria itu dengan mengacungkan kapak.
"PFut..."
__ADS_1
Disisi lain rumah itu, Ariana terlihat sedang berada di halaman belakang rumahnya. Dia duduk di sebuah ayunan berwarna putih. Kemudian dia menelepon balik nomor Liam.
"Halo, Liam ada apa kau meneleponku?"
"Ariana...kenapa you baru angkat telepon dari eike? You kemana aja, hah?"
Ariana mendengar suara Liam yang terdengar panik, ia merasakan ada sesuatu yang gawat. "Ada apa Liam?"
"Ariana, apa kau tidak membaca pesanku? Atau kau tidak membaca notifikasi media sosialmu?"
"Memangnya ada apa? Apa ada sesuatu yang penting?" tanya gadis itu begitu santai, padahal orang yang sedang mengobrol bersamanya di seberang sana itu terdengar panik.
"Ariana, kau dan Thomas menjadi trending topic saat ini! Kalian digosipkan berpacaran karena adegan--"
"Oh itu, aku pikir ada berita apa. Bukankah aku sudah biasa digosipkan? Kenapa ini jadi masalah? Aku bahkan pernah mengalami hal yang lebih buruk dari ini, Liam," ujar Ariana santai.
Ya, sebelumnya dia memang sudah terlibat dengan beberapa skandal dan juga gosip. Maklum, dia adalah seorang artis papan atas yang tidak terlepas dari gosip dan juga skandal. Wartawan, reporter, pasti akan selalu menjadikannya target empuk untuk mencari berita, bergosip dan lain sebagainya. Tapi, Ariana tampak santai menghadapinya kali ini.
Dia bukan orang yang mudah terpuruk hanya karena satu berita jelek tentangnya. Jadi, anggapannya biasa saja. Acuh tak acuh, adalah jalan terbaik daripada memikirkan semua gosip tentangnya.
Bukankah setiap orang memiliki haters tersendiri, apalagi Ariana. Wanita yang kini dinobatkan sebagai Dewi Hollywood, pasti banyak yang menyukainya tapi tidak sedikit orang yang tidak menyukainya.
"Beib, masalahnya bukan hanya tentang kau dan Thomas saja!"
"Lalu? Ada apa?" tanya Ariana yang masih dengan ketenangan yang sama.
"Iya, memang. Tapi--kau tahu dari mana aku pergi ke taman hiburan?" kali ini Ariana terdengar mulai panik. Ia jadi bertanya-tanya apakah di taman hiburan itu ada wartawan yang melihatnya?
"Kau--cobalah kau lihat media sosialmu sekarang, maka kau akan menemukan jawabannya Ariana."
Tut...Tut..
Ariana langsung memutus sambungan telepon itu secara sepihak. Buru-buru dia membuka akun media sosialnya, begitu banyak notifikasi bahkan sampai jutaan. Banyak DM masuk ke akun Igg nya.
"Omaygadd! Begitu banyak notifikasi!" gadis itu menggeleng-gelengkan kepala kemudian mulai menscroll media sosialnya.
Alangkah terkejutnya dia begitu melihat foto-fotonya bersama dengan Asteorope, foto-foto Itu tampak begitu intim. Bahkan di sana ada foto yang menunjukkan mereka tengah berciuman.
"Astaga.... bagaimana bisa---"
Ia tidak melanjutkan ucapannya, karena dia begitu syok melihat foto-foto itu.
Dalam foto tersebut, tertulis caption. "Ini dia calon pebinor masa depan!"
"Apa? Siapa yang kau bilang sebagai pebinor? Astaga... ini benar-benar sudah gila."
__ADS_1
Ariana melihat-lihat kolom komentar di foto itu. Banyak yang menghujat Asteorope dan banyak yang memuji ketampanan calon suaminya.
@mawar : Aku tidak setuju bila Ariana menjalin hubungan dengan pria ini. Lebih baik dengan Thomas ❤️ mereka berdua akan cocok.
@vita : Bukankah pebinor ini terlalu tampan? Apa dia artis?
@bawangmerah : Hey, jangan bicara sembarangan! Dia bukan pebinor Ariana Thomas, tapi calon suami masa depanku haha🤣🤣
@catharina : Apa ini setingan untuk menaikkan popularitas?
@arianalovers: Ariana aku mendukungmu dengan Thomas.
@thomaslovers : Memang Ariana cocok dengan Thomas, raja dan Dewi Hollywood ❤️❤️ ku kawal sampai ke pelaminan.
@rorarora : Oemji, siapa nama pria ini? Dia sangat tampan!
Hati Ariana serasa terombang-ambing melihat banyak komentar di akun media sosialnya. Mereka menanyakan identitas kekasihnya. Ariana cemburu dan kesal sendiri saat melihatnya.
"Huh! Siapa yang bilang suami masa depanmu? Dasar orang gila! Dia itu suamiku...suamiku..." gerutu Ariana gusar, tangannya gatal ingin membalas semua komentar itu. Namun dia sadar bahwa dirinya adalah seorang selebriti, setiap kelakuannya pasti akan disorot media.
Sama sekali dia tidak peduli dengan beritanya dan Thomas,yang di pedulikan adalah beritanya dan Javier.
"Jachan, kau sedang apa---"
"Kyaaakk!!" Ariana terkejut mendengar suara Asteorope dibelakangnya. Sampai ia menjatuhkan ponselnya.
Asteorope mengambil ponsel Ariana yang masih menyala dan melihat akun medsos kekasihnya. "A-apa ini?"
"As..."
####
Mansion mewah Delando.
Dari bangun tidur tadi, Sheila terus menekuk wajahnya. Dia bahkan tidak ragu menunjukkan raut wajahnya yang sedih. Hingga akhirnya Anika turun tangan melihat putrinya seperti itu.
"Sheila sayang, ada apa denganmu nak? Mengapa kau terlihat bersedih?" tanya Anika seraya mengambil tempat duduk di samping Sheila.
Sheila menyandarkan kepalanya di bahu Anika. Sesekali Sheila menghela nafas, lalu menghembuskannya dengan kasar.
"Ceritakan pada ibu, nak?" ucap Anika penuh kasih sayang pada Sheila.
"Ini semua gara-gara Ariana Bu! Aku tidak suka dengan ARIANA!" cetus gadis itu dengan bibir yang mengerucut.
"Ariana? Memangnya ada apa dengan Ariana?" sentak Anika dengan penuh penekanan. Sheila menatap ibunya terheran-heran, raut wajah Anika dan suaranya menyiratkan bahwa ada sesuatu dengan nama Ariana.
__ADS_1
...*****...