
...πππ...
Cain bahagia, amat bahagia melihat Ariana telah menemukan pasangan hidup yang baik dan akan ada yang mengurusnya ketika ia pergi meninggalkan dunia ini. Cain tidak khawatir lagi dan jangan lupakan Javier, pria itu juga telah menjadi keluarganya.
Hari pernikahan itu berlangsung dengan meriah, rakyat juga berpesta. Pada hari itu semua makanan, barang-barang, di gratiskan. Mereka semakin memuja Raja dan Ratu mereka yang dermawan.
Tapi ada seseorang dibalik keramaian itu yang tidak tenang melihat kebahagiaan Asteorope.
"Kebahagiaan mu tidak akan berlangsung lama Raja darah campuran! Anak haram!" kata pria itu geram, lalu pergi meninggalkan kerumunan Rakyat itu dengan marah bersama beberapa pengikutnya.
Merasa takut istrinya lelah, Asteorope meminta istrinya untuk beristirahat lebih dulu di dalam gereja. Ariana pun pergi bersama dengan Daisy dan Doris menuju ke ruang istirahat. Namun ditengah-tengah perjalanan, Ariana dihadang oleh Gerry dkk dan juga Anthony.
"Kalian? Beraninya kalian menghalangi jalan Yang Mulia Ratu! Cepat menyingkir!" usir Doris pada ke empat pria itu.
"Nona Doris, kau benar-benar pengkhianat! Bagaimana bisa kau melayani Ratu dan melupakan guru Jachan semudah itu?" hardik Gerry tak terima.
"Iya benar! Padahal guru sangat baik kepadamu, tapi kau sangat tega!" kata Rowan ketus pada Doris. Sementara itu Ariana yang mendengarnya hanya tersenyum.
"Kau benar-benar tidak setia!" seru Erik kesal.
Doris tak tahan lagi karena ia di marahi terus. "Aku tak berkhianat...dan apa kalian tidak tahu kalau--"
Ariana mengangkat satu tangannya, ia meminta agar Doris berhenti bicara. "Doris, cukup! Biar aku yang menjelaskan." lirihnya dengan suara penuh wibawa seorang ratu.
"Kalian....apa kalian tak mengenaliku?" tanya Ariana seraya menatap ke empat orang itu dengan lekat, dengan mata birunya sebiru langit.
"Anda adalah Baginda Ratu, negeri ini!" cetus Anthony seraya menatap pada Ariana.
Wanita berstatus sebagai ratu itu kembali tersenyum. "Tidak semudah itu Ferguso! Dasar pencuri kecil,"
Keempat pria itu merasa tidak asing dengan perkataan Ariana. Mereka seperti pernah mendengarnya tapi dimana, kapan dan siapa yang mengatakannya.
"Kalian belum ingat juga? Ckckck!"
Kemudian tiba-tiba saja Ariana mengeluarkan bogem mentahnya dan memukul perut Gerry. Dia menunjukkan kungfu ala Jackie Chan-nya.
"Hyatt! Hyatt! Rasakan kungfu ala Jackie Chan!" seru Ariana yang membuat keempat pria itu teringat pada masa lalu ketika pertama kali mereka bertemu dengan Roselia.
#Flashback
"Itu dia...si pencuri kecil itu," dengus Roselia marah. Saat dia akan melangkah mendekat, Roselia melihat pemandangan tidak menyenangkan.
"Mana kantongnya?" ucap salah seorang lelaki bertubuh besar pada anak laki-laki itu.
"I-ini tuan..." anak laki-laki itu lihat ketakutan saat menyerahkan kantong milik Roselia yang dicurinya.
Mereka bertiga tertawa-tawa begitu melihat isi kantong berwarna merah itu, begitu banyak uang koin didalam sana.
"Buahahahaha...kita bisa kaya kalau begini terus!" seru si pria terbahak-bahak.
"Hey bodoh, cepat kau cari lagi mangsa yang lain!" ujar seorang laki-laki bertopi sambil mendorong si anak laki-laki hingga tersungkur ke tanah.
"Tuan...saya belum dapat imbalannya,"
Ketiga pria dewasa itu melotot ke arah anak laki-laki tersebut, lalu memukulinya saat ia meminta imbalan. "Imbalan? Apa kau sudah gila, hah?!"
"Kau minta imbalan?"
"Ya tuan, bukankah kalian sudah berjanji kepada saya untuk memberikan imbalan jika saya berhasil mengambil kantong dari wanita itu?"
"Ya ini imbalanmu,"
Ketiga pria dewasa tersebut malah mengeroyok anak malang itu dengan tidak berperasaan sampai ia tak berdaya. Melihat ketidakadilan disana, tentulah Roselia tidak diam saja. Ia pun menghampiri ketiga pria dewasa dan anak laki-laki itu.
"Sungguh tindakan pengecut, menganggu seorang anak kecil!"
Ketiga pria dewasa itu menatap Roselia dengan tajam, menampakkan wajah menyeramkan tapi Roselia sama sekali tidak takut. Selama ini saat dia hidup menjadi Ariana dan bertransmigrasi menjadi Roselia, dia adalah wanita mandiri di dunia modern. Ariana adalah anak yatim piatu, dia meringis karir aktrisnya sejak kecil,bekerja paruh waktu, awalnya dia adalah seorang stunt girl, pernah hidup susah sebelum senang. Menghadapi kerasnya dunia modern yang penuh dengan tipu daya.
Menghadapi ketiga pria itu sepertinya bukan masalah besar baginya. So, itu karena dia memiliki ilmu bela diri yang dia pelajari di dunianya.
"Siapa kau nona? Cantik juga kau nona..."
"Kau mau bergabung bersama kami?" goda salah seorang pria pada Roselia.
Roselia tiba-tiba saja memukul wajah salah seorang pria itu dengan sikutnya. "Aw sialan!"
"Gerombolan pecundang, beraninya menindas anak kecil."
"Pukulanmu lumayan juga," ucap salah seorang pria itu, lalu hendak menyentuh Roselia. Dengan sekuat tenaga Roselia memelintir tangannya. "Ack!! Lepaskan!"
Tubuh ini terlalu lemah, bahkan untuk melakukan ini saja aku harus menggunakan sekuat tenagaku.
"Serahkan kantong dan uang emas itu padaku, lalu aku akan membiarkan kalian dengan damai." Roselia, gadis berwajah cantik itu terlihat seperti preman yang memalak orang.
Tanpa dia sadari ada seseorang di atap rumah, melihat itu. Pria tampan dengan rambut berwarna hitam. "Berani juga dia, aku akan lihat apakah ini pertunjukan yang menarik atau tidak." gumam pria itu yang masih duduk santai diatas atap, melihat kejadian yang ada dibawahnya.
"Bicara apa kau gadis kecil?"
Salah seorang pria itu menyentuh kening Roselia dan membuat kepalanya terantuk ke belakang. Roselia mendengus marah, dia pun menyerang bagian inti yang menjadi kelemahan laki-laki.
"AAAHhh!! SAKIT!" pria itu memekik kesakitan sambil memegang bagian bawah perutnya. "Oh astaga! Aku akan mati! Kau wanita sialan!"
Sementara itu si anak laki-laki, masih terduduk dan bingung. Wajahnya sudah babak belur.
"Bos, apa kau baik-baik saja?" tanya kedua anak buahnya melihat pria yang dipanggil bos itu kesakitan.
__ADS_1
"Baik-baik saja kepalamu! Cepat tangkap gadis itu, aku mau gadis itu!" Teriak si pria itu.
Merasa sudah tidak lucu lagi, pria yang berada di atas atap hendak turun ke bawah untuk menolong Roselia. Akan tetapi, dalam beberapa jurus yang asing baginya, Roselia membuat ketiga pria itu terjungkir.
"Hyatt!! Hyatt!! Rasakan jurus kungfu ala Jackie Chan!!" tangan Roselia terbuka lebar, baru saja kedua tangan dan kakinya membuat ketiga pria itu tersungkur ke tanah.
"Jackie Chan? Siapa itu?" tanya salah seorang pria kebingungan.
"Siapapun dia, dia menciptakan jurus yang mematikan!" Kata seorang pria dengan wajah serius.
"Ya, dia memang memperlihatkanku jurus yang hebat. Aku pun meniru darinya, makanya jangan macam-macam denganku... Ferguso!" Roselia menginjak salah satu tubuh dari ketiga pria itu.
"Siapa lagi itu Ferguso? Apa dia ahli bela diri juga?" tanya seorang pria pada Roselia.
Wanita muda ini benar-benar hebat, dia bisa mengalahkan kami dengan mudah.
"Bukan urusanmu! Sekarang lebih baik kalian kembalikan kantong uangku dan minta maaf pada anak laki-laki itu!" teriak Roselia dengan garang.
Pria yang berada di atas atap langsung terkekeh melihat sikap Roselia yang menurutnya begitu lucu. "PFut..."
"Ba-baik, kami akan meminta maaf padanya dan mengembalikan uangmu. Tapi--"
Ketiga pria itu duduk berlutut dengan kondisi babak belur didepan Roselia, memegang kaki gadis itu. Roselia di buat terkejut oleh tiga berandalan didepannya. "A-apa yang kalian lakukan?!"
"Jadikan kami MURIDMU, GURU!"
"APA?!" Roselia terkejut mendengar perkataan tiga preman yang dibuat babak belur olehnya itu. "Hey! Apa kepala kalian terbentur atau bagaimana??!"
"Kami mohon GURU!"
Pria yang berada diatas atap tidak bisa menahan tawanya melihat pemandangan yang terjadi dibawahnya, apalagi sikap Roselia.
"PFut...haha..."
Roselia menoleh ke atas atap, dia melihat pria yang tertawa itu. Ditatapnya pria itu dengan tajam. 'Siapa pria berambut hitam itu?'
"Nona! Anda disini rupanya!" teriak Doris bersama dua orang pria berpakaian seperti petugas keamanan disana. Doris berlari menghampiri nonanya.
"Lihat kan, dia tidak apa-apa! Untuk apa kita repot-repot kemari!" gerutu salah seorang petugas keamanan itu sambil melihat Roselia yang baik-baik saja.
"Iya, malah ketiga orang itu yang dibuat babak belur olehnya." ucap seorang petugas keamanan malas.
"Kenapa kalian bicara seperti itu pada nona saya? Siapapun mereka yang meminta bantuan harus dibantu--"
"Untuk apa membantu putri penjahat? Putri pembawa sial yang ada kita bisa terkena sial! gerutu si petugas keamanan.
"Benar, Duke Edenbell telah dihukum mati...harusnya anaknya juga dibasmi." ejeknya seraya tersenyum sinis pada Roselia.
Duke Edenbell? Jadi dia adalah putri dari Duke Edenbell? Pengkhianat yang telah mencuri rahasia negeri ini dan membeberkannya pada negeri Albarca sehingga pasukan Gamarcus kalah dan banyak meregang nyawa. Batin pria yang masih ada diatas atap itu.
Si petugas gemuk melotot kepada Roselia. "Kau benar-benar tidak tahu diri ya. Kenapa kau bertanya pada kami seperti itu? Kau harusnya tau kenapa kami memperlakukanmu seperti ini!
"Iya benar, gadis ini benar-benar tidak tahu diri...jika bukan karena Baginda raja membiarkanmu hidup, kau pasti sudah mati sama seperti ayahmu."
"Kalian...beraninya pada nona saya!" Doris marah pada dua orang petugas itu karena sudah menghina Roselia.
"Memangnya apa yang aku lakukan? Bukankah aku adalah seorang wanita, aku adalah warga negeri ini...mengapa aku diperlakukan seperti ini? Apa salahku? Apa karena ayahku seorang penjahat? Tapi aku kan tidak jahat, mengapa kalian begini?" Roselia berdecih, masih dengan atensi tajamnya pada dua petugas itu.
"Ya...itu benar, guru tidak bersalah kenapa dia harus menerima semua ini." salah seorang pria yang tadi dihajar oleh Roselia membela gadis itu.
"Ayahnya yang penjahat, guru itu tidak jahat!" kata pria lainnya membela Roselia.
Ketiga pria itu menjadi bodoh dan konyol, memanggil Roselia guru. Sontak saja Doris dan pria yang masih berada di atap itu menahan tawa sekuat tenaga.
"Hey! Siapa yang kalian panggil guru?! Aku bukan guru!" teriak Roselia sambil menggulung lengan gaunnya yang panjang sampai ke sikut. Gayanya seperti preman, dibalik wajah cantiknya itu. "Dan kau... seharusnya kau berlaku sesuai dengan pangkatmu, kau seorang petugas keamanan bukan? Kau tau apa tugasmu? Melindungi, membantu, siapapun yang bukan dan berada di dalam bahaya...bukannya mengabaikan mereka. Tidak peduli siapapun dan bagaimanapun orang itu, semua orang di mata tuhan itu sama. Tidak ada perbedaan, kenapa kalian harus membeda-bedakan status manusia yang satu dengan yang lainnya seperti itu? Memangnya kalian tuhan? Punya hak apa kalian begini?"
Sungguh! Perkataan gadis itu membuat semua orang yang ada di sana bergidik ngeri dan menusuk amat tajam ke dalam relung hati mereka yang terdalam.
"Kalau tidak mau bantu, ya sudah pergi saja dari sini! Aku juga bisa menyelesaikan urusanku sendiri, tanpa bantuan kalian petugas tidak berguna." ucap Roselia ketus.
Kedua petugas keamanan itu pun pergi dengan kepala tertunduk tanpa bicara apa-apa. Entah mungkin ucapan Roselia membuat mereka kena mental. Kini hanya tersisa Roselia, Doris, si anak laki-laki dan ketiga pria dewasa yang berhasil ditaklukkan oleh Roselia disana.
Dengan cepat dan bijaksana, Roselia menyelesaikan masalah diantara si anak laki-laki itu dan ketiga pria dewasa yang sebelumnya menindas dirinya. Tak lupa mereka berkenalan. Si anak laki-laki bernama Anthony, bos preman Gerry, antek-anteknya adalah Rowan dan Erik.
"Sebutlah kami ini adalah tiga sekawan,"
"Trio tak takut mati!" kata Rowan semangat.
Ketiga pria itu saling mengalungkan tangan di leher masing-masing. Mereka tersenyum bangga dengan nama trio tak takut mati itu.
"Haha..." Doris tertawa melihat ketiga orang itu. "Nona...mereka benar-benar lucu." Doris sampai bergelanyut di tubuh Roselia karena menahan tawa.
"Doris, hentikan itu!"
"Guru...apa perlu kami singkirkan wanita bau ini?" tanya Gerry dengan lirikan tajam pada Doris.
"Kalau kau berani menyentuhnya, maka kau akan mati ditanganku!" Ancam Roselia dengan menunjukkan tinjunya pada Gerry.
Mereka yang berbadan besar itu takut pada ancaman Roselia yang badannya kecil. Setelah serangan kungfu ala Jackie Chan yang di lakukan Roselia pada mereka bertiga.
Roselia meminta agar si trio preman abal-abal untuk meminta maaf pada Anthony karena mereka sudah menindasnya. "Maaf guru, kami tidak bisa meminta maaf padanya!"
"Pantang bagi kami mau minta maaf kepada seseorang yang usianya lebih mudah daripada kami."
"Oh, jadi ada aturan seperti itu untuk meminta maaf kepada seseorang? Dengarkan aku tuan-tuan yang baik, tidak ada batasan usia untuk meminta maaf pada seseorang, jika seseorang itu bersalah maka harus meminta maaf kepada yang bersalah, tidak peduli berapapun usia mereka dan kepada siapa mereka meminta maaf. Kalian sudah dewasa, bukan? Kalian menindas anak yang tidak bersalah, menurutku kalian harus minta maaf."
__ADS_1
Astaga, pertemuan ini bahkan tidak ada dalam novel. Kenapa aku harus bertemu dengan mereka berempat?
Mendengar ceramah Roselia yang panjang lebar itu, membuat Rowan, Gerry dan Erik terdiam sejenak. "Kami akan meminta maaf jika guru bersedia mengajari guru kami!" Kata Gerry tegas
"Iya itu benar," Rowan dan Erik mengangguk.
"Apa? Aku harus mengajari kalian apa?" Roselia memegang keningnya yang tiba-tiba merasa pusing.
"Jackie Chan!" jawab ketiga orang itu serempak.
"A-aku juga mau jadi Jackie Chan!" kata Anthony yang ikut ikutan juga seperti trip berandalan itu.
Sontak Roselia menahan tawa mendengarnya. "PFut..."
"Guru!"
Gadis berambut pirang itu tampak berpikir, dia terdiam sebentar.
Jika aku bisa membuat orang-orang berandalan ini jadi baik, mengapa aku harus menolak? Siapa tau mereka membantuku untuk menghindari jalur kematian.
"Baiklah, aku akan terima kalian jadi muridku! Akan tetapi aku punya syarat."
"Syarat apa guru? Kami pasti akan melakukannya!" Seru Gerry penasaran, tak hanya dia yang penasaran, 3 laki-laki disana juga penasaran.
Roselia memberikan syarat agar mereka bertiga selalu berbuat baik dan tidak memakai kekerasan untuk tujuan yang buruk. Ia juga meminta agar keempat laki-laki itu untuk memiliki pekerjaan yang halal.
Mereka setuju dan akhirnya Roselia pun setuju juga untuk menjadi guru mereka. Setelahnya keempat orang itu pun pergi mencari pekerjaan sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Roselia.
"Woah...nona hebat sekali! Dengan kata Jackie Chan...mereka langsung tunduk pada nona." Doris bertepuk tangan memuji kehebatan nonanya.
"Astaga! Tiba-tiba aku punya murid, muridku sudah dewasa...apa ini cobaan tuhan untukku?" gumam Roselia sambil tersenyum dan kepalanya menggeleng-geleng.
Dan sejak saat itu, Anthony, Gerry dan kawan-kawan mengklaim diri mereka sebagai murid Roselia.
#End flashback
"GURU JACHAN!" keempat pria itu kemudian berlutut penuh hormat didepan Ariana.
"Ya, ini aku guru Jachan... Roselia Mariana Edenbell, tapi sekarang aku adalah Ratu Ariana Moane Albarca." kata Ariana seraya tersenyum, ia terharu bisa kembali bertemu dengan keempat muridnya.
"Guru! Ternyata anda masih hidup, kami sangat senang...hiks..hiks..." Rowan menangis sampai keluar ingus, ia tak percaya bahwa Roselia masih hidup dan kini menjadi Ariana. Entah bagaimana ceritanya, yang jelas mereka berempat senang karena Roselia masih ada.
"Bagaimana aku bisa hidup tanpa guru? Ah maksudku bagaimana kami hidup tanpa guru!" seru Gerry terisak.
"Sudahlah jangan menangis seperti itu, ini adalah hari bahagiaku...sudah seharusnya kalian juga bahagia, bukan?" tanya Ariana seraya tersenyum.
"Yang Mulia Ratu!" Gerry dkk dan Antony berseru menatap Ariana penuh rasa haru hormat.
"Ayo...kita pergi makan makanan enak, kita reunian!" ajak Ariana dengan santainya. Sejujurnya ia juga rindu dengan tubuh Roselia dan ingatannya saat menjadi gadis itu, si putri penjahat Duke Edenbell. Tapi sekarang nama Duke Edenbell sudah bersih, sebab ia terbukti tidak mengkhianati negerinya.
Roselia...apa kau senang? Kau bukanlah putri penjahat lagi dan aku harap kau tenang berada di alam sana. Terima kasih Roselia karena kau telah memberikanku kesempatan menjadi dirimu dan mengubah takdir. Mungkin kau adalah jalan dari Tuhan agar aku bisa dikelilingi oleh orang-orang yang mencintaiku. Terima kasih karena dirimu aku tidak kesepian. Batin Ariana teringat dengan Roselia yang dulu pernah menjadi mediasi datang ke dunia ini dan mempertemukan dirinya dengan orang-orang tercintanya.
Tanpa mereka sadari, Pierre mendengar percakapan itu dan dia terkejut saat Ariana mengakui dirinya bahwa gadis itu adalah Roselia.
Putri mahkota Roselia? Benarkah dia adalah Ratu Ariana? Astaga! Yang Mulia Raja harus tau ini.
Pierre segera pergi meninggalkan tempat itu, ia tak sabar ingin memberitahukan apa yang ia dengar pada Michael.
****
Malam itu diadakan pesta dansa di aula istana, Ariana telah mengganti pakaiannya dengan gaun berwarna merah yang membuat kecantikannya semakin terpencar. Sayangnya si pengantin baru belum bisa langsung melakukan malam pertama sebab masih ada pesta malam hari bersama tamu dari kerajaan lain.
"Baginda Raja dan Baginda Ratu Albarca memasuki ruangan!!" seru seorang pengawal mengumumkan kedatangan Ariana dan Asteorope.
Pasangan kerajaan itu saling bergandengan tangan, di dalam wajah keduanya tidak ada yang dipaksakan. Bahagia mereka nyata, tidak seperti Stella dan Michael.
Atensi Michael terus tertuju pada Ariana sana membuat Stella kesal. Ia benar-benar tak dianggap.
"Mari kita mulai pesta dansanya!" seru Asteorope membuka acara tersebut.
Semua orang mulai berdansa dengan pasangan mereka masing-masing. Termasuk raja dan Ratu Albarca. Ketika berada ditengah-tengah pesta dansa, tiba-tiba saja Michael melepaskan Stella dan menarik tangan Ariana hingga tubuh keduanya berdekatan.
"A-apa yang--" Ariana terkejut ketika tangan Michael sudah memegang tangannya, pria itu menatapnya dengan tatapan aneh.
"Kau Roselia? APA ITU BENAR?!" sentak seorang pria ditengah perjamuan pernikahan Raja dan Ratu Albarca itu. Atensi semua orang jadi tertuju padanya.
Deg!
Asteorope dan Stella terlihat marah saat melihat itu.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
Spoiler bab berikutnya!
"Javier, aku mohon...bawa pergi Ariana dari sini!" pinta Cain pada Javier.
"TIDAK! Aku tidak meninggalkan ayah!" teriak Ariana menolak.
"Javier, KUMOHON! Bawa dia PERGI!" teriak Asteorope yang kali ini ikut bicara, tubuhnya sudah berdarah-darah.
Tanpa basa-basi Javier membopong tubuh Ariana dengan paksa. "TIDAK! AYAH! AS!"
...****...
Gimana? Mau cepet update πβΊοΈ jangan lupa gift dan vote nya ya ...komentar juga hehe
__ADS_1