I'Ll Became A Villain'S Daughter

I'Ll Became A Villain'S Daughter
Bab 37. Aku rindu


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Asteorope merasa terluka dan tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Roselia padanya. Dia menolak cintanya dengan alasan tujuan hidupnya bukanlah cinta. Tapi semua yang dikatakan Roselia bukanlah alasan, melainkan kebenaran.


Setelah jiwanya pindah pada tubuh Roselia, tujuan hidupnya bukanlah cinta. Ia ingin menjadi kaya dan hidup tenang, bahkan ia memiliki pikiran untuk kembali ke dunia asalnya, meski ia tau tahu bagaimana caranya.


"Kenapa kau menolakku? Kenapa kau memberi harapan padaku kalau tujuanmu hanya menyakitiku seperti ini?!" Asteorope memegang erat kedua lengan gadis itu, matanya menatap Roselia penuh penekanan seakan meminta jawaban dan dia tidak menerima penolakan. Namun Roselia memalingkan wajahnya dan tak mau melihat Asteorope yang sedih.


Lagi-lagi gadis itu jadi teringat Novel love for Stella, bagian dimana Asteorope terluka dan patah hati karena Stella menolak dirinya saat pria itu setelah melakukan segalanya untuk Stella tapi Stella malah memilih Michael sebagai pasangan hidupnya.


Disanalah Ariana alias Roselia menangis dengan betapa terpuruknya Asteorope sampai pria itu mengakhiri hidupnya dan melepaskan gelar rajanya. Dan sekarang pria itu malah menangis karena dirinya.


"Roselia tatap mataku! Apa kau tidak mencintaiku? Karena jika alasan kau menolakku karena kau tidak punya tujuan akan cinta, aku yakin itu semua bohong! Aku yakin kau cinta padaku juga, aku yakin kau merasakan perasaan yang sama denganku saat aku jauh darimu." Asteorope memelas seraya memohon pada gadis itu untuk bicara.


"Iya As, Aku tidak mencintaimu." Kata Roselia tanpa menatap wajah pria itu yang kini sudah memerah dan matanya berembun.


Tidak, ini tidak benar. Jelas-jelas dia menyukaiku. Asteorope menggeleng-gelengkan kepalanya, dia tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh gadis itu. Sebab ia sangat yakin bahwa Roselia sangat mencintainya.


Cup!


Untuk ke sekian kalinya bibir sensual Asteorope menempel pada bibir cantik Roselia yang sudah merah tanpa pemerah bibir itu. Dia menyapu bibir dan lidah Roselia dengan permainan lidahnya yang mendadak menjadi pro, padahal ini adalah ciuman pertamanya.


Roselia tidak mendorong Asteorope, lagi-lagi tubuhnya berkata sebaliknya. Bahwa ia menyukai Asteorope. Merasa diberikan kesempatan, tangan Asteorope mulai menjelajahi punggung Roselia dan jari-jarinya menyentuh d*laman yang dipakai Roselia dibalik baju tidur tipisnya.


"Hmph--" terdengar suara gadis itu mendesah, menikmati setiap sesapan yang dilakukan Asteorope pada bibirnya.


Kenapa? Harusnya aku menghentikan semua ini, tapi aku malah terbuai. Apa aku benar-benar telah jatuh hati pada As?


Gerakan lidah dan bibir itu semakin cepat, bersamaan dengan debaran jantung mereka yang semakin cepat. Hingga beberapa saat kemudian Roselia mengurai ciuman mereka dengan mendorong tubuh Asteorope.


"HENTIKAN! Cukup!"


"Lihat, kau bahkan tidak menolakku...apa artinya jika itu bukan cinta?" tanya Asteorope dengan tangan yang masih memeluk erat tubuh Roselia.


"Ini hanya reaksi normal dari tubuh seseorang," alibinya dengan gugup, sambil memalingkan matanya ke arah lain menghindari Asteorope.


Cinta? Aku tidak mungkin jatuh cinta secepat ini.


"Oh, reaksi normal dari tubuh? Jika ada pria lain yang melakukan ini padamu, apa kau juga akan membalasnya?!" tanyanya tegas.


Mendengar pertanyaan Asteorope, roselia lalu menoleh ke arahnya dan memandang pria itu dengan tajam. "Tentu saja tidak! Apa kau pikir aku wanita murahan yang memberikan bibirku pada sembarang pria yang menyentuhku!" hardik Roselia emosi.


Asteorope malah tersenyum dan terkekeh mendengar suara Roselia yang marah-marah padanya. "Itu artinya kau mencintaiku, kan?"


"I-itu..." Roselia membeku dan mendadak bibirnya menjadi kelu, entah apa yang terjadi pada tubuhnya saat ini yang mendadak gugup. Bahkan saat menghadapi para pembully di luar sana dia tidak pernah gugup seperti ini.


"Sudah, kau jangan menjawabnya lagi karena aku sudah tahu jawabannya dengan melihat wajahmu saat ini. Aku hanya menanyakan pertanyaan yang sudah ku tahu jawabannya, kau MENCINTAIKU." ucapnya tegas sambil membelai lembut pipi Roselia.


"Tidak!" bantah gadis itu.


"Nona Jackie Chan!"

__ADS_1


"Sudah kubilang, aku tidak mencintaimu!" sergah Roselia dengan mencebikkan bibirnya.


Asteorope hanya tersenyum simpul, walaupun Roselia belum mengaku tapi di dalam hatinya dia sudah merasa lega karena Roselia telah menunjukkan cintanya secara tidak langsung melalui raut wajahnya.


"Baiklah, kau memang tidak mencintaiku." ucap pria itu sambil tersenyum dan mengurai pelukannya.


Aku tidak tahu apa yang membuatmu begitu menutup hati akan cinta, tapi aku juga baru belajar akan cinta. Ku pikir mungkin ini memang terlalu cepat.


"A-apa kau tidak percaya padaku? Mengapa raut wajahmu begitu?" tanya Roselia heran melihat Asteorope terus tersenyum.


"Tidak, aku baik-baik saja dan aku percaya padamu. Kau memang tidak mencintaiku. Ya sudah, kita jangan membahas ini lagi...sekarang aku punya pertanyaan lain yang harus kau jawab." Asteorope memilih untuk mengalihkan pembicaraan mereka, karena ada hal lain yang ingin dia tanyakan pada gadis itu.


"Apa?" Roselia mulai menatap Asteorope, tidak seperti tadi memalingkan wajahnya.


"Kenapa kau bertunangan dengan putra mahkota?"


Hati Roselia berdebar seketika mendengar pertanyaan itu, pertanyaan yang tidak bisa dia jawab begitu saja. Kepalanya tertunduk, tidak satu patah kata pun keluar dari bibirnya.


"Rose..."


"Maaf, aku tidak bisa mengatakannya padamu."


"Kenapa? Kita kan teman, harusnya kau bercerita padaku. Kumohon, jangan buat aku mati penasaran..." pintanya lembut pada Roselia seraya memohon padanya.


"Kalau aku sudah menjawab semua pertanyaanmu, apa kau akan pergi dari sini?" tanya Roselia pada Asteorope, dia akan menjawab pertanyaan pria itu asalkan dia segera pergi dari sana.


"Haaahh...baiklah, asal kau harus mengatakan padaku dengan jujur kenapa kau bertunangan dengan putra mahkota?" tawarnya pada Roselia, asalkan gadis itu bicara dulu. Dia akan mendengarkan semua persyaratan yang tidak peduli apapun itu. Meski sebenarnya dia tidak mau diusir dari sana, apalagi ia belum lama sampai disana.


Alasan Roselia bertunangan dengan putra mahkota adalah karena dia ingin mempertahankan hidupnya dan juga melindungi Doris. Selain itu dia juga akan memberikan seluruh hak waris kekayaan mendingan ayahnya pada dirinya setelah 1 bulan masa pertunangan mereka.


"Jadi... kau melakukan semua ini demi kehidupanmu dan juga Doris?"


"Iya, dan tentu saja pertunangan ini hanyalah kontrak."


"Jadi--kau tidak melakukan semua ini atas dasar cinta kan?"


"Cinta? Mana mungkin aku jatuh cinta pada seseorang yang sakit mental seperti itu! Apalagi dia adalah orang yang akhirnya membunuh Roselia!" gerutu Roselia dengan suara kesalnya saat membicarakan putra mahkota Michael.


"Ah...apa? Kau bilang apa?" Asteorope mengurutkan keningnya mana kalau dia mendengar sesuatu yang aneh dari ucapan gadis itu.


"Ah tidak apa-apa!" Roselia langsung menggeleng-gelengkan kepalanya dengan panik.


Astaga! Aku bicara apa? Aku keceplosan!


"Apa mungkin dia mengancam untuk membunuhmu?!" tanya Asteorope dengan tajam. "Apa mungkin karena itu kau terpaksa bertunangan dengannya?" tanyanya lagi.


"I-itu tidak benar, aku sendiri yang menyetujuinya!"


"Apa benar begitu?"


Raut wajah Asteorope begitu dingin, tatapan matanya seperti elang pemburu yang siap menerkam mangsa, tampaknya dia tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Roselia.

__ADS_1


"Benar, aku sendiri yang mau... kau tahu kan kalau kehidupanku begitu sulit di rumahku sendiri, jadi aku meminta putra mahkota untuk menolongku dengan kekuasaannya!"


"Haaahh.... coba saja kau mengatakannya kepadaku, aku pasti bisa membantumu dan kau tidak harus meminta bantuan padanya! Tapi... ini semua sudah terjadi." Pria itu mendesah kecewa karena nasi telah menjadi bubur, bagaimanapun juga Roselia telah terikat dengan Michael selama 1 bulan itu.


Dia bisa saja mengambil Roselia, membawanya pergi dari istana itu tanpa peduli dengan statusnya. Akan tetapi, bagaimana bila dia membawa kabur Roselia dan masalah terjadi antara dua kerajaan besar itu. Padahal Asteorope baru ingin membangun pemerintahannya kembali di Albarca dan tentunya menjalin persahabatan dengan kerajaan Gamarcus.


Asteorope menimbang-nimbang langkah yang harus ia lakukan untuk merebut kembali Roselia, tapi dia belum bisa melakukannya demi perdamaian dua kerajaan. Mungkin dia memang harus menunggu satu bulan sampai kontrak itu berakhir.


"Maafkan aku, tapi semuanya sudah begini...dan aku adalah tunangan putra mahkota."


Entah kenapa aku senang dengan perhatian As kepadaku.


"Tidak apa karena ini sudah terjadi, tapi aku mohon padamu dan kau harus ingat...kau tidak boleh dekat-dekat dengannya."


"Aku tidak bisa, aku adalah tunangannya jadi aku tidak bisa kalau tidak dekat-dekat dengannya."


"Rose, maksudku kau jangan dekat-dekat dengannya apalagi melakukan kontak fisik berlebih dengannya! Aku mohon Rose, kau harus jaga dirimu darinya..."


"Kau tenang saja As, aku tidak akan pernah jatuh cinta padanya dan dia juga tidak mungkin jatuh cinta padaku! Hahaha...itu tidak mungkin," kata Roselia sambil terkekeh dengan yakin.


Karena di novel tidak ada adegan romantis antara Roselia dan Michael. Yang ada Michael membenci Roselia.


Asteorope lalu memeluk Roselia, gadis itu tidak menolak Asteorope dan balas memeluknya. Entah kenapa dia merasa nyaman dengan pelukan pria itu. Berbeda rasanya saat Derrick ataupun Michael memeluknya.


Apakah ini baik-baik saja? Aku merasa nyaman bersama dewa perang berdarah dingin ini? Tapi dia tidak seperti di novelnya, dia baik padaku.


"Aku rindu padamu, Rose..aku rindu..."


"Aku juga As, aku merindukanmu." Balas Roselia sambil tersenyum.


"Aku senang sekali bisa melihatmu lagi Roselia, aku kembali merasa hidup melihat wajahmu...sungguh hatiku menjadi tenang." ucap Asteorope dengan suara lembut dan lirih.


Suara itu membuat Roselia tertegun, dia tidak menjawab dan hanya tersenyum. Rasanya bahagia bisa kembali bertemu dengan pria yang ia cemaskan. "Jadi sekarang dia adalah raja?"


"Oh ya nona Jackie Chan, sebenarnya aku adalah seorang Ra--"


Tanpa mereka sadari ada seseorang di balik jendela melihat adegan berpelukan Roselia dengan Asteorope. Pria itu tersenyum menyeringai, dia berpakaian hitam-hitam.


Tiba-tiba saja Asteorope mengurai pelukan mereka dan tidak menyelesaikan ucapannya. Wajahnya menjadi panik melihat ke arah jendela yang kini terbuka itu.


Siapa dia? Siapa yang memperhatikan kami?. Asteorope menatap ke arah jendela dengan begitu tajam, dia melihat dengan jelas ada sekelebat bayangan hitam yang lewat disana.


"Oh! Sejak kapan jendela itu terbuka? Barusan kan sudah ku tutup." gumam Roselia dengan wajah polosnya.


"Tutup dan kunci jendelanya dan jangan pergi kemana-mana! Kalau ada apa-apa kau teriak saja!" titah Asteorope pada Roselia, kemudian dia pun pergi keluar dari kamar itu lewat jendela dengan buru-buru.


"Eh....kau mau kemana? Kenapa buru-buru padahal kita baru bertemu?" Kening wanita itu berkerut.


...****...


Mau tambah lagi upnya? jangan lupa kasih vote, komen, like , gift dan rate 5 🙈🙈

__ADS_1


__ADS_2