I Remember You

I Remember You
Ini hidupppp


__ADS_3

Chan Yun hanya menatap sekilas,namun mata Sham menatap dengan serius ke wajah Yun bin.


"Ada apa dengannya?"batin Sham.


Yun bin pun kembali ke belakang mata sham masih mengawasi.


Yun bin tiba tiba memegangi meja


"Yun ...Yun ..!"ucap Bibi Jung merangkul Yun bin.


"kau tdk papa?"tanya nya.


"Ahh tdk tdk aku tdk papa!"Jawab Yun bin ke belakang.


Mata Sham masih khawatir namun otaknya berkata lain.


Malamnya saat Yun bin pulang dia mampir ke rumah abu.


Dia membuka pintu kaca dan tersenyum tapi air mata jatuh.


"eomma..appa..putramu tdk sekuat dulu lagi..aku sudah lemah sekarang!"


"aku sakit eomma..appa..bukan aku yg membunuhmu..kenapa orang menyalahkan ku..siapa yg aku ajak sekarang?..,Jika aku tdk berhasil nanti untuk sembuh..aku mohon..tuntun aku bersama kalian!"ucap yun bin.


Yun bin terjatuh karena rasa nyeri di pinggangnya.


"eomma..ahh"lirihnya.


Yun bin memegangi dinding untuk bangun dan menutup pintu kaca.


Dan kembali kerumah.


Berbulan bulan telah berlalu tetap sama bahkan banyak artikel yg ingin menjatuhkannya lebih dalam.


"Stadium 2"baca Yun bin dengan tersenyum.


"kau senang?"tanya dokter.


"Ya saya senang..sangat senang!"Ucap Yun bin.


Saat keluar rumah sakit dia tdk menebus obat sama sekali.


Air matanya tergenang menunduk ditaman jati.


Matanya terus membaca stadium 2


" lagi 3 stadium untuk mencapai gagal ginjal!"batin Yun bin.


menggenggam pergelangan tangannya yg mulai hilang isi.


...----------------...


Chan Yun belakangan ini selalu menemui Sham,bahkan memanjakannya Hyeu sendiri melihat hal aneh belakangan ini dilakukan Chan yun.


"Kau besok cuti?"Tanya paman.


"hmm iya kenapa?"tanya Sham.


"Bibimu bakal pulang besok antar pamanmu ini ke bandara!"ucap paman.


"benarkah?bibi bakal pulang?"tanya Sham dengan senangnya.


"Ya..maka antar pamanmu ini ke bandara!"ucap paman.


"hmm tentu!"ucap senang sham.


Jayong sudah sekian lama akhirnya berkunjung kerumah Yun bin.


Clek"pintu dibuka memperlihat seorang namja yg baru bangun dari tidur siangnya.


"Kau cuti hari ini?"Tanya jayong.


"hmm iya ada apa?"tanya Yun bin.


"Ayo kita jalan jalan..aku juga sedang cuti hari ini!"ucap jayong memaksa.


"Kemana?yg Deket aku ya yg jauh aku gak ikut!"ucap Yun bin yg tdk tega untuk menolak.


"Ayo bersiap aku tunggu!"ucap jayong semangat.


Tak butuh waktu lama Yun bin memakai pakaian sweater tebal Karna sekarang mendekati musim salju.


Dipantai


Jayong memegang pergelangan Yun bin dia seketika tersadar jika pergelangan tangan Yun bin sangat kecil namun jayong tetap diam.


"Kau mau bersenang senang?"tanya jayong.


Yun bin hanya tersenyum


"apa itu senyum aslimu?"tanya jayong.


Yun bin berbicara sedikit pun dari tadi dia hanya membalas perkataan dengan senyuman.


"Tunggulah disini aku akan ketoilet!"ucap bohong jayong.


Jayong naik ke sebuah tepian pembatas dan mengawasi Yun bin dari sana.

__ADS_1


Yun bin tampak menurunkan senyumnya secara tiba tiba,dia duduk dibagi karang dan membenamkan wajahnya.


Sesekali melihat ombak yg terus menyentuh jari jari kakinya.


"Dia menangis?"batin jayong.


Jayong terus memantau dari dekat


"Hyung...hiks..hiks..hiihihihii!"lirih Yun bin.


Jayong langsung turun dan turun.


Yun bin bangun dan mengusap air matanya saat sadar suara tapak kaki mendekat.


"Inih !"ucap jayong memberi es cream.


Jayong menatap intens mata coklat Yun bin yg kemerahan karna sering menangis.


"Bagaimana?"tanya jayong.


"manis!"jawab Yun bin, tersenyum.


"Itu bukan senyum aslimu!"batin jayong.


Mereka berdua duduk dikarang menikmati deburan ombak.


"Aku dengar bibimu akan pulang besok!"ucap jayong.


"Lalu?aku harus apa?"tanya Yun bin,datar


"Kau tdk akan menemuinya?"Tanya jayong


Yun menggeleng sambil tersenyum


"hentikan senyuman palsumu itu!"tegas jayong.


Seketika Yun bin menurunkan senyumnya dan menunduk.


Jayong langsung memeluk Yun bin,mata jayong ternyata ditipu sweater yg Yun pakek,saat Yun bin memakai dia tampak berisi namun nyatanya Yun bin kurus .


Jayong melepas pelukan dan memegang pergelangan tangan Yun bin.


"wae?wae?kau sangat kurus kau diet?"tanya jayong.


"Tdk mungkin kau diet Sampai sekurus ini!"Ucap jayong memegang kedua pipi Yun bin.


"Antar aku pulang!"ucap Yun bin.


Dimobil


Jayong mengecek tangannya lagi


"Tangannya sangat kurus!"batinnya.


"ughh wae ada apa?"lirih Yun bin terbangun karna tangannya dipegang.


"ohh maaf aku mengganggu tidurmu!"ucap jayong melepas tangannya.


Yun bin menyandarkan kepalanya dan melihat keluar.


"Kau mau makan?ikut aku makan sekarang !"ucap jayong.


Sampainya DiRestaurant


Dia melihat Sham dan pamannya Yun bin seketika terpaku diambang pintu.


Jayong mengerti "ayo kita hampiri!"


Yun bin pun menghampiri dan duduk dimeja yg sama.


"jayong..kau tadi kemana?"tanya Chan Yun.


"Aku kepantai dengan Yun bin!"ucap jayong.


Yun bin hanya diam dan menunduk.


"Kenapa dia sangat kurus sekarang?"batin Sham.


Tiba tiba Yun bin bangun dari duduknya dan berlari ke arah wastafel.


"Yun bin..!"panggil jayong.


Yun bin kewastafel buru buru


"uhuk..uhuk...Hoek..uhuk..!"Tangan Yun bergetar saat melihat darah.


Jayong langsung masuk tanpa ijin, melihat darah diwastafel.


Yun bin langsung menghidupkan keran untuk melarutkan darahnya.


Namun terlambat jayong sudah melihat dengan jelas.


"Ada apa?"tanya Yun bin sambil berkumur.


"Aku yg harusnya bertanya kau kenapa?"tegas jayong.


"Apa yg kau sembunyikan?"Tanya jayong.

__ADS_1


"apa yg aku sembunyikan?"ulang Yun bin.


"Jawab pertanyaanku dengan jawaban bukan malah memberi pertanyaan kembali!"ucap jayong.


Yun bin pun pergi meninggalkan jayong diwastafel,namun tangan jayong menahan hal itu.


"Aku melihatmu muntah darah tadi bagaimana kau bisa menghindar dariku"ucap jayong.


"Kau salah liat aku tdk muntah darah!"ucap Yun bin.


"Aku anggota polisi aku bisa meminta rekaman cctv untuk melihat hal itu!"ucap jayong.


"Berhenti bersikap sesukamu jika sedang bersamaku!"ucap Yun bin.


Yun bin tdk duduk lagi dimeja Sham dia mengambil handphone nya dan berjalan pergi.


Dia pulang menggunakan taksi, jayong hanya menatap taksi yg kian menjauh.


Didalam Taksi


Yun bin sendiri takut melihat darah diwastafel , bahkan sekarang tangannya gemetar.


Sampai dirumah tubuh Yun bin sangat lemas karna capek.


Tangannya memegang meja untuk menjaga tubuhnya supaya tdk ambruk.


"eomma.."lirihnya.


Yun bin kekamarnya memeriksa laci untuk mencari obatnya namun nyatanya sudah habis.


Terlihat Yun bin menahan sakitnya dibagian pinggangnya.


Yun bin terduduk dilantai menahan sakit dibagian ginjalnya.


Yun bin meminuk air sampai rasa sakitnya reda.


Malam tiba


Chan Yun sedang dirumah Sham karna besok pagi mereka menjemput bibi dibandara.


Dan juga besok ialah hari lahir Yun bin.


"Paman !"panggil Sham.


"ya apa?"tanya Chan


"Besok aku akan melihat bibi untuk sekian lamanya,apa aku bisa mengajaknya ke pantai?"tanya Sham.


"ya ... baiklah,jika dia mau!"ucap paman.


Pak Choi membereskan barang nya dikantor.


"Song..shi..aku minta cuti untuk besok!"ucap pak Choi.


"wae?"


"Besok ada klien aku mohon jangan cuti !"ucap pak song,tanpa menatap pak Choi.


Pak Choi mengerutkan alisnya"Baik pak song..!"


Pak Choi pun kembali ke rumahnya,dia akhir akhir ini belum menjenguk Yun bin sama sekali.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Yun bin masih ke wastafel dia terus muntah sampai semua isi perutnya keluar.


"uhuk..uhuk..Hoek..Hoek..uhuk..uhuk..!"Yun bin terduduk dilantai dia sudah lemas dari sore dia terus muntah.


"Tuhan..aku sudah tdk kuat lagii..!"lirih Yun bin berusaha bangun dan istirahat kekamarnya.


Keesokan paginya


Sham sudah menunggu dibandara,saat melihat melihat bibi datang membawa koper,sham langsung memeluk bibinya untuk mengungkapkan rasa kangennya.


"Sham..kau sudah sangat besar..!"ucap bibi.


...****************...


Yun bin sudah bekerja dan sudah membersihkan meja dan barang barang.


"Yun..!"ucap bibi Jung menghampiri.


"ya..apa?"tanya Yun


"Kau sudah sarapan?bibi sudah buat sarapan,sarapan lah dulu!"ucap bibi.


"Ya..baiklah aku nanti menyusul!"Ucap Yun bin.


Terhidang nasi panas,Soop,dan juga kimchi Yun bin mulai memakannya walau dia sungguh tdk niat makan.


"Apa tdk enak?"tanya bibi.


"Enak..tapi aku tdk ada selera makan selama ini!"ucap Yun.


"kau makin kurus jika terus begitu..!"khawatir bibi dan menyendok kan nasi dan menyodorkan ke mulut Yun.


"ayo makan..kau makin kurus sekarang!"ucap bibi.

__ADS_1


__ADS_2