I Remember You

I Remember You
Nikmat Pagi Yang Berujung Kesakitan


__ADS_3

Tak terasa hari cepat berlalu, dan minggu-minggu ini adalah detik-detik Zoey akan segera melahirkan anak keduanya. Semua perlengkapan bayi yang akan lahir sudah di kemas rapi ke dalam tas ransel yang berukuran sedang. Mereka sudah begitu antusias sekali untuk menyambut kehadiran anak kedua mereka, terlebih Mama Wilona yang begitu tidak sabaran ingin segera menggendong cucu yang masih dalam kandungan Zoey.


Tidak terkecuali Mike yang ternyata sudah sangat siap untuk di panggil dengan sebutan Abang. Ya, anak lelaki itu ingin Adeknya nanti memanggilnya demikian, ia terinspirasi oleh panggilan Auntynya Ariell terhadap sang Daddy.


Kabar dari sang Adik Ariell juga sudah jauh lebih baik, bahkan sahabatnya Bryan baru saja bangun dari masa komanya, itu adalah kabar yang membahagiakan. Akan tetapi kabar yang lainnya juga tak kalah mengejutkan, sahabatnya itu mengalami hilang ingatan, dan lebih parahnya lagi pria itu mengira bahwa Ariell adalah istrinya dan Ken adalah putra mereka berdua.


Sungguh Rich merasa seolah takdir sedang mempermainkan hubungan keduanya, akan tetapi Rich bersyukur, mungkin dengan kejadian ini, bisa membuat hubungan Ariell dan sahabatbya itu bisa bersatu. Dan Rich tidak percaya lagi mendengar bahwa Nando justru memilih mundur secara baik-baik, hingga membuat semuanya merasa lega, terlebih Ibu mereka.


" Sayang aku pergi dulu, kalau ada apa-apa langsung hubungi aku, Okay. Sebenarnya aku tidak ingin meninggalkanmu. Tetapi di kantor sangat mendesak, Papa terus menghubungiku karena ada masalah di kantor, sepertinya ini sangat penting, maafkan aku sayang." Ujar Rich setelah selesai memakai kemeja putihnya, lalu Zoey pun mendekat untuk memasangkan dasi untuk suaminya.


" Iya, tidak masalah. Kuharal bukanasalah yang serius dan masih di atasi bersama- Sudah berangkatlah Papa sudah menunggumu." Zoey berbalik akan melangkang pergi kekuar kamar setelah selesai memasangkan dasi untuk Rich. Namun langkahnya terhenti saat Rich mencekal lengannya, membuat Zoey pun kembali berbalik menatap suaminya dengan pandangan bertanya.


" Kau sungguh tidak masalah kalau aku tinggal ke kantor? Entah mengapa perasaanku tidak enak sayang?" Ucap Rich menatap lekat wajah istri cantiknya.


Zoey melepaskan cekalan tangan Rich, lalu menangkup wajah tampan itu." Tidak ada yang perlu di khawatirkan, pergilah, dan cepat kembali, kami semua menunggumu di rumah." Zoey langsung mengecup bibir suaminya dengan mesra, namun bukan Rich namanya jika tidak menahan tengkuk Zoey agar ciuman mereka tidak terlepas dan semakin dalam lagi. Akhirnya Zoey pun pasrah dan membalas ciuman tersebut, lid*h mereka saling membelit, menari-nari di dalam sana.


" Nghh.." Lenguh Zoey saat sebelah tangan suaminya yang lain meremas pelan bukit kembarnya dari balik dress tidur tipisnya. Sesaat tubuhnya menginginkan yang lebih dari sekedar ini. Namun ia segera mendorong dada suaminya dengan pelan, saat ia teringat sesuatu.


" Sa-sayang kau akan terlambat nanti, Papa pasti sudah menunggumu. " Lirihnya mengingatkan Rich agar menyudahi permainan mereka.


" Aku lapar sayang." Desis Rich dengan pandangan sayu dan juga berkabut. Bukannya Zoey tidak paham atas permintaan dan juga pandangan tersebut, akan tetapi waktunya tidak tepat saat ini.


" Nanti sepulang dari kantor saja ya, aku akan berikan apapun yang kau inginkan." Tawar Zoey sedikit memberikan janji, agar suaminya itu segera berangkat ke kantor.

__ADS_1


Namun Rich menggeleng dengan cepat, tidak setuju atas penawaran dari sang istri, sebab yang di bawah sana seakan tidak mau di ajak tawar-menawar saat ini. Ia melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Kemudian menunjuk ke bawah agar istrinya itu melihat jika miliknya sudah berdiri tegak, siap tempur.


" Lihatlah, apa kau tidak kasihan dengannya sayang. Bila perlu ikutlah bersamaku ke kantor, kita bisa melakukannya disana saja" Kali ini justru Rich yang ikut tawar-menawar.


Zoey hanya geleng-geleng, tersenyum geli kepada suami mesumnya ini. Mengingat semalam mereka tidak melakukan aktifitas malamnya, sehingga pagi ini membuat sang suami tidak tahan lagi. Ya,semalam dirinya sudah tertidur pulas, saat Rich kembali dari kantor. Mungkin merasa tidak enak harus membangunkannya, alhasil Rich tidak mendapatkan apa-apa, selain segera menyusulnya agar bisa bertemu di alam mimpi.


" Kau ini! Ada-ada saja! Bisa gawat nanti sampai ketahuan Papa sayang! Sekalinya ajak istrinya ke kantor, tenyata hanya melakukan hal mes*m di ruangannya, seperti itulah kira-kira." Gerutunya menatap kesal pada suaminya yang kelewat mesum. Menginjak usia kandungannya yang semakin kesini, Zoey sudah tidak seagresif kemarin, dan itu membuat Rich sedikit uring-uringan juga.


" Ayolah sayang! Baiklsh tiga puluh menit saja ya!" Ujar Rich memelas, hingga rayuan maut pun menjadi andalan Rich agar keinginannya bisa tercapai.


" Yakin hanya tiga puluh menit?" Ujar Zoey yang sengaja meledeknya.


" Ya aku janji sayang," Setelah mendapatkan lampu hijau dari sang istri, Rich segera memang*t lembut bibir yang sudah menjadi candunya. tangannya tidak tinggal diam, yang satu meremas salah satu benda favoritnya, yang satu lagi merayap turun hingga masuk ke dalam celah yang menjadi area utama favoritnya.


" Kau selalu nikmat sayang, apalagi jika pagi-pagi begini bisa membuat rasa laparku sirna." Bisik Rich sebelum ia beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan si djordy yang perlahan mulai melemas.


" Sayang aku berangkat dulu, terima kasih breakfast ternikmatnya." Desisnya yang masih sempat meraup benda kenyal milik sang istri sebelum beranjak keluar dari kamar, meninggalkan Zoey yang masih terduduk lemas di sofa sambil memejam.


Selang beberapa saat kemudian, Zoey mulai mengerjapkan kedua netranya, ternyata ia ketiduran saking lemas dan letihnya akibat di makan oleh sang suami mesumnya. Namun saat terjaga ia merasa perutnya mulas, dan ia merasa sofa yang ia duduki terasa basah, dengan tenaga yang ia miliki ia pun beringsut bangkit namun detik berikutnya ia memekik saat menyadari yang tadi terasa basah adalah air dari ketuban kandungannya.


" Bibi, tolooongg.!" Teriaknya yang memanggil asisten rumah tangganya dengan sangat panik, ia merasa dejavu sesaat, ya ini untuk yang kedua kalinya ia mengalami hal yang serupa. Sang Asistentnya terlihat tergopoh-gopoh berlari menuju ke kamarnya bersama Mike, tentu saja putra sang majikannya, ia merangkap menjadi pengasuh Mike sekaligus pembantu di kediaman Richard. Bayarannya pun tak tanggung-tanggung perbulan sana seperti pegawai kantoran.


" Mom?!!" Pekik Mike, yang ikut panik melihat pakaian yang Ibunya pakai sudah basah kuyup saat ini.

__ADS_1


" Ya ampun apa yang terjadi Nyonya? Saya akan segera panggilkan ambulan kemari, dengan begitu cekatan sang Bibi merogoh ponselnya dan segera menghubungi salah satu Rumah sakit besar untuk segera mengirimkan sebuah Ambulan ke rumah majikannya.


" Nyonya, tenang. Duduk dulu, sebentar lagi Ambulan akan segera datang." Ujar Bibi mencoba menenangkan Zoey, yang sedari tadi meringis menahan sakit yang luar biasa.


" Mom, are you okay? Apa yang bisa Mike bantu untuk Mommy?" Lirih Mike, yang begitu sangat peka terhadap sang Ibu. Pria kecil itu bisa merasakan jika saat ini Ibunya merasakan kesakitan yang luar biasa.


" Oh, Mike sayang. Bantu Mom untuk lebih kuat lagi." Lirih Zoey yang terus menahan sakit demi sakit yang ia rasakan.


.


.


.


.


.


.tbc


Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷


Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.

__ADS_1


__ADS_2