I Remember You

I Remember You
Di Usir


__ADS_3

Sedangkan di meja lain yang tak jauh dari meja para orang tua, duduklah anak-anak mereka disana.


" Kak, kapan kau akan melangsungkan pernikahanmu?" tanya Valerie yang duduk di samping Fernandez.


" Kenapa memangnya?" Nandez justru bertanya balik kepada Val.


" Ya tidak apa, aku 'kan hanya bertanya saja, takutnya akan bentrok dengan jadwalku nanti." jawab Val sambil melirik pria yang duduk sedikit jauh darinya.


Dia itu sengaja memanas-manasiku ya? wanita itu juga sok akrab sekali dengannya!!


Gerutu Val dalam hatinya merasa kesal melihat pria yang ia sukai justru duduk di samping wanita lain, wanita asing pula.


" Jadi kau sepupunya istrinya Richard? lalu kalian tinggal dimana?" tanya Nando sambil menyantap sarapannya itu.


" Iya, kami tinggal di perumahan dekat dengan jembatan london. apa kau tahu tempat itu?" tanya Ellen dengan sok akrabnya.


" Ya aku sering kesana dulu, saat aku tinggal disini, tapi aku sudah lama tidak pernah kesana lagi, jadi kalian tinggal di perumahan elit itu." tebaknya yang seolah tahu perumahan yang di maksud oleh Ellen barusan.


Padahal tebakan yang di katakan oleh Nando adalah salah, bukan perumahan elit tapi perumahan kumuh, walau kenyataannya tidak terlihat begitu kumuh namun memang begitulah julukan perumahan disana.


Ellen hanya bisa tersenyum getir sebagai jawabannya, ia tidak mungkin memberikan penjelasan yang sebenarnya kepada pria yang baru ia kenal itu, tetap rasa malu yang ia jaga.


Tak lama terlihat dua orang sedang berjalan mendekat kepada mereka, siapa lagi kalau bukan pasangan pengantin yang baru sah menjadi suami istri kemarin.


Rich menarik salah satu kursi yang berada di samping Val agar Zoey bisa langsung mendudukinya, seolah mengerti Zoey segera duduk tepat di samping adik iparnya itu.


" Thanks." ucap Zoey begitu datar tanpa sedikit senyum di wajah cantiknya.


Sementara Rich hanya berdehem dan menarik kursi tepat di sebelah istrinya itu. dan langsung mendudukinya, kini semua mata tertuju kepada mereka berdua yang terlihat saling diam-diaman.


" Apa semua baik-baik saja sayang?" tanya Wilona menatap keduanya secara bergantian, ia yang duduknya di pinggir jadi tak perlu bersuara keras saat berbicara.


Sebab tempat duduk putranya pun juga berada di pinggir hanya terpisah oleh jalan sebagai penghalangnya.


Dari jarak yang cukup jauh tadi Wilona terus memperhatikan cara jalan menantunya itu yang terlihat masih seperti biasanya, sama sekali tidak ada yang berbeda.


Apa benar mereka sudah pernah melakukannya waktu itu? sebab jalannya Zoey masih tetap sama, atau mereka justru belum melakukannya?

__ADS_1


Pikir Wilona menduga-duga, ia takut putranya itu belum melakukannya pada istrinya, bagaimana ia akan segera menggendong cucu kalau ternyata tidak terjadi apa-apa semalam diantara mereka.


" Kami baik-baik saja Mama, memangnya ada apa? kenapa semuanya menatap kami seperti itu?" tanya Rich sedikit risih di tatap seperti itu.


Seolah mereka mengira ia akan melakukan hal yang membuat istrinya itu kesakitan, terlebih tatapan Pamannya Zoey yang seolah sedang mengintrogasinya.


Membuat Rich menelan salivanya dengan susah payah, kemudian ia menoleh ke samping untuk melihat istrinya tersebut yang ternyata sedang sibuk mengambil makanan ke dalam piringnya sendiri.


" Zoey, kenapa kau tidak mengambilkan makanan untuk suamimu?" tanya Hanna, Mama dari dua orang putra dengan sedikit keras.


Membuat Zoey menoleh ke arah sumber suara, dan melihat itu adalah suara dari bibi suaminya, ia yang baru sadar bahwa semua orang sedang menatapnya itu pun jadi salah tingkah bahkan suaranya terasa tercekat di tenggorokan saat ingin menjawabnya.


" Terima kasih sayang," seru Rich sembari mengambil piring yang sudah terisi yang berada di hadapan sang istri lalu menggeser piring kosong miliknya sebagai gantinya.


" Sama-sama." jawab Zoey kikuk sambil menampilkan senyumnya.


Membuat semuanya ikut tersenyum melihat adegan mesra yang di tampilkan pasangan pengantin baru itu, mereka jadi bernapas lega kembali karena tadi mengira mereka sedang tidak baik-baik saja.


"Ekhem!!, romantis sekali pengatin baru, serasa dunia milik berdua." seloroh Nandez menahan senyum.


Fernandez terlihat begitu tenang sekali sebelum menjawab pertanyaan yang terlontar untuk dirinya, walaupun sebenarnya ia tidak menyangka akan mendapatkan wanita yang sedang duduk di sampingnya itu.


" Ekhem, yang pasti menunggu waktu yang tepat saja, karena_


" O ya, aku tahu karena dia masih sibuk bekerja? sehingga kalian menundanya, aku doakan kakak segera menyusul kakaku, aku jadi ingin menikah muda juga." gumam Val kemudian saat ia berbicara panjang lebar.


Nandez hanya tersenyum samar setelah mendengar spekulasi dari Val, seolah gadis itu tahu apa yang tengah di pikirkan oleh Nandez sehingga Val pun mengatakan kalimat itu, padahal tidak ada yang tahu perihal masalah tersebut salain Nandez sendiri.


Akhirnya mereka semua sarapan bersama sambil saling berbincang hangat hingga tak terasa hampir waktu siang hari.


Kedua keluarga Taro dan Sayo akhirnya berpamitan untuk kembali ke Mansion terlebih dahulu, untuk menghabiskan waktu mereka di sana daripada di hotel.


Sedangkan keluarga Ronald sudah berpamitan terlebih dahulu sebab Ronald masih belum sembuh total, dan mereka juga merasa tidak enak hati jika berlama-lama menginap di sana, walau sebenarnya Rossa sempat menolak untuk di ajak pulang. karena menurutnya sayang jika sudah di sewa selama tiga hari namun hanya di tiduri semalam saja.


Namun karena suara tegas dan tak terbantahkan dari suaminya itu serta tatapan tajamnya membuat nyali Rossa seketika menciut ketakutan.


Rich dan Zoey kini tengah mengantar seluruh anggota keluarga Richard ke depan lobby, setelah kedua mobil itu sudah mengilang dari pandangan, dan kini tinggallah mereka berdua yang masih menikmati malam pengantinnya, sebenarnya hanya Rich yang menikmati namun tidak dengan Zoey yang terpaksa menuruti keinganan dari para orangtua.

__ADS_1


Mereka pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke kamar yang ia tempati dari semalam itu, sebab Zoey tidak ingin pergi kemanapun saat ini, ia masih begitu lelah. apalagi mengingat kejadian semalam yang membuat tidurnya terusik hingga tidak bisa tidur nyenyak.


Begitu sampai kamar Zoey segera merebahkan tubuhnya di atas sofa tanpa melirik sedikit ke arah suaminya yang sedang duduk di sofa single tepat di sampingnya.


" Apa kau masih marah atas kejadian semalam? maafkan aku bukan aku ingin memanfaatkan keadaan saat kau terlelap, aku hanya ingin membantumu melepas baju itu lalu_


" Lalu kau bisa berbuat mesum padaku, hanya karena aku sudah menjadi istrimu begitu hah!!" sela Zoey menatap Rich dengan tatapan membunuh.


Kepala Zoey sudah terasa begitu pening sedari tadi, namun masih ia tahan sebab merasa tidak enak hati pada keluarga Richard jika tiba-tiba ia pergi.


Rich menjadi salah tingkah telah di tuduh berbuat mesum pada istrinya sendiri, padahal niatnya hanya ingin membantu, salahkan saja pada pusakanya yang tidak bisa di ajak kompromi.


" Pergilah keluar, entah mau kemana aku tidak peduli, biarkan aku sendiri! atau jika kau mau tinggal silahkan, biar aku saja yang pergi." ancam Zoey dengan begitu seriusnya.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.


.tbc


Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷


Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.

__ADS_1


__ADS_2