
Tunggu! Becca, kenapa dia memanggilku seperti itu, hanya ada satu orang yang memanggilku dengan nama itu selain kedua orangtuaku. mungkinkah dia? tidak mungkin! aku menggeleng lemah dan terus menatapnya. berharap itu bukan dia. batin Zoey menatap ke dalam manik hitam milik Richard.
Rich menarik Zoey keluar dari kamar mandi, sebelummya Zoey juga sudah memakai bahtrobe sehingga tubuhnya tertutup. mereka duduk di sofa, namun Zoey menolak ia memilih berdiri saja sebab masih merasa kesal pada pria itu.
" Aku sungguh Leo, teman masa kecilmu." lirihnya kembali.
Degh!!
Zoey langsung menoleh dengan cepat, sedikit menunduk untuk bisa menatap wajah suaminya yang juga menatapnya, ia sungguh terkejut. namun ia tutupi.
" Leo? kau jangan bercanda? ini tidak lucu sama sekali." desisnya menatap tajam ke arah Rich.
Antara percaya atau tidak, itulah yang ada di dalam benak Zoey saat ini, terlebih pria yang ada di hadapannya ini selalu saja bersikap menyebalkan juga jangan lupa otak mes*mnya yang membuat darahnya seketika naik.
" Kau masih tidak percaya padaku?" Rich melihat istrinyanya kembali menggeleng.
Zoey tentu saja tidak percaya, bagaimana bisa teman kecilnya yang membuatnya nyaman, selalu mengajaknya bercanda, membuat hari-harinya bahagia, sekarang justru sebaliknya membuatnya tidak betah berada di sisi pria itu.
Seketika Rich ingat sesuatu, ia segera mencari benda yang selalu ia bawa kemana-mana yang ia simpan di dalam tas kecilnya. " Ini benda yang aku berikan padamu waktu kita masih kecil, apa kau ingat?" Rich memperlihatkan benda kecil sebuah gantungan kunci berbentuk boneka teddy bear itu tepat di depan wajah Zoey.
Yang membuat wanita itu seketika terbelalak tidak percaya, " Bagaimana kau bisa mendapatkan benda ini?" desisnya sembari ingin meraih gantungan kunci tersebut, namun Rich lebih cepat bergerak menjauhkannya agar tidak dapat di raih Zoey.
" Kau jangan berusaha membohongiku lagi, cukup malam itu saja kau berhasil, tidak sekarang dan juga seterusnya. aku memang baru mengenal dirimu, tetapi aku sudah sangat paham bagaimana sifat dan juga perilakumu yang berbeda sangat jauh denganNya. dan aku yakin kau mengambil benda ini dariku, kembalikan itu milikku." Zoey masih bersi-keukeuh bahwa Rich bukanlah teman masa kecilnya, ia juga berhasil mengambil gantungan kunci kesayangannya, disaat Rich lengah dengan wajah yang masih tidak menduga.
Dan inilah yang Rich takutkan, pasti Zoey tidak akan percaya begitu saja padanya, mengingat Zoey bukanlah wanita yang bodoh, dia pasti tidak akan percaya dengan ucapan bualannya.
" Baiklah, itu hakmu percaya atau tidak. tetapi inilah kenyataannya. aku sungguh mencintaimu Becca sayang, kau harus percaya padaku." ujar Rich menjelaskan agar istrinya itu percaya.
Zoey terdiam sejenak, walau ia masih belum percaya dengan ucapan suaminya, namun ia merasa ada sedikit sesuatu yang masih mengganggunya, entah itu sebuah bukti? tetapi jika gantungan kunci ini, bisa saja mirip dengan miliknya bukan? tetapi Zoey juga baru sadar jika miliknya sudah hilang entah kemana.
Apa aku harus percaya pada ucapannya? mengingat perilakunya selama ini padaku aku masih meragukannya!
" Aku butuh waktu." jawabnya sambil berjalan menjauh merangkah di atas ranjang lalu berbaring membelakangi Rich.
__ADS_1
Rich hanya bisa menghela napas kasarnya, susah sekali menjelaskan kebenaran ini pada wanita itu. ia pun bangkit dan berjalan keluar dari kamar untuk mencari udara segar di luar sana, meninggalkan Zoey yang masih sibuk dengan pikirannya sendiri.
Rich mencoba bersabar dan memberikan waktu untuk Zoey sendiri saat ini, namun bukan berarti ia sudah menyerah. ia akan terus mencoba menjelaskan pada istrinya yang mungkin saat ini masih shock setelah mendengarkan pernyataan barusan.
...----------------...
Di tempat lain tepatnya di kota besar yang mempertahankan konsep tradisional dan budaya jawanya, seorang pria tengah mengantarkan kekasihnya ke butik langganan wanitanya. sudah lebih dari sepuluh menit ia menunggu, namun sang pujaan hati tidak kunjung keluar dari ruang ganti.
Pria itu adalah Armand, ya Armand sahabat Bryan dan Andrew yang tadi malam datang ke Ibukota hanya untuk memberikan ucapan selamat pada sahabatnya sekaligus melepas rindu.
Pagi tadi ia juga langsung terbang kembali ke kota asalnya, sebab ia mendapatkan panggilan dari atasannya, sehingga ia tidak bisa berlama-lama menemani sahabatnya itu.
" Sayang, bagaimana bagus tidak?" ucap wanita bernama Ruby memperlihatkan gaun yang sudah ia pesan sebelumnya untuk acara pertunangan mereka.
" Bagus sekali sayang, kau terlihat sempurna memakai pakaian apapun." jawab Armand yang masih menatap penampilan kekasihnya dari atas hingga bawah.
Ruby begitu senang di puji demikian, sebab ia sangat menyukai gaun yang kini menempel di tubuhnya, " Lalu bagaimana denganmu? harusnya kau juga mencoba pakaianmu!" pintanya dengan manja.
" Aku sudah mencobanya tadi saat kau di dalam, sudah pas cocok." jawabnya sambil membalas pesan dengan sahabatnya.
Membuat Armand gemas sembari mengantongi kembali ponselnya di saku celana, ia langsung mengecup bibir itu sekilas, lalu menyeringai menatap Ruby.
" Iihh, Kakak!" pekik Ruby bertambah kesal.
Sedangkan Armand hanya terkekeh, " Jangan seperti itu bibirnya, aku akan menciummu lemas di sini." ancamnya sambil terus terkekeh." Lagi pula aku merasa gerah tadi, jadi begitu sudah pas di badanku, aku langsung melepasnya lagi. itu hanya pesan dari sahabatku, tidak perlu cemburu." beritahunya.
Ruby masih menekuk wajahnya, membuat Armand terkekeh kembali. " Baiklah sayang maafkan aku, jangan marah begitu, sebaiknya kita pergi makan, aku sudah sangat lapar, tadi di kantor hanya makan sedikit." bujuknya sambil mengecup kening kekasihnya.
Tak lama setelah Ruby berganti pakaian kembali. akhirnya mereka meninggalkan butik untuk menuju ke sebuah Restoran." Sayang maafkanku, please jangan marah lagi ya, kau mau minta apa?" bujuk Armand yang terus mengeluarkan jurus andalannya. mereka duduk dengan saling berhadapan sambil menyantap makan malamnya.
Ruby terlihat ingin mengatakan sesuatu tetapi ia sedikit bingung. seakan mengerti Armand pun kembali bertanya." Kau ingin pergi berlibur?" tanyanya yang tepat sasaran, sebab raut wajah Ruby langsung berbinar mendengar kata liburan.
Armand hanya tersenyum geli, ia sudah sangat mengenal kekasihnya ini semenjak mereka masih duduk di bangku sekolah menengah atas, Armand dua tingkat lebih dulu dari Ruby yang baru saja masuk sekolah." Baiklah kau ingin pergi kemana?"
__ADS_1
" Dua hari aku libur mulai besok, jadi aku ingin berlibur ke Labuan Bajo." cicitnya dengan wajah imutnya itu membuat Armand tidak tahan jika tidak mencumb*nya.
" Eemm,, harus besok ya?" tanyanya memastikan.
Ruby hanya mengangguk dengan cepat, " Baiklah aku akan mengurusnya, tetapi aku tidak bisa menemanimu sayang, kau ajaklah temanmu aku yang akan mengurus semuanya." jelas Armand dengan sedikit menyesal.
Walau terlihat kesal dan kecewa akhirnya Ruby mengiyakan dia akan pergi berlibur besok dengan mengajak temannya. " Kau sudah selesai? ayo aku akan mengantarkanmu."
" Apa Roy menghubungimu? sejak kemarin ponselnya tidak aktif." mereka sudah masuk ke dalam mobil milik Armand.
" Entah, aku sendiri juga tidak bisa menghubunginya." jawab Ruby sambil memakai seatbelt nya.
Roy adalah sahabat mereka sejak dulu, hingga mereka sama-sama kuliah di tempat yang sama, namun berbeda jurusan. namun sekarang Roy melanjutkan study nya keluar negeri. hingga mereka akhirnya berpisah.
.
...----------------...
.
.
.
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.