I Remember You

I Remember You
Mengulang Lagi


__ADS_3

Sementara di dalam kamar sang pengantin baru masih terlihat gelap karena belum ada tanda-tanda kehidupan. sedangkan di lantai bawah tepatnya di ruang makan semuanya sudah berkumpul untuk menyantap sarapan pagi mereka.


" Sepertinya pengantin baru masih asik bergelung di dalam selimut, karena kelelahan,,hihihi." ucap Hanna pelan sambil terkikik, namun suaranya masih terdengar di telinga semua orang.


Membuat para orang tua pun tersenyum, sebab memaklumi mereka yang sedang menikmati suasana bulan madunya.


Tak terkecuali Wilona yang sedari tadi tersenyum begitu cerah, secerah hatinya. perasaannya pagi ini begitu sangat bergembira, sebab rencananya sepertinya berhasil.


Berbeda dengan kedua pria muda yang makan dalam diam. sedangkan Val ikut tersenyum walau umurnya terbilang paling kecil di antara semuanya. namun ia mengerti apa yang sedang di bahas oleh mereka para orang tua.


" Ya, kau seperti tidak pernah merasakannya saja dulu sewaktu muda. sebaiknya cepatlah kau suruh dua putramu itu untuk segera menikah." celetuk Wilona masih dengan senyum yang mengembang.


"Uhuuuk..Uhuuukk.." dua orang pria yang baru saja di sebut oleh Wilona seketika langsung tersedak oleh makanan mereka begitu mendengar seruan yang membuat mereka terkejut.


Seketika semuanya menoleh ke arah keduanya, detik selanjutnya mereka semua pun tertawa sebab baru paham apa penyebab keduanya seperti itu.


" Kalian sebegitunya terkejut mendengar perkataan Mama barusan, apa yang salah dengan kalian?" goda Val yang sedari tadi ikut tersenyum menatap bergantian dua pria yang duduk di hadapannya.


" Tidak ada." jawab Nando dan Nandez bersamaan, membuat yang lain pun kembali tersenyum.


" Aku akan membereskan barang-barangku." pamit Nando yang langsung beranjak berdiri setelah menyelesaikan sarapannya.


" Memang Kakak, bawa banyak barang?" goda Val kembali, ia hanya ingin berusaha bersikap biasa terhadap sepupunya itu.


"Heemm." sahut Nando sembari melangkah pergi, menuju ke kamarnya.


" Sudah berkali-kali aku menyuruh Nandez untuk segera menikah, tapi jawabannya selalu saja sama." sahut Hanna sambil melirik kesal ke arah putra pertamanya itu.


Seketika Nandez merotasikan kedua matanya jengah. " Stop Ma, please. jangan terus memaksaku." jawabnya dengan malas.


Gustav melirik istrinya yang duduk di sampingnya yang masih saja tersenyum, membuatnya sedikit ceriga." Ma, are you okay? apa ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku?" tanya Gustav yang melirik heran ke arah istrinya tersebut.


Bukan tanpa sebab Gustav bertanya seperti itu, sebab sudah sedari pagi-pagi sekali ia melihat istrinya itu terus saja tersenyum sendiri, ia jadi merasa curiga, bahkan ia merasa sedikit takut jika ada sesuatu yang terjadi pada istri tercintanya.


" Ya, aku baik-baik saja Pa, kau tidak perlu khawatir begitu." jawab Wilona manja menatap suaminya dengan mesra.


Gustav menghela napas beratnya, ia pun melanjutkan makannya dan mencoba berpikiran yang positif terhadap istrinya, semoga apa yang di katakan oleh istrinya itu memang benar, jika ia baik-baik saja.


Setelah Nando masuk ke dalam kamarnya bukannya membereskan barangnya seperti apa yang ia katakan kepada semua keluarganya tadi. ia justru menghubungi seseorang.

__ADS_1


" Hallo, kau sedang apa?" sapanya begitu panggilan itu sudah tersambung.


" Oh hai Ndo. aku baru saja keluar dari kelas. kau masih di Londan?" tanya sebuah suara wanita yang membuat seorang Nando merindukannya beberapa hari ini.


" Masih, nanti siang aku baru akan terbang. apa kau tidak merindukanku?" goda Nando yang sudah terbiasa menggoda wanita itu.


" Merindukanmu? oh astaga kau benar, aku sangat merindukanmu. Cepatlah kembali, agar kita bisa bertemu, hihihi." goda wanita itu yang membalas menggoda Nando.


Nando tersenyum senang hanya mendengarnya saja, bahkan ia langsung melupakan kejadian tadi malam yang membuatnya merasa sedikit kesal. ia pun sebenarnya juga bingung dengan dirinya sendiri.


" Nando aku tutup dulu ya teleponnya, Jessy sudah menungguku." seru wanita itu kembali.


" Baiklah, hati-hati di jalan_Tut.Tut seketika panggilan itu terputus begitu saja bahkan Nando belum menyelesaikan ucapannya.


" Dan aku juga merindukanmu." lanjut Nando yang bahkan tidak sampai di dengar oleh wanita di seberang sana. setelahnya Nando memilih membereskan semua pakaiannya dan memasukkannya ke dalam kkper miliknya. sebab sebentar lagi ia dan seluruh kekuarganya akan kembali ke negaranya. setelah hampir sepekan berada di negara ini.


...----------------...


Sementara di kamar pengantin yang tak jauh dari kamar yang Nando tempati, seorang wanita baru saja terjaga dari tidur panjangnya, kedua netranya masih terpejam dan akan mengeliatkan tubuhnya itu namun baru sedetik ia akan bergerak ia merasakan sakit di seluruh tubuhnya.


" Ouughh." rintihnya yang merasakan tubuhnya susah di gerakkan.


" Astaga, kau mengagetkanku!" desisnya berusaha menggeser tubuhnya, sebab tubub Rich terlalu dekat dengannya, ia pun berusaha untuk bangun namun apalah daya, ia merasa tak bertenaga sama sekali.


Bagaimana tidak! semalaman ia di gempur habis-habis oleh suami mesumnya itu, hingga membuatnya tak berdaya. namun tak di pungkiri bahwa Zoey pun ikut menikmati permainan panas mereka.


Aroma yang begitu wangi dan segar langsung menyeruak masuk ke indra penciuman Zoey, membuatnya langsung menoleh kembali ke arah samping dimana suaminya itu berada.


" Kau sudah membersihkan tubuhmu?"


" Ya, tetapi sepertinya aku akan mandi kembali." tanpa aba-aba Rich segera menggendong tubuh istrinya itu dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi.


" Hei, apa yang kau lakukan! cepat turun aku!" pekik Zoey yang bahkan tidak siap, sebelah tangannya langsung menutup sebagian tubuh polosnya yang langsung terekspos kembali oleh suami mesumnya itu.


" Apa yang kau coba tutupi itu? kau tak perlu merasa malu, aku pun sudah melihat semua lekuk tubuhmu yag seksi ini. begitupun sebaliknya. jadi untuk apa lakukan itu!" skak Rich membuat Zoey merasa malu.


Setelah sampai Rich langsung mendudukkan Zoey di atas wastafel lalu menatapnya dengan begitu intens. perlahan ia mendekatkan wajahnya semakin maju.


" Kau lihat, ini semua adalah karyaku." bisiknya sambil menarik kembali wajahnya untuk melihat bagian atas tubuh istrinya yang di penuhi oleh bercak berwarna merah itu. membuat Zoey langsung berteriak keras.

__ADS_1


" Astaga apa yang kau lakukan?!" pekik Zoey menatap horor Rich.


Bukannya tersinggung, Rich justru tersenyum bangga dengan apa yang ia telah lakukan pada seluruh tubuh istrinya yang sudah menjadi miliknya itu.


" Memang kenapa? bagus bukan? kurasa di sebelah sini masing kosong. aku juga ingin mencobanya di dalam bathtup." celetuk Rich melirik nakal sambil mengusapkan ibu jarinya ke tubuh Zoey yang tidak ada bercak merahnya.


" Astaga apa semalam masih kurang? kau tak hanya mesum tapi juga berengs3k.!!" hardik Zoey menatap nyalang pada suami gil4nya itu.


Bagaimana tidak marah, bahkan inti tubuhnya saja masih terasa ngilu saat ini, namun pria gil4 di depannya ini sama sekali tak punya perasaan sama sekali.


" Aku tahu kau pasti masih merasakan sakit di sini." Rich membelai lembut area yang kini menjadi favoritnya itu.


Membuat Zoey sedikit mendesis, " Aku bisa membuatnya tidak akan merasakan sakit lagi. bagaimana? apa kau mau?" usul Rich dengan wajah begitu serius.


Tanpa menunggu jawaban dari Zoey , Rich sudah kembali menyerang Zoey, ia memindahkan Zoey memasukkannya ke dalam bathtup yang sudah ia siapkan sedari tadi dan sudah ia tuangi minyak aroma terapi.


Akhirnya keduanya pun kembali mengulang permainan panas mereka sesuai permintaan Rich, Zoey sudah berusaha menolaknya namun sentuhan suaminya itu susah untuk di tolak setelah ia sudah merasakannya semalaman.


Bahkan keduanya tak memikirkan orang-orang yang ada di bawah sana yang sedang menunggu mereka berdua yang justru asik dengan kegiatan panasnya.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.tbc


Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.


__ADS_2