I Remember You

I Remember You
Permainan Gila


__ADS_3

Hingga malam pun tiba, saat yang sudah di tunggu-tunggu, ketiga pria itu sudah siap dan rapi dengan pakaian anti pelurunya, dan mengantongin beberapa senjata andalan merekaasing-masing. Sambil menunggu Catie keluar, Armand memilih menyesap secangkir kopi yang ia buat sendiri terlebih dahulu. Hingga tiga puluh menit berlalu tidak ada tanda-tanda wanita itu muncul, hingga Percy bergerak membuka kamar tersebut saking tidak sabarnya.


" Sial! Dia tidak ada! Kemana dia pergi?" Gerutu Percy saat ruangan itu kosong tak ada siapapun, hanya ada sebuah koper yang berdiri di dekat pintu kamar.


" Sudahlah, mungkin dia keluar saat kita beristirahat tadi. Ayo berangkat dan hubungi dia, katakan padanya kita tunggu di tempat janjian kita kemarin." Seru Armand segera beranjak setelah meletakkan cangkir yang sudah kosong, lalu berjalan keluar terlebih dahulu.


**


Ceklek!


" Wah, rupanya kau sudah sangat siap sayang. Aku tidak mengira Bram mempunyai putri secantik dirimu. Baiklah ayo kita mulai saja permainan panas kita, aku jamin kau pasti ketagihan." Seru seorang pria paruh baya dengan masih mempunyai tubuh yang tegap, berjalan menghampiri Bonee seraya melepas pakaian yang menempel di tubuhnya dengan tergesa.


Bonee yang duduk di tepi ranjang sangat begitu santai layaknya wanita yang memang sudah menunggu kedatangannya. Ia terus menatap pria tua itu tanpa ada rasa takut sama sekali, ia hanya tersenyum mengejek terlebih melihat pria tua itu yang terkesan sudah tidak sabaran.


" Tuan bagaimana jika kita melakukan game terlebih dahulu, agar suasananya tidak canggung seperti ini. " Seru Bonee mencoba bernegoisasi dengan pria yang akan menyeranganya.


" Game? Permaianan apa yang kau maksud sayang,,? Tapi baiklah, karena aku tahu ini adalah yang pertama bagimu, aku akan mengikuti apa maumu, asalkan kau menurut padaku, sebutkan game apa itu?" Tanya si pria tua yang akhirnya mengiyakan ajakan Bonee, walau saat ini ia sudah sangat tidak sabar untuk membelah duren yang sangat menggiurkan.


Walau tubuh wanita yang ada di hadapannya ini tidak terlalu menonjol, namun ia yakin di balik dress mini itu tersembunyi tubuh yang mulus dan juga seksi. Terlebih ia tahu tubuh itu belum pernah trjamah oleh siapapun.


Bonee tersenyum menyeringai, segera ia mengeluarkan kain hitam panjang yang ia temukan di dalam lemari kecil tadi. Lalu berjalan menghampiri pria tersebut dengan mantap, seolah yang ia lihat saat ini bukanlah predator yang ia takuti.


Saat sudah ada di hadapannya, bandot tua itu justru manarik tubuh Bonee hingga menempel di tubuhnya yang sudah polos dengan senjatanya yang sudah tegak berdiri. Terlihat dari matanya yang menyala, siap menerkam mangsanya. Sementara menahan rasa mau, saat melihat batang yang berwarna coklat gelap itu, terus bergedik, namun ia tahan.


" Aww! Sabar dulu Tuan, anda tahu pasti bukan jika barangku ini masih tersegel, jadi jika anda ingin mendapatkan pelayananku yang terbaik, maka ikuti permainan ini." Ujar Bonee mendorong tubuh itu dengan sedikit kuat, sebab walau pun sudah tua, bandot itu mempunyai tubuh layaknya pria yang masih muda.


" Hahaha, baiklah. Cepat, aku sudah tidak sabar."


Dengan cepat Bonee berjalan di belakang pria tersebut lalu mengurlurkan kain itu di depan wajah bandot tua, segaralah ia tutup mata itu, dan akan melakukan permainannya. Nyatanya itu tidak mudah, tangan tua itu segera mencekal kedua tangan Bonee dengan cepat.

__ADS_1


" Apa yang kau lakukan?" Desisnya tidak suka.


" Anda ingin segera memulainya bukan? Maka diamlah biar aku yang akan melayanimu dengan baik Tuan." Dengan gerakan cepat, mata tua itu sudah tertutup oleh kain yang berwarna gelap, otomatis pria itu tidak bisa melihat apa-apa lagi.


" Cepatlah, apa yang kau tunggu!" Dengan tidak sabarnya pria itu berhasil menarik tubuh Bonee, yang entah bagaimana bisa ia tahu Bonne sedang berdiri dimana.


" Tunggu sebentar tuan, lepaskan aku bagaimana aku akan berjongkok jika anda menahan tubuhku seperti ini." Elak Bonee yang meronta berusaha terlepas dari cengkramannya.


Mendengar kata berjongkok dari mulut Bonee, tanpa berkata lagi, pria itu langsung melepaskan tubuh Bonee dengan cepat, " Ayo sayang cepat lakukan, layani aku dengan baik." Titahnya yang makin tidak sabar.


Bonee dengan cepat berjalan mengambil borgol yang entah bagaimana bisa ia dapatkan di tempat tersebut, dan dengan gerakan cepat ia berhasil memborgol kedua tangan bandot tua itu.


" Hei apa yang kau lakukan! Kenapa kau memborgol kedua tanganku brengs3k! Jangan main-main denganku wanita murah4n!" Desisnya yang mulai kesana dengan apa yang Bonne lakukan padanya.


" Tenang Tuan, itu semua agar Anda tidak menggangguku, aku ingin melakukan yang terbaik sebelum inti dari permainan kita, bagaimana?" Tanya Bonee yang tak gertar sedikit pun.


" Huh! Baiklah cepat lakukan! Awas jika kau macam-macam padaku. Kau belum tahu siapa aku Huh.!!" Ujarnya dengan tajam, seharusnya Bonee ketakutan saa ini terlebih mendengar peringatan dari bandot itu yang nyatanya memang tidak main-main.


Ia segera berjongkok tepat di depan pusaka yang sedikit terkulai itu, dengan pasti kedua tangannya memegang senjata pria itu, dan mulai memberikan pelayanannya. " Aah, yeah seperti itu sayang.." Desis bandot tua yang mulai terhanyut dalam permainanan yang Bonne ciptakan.


Kedua tangan Bonee terus bermain naik turun, perlahan pasti gerakan itu semakin bergerak cepat hingga membuat sang Bandot semakin menggil4 dengan permainan yang ia berikan.


" Oh, faster sayang, yeah. Seperti itu, masukkan dan hisap saja." Racaunya yang mulai hilang akal.


Bonee segera menghentikan kedua tanganya lalu menyodorkan sesuatu yang ia ambil tadi lalu segera ia menancapkan barang itu di depan pusaka bandot tua yang masih berdiri tegak itu dengan cepat dan tepat.


" Argkkhh!! Apa yang kau lakukan!" Hardik sang bandot yang terkejut saat pusakanya di masukkan ke dalam entah barang apa itu, dan Bonee langsung menyeringai tidak memperdulikan makan di pria tua itu, dengan cepat ia mengklik tombol on, dan dengan perlahan bandot tua yang tadinya mengumpat perlahan berubah menjadi lenguhan dan desah*n yang membuatnya melayang.


Bonne tersenyum puas melihatnya ia berjalan dan duduk membelakangi pria itu dengan menahan rasa mual yang terus bergejolak. Sebentar lagi tinggal menunggu pria tua itu mencapai puncaknya barulah permainan inti akan dilakukan. Bonee sudah tak sabar menunggu.

__ADS_1


Hingga Bonne mendengar pria tua itu mengerang dengan hebat, kepalanya mendongak ke belakang, Bonne tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Pusaka bandot itu masih menancap di dalam barang tersebut dan ia ambil barang lainnya yang ia simpan di bawah ranjang. Dengan gerakan cepat Bonee mangayunkan benda panjang itu dan mengenai sasarannya.


Sraakkkkk!!


" Aaarrgghhhh!!!


Suara benda yang menghantam itu terdengar bersamaan dengan suara teriak dari sang bandot, yang tak lama tubuh pria tua itu pun tumbang dan jatuh di bawah lantai dingin dalam keadaan tubuh yang masih polos dan juga berdarah-darah. Benda yang masih menancap itu pun ikut jatuh tak jauh dari tubuh sang bandot.


" Huh! Akhirnya. Selamat menemui ajalmu! Hei, keluarlah aku sudah berhasil membuatnya tumbang." Teriaknya kepada seseorang yang sedang bersembunyi.


" K-kau membunuhnya! Bagaimana kita akan keluar sekarang." Tanyaklnya dengan tubuh yang gemetaran.


" Tenang dia belum mati, tapi sebentar lagi akan mati. Ayo kita keluar, pasti orang-orang di luar sana sebentar lagi akan kesini saat mendengar terikat bandot ini tadi." Ajaknya keluar kamar, namun sebelum itu, benda mengkilap yang masih ia pegang tadi ia tancapkan tepat di jantung sang bandot yang sudah tidak bergerak lagi itu, setelahnya keduanya pun melangkah keluar.


Bruaakkk!!!


Saat bersamaan pintu depan itu pun terbuka dari luar dan muncullah beberapa pria bertubuh tegap menghadang keduanya. Membuat keduanya mematung dan terjebak dengan para pria anak buah bandot tua tadi.


" Hei apa yang kalian lakukan! Cepat habisi mereka berdua." Teriak salah seorang dari mereka yang kira-kira berjumlah sepuluh pria.


.


.


.


.tbc


Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.


__ADS_2