
Pesta pernikahan yang begitu megah dan juga mewah telah di selenggarakan di sebuah Ballroom salah satu Hotel mewah oleh keluarga Luxio. Mengingat yang menikah adalah putri kembarnya sekaligus yang sudah melangsungkan akad nikah secara bersama pagi tadi di kediaman Mansion Luxio sendiri.
Banyak para tamu undangan yang hadir juga dari mulai sanak saudara dari ke empat mempelai, sahabat, rekan bisnis juga para kolega-kolega para sang empu acara. Terlihat binar bahagia terpancar jelas di wajah ke empatnya.
Sungguh ini adalah resepsi pernikahan terbesar juga termewah di kota ini selama beberapa tahun terakhir setelah pernikahan putri dari pejabat daerah di kota sana. Bahkan pernikahan Bryan dan Ariell waktu ini tidak terlalu besar, mengingat kondisi Bryan yang masih lemah pasca kecelakaan waktu itu, juga karena pria itu berpikir itu adalah pesta pernikahan yang kedua bagi ia dan istrinya. Yang padahal memang benar jika itu adalah pernikahan yang kedua bagi Bryan dengan mendiang istri pertamanya, namun tidak bagi Ariell yang memang pernikahan pertamanya.
Kini tibalah saatnya untuk kedua pasangan itu melemparkan buket bunga ke arah para pria juga wanita yang masih lajang yang siap berdiri menerima lemparan tersebut.
" Ready semuanya ya? One, Two, Three..." Seru sang host acara kepada kedua pasangan untuk memulai acara melembar buketnya.
Hingga satu buket bunga itu jatuh tepat di atas kepala bocah laki-laki tampan yang sedang berjalan melewati kerumunan orang-orang tersebut. " Aaww,, apa-apaan ini!" Desisnya sedikit merintih sebab kepalanya cukup sakit saat terpentuk dari ujung batang bunga-bunga tersebut.
" Astaga! Kenapa anak kita yang jadi korban kejatuhan bunganya.!" Keluh Bryan yang memang sedang berdiri bersama dengan David sahabatnya itu.
" Woaw, kurasa putra kita akan menikah muda? Dan sebentar lagi kita akan di panggil Opa oleh cucu kita, hahaha.." Celetuk David yang justru membayangkan yang tidak-tidak ke arah putranya Ken yang sedang menahan sakit di atas kepalanya.
" Memangnya kau mencicil dulu baru menikah! Tidak, putraku harus menjadi kebangganku terlebih dahulu, dia harus meraih mimpinya yang ingin menjadi seorang pilot bukan seorang player seperti Papa kandungnya ini!" Desis Bryan yang melirik sinis ke arah sahabatnya itu, yang bukannya marah justru tertawa.
" Hahaha,, apa kau ingat buah tidak jatuh dari pohonnya begitupun denganku dan Ken yang memang satu pabrik." Seru David yang entah justru ingin putranya itu seperti dirinya.
" Eh edan lu! Seorang player bangga. Aku justru tidak sudi jika putraku meniru kelakuanmu yang tidak bermoralmu itu, kau harus lihat siapa yang sudah membesarkannya dengan cara baik seperti itu." Sangkal Bryan yang tidak mau kalah saing dari seorang David Luxio.
" Sudah-sudah kenapa jadi kalian yang harus bertengkar. Harusnya dua pasangan itu yang nanti bertengkar di atas ranjang mereja." Seloroh Andrew yang mengintrupsi kedua pria yang sudah menjadi Bapak-bapak yang tidak ingat umur.
__ADS_1
" Aaiihh, lu tu sama aja!" Decal Bryan menatap sepupunya yang entah sejak kapan sudah ada di sampingnya dan David.
" Kalian lihat istriku?" Kedua Bapak-bapak itu langsung menggeleng dengan cepat." Kemana dia ya, sudah aku cari ke semua tempat tetapi aku tidak menemukannya." Keluh Andrew yang sedari tadi mencari keberadaan wanita yang sudah ia nikahi setahun yang lalu.
" Mungkin terkena pelet pria lain. Sehingga sekarang sedang mereka sedang enak-enak di atas penderitaanmu." Celetuk David yang seperti biasa tanpa di filter.
" Cari mati ya kamu! Jangan sembarangan bicara!" Sarkas Andrew yang mulai tersulut pernyataan dari David barusan.
" Sorry-sorry bercanda Dude! Kenapa serius sekali sih!" Balas David sembari menyengir kuda.
" Sudah-sudah kenapa kalian yang berantem. Sudah sana kau cari saja istrimu ke depan, siapa tahu dia di parkiran atau di toilet mungkin." Seru Bryan menengahi agar keduanya berhenti bersiteru.
Akhinya Andrew mengikuti saran dari sepupunya itu sembari melirik sinis ke arah David yang telah membuat amarahnya memuncak." Awas lu!" Sinisnya seraya berlalu.
Malam semakin larut, para undangan juga para tamu juga sudah pada pulang kembali ke tempat masing-masing. Tinggallah sanak saudara yang juga menginap di hotel tersebut, namun di kamar bawah dan juga tentunya berbeda denfan kedua pasangan mempelai.
" Sayang sini aku bantu bukain gaunnya, pasti membuatmu kesusahan." Seru Owl yang tersirat maksud tertentu dari pernyataannya itu.
" Aaiisshh! Pasti ada udang di balik bakwan, benar 'kan?" Tuding Briva yang kini sudah resmi menjadi istrinya seorang Oliwa Pangestu, pria yang tidak lain adalah asisten dari Kakaknya sendiri David.
Owl terkekeh mendengar tudingan istrinya yang memang tepat sasaran. siapa yang sudah tidak akan merasakan malam pertama yang paling berkesan. Sebab malam inilah malam yang di tunggu-tunggu oleh pasangan yang sudah reami menikah.
" Bukan udang di balik bakwan sayang. Tapi Pisang bertemu apemnya." Bisik Owl yang entah sejak kapan sudah membuka pengait juga resleting gaun pengantin istrinya yang membuat gaun itu langsung jatuh dan teronggok di bawah lantai dingin hotel.
__ADS_1
" Kau ini ya, sangat tidak sabaran!" Desis Briva yang hanya bisa menghela napas juga pasrah sebab detik berikutnya sang suami sudah menopoli dirinya.
" Aahh,, sayang,, jangan terus menyiksaku." Desis lirih Briva yang terus mendapat serangan dari prianya.
Owl sengaja menulikkan telinganya, ia terus melancarkan aksinya hingga tubuh keduanya mulai menyatu dengan beberapa kali percobaan tusukan hingga benda berurat itu masuk sempurna dan merobek mahkota kebanggaan Briva yang telah lama ia tunggu.
" Eemghh, kau sangat menajubkan sayang, pijat terus si djordy. " Erang Owl yang semakin menggil* saat miliknya terasa di pijit juga di jepit di dalam sana.
Sementara di kamar sebelah juga tak kalah panas, baik Armand dan Owl sama-sama sudah tidak sabar ingin menyantap makan malamnya. Ya pada saat itu, Armand dan Brisa alias Bonee tidak jadi melakukan penyatuan, sebab Armand tidak berhasil dan kalah duluan sebelum perang, sehingga ia membantu Bonee hingga wanita itu merasakan meledak untuk pertama kalinya.
" Enak sayang?" Bisik Armand di sela memompanya. Jika waktu itu ia kalah telak, namun berbeda dengan malam ini, si djordy masih tegak berdiri bahkan sudah membuat istrinya keluar untuk kedua kalinya. Dan sekarang ia sedang berjuang membuat Bonee meledak untuk yang ketiga kalinya.
" Heemm, Aahh, yang dalam sayanghh.." Pinta Bonee yang tersenggal karena merasakan ia akan sampai sebentar lagi.
Armand pun dengan senang hati melakukan permintaan istrinya itu, ia tahu istrinya sudah mulai candu dengan djordy panjangnya yang akan selalu membuatnya menjeritkan namanya dengan mersa.
" Sebut namaku sayang, aku juga akan sampai.." Pinta Armand yang terus bergerak maju mundur, dengan sesekali menampar gemas dua bongkahan belakang Bonee, hingga memerah meninggalkan jejak telapak tangannya.
Hingga tak lama keduany mendongak dan meledak secara bersamaan hingga lama kelamaan kedua tubuh terasa lemas bagaikan jelly tak bertulang.
" *I love you sayang.."
*Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana*.