I Remember You

I Remember You
Geum min tewas


__ADS_3

"hak seseorang dalam bersekolah tdk ditentukan oleh jabatan,bukan berarti orang yg bernilai rendah tdk boleh sekolah,jika caranya begitu apa gunanya sekolah?terdakwa tdk melakukan apa apa selain BLA BLA BLA BLA BLA "jelas Yun bin.


Debat ya semua pertanyaan dilayangkan antara pengacara,jaksa,hakim,saksi.


Yun bin sungguh lelah ngomong banyak hari ini.


Sham bin sebagai polisi berjaga di belakang pengacara yaitu dibelakang Yun bin.


"Ketika semua orang memiliki hak.."ucap Yun bin tiba tiba terdiam memegangi kepalanya.


"pengacara min!"ucap hakim.


Pak Choi jadi khawatir


Hampir saja Yun bin ambruk namun dia langsung ditahan Sham dari belakang.


"pengacara min!"kaget hakim.


Akhirnya dia ambruk juga kelantai.


Pak Choi dan beberapa penjaga menggotong Yun bin ke klinik.


"Sidang nanti akan kita dapatkan hasilnya!"ucap hakim.


Diklinik.


"apa kita perlu bawa ke rumah sakit ?"tanya penjaga disana.


Pak Choi duduk di luar membiarkan penjaga itu didalam.


1 jam kemudian


Sham datang dengan santai lewat didepan pak Choi dan langsung masuk.


"kalian keluar sebentar!"ucap Sham


penjaga security itu pun keluar dan pergi.


Sham berdiri di samping Yun bin,pandangan Yun bin mulai terbuka dan masih samar.


"Appa..!"panggilnya.


Sham seketika melepas tangannya dari tangan Yun bin.


"Appa.."lirih Yun bin yg tak kunjung membuka matanya.


Pak Choi datang dan menepuk pipi Yun bin.


"min..min..min..!"


Min seketika melotot dan menjadi linglung dengan tempat dimana dia tertidur.


"akh..!"Yun bin menghela nafas.


"Ayo minum air kau dehidrasi!"pak Choi mengangkat sedikit kepala Yun bin supaya dia bisa minum.


"Berapa lama aku pingsan?"lirih Yun bin.


"sekitar 1 jam!"jawab Sham.


Yun bin pun bangun dan turun dari banker.


"heh kau mau kemana?"tanya pak Choi.


Yun bin memakai jasnya dan pergi


Sham hanya diam dengan sinisnya dia menatap dongsaengnya.


Kim Nara dan hyeu serta Hanjun masih mencari keberadaan geum min.


"ohhh aku bisa melacak nya!!"ucap Hanjun.


"jinjja?"tanya Nara.


"Ohhh itu digudang di Daegu!"ucap hyeu.


"Ayo kita kesana!"ucap jayong tiba tiba datang.


Sampai digudang itu


Nara melihat lihat sekitar

__ADS_1


"ohh pasti ini sangat berharga untuknya !"ucap jayong.


"pastinya dia selalu bersembunyi disini!"ucap Hanjun.


"Bagaimana keadaan pengacara min?"tanya Nara.


"Tadi dia pingsan saat sidang!"ucap hyeu.


"pingsan?"kaget jayong.


"hmm iya!"jawab hyeu.


"lalu sekarang dia dimana?"tanya Hanjun.


"Klinik,Sham bin sudah disana!"jawab hyeu.


Jayong berhenti di tanah gundukan yg mencurigakan.


"jayong..apa yg kau injak!"ucap Hanjun.


Jayong mundur dan melihat linggis berdiri sempurna.


"apa itu sebuah makam!"gumam Nara.


Klinik


"kau istirahat lah beberapa hari jika kau tdk mau ke rumah sakit!"ucap Sham kepada Yun bin.


Yun bin tdk menggubris dia langsung keluar sebagai pengacara profesional.


Pak Choi berjalan dibelakang


"ayo kita makan ramyoen hari ini..kau belum sarapan juga tadi pagi!"ajak pak Choi.


"hmm baiklah!"ucap Yun bin.


Tiba tiba Yun bin berhenti mendadak membuat pak Choi menabrak punggung Yun bin.


Yun bin kaget melihat seorang laki laki berdiri didepannya.


"Paman..!"ucap Yun bin.


Paman tersenyum sinis ke Yun bin seolah olah dia tdk senang melihat Yun bin didepannya.


"Kau sudah sadar ternyata!"ucap paman Chan Yun


"Chan Yun!"batin pak Choi.


Pak Choi dan Chan Yun pernah satu sekolah dan sekarang mereka seolah olah tdk pernah kenal dan bertemu.


"aku hanya mau bilang tadi Sham bin menemukan geum min!"ucap paman.


"Geum min?dimana dia?ke..Napa memberitahu paman?"tanya Yun bin.


"Tiada!"gumam pak Choi.


Yun bin menoleh ke pak Choi dengan wajah sedihnya, kecewanya.


Tadi Digudang Daegu.


Jayong,Hanjun, hyeu,dan Nara kaget setengah mati melihat geum min terkubur dengan linggis tertancap di tubuhnya.


"Jayong..katakan pada Sham bin dan suruh dia menghubungi tim forensik!"ucap hanjum


Geum min sudah tewas namun siapa yg membunuh nya?


Yun bin jalan ke ruang autopsi melihat mayat dan ada hyungnya,jayong,Hanjun,hyeu,Nara.


"apa yg bisa aku lakukan sekarang,pasti dia kecewa!"bisik jayong ke Hanjun melihat ekspresi Yun bin terlihat tdk trima kepergian Yun bin.


"Paman kerjakan lah tugas mu dan tentukan buktinya dan penyebab kematiannya!"ucap Hanjun.


"min ayo kita pergi,tdk baik kau ada disini!"ucap pak Choi menuntun Yun bin untuk pergi.


"Kau tdk papa?"tanya pak Choi.


Yun bin mengangguk


Dikantor


Yun bin bengong memikirkan siapa dibalik dalang semua ini,kematian ayahnya siapa yg melakukannya?bukan dia pelakunya Yun bin tdk tau apa apa soal kematian ayahnya, dan juga kematian geum min,siapa yg membunuh nya dengan cara seperti itu.

__ADS_1


Yun bin POV


aku tdk mengerti semua ini,ini sangat membuatku hampir gila, aku beranjak dari dari mejaku dan naik ke rooftop gedung dan melamun kearah kota Seoul dengan pemandangan malam.


Author POV


Air matanya menetes tanpa perintah Yun bin dia sangat rindu hyungnya yg dulu.


"aku bisa menyelesaikan masalah seseorang namun tdk dengan masalahku!"batinnya,Yun bin menangis dalam diam menunduk kan kepalanya.


"hiks..hiks..huh..hiks..hiiuuu!"tangisnya, tangannya bergetar karna menahhan tangis.


Yun bin mundur dari balkon dan duduk disofa dan menahan tangisnya.


Mengelus dadanya karna terasa sesak jika menahan tangis.


"hiks..hiks..hiii..huuu..hiks..!"Yun bin tdk bisa menahan lagi.


Pak Choi melihat dari celah pintu bagaimana rasa sakit yg dirasakan Yun bin selama ini.


Dibalik cerianya seorang Yun bin dia menyembunyikan rasa sakit dan kecewanya saat dituduh membunuh ayahnya.


"Aku tdk yakin seorang min bisa membunh ayahnya saat masih remaja"batin pak Choi.


Yun bin makin sesak menahan tangisnya sambil memukul dadanya dan menghentikan air matanya.


"hiks..hiks..hiii.."suaranya berusaha dia kecilkan.


Pak Choi buru buru menghampiri dan memeluk Yun bin sambil duduk disampingnya Yun bin.


"Menangis lah..!"ucap pak Choi.


"Hiks.. hiihiiiiiiihii..hiks..huuhuhuuu pak choii...!"tangis pecahnya.


"menangis lah..jangan kau menahannya"ucap pak Choi melihat sisi lemah dari pengacara yg selalu dia keluhi atas aksi penyelidikan nya selama ini yg menggunakan caranya sendiri.


Hampir 1 setengah jam Yun bin menangis dipelukan pak Choi.


Yun bin terdiam dan mengeratkan pelukannya


"eunghh!"lirihnya.


"kau sudah puas nangis?"tanya pak Choi.


tdk ada jawaban dari Yun bin.


"Kau tidur?"tanya pak Choi.


Pak Choi pun memangku kepala Yun bin untuk dijadikan bantal kepala Yun bin.


Yun bin tertidur sambil mengerutkan alisnya.


"Bagaimana aku bisa pulang?"gumam pak Choi.


...----------------...


Sham bin menelpon pak Choi untuk ikut penyelidikan karna pak Choi juga pernah jadi polisi namun dia sekarang sudah pensiun dan memilih menjadi detektif.


"pak Choi kita bisa ketemu sekarang?"tanya sham bin.


"ahhh tdk..tdk..aku yg akan kesana..pak Choi tunngu saja..!"


"kotak obat?diruanganmu?ohh baiklah!"


menutup telpon.


...****************...


Sham bin mengambil kotak obat di meja pak Choi dan sesekali terhenti untuk melihat meja dongsaengnya.


"banyak sekali kasus yg ditangani!"gumam Sham,dan segera rooftop.


"pak Choi..ini kotak..!"tiba tiba terhenti saat melihat Yun bin tertidur.


"hmm maaf!"ucap pak Choi.


"ke-ke-kenapa wajahnya merah begitu?matanya...!"gumam Sham.


"dia dongsaengmu kan?"tanya pak Choi.


"

__ADS_1


__ADS_2