
Dua minggu kemudian setelah kepulangan Zoey dari rumah sakit pasca bersalin, kini Mansion Rich semakin ramai oleh celoteh Mike yang sedang mencoba mengajak adiknya yang masih bayi itu bicara. Bahkan yang di ajak bicara saja tidak merespon sama sekali karena seringnya terlelap, dan itu justru membuat semua anggota keluarga merasa bahagia.
Bayi laki-laki yang di beri nama lengkap Miqhuel Zoelucky Taro, saat ini tengah ada di pangkuan sang Mommy yang memberinya Asi. Bayi itu nampak sangat kuat sekali menghisapnya, membuat Zoey sedikit meringis.
" Ada apa sayang?" Tanya Rich uang baru keluar dari kamar mandi, ia berjalan mendekati sang istri yang sedang duduk menyandar di headboard ranjang sembari menyusui bayinya.
" Tidak ada." Zoey berusaha tersenyum menatap suaminya dengan menahan sebelah bukitnya yang terasa ngilu akibat hisapan kuat dari putranya sendiri.
" Yakin? Tapi kenapa aku merasa sepertinya kamu lagi nahan sakit sayang." Tebaknya yang tepat sasaran, kalau sudah begini mana bisa Zoey menyembunyikannya lagi.
Zoey meringis sembari menunjukkan sebelah bukitnya yang sedang di hisap oleh junior kecil dan itu masih terasa ngilu sekali saat ini." Ini Miquel hisapnya kuat sekali sayang. Tapi tidak mungkin bukan jika aku melepaskannya, dan membiarkan dia menangis karena kelaparan." Sahutnya yang sedikit kesal juga tidak tega pada bayi yang belum genap satu bulan tersebut.
" Duh, Putra Daddy ini sedang kehausan ya? Tapi jangan sampai nyakitin Mommy ya? Kasihan tuh Mommy kesakitan, Kamu tidak mau sampai Mom nangis kesakitan 'kan?" Tanya Rich yang mencoba memperingati bayinya sendiri. Yang mana Miquel sama sekali tidak ngerti apa yanh Daddynya katakan.
Tetapi ajaibnya setelah Rich berkata demikian tidak lama bayi mungil itu sudah melepaskan puncak yang ia hisap tadi karena sudah terlelap," Duh tambah gedhe aja sayang punyamu." Desis Rich tanpa sadar sudah meremas salah satu benda kenyal tersebut. Namun dengan cepat Zoey memukul tangan nakal Rich.
" Jangan macam-macam ya, ingat kau harus puasa dua bulan!" Ingatkan Zoey agar suaminya tidak berbuat macam-macam untuk saat ini.
Rich meringis mendengar itu." Lama sekali sayang, dua minggu saja rasanya sudah seperti dua bulan, apalagi harus menunggu selama itu." Dengan gontai Rich segera memindahkan bayinya ke dalam boks bayi, agar tidurnya semakin lelap.
Lalu Rich naik ke atas ranjang dengan tubuh yang sangat tidak bersemangat, ia merebahkan tubuhnya memunggungi sang istri, membuat Zoey menjadi tidak tega, namun bagaimana lagi memang seperti itulah keadaanya.
Zoey beringsut mendekati suaminya, lalu ia peluk tubuh pria yang ia cintai itu dari belakang." Sayang kau marah ya? Tapi memang kita tidak melakukannya sekarang, milikmu akan berdarah-darah nanti." Lirih Zoey merasa tidak enak hati melihat suaminya tersiksa seperti ini.
" Tidak kenapa harus marah? Hanya saja aku sedikit iri." Sahut Rich masih dalam posisi yang sama. Ya dia tidak marah pada sang istri, ia hanya tidak bisa menahannya saja, apalagi tadi ia melihat langsung salah satu dari gundukan yang dulu menjadi tempat favoritnya kini sudah di kuasai oleh putra keduanya. Dan itu tidak baik untuknya, bagaimana bisa ia iri pada bayinya sendiri, si4l!
__ADS_1
Zoey langsung tergelak kecil, " Bagaimana bisa kau iri pada putramu sendiri Leo, " Ujar Zoey sedikit manja apalagi ia memanggil Rich dengan nama kesayangannya, membuat pria itu seketika membalikkan badannya, hingga keduanya berhadapan.
Wajahnya masih kesal, namun Zoey semakin tergelak melihat itu begitu lucu. " Kau sungguh ingin?" Tanya Zoey dengan serius kali ini, kedua tangannya menangkup wajah tamapn itu, menatap lekat kedua manik tajam itu.
Tanpa ingin bertanya lebih, Zoey segera mengecup dua kenyal yang sedari tadi ia tatap, ia sungguh merindukan cumbuan dari sang suami. Sebab hampir setiap hari mereka sibuk dengan kesibukan mereka masing -masing, mengurus Miquel dan Mike secara bergantian walau sudah di bantu oleh bibi asisten rumah, tetap saja mereka ingin mengurus kedua putranya sendiri, dan itu yang membuat mereka sulit untuk meluangkan waktu walau hanya sekedar bermesraan. Semua waktu tersita pada kedua putranya, dan juga yang lain selebihnya mereka di gunakan untuk beristirahat yang cukup, sebab keduanya harus menjaga kesehatan mereka jangan sampai tumbang, agar bisa mengurus dua putra yang mereka cintai dengan baik.
Rich menggeram pelan, saat merasakan miliknya di urut juga di pijat oleh jemari lentik yang selalu membuatnya candu. " Aah, aku menginginkanmu sayang." Des4h Rich dengan pandangan yang sudah sayu, ia segera meraup bibir Zoey, ******* juga menyesapnya semakin dalam.
Pangutan pun telepas saat Zoey beringsut berjongkok di antara kedua kakinya, " Nikmatilah." Setelah berucap demikan, kini ia memerankan perannya yang akan melayani suaminya dengan maksimal.
" Aahh.." Rich di buat kelabakan saat setengah pusaka miliknya sudah masuk ke dalam mulut hangat milik Zoey, ini sungguh membuatnya gil4! " Oh, kau nikmat sayang."
Sementara Zoey terus memainkan di bawah sana, Rich memejam, mendongak sembari meracau pelan agar tidak mengganggu bayi mereka yang sudah terlelap yang masih di dalam kamar mereka.
Miliknya terus di manjakan oleh mulut dan lid*h istrinya sendiri. Kalau sudah begini ia hanya akan menikmatinya saja, " Oh, aku tidak kuat lagi sayang." Desisnya saat merasakan puncaknya sebentar lagi. Rich kini meraih pencak kepala istrinya sedikit menekannya begitu ini sudah terasa sebentar lagi.
Rich menarik Zoey ke atas tubuhnya, segeralah ia kembali memang*t bibir mungil tersebut, ikut merasakan rasa yang tertinggal di dalam sana, yang keluar dari tubuhnya barusan.
" Tidurlah, kau sudah mengurus kedua putra kita dengan baik. Maafkan aku ya sayang." Rich merengkuh erat tubuh kecil itu ke dalam dekapannya.
"Hmmm, itu sudah menjadi tugasku."
Rich sedikit menjarakkan wajah mereka, sedikit menunduk agar bisa bersitatap dengan istrinya. " Sayang bagaimana kalau kita mencari seorang baby sitter saja, dia bisa membantumu mengurus Mike dan Miquel." Cetus Rich memberikan ide yang bagus, ia juga tidak akan tega membuat istrinya kelelahan.
" Hmm, bukan ide yang buruk, baiklah besok aku akan mencoba mencerinya di sebuah yayasan. Sekarang ayo tidur, aku sangat mengantuk." Lirih Zoey merasakan kedua matanya sudah memberat. Rich menghujani kecupan-kecupan mesra di kening juga puncak kepala Zoey. Hingga tak lama keduanya pun terlelap dengan saling berpelukan.
__ADS_1
***
Sementara itu di belahan bumi lain, nampak seorang pria yang baru keluar dari markasnya. Ia berjalan menyusuri halaman luas yang jaraknya lumayan jauh dari pemukiman warga. Hingga tak lama orang yang sedang ia tunggu pun tiba membuat langkahnya terhenti.
" Apa kau sudah lama menungguku?" Tanya seorang wanita bertubuh ramping berdiri di hadapan seorang pria yang bertubuh mungil. Dengan pandangan yang saling mengunci. Namun terlihat ada kilat yang berbeda di antara keduanya, hanya mereka berdua yang tau.
" Tidak juga, selamat datang kembali di Rocky' Angel, Catie." Seru pria yang tidak lain adalah Armand. Ya wanita adalah Catie atau Cathrine Debriani. Yang akhirnya memutuskan kembali bergabung hanya karena sebuah alasan balas dendam, yang Armand sendiri belum mengetahui secara detail, dendam apa yang tengah di alami oleh mantan anggotanya ini.
Catie sempat keluar dari anggota mereka perihal masalah keluarganya, namun ia tidak mengatakan apapun pada ketiga pria yang menjadi anggotanya, termasuk pada kepala Kantor Kepolisian.
" Kau masih sama seperti dulu. Dimana mereka berdua?" Tanpa menunggu Armand ia sudah lebih dulu masuk ke dalam markas yang dulu sering ia kunjungi, sekarang sudah banyak perubahan yang terjadi semenjak kepergiannya.
" Mereka ada di dalam, menunggumu." Armand pun berjalan menyusulnya.
.
.
.
.
.
.tbc
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷
Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.