
Akhirnya Ben dan Mike keluar dari ruangan pribadi Rich, pria itu juga ikut keluar untuk mengantarkan keduanya ke depan. Sebab tangan kecil itu tiba-tiba saja menarik tangan besarnya membuatnya mau tidak mau menurutinya.
Tetapi saat baru saja akan keluar pintu tengah yang menghubungkan ruangan VVIP dengan ruangan para pengunjung, terdengar ponsel Rich yang berdering cukup keras, membuat pria itu segera merogoh benda pipihnya yang berada di saku celananya.
" Sorry Son, sepertinya Uncle tidak bisa mengantarkanmu ke depan. cepatlah pergi jangan membuat Mommymu menunggu, okay."titahnya, yang langsung di angguki oleh pria kecil itu.
Sekali lagi Ben hanya bisa terperangah menatap kedua pria berbeda generasi itu, " Ayo Ben." panggilan Mike menyadarkannya. Keduanya pun berjalan keluar.
" Mike!" pekik Zoey begitu melihat putranya berjalan keluar dari dalam Resto bersama dengan Ben. Akhirnya Pria itu berhasil membujuk Mike untuk kembali padanya.
Tidak tahu saja Zoey, bahwa bukan Ben yang membuat pria kecil itu menurut, tetapi justru duplikat Mike-lah yang membuatnya patuh dan kembali.
" Akhirnya kau kembali sayang, Mama minta maaf ya." ucap Zoey sungguh sambil memeluk tubuh kecil putra tampannya itu.
Mike pun membalas pelukan Mommynya, dan tak lupa anak kecil itu memintaa maaf pada Mommynya." Maafkan Mike Mom."
Zoey tersenyum mengangguk, lalu menatap ke arah pria di hadapannya." Ben terima kasih." Pria tampan itu hanya bisa tersenyum kecut, bahkan lidahnya kelu untuk sekedar menjelaskan yang sebenarnya. Bahwa bukan dirinya yang membuat putranya itu patuh melainkan pria lain.
" Ben aku minta maaf, sepertinya Mike mengajakku untuk segera pulang." ujar Zoey merasa tidak enak pada Kepsek muda itu.
" It's okay, kita bisa makan malam di lain waktu. ayo." ajaknya, pria itu berusaha mengerti. Jika sudah seperti ini marah ataupun memaksa tidak ada untungnya bagi dirinya. Akhirnya ketiganya pun berjalan keluar Resto.
Sementara itu Rich yang baru saja selesai menerima panggilan telepon ikut keluar, dari jarak jauh ia bisa melihat Mike dan pria bernama Ben itu berjalan akan keluar dari Resto miliknya. Namun tatapannya langsung memicing saat ia melihat seorang wanita yang sedang menggandeng tangan kecil Mike.
" Apa itu Mommynya Mike? kenapa aku merasa tidak asing?" gumamnya masih terus memperhatikan ketiganya yang berjalan semakin jauh.
Aah, tentu saja bukan dia?
Tidak ingin memikirkan hal yang tidak-tidak akhirnya Rich membalikkan tubuhnya dan melangkah kembali masuk ke dalam ruangan pribadinya.
...----------------...
Di belahan bumi lain bagian timur dimana negara tersebut terdapat banyak sekali pulau-pulau, ya dimana lagi jika bukan di Indo, tepatnya lagi di kota perjuangan, Jogja.
Dimana malam ini, di gelar acara resepsi pernikahan yang cukup mewah dan besar di sebuah hotel berbintang ternama di kota tersebut. sore tadi acara akadnya dan langsung di teruskan dengan resepsinya, mengingat jadwal pekerjaan sang mempelai pria sangat padat, sehingga tidak ingin memakan waktu yang banyak.
__ADS_1
Siapa lagi jika bukan sang Detektif kita Armand yang malam ini sudah resmi mempersunting tunangannya Ruby yang sudah ia lamar sejk tiga tahunan yang lalu. Kini keduanya sudah menjadi sepasang suami istri.
Nampak kedua wajah mereka yang berseri-seri bahagia, kedua orang tua Armand berdiri di depan sana menyambut para tamu undangan yang datang, namun tidak terlihat kedua orang tua Ruby, yang memang dasarnya anak itu tumbuh di panti asuhan sedari kecil, dan setelah beranjsk dewasa ia sudah mulai mandiri.
" Sayang, aku akan menemui para sahabatku, kau akan ikut atau tetap disini?" tanya Armand kepada sang istri, mereka kini sedang duduk di atas pelaminan.
" Aku disini saja, kakiku sedikit terasa pegal." keluh Ruby sambil sedikit memperlihatkan kakinya pada sang suami.
Membuat Armand langsung paham, sebab para tamu undangan yang datang malam ini begitu banyak, hingga ia yakin pasti istrinya itu sudah sangat kelelahan.
" Ya sudah sebaiknya kau istirahat saja di kamar, ayo aku antarkan." ajaknya sambil membantu Ruby beranjak dari duduknya.
" Tetapi nanti Papa dan Mamamu mencariku bagaimana?"
" Nanti biar aku yang akan mengatakannya kepada mereka. kau istirahat saja sebentar sebelum kita melakukan malam pertama." bisik Armand sembari mengecup singkat sebelah pipi putih Ruby.
Seharusnya wajah Ruby sudah merona ketika mendengar ucapan vulgar dari sang suami, tetapi wanita ini justru terlihat biasa saja. Bahkan wajahnya tampak datar dan sedikit dingin.
Terlebih malam ini adalah malam pertama bagi keduanya, ralat hanya bagi Armand, sebab Ruby sudah lebih dulu menghabiskan malam-malam panjangnya dengan sang kekasih gelap. Siapa lagi jika bukan Roy sahabatnya sendiri.
Ingin rasanya Armand tidak ingin meninggalkan wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu, tetapi saat ini ia merasa tidak enak kepada para tamu undangan yang masih tersisa di bawah terutama para sahabatnya yang juga datang malam ini.
" Hey kenapa kau kembali Dude? bukankah seharusnya kau sudah meng-unboxing istrimu?" goda Andrew dengan sengaja menaik-turunkan kedua alisnya itu.
Membuat yang lain tertawa, malam ini Andrew terbang ke kota sahabatnya itu bersama sepupunya siapa lgi jika bukan Bryan. " Sepertinya kawan kita masih grogi Bray!" imbuhnya kemudian, mereka bertiga kembali tertawa.
" Bukan grogi, lebih tepatnya mempersiapkan diri sambil menunggu malam tiba, dan ini juga masih sore bung. oh ya bagaimana putramu? kau titipkan pada siapa?" Armand menoleh ke arah sahabatnya Bryan, yang memang sudah mempunyai seorang putra.
" Ada sama Mama, ada Auntynya juga. kenapa? kau tidak sabar ingin mempunyai seorang putra? kau bisa langsung mempraktekannya malam ini.!" sahut Bryan tersenyum simpul ke arah Armand.
" Si4l, kau meremehkanku!" Armand menoyor lengan sahabatnya Bryan." Aunty? maksudmu kak Belinda?" tanyanya yang memang hanya mengenal Belinda kakak iparnya, istri dari kakak kandung Bryan.
" Bukan!, dia adik mantan istrinya." itu Andrew yang menjawab pertanyaan dari Armand.
" Oh." lalu di jawab Armand dengan ber-oh-ria.
__ADS_1
Bryan tahu bahwa sahabatnya Armand memang sudah lama ingin mempunyai seorang anak, tetapi pria itu harus sabar menunggu sebab tunangannya ingin menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu, sebelum menikah.
Dan baru minggu kemarin wanita yang sudah sah menjadi istri Armand itu melakukan wusudanya, ya penantian yang sedikit panjang, dan Bryan tahu sagabatnya itu pasti sudah menantikan malam ini.
Mereka bertiga pun saling berbincang hangat, masih terus menggoda Armand yang memang pada kenyataannya masih perjaka ting-ting diantara mereka bertiga. Jangan di tanya apa status Andrew yang sampai sekarang belum menikah, tetapi walau demikian ia sudah lebih dulu icip-icip bersama para kekasihnya.
Andrew memang tengil sama seperti sahabatnya Kyle, mereka sebelas dua belas, tidak bisa membayangkan jika keduanya selalu bersama, bisa jadi selalu double date setiap bertemu.
Mereka bertiga larut dalam obrolan hingga terus saja tertawa, mengobrolkan hal yang tidak-tidak dari mulai membahas hal ringan hingga menjurus ke hal-hal seputar ranjang. Tanpa menyadari apa yang terjadi di atas sana.
" Sudah sana naik, kasihan istrimu menunggu, baiklah kami juga akan pamit akan berkunjung kerumah Kak Fredly lebih dulu." Bryan bangkit dari duduknya di ikuti Andrew setelahnya. Keduanya pun akhirnya berpamitan dan meninggalkan ballroom hotel tersebut.
Setelah kepergian kedua sahabatnya Armand pun kembali melangkah akan naik ke lantai atas dimana sang istri pasti sudah menunggunya sedari tadi. langkahnya semakin bergegas, sudah tidak sabar.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.