I Remember You

I Remember You
Like Father, Like Son.


__ADS_3

Sudah beberapa bulan berlalu, Bram belum menampakkan batang hidungnya. Dan kabar terakhir yag Armand terima dari David, Felix bahkan Richard sekalipun Ariel masih belum sadarkan diri, sedangkan kabar baiknya sahabatnya Bryan sudah sadar beberapa minggu pasca kecelakaan tersebut.


Sementara Bonee, seperti wanita itu katakan, ia masih fokus bekerja di salah satu perusahaan yang berada di ibukota, juga sering pulang ke rumah, sebab sang Papi yang belum di ketahui keberadaannya hingga kini.


Seperti biasa Bonee masuk ke dalam kamarnya sendiri, hari ini ia ingin mencari berkas penting di dalam lemarinya. Masih terus mencari Bonee tak sadar jika di lantai bawah telah terjadi keributan yang menegangkan.


" Ada apa di bawah? Apa itu Mbak Lala yang sedang bersih-bersih rumah, tapi kenapa terdengar suara beberapa pria?" Gumam Bonee menaruh curiga, setelah menemukan sesuatu yang ia cari, ia pun bergegas keluar kamar da ingin cepat pergi ke kantor kembali, sebab ia tadi ijin untuk mengambil barangnya yang ada di rumah, sementara selama ini ia tinggal di rumah kecil yang telah di siapkan oleh Armand.


Begitu sampai di lantai bawah, tepatnya di taman belakang, ia melihat seorang pria yang ia kenal tengah berdebat dengan seseorang yang juga ia kenali. Ya salah satu pria itu adalah Papinya, dan satu lagi adalah Bryan mantan kakak iparnya.


Ternyata Papi kembali ke rumah, kapan? Kenapa aku tadi tidak melihatnya saat baru masuk ke dalam rumah?!


Ujar Bonee dalam hati, ia hanya bisa brsembunyi dari di balik dinding penghubung antar taman belakang dan dapur.


Bonee hanya diam mematung sembari mencuri dengar pembicaraan dua pria berbeda generasi itu. Yang Bonee tangkep, ternyata Kak Bryan sangat murka pada Papi. Apa sejahat itu Papinya selama ini?


Dan kembali ia dengar jika dirinya bukanlah putri kandung dari Papinya, walau ia sudah mendengar waktu itu, namun jika mendengar langsung dari Papinya, hatinya amat terasa sangat sakit.


Hingga Bonee memutuskan segera pergi dari rumah dan kembali mengemasi barang-barang penting miliknya, mungkin ia tidak akan datang lagi ke rumah ini, bahkan selamanya. Air mata Bonee sudah mengalir semakin deras di sela aktifitasnya.


Begitu sudah sampai di depan sana, Bonee dengan cepat masuk ke dalam taksi yang memang sudah menunggunya sedari tadi, ia tak sadar jika sang Papi melihatnya dari dalam rumah. " Kau sudah dewasa rupanya Nak." Lirihnya dengan kedua netra mengembun.


Tak di pungkiri oleh Bram, jika di dalam lubuk hatinya yang terdalam sebenarnya ia sangat menyayangi Bonee, hanya saja ia sudah terjerat oleh dendam kesumat yang tak akan bisa padam oleh apapun itu, bahkan Fanya sekalipun yang notabenenya adalah putri kandungnya.


 


Di tempat lain, David baru saja pulang dari Mansion Bryan. Begitu sampai di rumah ia di kejutkan oleh kehadiran sepasang suami istri yang sudah menunggu kedatangannya sedari tadi. Dan juga kehadiran dua orang lagi yang juga menunggu duduk bersama istrinya Vivi.


" Papa, Mama! Kapan kalian kembali? Kenapa tidak mengabari Dav?" Sapanya yang masih terkejut.

__ADS_1


" Orang tua datang bukannya di sambut dengan hangat, ini malah terlihat tidak senang. Kita kembali saja ke Aussy Ma, putramu bahkan tidak senang dengan kedatangan kita berdua. Ayo Briv?" Ajak sang Papa pada istri dan juga putri mereka yang masih asik mengobrol dengan menantunya Vivian.


" Astaga Pa! Kenapa harus marah sih, oke-oke Dav minta maaf. Dan kau Briv, kau belum memberi penjelasan apapun padaku terkait kejadian itu, sejak hari itu menghilang kemana kau? Jadi jelaskan sekarang, kenapa kau bisa bergabung dengan si Armand itu!" Desis David menatap tajam ke arah Briva yang tidak lain adalah wanita yang menyamar sebagai Catie anggota Rocki's.


" Semua sudah jelas, jika aku akan membalaskan dendam Ibu kandungku kepada pria tua bangka itu Kak, kenapa Kakak tidak paham juga. Kedatanganku kemari juga masih bergabung dengan mereka, sebab yang aku tahu si Bram itu akan datang kemari." Jelas Briva kepada sang Kakak.


Ya Briva adalah Adik kandung David begitu pula dengan Bonee kembarannya, walau wajah keduanya tidak terlalu mirip, namun banyak kesamaan di antara mereka, terlebih mata dan juga bentuk hidung dan bibirnya, semuanya sama. Hanya saja selama ini Briva memakai lensa mata berwarna gelap dan juga topeng untuk menunjang penyamarannya. Itulah tidak ada seorang pun yang tahu wajah aslinya begitu pula identitasnya yang ia palsukan selama tinggal di negara ini.


Akhirnya sang Papa pun menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada sang putra yang memang selama ini tidak mengetahui kebenarannya, sebab selama ini ia dan sang istri banyak menghabiskan di luar negeri.


Beberapa tahun silam, wanita yang menjadi istri dari seorang Bram Wijaya sebenarnya tengah di jebak oleh suaminya sendiri, Bram sengaja memasukkan obat perangs*ng ke dalam minuman istrinya itu, sebab tengah murka pada sahabatnya Hadi yang saat itu mengundurkan diri dari dunia gelapnya.


Kemudian Bram meninggalkan istrinya di rumah seorang diri, lalu pergi menemui seseorang yang sudah bekerja sama dengannya. Namun sayangnya seseorang yang akan ia temui justru sudah sampai di rumahnya bersama sahabatnya Hadi, yang memang mereka sering bertemu di rumah.


Itu sebabnya Bram mengurungkan niatnya dan membahas pekerjaan kerja sama itu di rumah saja. Walau ia sadar istrinya sedang tersiksa saat ini di dalam kamar. Begitu Bram tampak lengah rekan bisnisnya da juga Hadi sengaja membuat Bram tidak sadarkan diri.


Setelah memastikan Bram benar-benar tidak berdaya, salah satunya itu melesak menuju kamar dimana istri Bram berada, sebenarnya orang itu juga mengenal Julia selama ini, hanya saja ia berpura-pura tidak mengenalinya di hadapan Bram.


" Ya bawa dia kemana saja, aku akn handle di sini." Titah Hadi pada orang tersebut.


Dengan susah payah akhirnya pria itu berhasil membawa Julia ke sebuah hotel, milik sahabatnya Hadi, ya mereka tengah bekerja sama malam ini untuk membantu menyelamatkan Julia dari jeratan iblis seorang Bram.


Namun imannya terus saja tergoda oleh wanita itu yang terus saja menggodanya. Pria itu terus berusaha menyadarkan Julia, membawanya ke kamar mandi dan memasukkannya ke dalam bathup yang berisi air. Hingga goyahlah imannya saat Julia yang dalam pengaruh obat itu mencumbunya dengan bringas, layaknya wanita jal*ng!


Hingga persetubuhan tidak bisa terhindari. Keduanya hanyut oleh gair4h yang membara, layaknya sepasang insan yang di mabuk asmara. Tanpa memikirkan pasangan mereka masing-masing di rumah saat ini. Hingga beberapa bulan kemudian Julia hamil dan meminta pertanggung jawaban kepada pria tersebut yang tidak lain adalah Hans—Papa kandung David.


Namun Hans sudah memiliki seorang istri yang sangat ia cintai. Kejadian itu ia anggap kecelakaan dan mereka melakukan suka sama suka. Ya walau Hans sadar Julia dalam pengaruh obat namun yang namanya pria normal yang terus di goda pasti runtuh juga imannya.


Hingga Julia kembali kepada Bram, ia sadar ini semua juga kesalahan dari suaminya sendiri, suami yang tak pernah menganggap dirinya selama ini. Hanya demi Fanya putrinya ia bertahan dan juga demi calon buah hati yang sedang ia kandunglah ia terus bertahan bersama Bram.

__ADS_1


Hingga menjelang melahirkan, Julia menghubungi Hans untuk membantu dirinya membawa salah satu putrinya yang baru saja ia lahirkan. Sebab ia sadar seperti apa suaminya itu selama ini. Beruntungnya Bram tidak mengetahui jika dirinya tengah mengandung bayi kembar selama ini. Hans yang mengetahui Julia meninggal seusai melahirkan putri kembarnya, ada rasa bersalah yang amat besar, hingga ia pun menerima salah satu putri kandungnya.


Marta sang istri yang mengetahui kebenarannya jika selama ini suaminya berselingkuh di belakangnya tentu saja sangat murka, namun begitu melihat ada bayi malang yang amat cantik ia pun menerimanya, walau rasa sakit itu masih ada. Terlebih dia di vonis tidak bisa mengandung kembali sebab rahimnya sudah di angkat setelah melahirkan putranya David.


Namun memang dasarnya seorang Bram, pria itu justru menyalahkan Hadi sahabatnta yang selama ini bermain di belakangnya bersama istrinya, hingga kecelakaan yang di sengaja ia lakukan, walau selana ini ia memang tidak menerima istrinya, namun jika sahabatnya sudah menusuknya dari belakang ia tidak akan tinggal diam.


" Huh! Ternyata buah jatuh tidak jauh dari pohonnya." Desis David seolah tidak percaya. Ya Hans menyesali perbuatannya di masa lalu.


Ya semua keluarganya sudah mengetahui perihal masa lalu David yang mempunyai seorang putra dari Fanya yang notabenya adalah putri kandung dari Bram. Yaitu Kenzie yang selama ini di rawat oleh Bryan sahabatnya sendiri, yang tidak lain dari mantan suami Fanya.


" Jadi kita harus mencari Adikkku yang masih berada di kota itu." Ajak Briva yang sudah bangkit namun langkahnya terhenti saat ada panggilan masuk dari sahabatnya Bruno. " Ya Hallo Bruno, ada kabar penting?" Tanyanya saat panggilan sudah terhubung." Baiklah aku akan datang kesana." Serunya bersamaan menutup panggilan.


" Ada apa Briv?" Tanya sang Papa yang panik juga penasaran.


" Taaget sudah ada di kota ini Pa. Briv harus bergegas." Jawabnya yang langsung hengkang dari pandangan mereka semua.


" Bodoh kejar dia!" Titah David kepada Owl Asistennya itu untuk mengikuti Adiknya kemanapun pergi.


" Sebaiknya kita juga menyusul kesana Dav, para istri di rumah saja, ini sangat berbahaya!" Usul Hans kepada putranya. Akhirya keduanya pun ikut melesak pergi mengikuti Briva dan Owl dari belakang.


.


.


.


.tbc


Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.


__ADS_2